Kodim 0417/Kerinci Bor Sumur di Lima Titik, Bantu Warga Sungai Penuh Dapatkan Air Bersih

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun 2025 yang dilaksanakan Kodim 0417/Kerinci, menjadikan pembangunan sumur bor dalam sebagai salah satu sasaran fisik utama.

Lokasi pengeboran berada di tengah permukiman warga di Desa Sungai Penuh, dan telah berjalan pada beberapa titik yang berbeda.

Pada Minggu, 19 Oktober 2025, anggota Satgas TMMD melanjutkan pengeboran di titik kedua di desa yang sama, namun berbeda RT.

Hingga hari ini, pengeboran telah mencapai kedalaman 12 meter, namun debit air bersih belum ditemukan secara maksimal.

Baca juga:  Tragedi PETI di Sungai Pandan Tebo: Satu Tewas, Satu Luka-Luka

Baca juga:  Sungai Batanghari Semakin Keruh, Tirta Mayang Sulit Mengolah Air

Tim juga melakukan perbaikan dan pembersihan bak penampungan air, sambil melanjutkan proses pengeboran.

Menurut Sertu Noveri, anggota Satgas TMMD 126, hari ini pihaknya dibantu oleh masyarakat untuk melakukan pengeboran di dua titik sumur bor dari total lima titik yang telah direncanakan.

“Kami membangun sumur bor dalam ini untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang harus terpenuhi untuk kesehatan dan kesejahteraan warga,” ujar Sertu Noveri.

Kegiatan TMMD ini merupakan hasil kerja sama antara Kodim 0417/Kerinci dan Pemerintah Daerah, dengan fokus utama membantu masyarakat pedesaan mendapatkan akses air bersih yang selama ini sulit dijangkau.

“Ini adalah salah satu program utama TMMD dari Kodim Kerinci tahun ini,” tambah Noveri.

Pihaknya berharap proyek pengeboran ini dapat berjalan lancar dan tuntas secepat mungkin, sehingga warga setempat dapat segera menikmati manfaatnya tanpa harus kesulitan lagi dalam memperoleh air bersih.

“Mohon doa dan dukungan masyarakat agar proses pengeboran berjalan sesuai harapan dan hasilnya maksimal,” ucapnya.

Kegiatan TMMD ini disambut antusias oleh warga Desa Sungai Penuh.

Salah satu warga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran TNI yang telah membantu menghadirkan solusi untuk krisis air bersih di daerah mereka.

“Terima kasih kepada Bapak TNI dari Kodim 0417/Kerinci. Sumur bor ini sangat bermanfaat bagi kami yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap warga setempat.(*)




Tragedi PETI di Sungai Pandan Tebo: Satu Tewas, Satu Luka-Luka

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Tebo, Jambi.

Seorang penambang asal Rimbo Bujang dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah dan pasir saat mendompeng di aliran Sungai Pandan, Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tebo Ulu.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (12 Oktober 2025). Dua orang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Korban tewas adalah Yogi (21), warga Jalan 1, Unit 4, Desa Purwoharjo, Kecamatan Rimbo Bujang.

Baca juga:  Tragedi PETI di Sungai Pandan Tebo: Satu Tewas, Satu Luka-Luka

Baca juga:  Pengendara Keluhan Mobil Mogok Setelah Isi Pertalite di SPBU Pal 10 Tebo

Sementara rekannya, Sugianto (37), warga Desa Purwodadi, berhasil selamat namun mengalami luka-luka.

Menurut informasi yang dihimpun, keduanya sempat tertimbun selama dua jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga sekitar.

“Iya benar, salah satu warga kami meninggal dunia karena tertimbun longsor saat mendompeng. Lokasinya di aliran Sungai Pandan, masih wilayah Teluk Kuali, perbatasan dengan Purwoharjo,” kata Kepala Desa Purwoharjo, Musaidin.

Kapolsek Tebo Ulu, IPTU Esap Susanto, membenarkan peristiwa tersebut. Namun, ia menyebut bahwa proses penyelidikan selanjutnya akan ditangani oleh Satreskrim Polres Tebo.

