Mau Hubungan Langgeng? Ini Kuncinya Menurut Psikolog Cinta

SEPUCUKJAMBI.ID – Kita sering banget denger, “Komunikasi adalah kunci hubungan yang langgeng.” Dan ya, itu nggak salah. Tapi… apakah itu cukup?

Dulu aku juga percaya banget sama hal itu. Kalau ada konflik? Ya tinggal komunikasiin aja, selesai. Tapi ternyata, realitas hubungan itu jauh lebih kompleks dari sekadar ngobrol baik-baik.

Komunikasi Itu Penting, Tapi Bukan Segalanya!

Kita tuh sering lupa, waktu PDKT semua masih pakai “topeng”. Kita tampil semaksimal mungkin, pengen jadi versi terbaik buat pasangan kita. Tapi gimana setelah jadian, atau bahkan menikah? Topeng itu pasti perlahan dilepas. Kekurangan satu sama lain mulai kelihatan. Dan disinilah ujian sebenarnya dimulai.

Kita mulai bertanya:

  • Apakah dia tetap mau stay saat tahu sisi gelap kita?
  • Apakah dia bisa menerima kita apa adanya?
  • Dan sebaliknya, apakah kita bisa menerima dia?

Sentimen Positif: Kunci yang Sering Terlupakan

Menurut John Gottman, seorang pakar hubungan dan penulis buku The Marriage Clinic: A Scientifically Based Marital Therapy, hal paling penting dalam hubungan bukan cuma komunikasi, tapi perasaan positif yang terus dibangun dalam hubungan itu sendiri.

 

Gottman menyebutnya sebagai Positive Sentiment Override. Ini adalah kondisi di mana emosi positif yang kuat di antara pasangan membuat mereka lebih tahan banting dalam menghadapi konflik. Bahkan ketika pasangan lagi marah-marah, kita bisa berpikir positif kayak:

  • “Mungkin dia lagi capek banget.”
  • “Dia nggak maksud nyakitin aku.”
  • “Dia tetap sayang kok, cuma lagi overwhelmed aja.”

Kenapa Ini Penting Banget?

Karena perasaan positif ini bikin:

  • Konflik jadi lebih jarang.
  • Kalau pun ada konflik, penyelesaiannya lebih lembut dan penuh pengertian.
  • Kita cenderung memaklumi, bukan menghakimi.

Lalu, Gimana Cara Membangun Sentimen Positif Itu?

1. Be Authentic

Jadi diri sendiri dari awal. Jangan tampil sempurna waktu PDKT cuma buat disukai. Karena pasanganmu perlu mencintai kamu yang asli—dengan semua kelebihan dan kekuranganmu.

2. Kenali Pasanganmu Sedalam-Dalamnya

Amati pola interaksinya. Apa yang bikin dia kesal, apa yang bikin dia bahagia. Dan tanyakan ke diri sendiri: “Aku bisa nggak nerima ini dalam jangka panjang?”

3. Tumbuhkan Rasa Syukur dan Bahagia dalam Hubungan

Kangen-kangenan, momen ketawa bareng, saling support—itu hal kecil yang membangun positive vibes. Dan vibes itu bisa jadi pelindung hubungan dari badai konflik.

Kesimpulannya?

Komunikasi tetap penting, tapi bukan satu-satunya kunci. Hubungan yang langgeng itu dibangun lewat rasa syukur, pengertian, dan vibes positif yang terus dijaga dari hari ke hari.

Jadi, yuk mulai dari sekarang: bukan cuma ngobrol, tapi juga rawat emosi positif dalam hubunganmu (*)




Mindset dan Takdir: Cara Pikiran Membentuk Hidup Kita

SEPUCUKJAMBI.ID – Pernahkah kamu mendengar nasihat seperti ini: “Pikiranmu akan membentuk keyakinan, keyakinan membentuk perilaku, dan perilaku membentuk kebiasaan, lalu kebiasaan itu akan menentukan takdirmu?”

Ungkapan ini sering terdengar dalam seminar, obrolan bersama teman, bahkan dari para motivator. Secara sederhana, ia menggambarkan bagaimana pola pikir kita membentuk jalan hidup. Namun, ada hal yang lebih dalam dari sekadar “ubah mindset, maka kamu akan sukses.”

Dalam salah satu video YouTube milik Dr. Jiemi Ardian, seorang psikiater yang banyak berbicara tentang kesehatan mental, ia mengajak kita untuk memahami bahwa pikiran adalah buah dari adaptasi terhadap realita. Pikiran bukanlah sesuatu yang bisa diatur seperti tombol lampu: on dan off. Ia muncul karena sebuah alasan.

Ketika Rasa Takut Mengendalikan Kita

Misalnya, saat seseorang takut ditinggalkan dalam hubungan, ia cenderung memilih untuk meninggalkan terlebih dahulu. Akhirnya, keyakinan itu pun menjadi nyata: ia benar-benar ditinggalkan. Pikiran yang awalnya berisi ketakutan, membentuk kepercayaan (bahwa semua orang akan meninggalkan), lalu menjadi pola (meninggalkan lebih dulu), hingga menjadi kebiasaan yang terus berulang.

Baca juga:  Panduan Lengkap Fidyah: Syarat, Keutamaan, dan Cara Pembayarannya

Baca juga:  Pentingnya Mengajarkan Doa Sebelum Tidur kepada Anak

Pikiran Bukan Musuh, Ia Pernah Melindungi

Seringkali, kita mencoba “mengubah mindset” tanpa memahami dari mana pikiran itu berasal. Padahal, banyak dari pikiran kita terbentuk sebagai bentuk perlindungan diri. Pikiran bahwa “saya tidak cukup baik” bisa muncul karena bertahun-tahun hidup dalam lingkungan yang membandingkan, merendahkan, dan menganggap hidup sebagai ajang kompetisi tiada akhir.

Di masyarakat kita sendiri, budaya kompetisi sudah seperti napas sehari-hari—dari orang tua yang membandingkan prestasi anak, tetangga yang bersaing soal rumah dan harta, hingga lingkungan kerja yang mendorong orang saling sikut. Tak heran bila banyak dari kita membentuk pikiran negatif tentang dunia—bahwa ia penuh tekanan dan penilaian.

Mindset Tidak Bisa Diubah Jika Tidak Dihargai

Maka, kesalahan terbesar adalah mencoba langsung mengganti pikiran. Padahal, yang perlu kita lakukan adalah menghargai keberadaannya terlebih dahulu. Tanyakan: mengapa pikiran ini ada? kapan ia muncul? apa fungsinya dulu bagi saya?

Ketika kita melihat pikiran sebagai hasil adaptasi, maka pendekatannya bukan lagi menyingkirkan, melainkan mengajak ia bertumbuh. Di sinilah kita mulai membentuk kebiasaan baru, membangun kepercayaan baru, dan membuka ruang untuk takdir yang berbeda.

Bersikap Lembut pada Diri Sendiri

Perubahan tidak datang dari perlawanan, tapi dari penerimaan. Kita tidak harus menjadi musuh dari pikiran-pikiran kita. Kita hanya perlu belajar bersikap lembut, menghargainya, lalu perlahan mengajak mereka beradaptasi ke arah yang lebih sehat.

Dengan begitu, perubahan yang kita ciptakan bukan sekadar tempelan motivasi sesaat, tapi benar-benar berakar pada pemahaman diri. Kita tidak hanya mengubah perilaku, tapi juga menciptakan dunia batin yang lebih tenang dan bertumbuh.(*)




Romeo & Juliet: Cinta Sejati atau Cinta Buta?

SEPUCUKJAMBI.ID – Ketika berbicara tentang cinta paling ikonik sepanjang masa, satu kisah yang langsung muncul di benak kita adalah Romeo & Juliet karya William Shakespeare. Kisah mereka telah diadaptasi ke berbagai film, drama, dan bahkan lagu! Tapi… apakah kisah mereka benar-benar romantis? Atau justru kisah tragis tentang keputusan yang terlalu cepat?

Mari kita bongkar fakta menariknya!

Jatuh Cinta dalam Sekejap: Manis atau Berbahaya?

Romeo dan Juliet berasal dari dua keluarga yang sudah bermusuhan selama bertahun-tahun. Namun, saat mereka bertemu di sebuah pesta, boom!—cinta langsung bersemi dalam hitungan detik!

“Aku jatuh cinta padamu!” – Romeo
“Kita baru kenal 5 menit, tapi aku juga cinta!” – Juliet

Tapi tunggu… Romeo baru saja patah hati dari Rosaline, wanita yang ia gilai sebelumnya. Banyak yang bilang, apakah ini benar-benar cinta sejati atau hanya pelarian dari kesedihan?

Yang lebih mengejutkan lagi, hanya dalam satu malam, Romeo dan Juliet memutuskan untuk menikah secara diam-diam. Berani banget!

Cinta vs. Dendam: Ketika Segalanya Berantakan!

Tak ada kisah cinta tanpa konflik! Sayangnya, hubungan mereka malah memicu lebih banyak pertumpahan darah.

Tybalt (sepupu Juliet) membunuh Mercutio (sahabat Romeo) dalam duel yang panas!
 Romeo, yang marah dan berduka, akhirnya membalas dendam dengan membunuh Tybalt!
Akibatnya? Romeo diusir dari Verona!

Sementara itu, Juliet dipaksa menikah dengan pria lain bernama Paris. Dalam kepanikan, Juliet meminum ramuan tidur agar terlihat mati—strategi yang dirancang agar bisa melarikan diri bersama Romeo.

Tragedi Besar: Ketika Kesalahpahaman Membunuh!

Di sinilah semuanya menjadi kacau…

Romeo tidak tahu bahwa Juliet hanya pura-pura mati!
Dalam keputusasaan, ia langsung meminum racun di sisi tubuh Juliet yang “tak bernyawa”.
Juliet bangun dan menemukan Romeo telah mati. Hancur hatinya, ia memilih untuk menghunus belati ke dadanya sendiri!

Tragedi ini akhirnya membuka mata kedua keluarga, yang akhirnya berdamai setelah kehilangan anak-anak mereka.