Baca juga:  Manipulasi Data Nasabah KUR di BSI Terkuak, Polres Tebo Sita Dana Rp3,8 Miliar

Baca juga:  Waduh! TPP ASN Kabupaten Tebo Terancam Tak Dibayar Tahun 2026

“Iya benar, kejadiannya di wilayah kami. Penanganannya saat ini sudah dilimpahkan ke Polres Tebo,” ujarnya.

Kejadian ini kembali menyoroti bahaya aktivitas PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin) yang masih marak di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo.

Selain merusak lingkungan, aktivitas ini juga menimbulkan ancaman nyawa bagi para pelakunya.

Insiden ini memperkuat urgensi bagi pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas aktivitas PETI, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya tambang ilegal.

Kematian Yogi menjadi catatan kelam yang mengingatkan pentingnya penertiban tambang-tambang liar yang masih beroperasi tanpa pengawasan dan standar keselamatan.(*)




Meski Diguyur Hujan, Pasar Murah Golkar Muaro Jambi Diserbu Warga

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ratusan warga Pasar Kedemangan, Kabupaten Muaro Jambi, memadati lokasi pasar murah yang digelar oleh DPD II Partai Golkar Muaro Jambi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, pada Minggu (19/10/2025).

Meski hujan deras mengguyur sejak pagi, antusiasme masyarakat tidak surut.

Berbekal payung dan terpal seadanya, warga rela mengantre demi mendapatkan paket sembako murah seharga Rp61 ribu, sesuai usia Partai Golkar tahun ini.

Ketua DPD II Partai Golkar Muaro Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, memimpin langsung kegiatan tersebut.

Baca juga:  Wow! Ketum Bahlil Minta Agus Rubiyanto Jadi Pengurus DPP Golkar ‎

Baca juga:  15 Suara Sah ke Cek Endra, Musda Golkar Jambi Berpotensi Tanpa Lawan

Ia menyebut bahwa pasar murah ini merupakan bentuk nyata pengabdian partai kepada rakyat.

“Kami ingin Golkar hadir tidak hanya lewat janji, tapi melalui aksi nyata. Hujan hari ini bukan hambatan, justru menjadi simbol semangat kami,” ujar Ivan penuh semangat.

Dalam suasana yang penuh kehangatan, Ivan juga memberikan hadiah uang tunai Rp100 ribu kepada salah satu warga yang berulang tahun di hari itu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Al Farelly, Ketua Fraksi Golkar DPRD Muaro Jambi Sartono, serta Ketua Panitia Pelaksana H. Asikin.

Baca juga:  Pesan Ivan Wirata, Saat Salurkan Sapi Kurban di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Jambi

Dalam sambutannya, Kemas Faried mengapresiasi Golkar Muaro Jambi yang dinilainya mampu menghadirkan politik yang berpihak kepada rakyat kecil.

“Ini bentuk politik kesejahteraan yang sesungguhnya. Turun langsung, menyapa, dan merasakan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, H. Asikin menyatakan bahwa pasar murah ini akan menjadi agenda rutin DPD Golkar Muaro Jambi sebagai bagian dari aksi sosial berkelanjutan.

“Antusiasme masyarakat luar biasa, bahkan sejak pagi sudah ramai. Ini menunjukkan betapa kegiatan seperti ini dibutuhkan,” ungkapnya.

Siti (45), warga Kedemangan, menyatakan rasa syukurnya atas inisiatif Partai Golkar ini.

“Sekarang harga sembako mahal, jadi pasar murah sangat membantu. Hujan pun tidak jadi soal,” ujarnya sambil tersenyum.

Kegiatan ini mencerminkan semangat dari Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang mengusung empat pesan utama: solidaritas, karya nyata, semangat kebangsaan, dan komitmen kerakyatan.

Menutup kegiatan, Ivan Wirata mengajak seluruh kader Golkar untuk terus berbuat dan hadir di tengah masyarakat.

“61 tahun bukan waktu singkat. Golkar akan terus menyiram perjuangan dengan kerja nyata dan keikhlasan,” pungkasnya.

Di tengah rintik hujan, warna kuning khas Golkar tetap memancar, menjadi simbol semangat untuk terus bergerak bersama rakyat.(*)




Pengendara Keluhan Mobil Mogok Setelah Isi Pertalite di SPBU Pal 10 Tebo

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang pengendara mobil mengeluhkan kualitas BBM jenis Pertalite di SPBU Pal 10, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Jambi.

Setelah mengisi BBM tersebut, mobilnya mendadak mogok saat berkendara.

Munasdi, warga Kabupaten Bungo, menceritakan kronologi kejadian pada Jumat siang (10/10/2025). Ia mengisi sekitar 30 liter Pertalite di SPBU Pal 10 lalu melanjutkan perjalanan ke Bungo.

Namun, tak lama kemudian mobilnya mengalami ngadat, padahal sebelum mengisi BBM di SPBU tersebut kondisi mesin masih normal.

“Setelah saya keluarkan BBM yang saya isi di Pal 10 dan ganti dengan BBM baru, mobil kembali normal. Tapi saya takut menggunakan bensin itu lagi,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Mesran, pengendara lain, yang setelah mengisi Pertalite di SPBU KM 10 mengaku kendaraannya sama-sama bermasalah dan tidak dapat menyala.

Ia menyebut sudah banyak yang mengalami hal serupa sejak SPBU tersebut beroperasi, namun belum ada pihak yang berani mengajukan komplain.

Menanggapi hal ini, Manager SPBU Pal 10, Faisal, menyatakan tidak mengetahui adanya keluhan serentak dari konsumen. Menurutnya, banyak pelanggan mengisi di SPBU-nya tanpa mengajukan komplain.

“Kami selalu mengecek SG (specific gravity) BBM setiap masuk, sesuai standar Pertamina,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sampel bensin dari hari Jumat masih disimpan, tetapi menolak untuk melakukan pemeriksaan ulang atas bahan bakar yang telah keluar dari pompa.

“Bensin yang sudah keluar tidak lagi jadi tanggung jawab kami. Namun kita masih menyimpan sampel hari Jumat,” pungkasnya.(*)




Gawat! Data ESDM Ungkap Banyak Tambang Galian C di Tanjab Barat Belum Punya Izin Lengkap

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID Aktivitas pertambangan galian C di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) kembali menuai sorotan.

Sejumlah perusahaan diduga beroperasi tanpa mengantongi izin resmi alias ilegal, sehingga berpotensi merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menimbulkan kerusakan lingkungan.

Salah satu pihak yang disorot adalah seorang pengusaha berinisial HM, yang diketahui mengelola beberapa perusahaan galian C di wilayah Desa Lubuk Lawas, Kecamatan Batang Asam.

Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain PT Tiga Sekawan Gunung Batu  di mana menguasai lahan seluas 49,5 hektare.

Baca juga:  Bakamla Tangkap Kapal Tak Berizin! Bawa 400 Karung Bawang Merah Tujuan Kuala Tungkal

Baca juga:  Keren! Operasi Kapal KP Anis Macan Gagalkan Peredaran Narkoba di Kuala Tungkal

Kemudian PT Berkah Gunung Batu Barajo, yang mengelola tiga lokasi yakni, 5,6 hektare, 19,65 hektare, dan 37,77 hektare.

Dugaan kuat menyebutkan bahwa sebagian perusahaan tersebut menjalankan praktik pertambangan ilegal seperti jual beli tanah urug, batu split, dan material tambang lainnya tanpa menyetorkan pajak kepada daerah.

Selain itu, tidak ada aktivitas reklamasi pasca-tambang yang dilakukan, sehingga menyisakan kerusakan lingkungan serius di area bekas galian.

“Perusahaan milik HM itu satu manajemen. Satu legal, sisanya ilegal,” ungkap sumber terpercaya yang enggan disebut namanya.