Pelajaran dari Romeo & Juliet: Cinta Itu Harus Pakai Otak!

Walaupun Romeo & Juliet sering dianggap sebagai simbol cinta sejati, kita juga bisa belajar beberapa hal penting dari kisah mereka:

1️⃣ Jangan terburu-buru dalam cinta.
Cinta pada pandangan pertama memang menggebu-gebu, tapi keputusan impulsif bisa berakibat fatal.

2️⃣ Komunikasi itu penting!
Jika Romeo tahu Juliet hanya pura-pura mati, tragedi ini bisa dicegah.

3️⃣ Kadang, cinta butuh lebih dari sekadar perasaan.
Cinta sejati harus dibangun dengan kepercayaan, pemahaman, dan keputusan yang matang—bukan hanya emosi sesaat.

💬 Jadi, Romeo & Juliet: Cinta Sejati atau Cinta Buta?

Apakah mereka benar-benar pasangan yang ditakdirkan, atau hanya remaja yang terbawa emosi? 🤔

Bagikan pendapatmu di kolom komentar! Apakah menurutmu kisah ini adalah romansa legendaris atau hanya cinta yang terlalu cepat dan berbahaya?




Gak Takut Lagi Donor Darah! Ini Pengalaman Seru di UDD PMI Kota Jambi

Suasana proses penyedotan darah saat donor di UDD PMI Kota Jambi

Kota Jambi, SEPUCUKJAMBI.ID – Donor darah kini bukan lagi hal yang rumit atau menakutkan. Di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi, siapa pun bisa mendonorkan darah dengan mudah, cepat, dan aman. Menariknya, layanan ini dibuka 24 jam setiap hari, sehingga masyarakat bisa datang kapan saja—pagi, siang, atau malam.

Berlokasi di Kecamatan Telanaipura, tepat di sebelah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi, UDD PMI Kota Jambi menjadi tempat yang strategis dan mudah dijangkau. Letaknya yang dekat dengan kawasan kampus juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa dan warga sekitar untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.

Bagi yang baru pertama kali ingin donor darah, prosesnya tidak perlu dikhawatirkan. Calon pendonor hanya perlu mengisi formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti pengecekan tekanan darah, berat badan, dan juga golongan darah. Jika dinyatakan layak, pendonor akan langsung dibimbing oleh petugas menuju ruang pengambilan darah.

Baca juga:  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi: Komitmen Layanan Kesehatan Berkualitas dan Tanpa Diskriminasi

Baca juga:  Pilihan Olahraga Ringan di Pagi Hari yang Mudah dan Sehat

Pelayanan yang diberikan pun tak hanya profesional, tetapi juga ramah dan hangat, membuat pendonor merasa aman dan nyaman selama proses berlangsung.

Selanjutnya, sebagai bentuk apresiasi, UDD PMI Kota Jambi memberikan bingkisan sederhana namun bermakna kepada para pendonor. Isinya antara lain biskuit, pop mie, susu,  wafer, dan juga air berasa. Meskipun tampak kecil, bingkisan ini menjadi simbol terima kasih atas kepedulian yang telah diberikan.

Beberapa pendonor yang rutin datang ke UDD PMI Kota Jambi pun berbagi pengalamannya. Frias, salah satu pendonor aktif, mengaku bahwa donor darah sudah menjadi kebiasaan yang membuatnya merasa lebih sehat.

“Dengan donor ini, badan kita jadi lebih sehat dan bisa membantu orang lain. Saya malah jadi ketagihan donor,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Dwi, yang baru pertama kali mencoba donor darah, merasa antusias, meski mengalami sedikit efek ringan.

“Pertama kali donor darah seru sih, tapi setelahnya agak lemas juga. Tapi tetap senang bisa bantu orang lain,” katanya.

Testimoni seperti ini menunjukkan bahwa donor darah bisa menjadi pengalaman yang positif, bahkan menyenangkan, terutama jika dilakukan secara rutin.

Selain menyelamatkan nyawa orang lain, donor darah juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya. Di antaranya membantu menurunkan risiko penyakit jantung, memperlancar sirkulasi darah, dan merangsang produksi sel darah baru. Donor darah juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang penuh empati.

Dengan pelayanan 24 jam, proses yang cepat dan nyaman, serta manfaat besar bagi diri dan orang lain, donor darah di UDD PMI Kota Jambi adalah langkah kecil yang berdampak besar. Jangan ragu untuk berkontribusi dalam aksi kemanusiaan ini.




Panduan Lengkap Fidyah: Syarat, Keutamaan, dan Cara Pembayarannya

SEPUCUKJAMBI.ID – Fidyah adalah salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan oleh umat Muslim yang tidak mampu menjalankan kewajiban puasa selama bulan Ramadan.

Dalam panduan ini, kami akan membahas secara lengkap apa itu fidyah, siapa yang wajib membayarnya, dan bagaimana cara membayarnya sesuai dengan ketentuan agama Islam.

Fidyah berasal dari kata bahasa Arab yang berarti “tebusan” atau “ganti”.

Dalam konteks ibadah puasa Ramadan, fidyah merujuk pada pembayaran berupa makanan atau nilai tertentu sebagai ganti puasa yang tidak dapat dijalankan.

Fidyah ini diberikan bagi orang yang tidak dapat berpuasa karena alasan tertentu, seperti sakit permanen atau usia tua yang tidak memungkinkan untuk berpuasa.

Siapa yang Wajib Membayar Fidyah?

Berdasarkan ajaran Islam, fidyah wajib dibayar oleh beberapa golongan berikut:

  1. Orang yang Sakit Parah dan Tidak Bisa Sembuh
    Orang yang mengalami sakit parah dan tidak ada harapan untuk sembuh, seperti penyakit kronis, dapat membayar fidyah karena mereka tidak dapat menjalankan puasa selama bulan Ramadan.

  2. Orang Tua yang Tidak Mampu Berpuasa
    Mereka yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa lagi dapat membayar fidyah sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan.

  3. Wanita Hamil dan Menyusui
    Wanita hamil atau menyusui yang khawatir akan kondisi kesehatan mereka atau anaknya saat berpuasa dapat membayar fidyah jika tidak dapat menjalankan ibadah puasa.

  4. Orang yang Dalam Perjalanan Jauh (Musafir)
    Musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan jauh dan tidak mampu berpuasa juga boleh membayar fidyah jika mereka memilih untuk tidak berpuasa selama perjalanan tersebut.

Bagaimana Cara Membayar Fidyah?

Pembayaran fidyah dapat dilakukan dengan cara memberi makan orang miskin atau membayar sejumlah uang yang setara dengan harga makanan pokok.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan:

  1. Memberikan Makanan kepada Orang Miskin
    Sebagai ganti puasa yang ditinggalkan, seorang Muslim bisa memberikan makanan kepada orang miskin. Umumnya, satu fidyah dihitung dengan memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan.

  2. Membayar Uang Setara dengan Harga Makanan
    Jika memberi makanan kepada orang miskin sulit dilakukan, fidyah bisa dibayar dengan uang yang setara dengan harga makanan pokok, seperti beras, yang diberikan kepada orang yang membutuhkan.

Berapa Banyak Fidyah yang Harus Dibayar?

Jumlah fidyah yang dibayar adalah sebesar satu mud makanan (sekitar 600 gram) per hari yang ditinggalkan.

Jika fidyah dibayar dalam bentuk uang, jumlahnya akan disesuaikan dengan harga makanan pokok di wilayah tempat tinggal seseorang.

Keutamaan Membayar Fidyah

Membayar fidyah memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Meskipun tidak menjalankan ibadah puasa, orang yang membayar fidyah masih mendapatkan ganjaran atas niat baik mereka untuk membantu orang lain.

Fidyah juga merupakan bentuk rasa tanggung jawab seorang Muslim terhadap kewajibannya selama Ramadan.

Pentingnya Fidyah dalam Islam

Fidyah adalah alternatif bagi umat Muslim yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan karena alasan yang sah, seperti sakit atau usia lanjut.

Dengan membayar fidyah, mereka tetap dapat memenuhi kewajiban agama dan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Penting untuk memahami siapa saja yang wajib membayar fidyah dan bagaimana cara melakukannya sesuai dengan syariat Islam.(*)




Ruben Onsu Resmi Memeluk Islam, Cerita Perjalanan Spiritual Menuju Mualaf

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presenter dan pengusaha Ruben Onsu mengungkapkan perjalanan panjang yang mengantarnya pada keputusan untuk memeluk agama Islam.

Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube perusahaan miliknya, MOP Channel, Ruben berbagi cerita tentang pergulatan batin yang ia alami selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi mualaf.

Ruben mengungkapkan bahwa proses menuju Islam bukanlah hal yang mudah baginya.

“Saya melewati beberapa tahun yang sangat tidak mudah. Namun, yang saya lihat adalah siapa yang harus saya jadikan panutan,” kata Ruben dalam wawancara dengan pendakwah Usman Bin Yahya yang diunggah pada Senin, 31 Maret 2025.

Ia mengingat berbagai ujian berat yang dihadapi, termasuk musibah kebakaran toko dan gempa yang terjadi pada 2018 dan 2019, yang membuatnya semakin tertekan.

“Satu hari berturut-turut, toko kebakaran, acara tempat acara yang saya bikin gempa… Itu dahsyat sekali,” kenang Ruben dengan mata berkaca-kaca.

Selama proses pergulatan batin, Ruben mendapatkan dukungan besar dari Habib Usman, seorang tokoh agama yang membantunya mencari kedamaian.

“Habib Usman selalu bertanya, ‘kapan masuk Islam?’,” kata Ruben. Dukungan dan perhatian yang terus diberikan oleh Habib Usman memperkuat rasa penasaran Ruben terhadap Islam.

Selain ujian dalam kehidupannya, Ruben juga berbagi tentang masalah pribadi dan keluarganya.

Ia mengakui bahwa banyak pihak yang pernah menyakitinya dan membuatnya merasa sendirian.

Salah satu momen emosional yang ia ungkapkan adalah terkait dengan hubungannya dengan ibunya.