Baca juga:  Viral Video Pungli Polisi di Tanjab Barat, Polda Jambi Lakukan Pemeriksaan

Baca juga:  Diskoperindag Tanjab Barat Usulkan Rp 26 Miliar, untuk Rencana Kerja Tahun 2026

Seperti yang dikutip dari berkabar.id , Upaya konfirmasi kepada HM telah dilakukan melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada tanggapan meski pesan telah terbaca.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi, Tandry Adi Negara menyampaikan bahwa, berdasarkan data resmi, terdapat 33 perusahaan galian C/kuari yang terdaftar di Kabupaten Tanjab Barat.

Rinciannya yakni, 16 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi, 7 perusahaan dengan IUP Tahap Eksplorasi dan 10 perusahaan pemegang Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB).

Namun, dari 16 perusahaan yang sudah masuk tahap operasi produksi, baru 7 perusahaan yang mengantongi persetujuan RKAB (Rencana Kerja Anggaran dan Biaya).

Baca juga:  Investasi Jetty di Taman Raja Buka Peluang Kerja, Rian Muiz: Ini Masa Depan Ekonomi Daerah

Baca juga:  Perampokan Sadis di Jambi! Pelaku Terpantau Masuk Tol Sebapo Jambi Pakai Mobil Curian, Kabur ke Arah Sumsel

Sementara 9 lainnya masih menunggu evaluasi lanjutan dari ESDM dan Inspektur Tambang Kementerian ESDM.

“Kami sudah menyurati semua perusahaan yang belum memiliki RKAB agar menghentikan kegiatan. Jika tetap beroperasi, akan dikenakan sanksi, mulai dari teguran hingga pencabutan izin,” tegas Tandry.

Berikut ini beberapa perusahaan galian C yang telah memenuhi seluruh persyaratan dan memiliki izin operasi resmi:

  1. Sentosa Batanghari Makmur

  2. Rajo Alam Sejati Jaya

  3. Raja Irawan Bernai

  4. Mulia Indo Prakarsa

  5. Joo Putra Pratama

  6. Raymond Suryadi / Berkah Gunung Batu Berajo

  7. Alam Berajo Permai – Lokasi di Dusun Kebun, Kecamatan Batang Asam

Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong perusahaan-perusahaan tambang di wilayah tersebut untuk tertib administrasi, patuh terhadap regulasi lingkungan, dan berkontribusi terhadap penerimaan daerah.(*)




Waduh! TPP ASN Kabupaten Tebo Terancam Tak Dibayar Tahun 2026

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo menghadapi krisis fiskal serius yang berdampak langsung pada kesejahteraan pegawai negeri.

Salah satu konsekuensi terbesar adalah terancamnya pembayaran Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP) bagi ASN pada tahun 2026 mendatang.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, dalam pertemuan bersama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tebo yang digelar pada Selasa (30/9/2025).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Bupati Nazar Efendi, Penjabat Sekda Sindi, serta para kepala OPD.

“Dengan efisiensi anggaran mencapai lebih dari Rp300 miliar, Pemkab Tebo terpaksa meniadakan pembangunan fisik dan bahkan TPP ASN kemungkinan besar tidak bisa dibayarkan,” tegas Bupati Agus.

Menurutnya, kebijakan efisiensi ini adalah langkah terpaksa untuk menyesuaikan kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami tekanan berat.

Sayangnya, ASN menjadi salah satu pihak yang terkena dampak langsung dari kebijakan ini.

“Ini keputusan berat, tapi harus kita ambil demi menjaga stabilitas keuangan daerah. Kami memahami kekhawatiran para ASN, tapi kondisi saat ini memang sangat terbatas,” lanjutnya.

Bupati Agus juga menambahkan bahwa, Pemkab masih mencari solusi alternatif untuk mengurangi dampak kebijakan ini, meskipun tidak banyak ruang fiskal yang tersedia.

Selain TPP ASN, seluruh proyek pembangunan fisik di tahun 2026 juga resmi dibatalkan, termasuk infrastruktur jalan dan fasilitas publik lainnya.

Ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan keberlangsungan belanja pegawai.(*)




Bangunan Rusak dan Minim Fasilitas, Ini Kondisi Madrasah Nurul Ihsan di Tanjab Timur

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan nonformal seperti Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Nurul Ihsan, yang berlokasi di Kelurahan Simpang Tuan, Kecamatan Mendahara Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Meski berada dalam keterbatasan sarana dan prasarana, para guru di madrasah yang berdiri di pinggir jalan lintas Jambi-Kuala Tungkal ini tetap semangat memberikan pelajaran tambahan di luar jam sekolah kepada puluhan muridnya.

Kepala Madrasah, Marzuki, mengatakan saat ini madrasah memiliki 83 murid, 5 tenaga pengajar, dan hanya 4 ruang belajar yang kondisinya memprihatinkan.

“Madrasah ini berdiri sejak sekitar tahun 1991 atau 1992. Mayoritas murid berasal dari Kelurahan Simpang Tuan dan desa-desa sekitar,” ujar Marzuki.

Bangunan madrasah sudah mengalami banyak kerusakan, seperti plafon ruang kelas yang jebol, kaca jendela pecah, dan kekurangan sanitasi.

Dari beberapa toilet yang tersedia, hanya satu yang masih bisa digunakan. Selain itu, sumber air bersih juga belum tersedia karena tidak adanya sumur bor.

“Listrik memang sudah ada, tapi baru sampai ke meteran. Belum ada sambungan ke ruang kelas,” ungkap Marzuki.

Karena kegiatan belajar dilakukan di sore hari, kondisi ruangan yang minim pencahayaan sering menyulitkan proses belajar mengajar.

Hal ini membuat kebutuhan akan penerangan listrik menjadi sangat mendesak.

Tidak hanya itu, kekurangan meja dan kursi belajar juga menjadi masalah.

Salah satu ruang kelas bahkan tidak memiliki meja dan kursi sama sekali, membuat siswa harus belajar di lantai semen tanpa alas.

Di ruang lainnya, siswa terpaksa berbagi bangku dengan jumlah yang tidak mencukupi.

“Kami benar-benar berharap ada perhatian dan bantuan, baik dalam bentuk dana operasional maupun dana tahunan untuk memperbaiki kondisi madrasah ini,” kata Marzuki.

Karena lokasi madrasah berada tepat di tepi jalan lintas, Marzuki juga mengusulkan adanya pemasangan pagar permanen dan rambu-rambu zona sekolah demi keselamatan para murid.

“Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Rambu zona sekolah sangat penting, apalagi di sini ada dua sekolah berdampingan, yakni madrasah dan SD negeri,” tegasnya.

Marzuki juga menyampaikan keprihatinannya terhadap banyaknya orang tua yang belum bisa mendampingi anak belajar di rumah, sebagian karena sibuk bekerja, dan sebagian lain karena belum bisa membaca atau menulis (buta aksara).

Oleh karena itu, keberadaan madrasah ini sangat penting untuk mendampingi anak memahami pelajaran sekolah, serta memberikan bekal pendidikan agama dan karakter.

“Selain menambah pemahaman pelajaran, kami juga berupaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget dan konten negatif dari internet,” tutup Marzuki.(*)




Cek Kesehatan Anak Sekolah di Tebo Dilakukan Bertahap, Sudah 50 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah di Kabupaten Tebo telah mencapai 50 persen.

Sisanya akan dilanjutkan pada minggu depan dengan pemeriksaan yang menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, Riana Elizabeth, menjelaskan bahwa jumlah siswa yang diperiksa cukup banyak, sehingga pelaksanaan CKG dilakukan secara bertahap.

“Satu anak bisa mengisi hingga tiga lembar screening, karena cukup banyak pertanyaan yang harus dijawab,” ujar Riana.

Riana menyebutkan bahwa program ini melibatkan tim medis yang memeriksa kondisi kesehatan anak secara menyeluruh.

Pemeriksaan mencakup tinggi badan, berat badan, dan jika ditemukan indikasi kelebihan berat badan, maka dilakukan pemeriksaan gula darah.

“Kalau berat badan anak melebihi batas normal, langsung kita cek gula darahnya. Pemeriksaannya cukup lengkap,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa seluruh proses cek kesehatan anak sekolah di Kabupaten Tebo akan rampung dalam waktu dekat, sesuai dengan rencana Dinas Kesehatan.