“Ada fase di mana saya sudah enggak berani angkat telepon, enggak berani balas WhatsApp,” ungkap Ruben dengan suara bergetar.

Namun, meskipun mengalami banyak ujian, Ruben memilih untuk memaafkan mereka yang telah menyakitinya dan tidak menyimpan dendam.

Ruben mengakui bahwa proses spiritual menuju Islam sangat berat dan penuh pertimbangan.

“Saya tidak ingin ada air mata dalam proses ini. Saya ingin berjalan dari hati yang paling dalam, tanpa paksaan,” ungkapnya.

Proses tersebut berlangsung panjang dan penuh perdebatan batin yang akhirnya membawa Ruben pada keputusan untuk menjadi seorang muslim.

Pada hari pertama Lebaran 2025, Ruben Onsu mengumumkan keputusannya untuk memeluk agama Islam melalui media sosial.

Ia juga meminta maaf jika ada perkataan atau tindakan yang mungkin menyinggung pihak lain, serta memohon doa agar tetap istiqamah dalam menjalani hidup sebagai seorang muslim.

Keputusan untuk memeluk Islam ini, menurut Ruben, bukan dipengaruhi oleh masalah rumah tangga atau paksaan dari pihak manapun.

Ia menegaskan bahwa keputusan ini adalah hasil pencarian dan keputusan hati yang tulus.

Ruben Onsu sebelumnya menikah dengan Sarwendah pada 22 Oktober 2013.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak, Thalia (lahir 2015) dan Thania (lahir 2019).

Namun, pernikahan mereka berakhir pada September 2024 setelah melalui proses perceraian yang diputuskan secara verstek oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Keputusan Ruben Onsu untuk memeluk Islam adalah hasil dari perjalanan spiritual yang panjang dan penuh pergulatan batin.

Meskipun harus melewati banyak ujian berat, Ruben akhirnya menemukan kedamaian dan keputusan untuk menjalani hidup sebagai seorang muslim.

Ia berharap agar keputusan ini dapat membawa kedamaian dalam hidupnya dan mengharapkan doa serta dukungan dari publik untuk tetap konsisten dalam menjalani kehidupan baru ini.(*)




Ini Nominal yang Cocok! untuk THR Lebaran 2025

SEPUCUKJAMBI.ID – Lebaran 2025 semakin dekat! Tradisi berbagi THR kepada anak-anak, keponakan, hingga tetangga menjadi momen yang dinantikan. Tapi, berapa nominal yang pas? Simak rekomendasi terbaik berdasarkan usia, hubungan keluarga, dan kondisi keuangan Anda!

1. THR untuk Anak Usia 10-20 Tahun

Nominal THR untuk anak dalam rentang usia ini bisa bervariasi tergantung status hubungan:

🟢 Kategori Keluarga

  • Anak sendiri: Rp100.000
  • Ponakan (orang tuanya bawa makanan): Rp50.000
  • Ponakan (orang tuanya tidak bawa makanan): Rp30.000
  • Anak sahabat dekat: Rp30.000
  • Anak sahabat jauh: Rp20.000

🔵 Kategori Bukan Keluarga

  • Anak tetangga satu RT: Rp15.000
  • Anak tetangga satu kompleks: Rp10.000
  • Anak yang tidak dikenal: Rp5.000

2. THR untuk Anak Usia di Bawah 10 Tahun

Untuk anak-anak yang lebih kecil, nominalnya bisa lebih kecil tetapi tetap berkesan.

🟢 Kategori Keluarga

  • Anak sendiri: Rp50.000
  • Ponakan (orang tuanya bawa makanan): Rp25.000
  • Ponakan (orang tuanya tidak bawa makanan): Rp20.000
  • Anak sahabat dekat: Rp10.000
  • Anak sahabat jauh: Rp10.000

🔵 Kategori Bukan Keluarga

  • Anak tetangga satu RT: Rp5.000
  • Anak tetangga satu kompleks (sudah akrab): Rp5.000
  • Anak tidak dikenal: Rp5.000

Baca juga:  Pentingnya Mengajarkan Doa Sebelum Tidur kepada Anak

Baca juga:  7 Tips Sehat yang Bisa Dilakukan Setelah Sahur Agar Puasa Lancar Seharian

3. THR untuk Usia di Atas 20 Tahun

Untuk mereka yang sudah dewasa, pemberian THR lebih bersifat opsional.

🟢 Kategori Keluarga

  • Anak sendiri: Terserah budget masing-masing
  • Ponakan (orang tuanya bawa makanan): Rp50.000
  • Ponakan (orang tuanya tidak bawa makanan): Cukup sapa dan tanyakan kabarnya

🔵 Kategori Bukan Keluarga

  • Anak sahabat dekat: Saling bertanya kabar saja
  • Anak sahabat jauh: Cukup saling menyapa
  • Anak tetangga satu RT atau kompleks: Saling sapa dan bertanya kabar

Tips Berbagi THR dengan Bijak

1️⃣ Sesuaikan dengan Budget – Jangan sampai memberi THR di luar kemampuan keuangan Anda.
2️⃣ Gunakan Amplop yang Menarik – Anak-anak lebih senang menerima uang dalam amplop cantik.
3️⃣ Prioritaskan Keluarga – Jika budget terbatas, utamakan THR untuk keluarga dekat.
4️⃣ THR Bukan Sekadar Uang – Kebahagiaan Lebaran juga bisa diwujudkan lewat doa, perhatian, dan kebersamaan.

Dengan panduan ini, Anda tidak perlu bingung lagi menentukan THR yang pas untuk keluarga dan lingkungan sekitar. Selamat berbagi dan selamat Hari Raya! 🌙✨

 




Bacaan Niat Salat Tarawih dan Amalan yang Dianjurkan pada Ramadan 1446H

SEPUCUKJAMBI.ID – Ramadan 1446H tahun 2025 akan segera dimulai, dan umat Muslim di seluruh dunia bersiap untuk menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih.

Salat tarawih merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan.

Sebagai bagian dari persiapan, penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui bacaan niat salat tarawih yang benar, serta amalan-amalan yang bisa meningkatkan kualitas ibadah selama bulan suci ini.

Bacaan Niat Salat Tarawih

Salat tarawih dilakukan setelah salat Isya dan dapat dilaksanakan secara berjamaah atau sendirian.

Baca juga: Sahur Hari Pertama Ramadan 1446H, Berikut Menu yang Gampang dan Enak

Baca juga: Waduh! Gaji PPPK Tahun 2025 di Tebo Belum Dianggarkan

Untuk memulai salat tarawih, setiap Muslim perlu berniat terlebih dahulu.

Berikut adalah bacaan niat salat tarawih yang dapat dibaca sebelum memulai ibadah tersebut:

Niat Salat Tarawih:

نَوَيْتُ أَنْ أُصَلِّيَ سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu an usalli sunnata taraawihi lillahi ta’ala.”

Artinya:

Aku niat salat tarawih sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat ini cukup dibaca dalam hati dan dilakukan sebelum memulai salat tarawih.

Niat adalah bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk salat tarawih, untuk memastikan bahwa ibadah tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran dan ikhlas karena Allah.

Amalan yang Dianjurkan dalam Salat Tarawih

Salat tarawih sendiri memiliki banyak keutamaan dan amalan yang dapat meningkatkan kualitas ibadah.

Beberapa amalan yang dianjurkan selama salat tarawih dan sepanjang bulan Ramadan antara lain:

1. Meningkatkan Kekhusyukan

Selama salat tarawih, dianjurkan untuk meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah.

Memahami makna bacaan dalam salat akan membantu meningkatkan kekhusyukan, sehingga salat tarawih dapat memberikan keberkahan bagi diri pribadi.

2. Menghadiri Salat Tarawih secara Berjamaah

Meskipun salat tarawih dapat dilakukan sendiri di rumah, lebih utama jika dilakukan secara berjamaah di masjid.

Salat berjamaah akan mempererat tali persaudaraan dan memberikan pahala yang lebih besar.

3. Memperbanyak Doa dan Dzikir

Setelah salat tarawih, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar.

Doa-doa di bulan Ramadan sangat mustajab, dan ini adalah waktu yang baik untuk memohon ampunan dan berkah dari Allah.

4. Melakukan I’tikaf di Masjid 

Sebagian umat Islam memilih untuk melakukan i’tikaf (berdiam diri di masjid) pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

I’tikaf merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadan, di mana seseorang dapat lebih fokus beribadah kepada Allah.

5. Memperhatikan Kualitas Salat  

Meskipun salat tarawih dilakukan dalam jumlah rakaat yang lebih banyak, kualitas salat lebih diutamakan daripada kuantitas.

Melakukan salat dengan khusyuk dan penuh perhatian akan lebih bernilai di sisi Allah.

6. Membaca Al-Qur’an

Salah satu keutamaan salat tarawih adalah membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Banyak umat Muslim yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mendengarkan atau membaca seluruh Al-Qur’an selama bulan Ramadan.

Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang sangat mulia dan sangat dianjurkan di bulan yang penuh berkah ini.

Keutamaan Salat Tarawih

Salat tarawih memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

Pahala yang Berlipat Ganda: Setiap rakaat yang dikerjakan akan diberikan pahala yang sangat besar. Salat tarawih adalah bentuk pengabdian kepada Allah yang akan membawa keberkahan.

Menghapus Dosa: Salat tarawih dapat menjadi sarana penghapus dosa, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang salat di bulan Ramadan dengan iman dan berharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Mendekatkan Diri kepada Allah: Melalui salat tarawih, seorang Muslim dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah, memperkuat keimanan, dan meraih rahmat-Nya.

Dengan mempersiapkan diri dengan baik dan memperhatikan bacaan niat serta amalan yang dianjurkan, umat Islam dapat meraih manfaat maksimal dari salat tarawih dan seluruh ibadah di bulan Ramadan 1446H ini.