“Kita lakukan bertahap karena jumlah siswa dan sekolah cukup banyak. Tapi targetnya akan selesai dalam waktu dekat,” tutup Riana.(*)




Cegah Gizi Buruk, Polres Sarolangun Rekrut Relawan Pengawas MBG

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Polres Sarolangun melaksanakan tahapan wawancara dan pemeriksaan kesehatan (Rikkes) dalam rangka Rekrutmen Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Para relawan ini nantinya akan bertugas memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Sarolangun.

Kegiatan dilaksanakan di Ruangan Dokkes Polres Sarolangun, Selasa pagi (2/9/2025), sebagai bagian penting dari proses seleksi guna memastikan bahwa calon relawan memiliki kondisi fisik, mental, serta pemahaman gizi yang memadai.

Menurut Wakapolres Sarolangun Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom, MH, proses wawancara dan pemeriksaan menyeluruh ini mencakup:

  • Tes motivasi dan pemahaman terkait program gizi nasional

  • Evaluasi kesiapan mental dan fisik

  • Pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan tanda vital, kondisi tubuh, serta tes medis pendukung lainnya

“Diharapkan para relawan yang lolos seleksi dapat bekerja secara profesional dan memberikan kontribusi nyata dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya di Kabupaten Sarolangun,” ujar Kompol Aswindo.

Seluruh proses Rikkes juga diawasi langsung oleh sejumlah pejabat internal Polres, di antaranya Kabag SDM AKP Sarehat, SH, Kasat Intelkam AKP Tarjono, SH, MH, Kasiwas AKP Syamsudin, Kasi Humas AKP Riendradi, Kaur Dokkes Aipda Firman A.Mkes, serta perwira dan personel yang tergabung dalam tim pengawasan.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk memastikan anak-anak dan masyarakat rentan mendapatkan akses gizi seimbang melalui distribusi makanan bergizi secara terstruktur dan terpantau.(*)




Inflasi Merangin Naik, Cabai dan Beras Jadi Pemicu Utama

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Merangin pada minggu pertama September 2025 tercatat mencapai 2,10 persen.

Artinya, terjadi kenaikan harga sebesar 2,10 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Informasi tersebut disampaikan oleh Bupati Merangin H. M. Syukur melalui Pj Sekda Zulhifni usai mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian melalui Zoom Meeting dari Ruang MPC Bappeda Merangin, Selasa (2/9).

“Komoditas dengan kenaikan harga tertinggi pada awal September ini terjadi pada Cabai Merah, Beras, dan Bawang Merah. Sementara untuk komoditas lainnya masih tergolong stabil di pasaran,” jelas Zulhifni.

Dalam rakor tersebut, Mendagri juga membahas dukungan Pemerintah Kabupaten Merangin terhadap program nasional tiga juta rumah untuk rakyat yang tengah dijalankan secara nasional.

Sementara itu, Kabag Ekonomi Setda Merangin, Daryanto, menambahkan bahwa kenaikan harga minggu ini dipicu oleh penurunan pasokan Cabai Merah, Beras, dan Bawang Merah di sejumlah pasar tradisional dalam wilayah Kabupaten Merangin.

“Turunnya pasokan tiga komoditas tersebut menyebabkan harga naik karena permintaan tetap tinggi,” kata Daryanto.

Kepala Bappeda Merangin, Zainal Abidin, juga menegaskan bahwa Cabai Merah masih menjadi komoditas dengan fluktuasi harga tertinggi pada minggu berjalan.

Namun harga Beras dan Bawang Merah juga menunjukkan pola naik-turun yang tidak menentu.

“Ketidakstabilan harga masih menjadi tantangan, terutama pada komoditas Cabai Merah, Beras, dan Bawang Merah,” pungkasnya.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah seperti Kepala Bappeda Merangin Zainal Abidin, Kaban BPKAD Mashuri, Kabag Ekonomi Setda Daryanto, dan perwakilan dari OPD terkait.(*)