Semoga bulan suci ini membawa berkah, rahmat, dan ampunan bagi kita semua.(*)




K-Pop Idol Pertama dari Indonesia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pasca dua hari debut, Hearts 2 Hearts trending 1 di youtube untuk kategori musik di Indonesia. Girl group besutan SM Entertainment, yang terdiri dari Carmen, Jiwoo, Yuha, Stella, Juun, A-na, Ian dan Yeon.

Hearts 2 Hearts menjadi viral di kalangan penggemar korea di Indonesia dikarenakan salah satu membernya yaitu Carmen, berasal dari Indonesia. Carmen, gadis cantik asal Bali ini, menjadi anggota girlgrup pertama dari Indonesia yang masuk di salah satu 3 perusahaan besar industri musik korea atau biasa disebut The Big 3. The Big 3 yaitu, YGentertainment, SMentertainment dan JYPentertainment.

Pemilik nama asli Nyoman Ayu Carmenita ini, terus menjadi buah bibir dikalangan pecinta Kpop Indonesia. Bahkan di Musik Video yang baru dirilis 2 hari yang lalu, banjir komentar untuk Carmen terus berdatangan.

Sampai saat ini, sudah lebih dari 7 juta lebih streaming di platform Youtube, dengan komentar sebanyak 36 ribu komentar. Berikut beberapa komentar dari netizen Indonesia.

baca juga: Keakraban Walikota Maulana dan Gibran Rakabuming dalam Retret Kepala Daerah di Akmil Magelang

baca juga: Pertamina Jamin Kualitas Pertamax, Tidak Ada Perubahan RON atau Pengoplosan

@cdrz**** menyebutkan “Congratulations Carmen for being the first Indonesian to debut under big 3! We’re so proud of you, cantik <3.

@den*** menyebutkan SM SEKALIII, SELAMAT DEBUT H2H DAN SELAMAT CARMEN THE FIRST SM IDOL FROM INDONESIA

Hearts 2 Hearts ini merupakan girl grup naungan SM Entertainment. Dengan membawakan lagu “The Chase” hearts 2 hearts akan tampil dibeberapa ajang musik show yang ada di Korea Selatan.




Tips Menunggu Jemputan Pulang Sekolah dengan Santai dan Produktif

A yellow school bus parked on the side of the road

Mengapa Menunggu Jemputan Bisa Menjadi Tantangan?

Menunggu jemputan pulang sekolah sering kali dapat dirasakan sebagai situasi yang menantang bagi banyak siswa. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tantangan ini adalah ketidakpastian waktu kedatangan. Siswa mungkin telah selesai dengan semua aktivitas mereka di sekolah, namun harus menunggu di tempat yang sama tanpa pengetahuan pasti tentang kapan mereka akan dijemput. Ketidakpastian ini dapat memunculkan rasa cemas dan gelisah, terutama jika siswa tidak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan orang tua atau pengantar mereka.

Selain itu, rasa bosan juga seringkali muncul saat menunggu jemputan. Setelah seharian beraktivitas di sekolah, termasuk mengikuti pelajaran dan berinteraksi sosial, siswa mungkin merasa kelelahan. Kelelahan ini dapat membuat mereka lebih sensitif terhadap kebosanan ketika harus menunggu di suatu tempat. Siswa yang tidak memiliki kegiatan atau hiburan untuk ditemani saat menunggu sering kali merasa waktu berjalan dengan sangat lambat, menambah tingkat stres yang mungkin mereka alami.

Penting untuk diingat bahwa mengelola perasaan yang muncul saat menunggu adalah kunci untuk mengubah pengalaman ini menjadi lebih positif. Dengan menjadikan waktu menunggu sebagai kesempatan untuk relaksasi atau kegiatan produktif, siswa dapat memanfaatkan setiap momen dengan lebih baik. Misalnya, mereka dapat menggunakan waktu ini untuk membaca buku, menyelesaikan pekerjaan rumah, atau sekadar bercengkerama dengan teman-teman. Dengan cara ini, tantangan yang muncul selama menunggu jemputan dapat diminimalkan, dan pengalaman tersebut dapat menjadi lebih menyenangkan sekaligus produktif.

Aktivitas Produktif yang Bisa Dilakukan Saat Menunggu

Menunggu jemputan pulang sekolah dapat menjadi momen yang tidak produktif, namun dengan memilih aktivitas yang tepat, waktu tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Berbagai kegiatan bisa dilakukan untuk menjaga pikiran tetap aktif dan memperkaya pengalaman.

Salah satu aktivitas yang bermanfaat adalah membaca buku. Membaca tidak hanya menghibur, tetapi juga meningkatkan keterampilan bahasa, memperluas pengetahuan, dan merangsang imajinasi. Pilihlah buku yang sesuai dengan minat, apakah itu fiksi atau non-fiksi, untuk membuat pengalaman membaca lebih menyenangkan. Untuk memaksimalkan waktu, tentukan tujuan, misalnya membaca satu bab sebelum dijemput.

Selain membaca, mengerjakan pekerjaan rumah (PR) adalah pilihan yang sangat baik. Menyelesaikan PR sebelum pulang dapat mengurangi beban tugas yang harus dikerjakan di rumah, serta memberikan waktu lebih untuk aktivitas lain. Pastikan untuk membawa materi yang diperlukan agar dapat dengan mudah menyelesaikan PR. Jika ada kesulitan, jangan ragu untuk bertanya kepada teman-teman yang berada di sekitar.

Permainan ringan juga dapat menjadi alternatif yang menyenangkan untuk mengisi waktu. Permainan ini tidak hanya mampu menghibur tetapi juga mengasah ketangkasan mental dan sosial. Pilih permainan yang melibatkan beberapa orang agar dapat bersosialisasi dan menciptakan interaksi positif dengan teman-teman. Misalnya, permainan kartu atau teka-teki sederhana dapat dimainkan secara kelompok.

Terakhir, berbincang dengan teman-teman bisa menjadi cara efisien untuk memanfaatkan waktu. Diskusikan berbagai topik, mulai dari cabang akademis hingga kehidupan sehari-hari, untuk memperkuat hubungan pertemanan serta membangun kemahiran komunikasi. Aktivitas ini membantu menciptakan kenyamanan dan rasa kebersamaan di antara rekan-rekan sekelas.

Dengan menyisipkan aktivitas-aktivitas tersebut dalam waktu menunggu, baik itu membaca, mengerjakan PR, bermain, atau berbincang, pengalaman menunggu akan terasa lebih menyenangkan dan produktif.

Menjaga Kesehatan Mental Saat Menunggu

Menunggu dapat menjadi pengalaman yang membosankan dan kadang-kadang melelahkan secara mental. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental selama menunggu dengan berbagai teknik yang dapat membantu mengalihkan perhatian dan meningkatkan suasana hati. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menerapkan teknik relaksasi, yang dapat membantu mengurangi kecemasan dan stres. Teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dapat dilakukan dengan cara memperhatikan pernapasan. Anda dapat menarik napas dalam-dalam melalui hidung, menahan sejenak, dan kemudian mengeluarkan napas perlahan melalui mulut. Kegiatan ini dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh, menjadikannya lebih mudah untuk menunggu dengan tenang.

Selain teknik relaksasi, mendengarkan musik juga bisa menjadi metode yang sangat baik untuk menjaga kesehatan mental saat menunggu. Musik memiliki kekuatan untuk mempengaruhi suasana hati dan merangsang emosi positif. Pilihlah jenis musik yang Anda sukai, apakah itu lagu-lagu ceria atau instrumental yang menenangkan, yang dapat memberi Anda semangat dan mengalihkan pikiran dari rasa bosan. Dengan begitu, waktu menunggu bisa terasa lebih singkat dan menyenangkan.

Selama proses menunggu, sering kali pikiran negatif muncul, menyebabkan rasa tidak nyaman. Salah satu solusinya adalah dengan berfokus pada hal-hal positif yang Anda harapkan dari kegiatan setelah menunggu. Anda dapat merenungkan tentang rencana di hari itu atau merencanakan kegiatan yang menyenangkan. Membuat catatan tentang hal-hal yang Anda syukuri juga dapat menciptakan suasana yang lebih positif. Dengan menciptakan lingkungan mental yang menyenangkan dan sehat, menunggu pun bisa menjadi momen yang lebih produktif dan bermanfaat. Mengelola kesehatan mental dengan baik adalah kunci untuk menghadapi waktu menunggu dengan lebih baik.

Tips Mengatur Waktu Menunggu dengan Baik

Menunggu jemputan pulang sekolah sering kali menjadi momen yang tidak bisa dihindari. Namun, dengan mengatur waktu menunggu dengan baik, pengalaman ini bisa menjadi lebih efisien dan menyenangkan. Salah satu langkah awal yang penting adalah memasang alarm atau pengingat pada ponsel. Alarm dapat membantu mengingatkan anak ketika sudah saatnya bersiap-siap untuk pulang, sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.

Selain memasang alarm, cermat dalam perencanaan waktu juga sangat krusial. Anak-anak perlu memahami kapan waktu anak-anak lainnya akan keluar dari sekolah dan kapan jemputan akan tiba. Dengan merencanakan waktu secara efektif, mereka dapat minimalisasi ketidakpastian dan menghindari rasa cemas saat menunggu. Jadi, diskusikan dengan anak Anda kapan waktu terbaik untuk siap dan menunggu tanpa merasa terburu-buru.

Pilihlah tempat menunggu yang nyaman dan aman. Pastikan lokasi menunggu tidak hanya strategis tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi anak. Lokasi yang tenang dan dekat dengan pintu keluar sekolah akan memudahkan mereka untuk mengawasi situasi sekitar. Selain itu, mendorong anak untuk membawa buku atau materi belajar kecil selama menunggu juga merupakan pilihan produktif. Ini akan membantu mereka tetap fokus dan memanfaatkan waktu menunggu untuk kegiatan yang bermanfaat.

Dengan semua tips ini, mengatur waktu menunggu tidak hanya sebatas kegiatan menunggu semata, tetapi menjadi bagian dari rutinitas yang lebih teratur. Dengan perencanaan yang matang, anak-anak dapat menghabiskan waktu menunggu dengan cara yang lebih produktif dan positif, menjadikan pengalaman menunggu lebih menyenangkan.