Jelang Pertandingan PSG vs Lille, Perburuan Gelar Liga Prancis Semakin Memanas

SEPUCUKJAMBI.ID – Pekan ke-24 Liga Prancis akan menghadirkan laga menarik pada Sabtu (1/3) dini hari WIB nanti.

Paris Saint-Germain (PSG) dijadwalkan bertemu Lille dalam pertandingan yang sangat penting bagi kedua tim.

PSG yang kini memimpin klasemen sementara dengan 59 poin, memiliki kesempatan untuk semakin mengokohkan posisi mereka di puncak.

Namun Lille yang saat ini berada di peringkat keempat, tidak bisa dianggap remeh.

Baca juga: Jelang Duel Krusial, Pieter Huistra Berharap PSS Sleman Raih Kemenangan di Maguwoharjo

Baca juga: Bangkit di Babak Kedua, Manchester United Tahan Imbang Everton 2-2

Dengan perbedaan poin yang signifikan, PSG berada di jalur yang tepat untuk memperbesar jarak dengan pesaing terdekat mereka, Marseille.

Namun, Lille akan memberikan perlawanan sengit untuk meraih tiga poin penuh.

Saat ini, mereka mengumpulkan 41 poin dan berharap dapat menggeser Nice yang berada di posisi ketiga jika mereka mampu mencuri kemenangan di Parc des Princes.

Jika PSG berhasil mengalahkan Lille, mereka bisa memperpanjang keunggulan menjadi 16 poin dari Marseille, yang saat ini berada di posisi kedua klasemen.

Namun, Lille yang tampil impresif di musim ini, akan berusaha sekuat tenaga untuk meraih hasil positif dan memperbaiki posisi mereka.

Pertandingan seru ini akan digelar di Stadion Parc des Princes, Paris, pada Minggu (2/3) pukul 03.05 WIB. PSG memiliki keuntungan bermain di kandang, namun Lille bertekad untuk meraih hasil maksimal demi memperbaiki posisi di papan klasemen.

Tidak hanya PSG vs Lille yang menjadi sorotan, laga-laga lainnya pada pekan ke-24 juga menjanjikan persaingan ketat.

Marseille akan menghadapi Nantes pada Senin (3/3) pukul 02.45 WIB di Stadion Orange Velodrome, sementara Nice akan bertandang ke markas Saint-Etienne pada Sabtu (1/3) malam.

Jadwal Liga Prancis Pekan ke-24:

Sabtu (1/3):

  • Monaco vs Reims, 02.45 WIB
  • Saint-Etienne vs Nice, 23.00 WIB

Minggu (2/3):

  • Lens vs Le Havre, 01.00 WIB
  • PSG vs Lille, 03.05 WIB
  • Lyon vs Brest, 21.00 WIB
  • Auxerre vs Strasbourg, 23.15 WIB
  • Montpellier vs Rennes, 23.15 WIB
  • Angers vs Toulouse, 23.15 WIB

Senin (3/3):

  • Marseille vs Nantes, 02.45 WIB



Jelang Duel Krusial, Pieter Huistra Berharap PSS Sleman Raih Kemenangan di Maguwoharjo

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menegaskan bahwa pertandingan melawan Barito Putera pada pekan ke-25 Liga 1 Indonesia adalah laga krusial yang tidak bisa dilewatkan.

Di tengah perjuangan timnya yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi, pertandingan ini menjadi momen penting untuk meraih poin penuh.

Dikutip dari laman resmi klub, Jumat (28/2), Pieter menilai Barito Putera sedang dalam tren positif.

Setelah beberapa pertandingan terakhir, Barito Putera menunjukkan peningkatan performa yang sangat signifikan, dengan pemain-pemain bertalenta yang memiliki kemampuan individu mumpuni.

Baca juga: Menpora Pastikan Proses Naturalisasi Audero, Pelupessy, dan James Dipercepat

Baca juga: PSSI Akan Naturalisasi 3 Pemain Baru Jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia, Berikut Nama-namanya

“Mereka (Barito Putera) adalah tim yang sangat berbahaya. Pada paruh musim ini, mereka menunjukkan peningkatan kualitas yang luar biasa, dan ini membuat mereka menjadi lawan yang sangat tangguh,” ujar Pieter.

Meski begitu, Pieter tetap optimistis dan mengingatkan anak asuhnya untuk tetap fokus dan disiplin menjalankan strategi yang telah disiapkan.

Laga ini akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Senin (3/3) malam pukul 20.30 WIB.

“Ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi kami. Kami harus meraih kemenangan, terutama karena ini adalah pertandingan kandang. Kemenangan di laga ini akan sangat berarti untuk posisi kami di klasemen,” tegas Pieter.

Dengan kemenangan, PSS Sleman berharap bisa merangsek keluar dari zona degradasi. Saat ini, mereka berada di peringkat ke-17 dengan 19 poin, hanya terpaut dua poin dari zona aman.

Sementara itu, Barito Putera juga datang dengan tekad yang sama, yakni untuk meraih tiga poin penuh guna meningkatkan posisi mereka di klasemen.

PSS Sleman dan Barito Putera memiliki ambisi besar dalam laga ini, dan keduanya akan tampil dengan motivasi tinggi. Dengan persiapan matang dan fokus yang terjaga, Laskar Sembada bertekad mengamankan hasil positif di laga tersebut.(*)




Selama Ramadan Jam Kerja ASN Pemkot Jambi Disesuaikan, Cek Informasinya di Sini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mengeluarkan Instruksi Walikota Jambi Nomor 03 Tahun 2025 terkait penyesuaian hari kerja dan jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan Ramadan 1446 Hijriah.

Instruksi tersebut merujuk pada Surat Edaran Gubernur Jambi tentang jam kerja ASN pada bulan Ramadan, yang diharapkan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan ibadah dan tetap menjaga kelancaran pelayanan publik.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Jubir Pemkot Jambi, Abu Bakar, Walikota Jambi Maulana menjelaskan bahwa, ada beberapa perubahan yang berlaku bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi selama bulan Ramadan.

“Seluruh perangkat daerah dan unit kerja Pemerintah Kota Jambi akan melaksanakan perubahan jam kerja yang disesuaikan dengan kondisi bulan Ramadan,” sebutnya.

baca juga: Paman dan Keponakan di Tanjab Timur Dibui, Bacok Tetangga hingga Luka Parah

Baca juga: Paman dan Keponakan di Tanjab Timur Dibui, Bacok Tetangga hingga Luka Parah

“Kami berharap perubahan ini dapat meningkatkan kenyamanan pegawai dalam menjalankan ibadah puasa tanpa mengganggu pelayanan publik yang tetap optimal,” jelas Abu Bakar.

Untuk perangkat daerah dan unit kerja yang memberlakukan 5 hari kerja, jam kerja di hari Senin hingga Kamis adalah pukul 07.30 WIB – 15.00 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00 WIB – 12.30 WIB.

Kemudian pada hari Jumat, jam kerja dipangkas menjadi pukul 07.00 WIB – 11.30 WIB.

Sementara bagi unit kerja yang memberlakukan 6 hari kerja, jam kerja di hari Senin hingga Kamis adalah pukul 07.30 WIB – 13.30 WIB, dengan waktu istirahat pada pukul 12.00 WIB – 12.30 WIB.

Hari Jumat jam kerjanya tetap pada pukul 07.00 WIB – 11.30 WIB, dan tambahan kerja pada hari Sabtu mulai pukul 07.30 WIB – 13.30 WIB.

Selain itu, selama bulan Ramadan, apel Senin dan apel pagi akan ditiadakan sementara waktu, kecuali pada upacara hari besar nasional yang telah ditentukan.

Pegawai juga diwajibkan mengenakan pakaian dinas harian (PDH) yang telah ditentukan, dengan tambahan bagi pegawai pria untuk memakai peci hitam (kopiah), sementara wanita diwajibkan mengenakan tutup kepala atau jilbab.

Walaupun jam kerja dipersingkat, Walikota Jambi menegaskan bahwa, jumlah jam kerja efektif bagi pegawai tetap akan mencapainya minimal 32,5 jam per minggu.

Pihaknya juga memastikan bahwa penyesuaian ini tidak akan mengganggu produktivitas ASN dan kinerja organisasi di Pemerintah Kota Jambi.

“Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan ibadah selama Ramadan dan tetap mempertahankan kelancaran pelayanan publik,” kata dia.

“Kami meminta kepada seluruh jajaran ASN untuk tetap menjaga profesionalisme dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas,” tambah Abu Bakar.

Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan pelaksanaan tugas ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi tetap berjalan efektif dan optimal.

Serta dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun dalam kondisi bulan Ramadan.(*)




Paman dan Keponakan di Tanjab Timur Dibui, Bacok Tetangga hingga Luka Parah

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Mahadi warga Desa Teluk Majelis, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjab Timur, terpaksa meringkuk di sel tahanan Polres Tanjab Timur.

Tak hanya sendiri, Mahadi ditahan Polisi bersama keponakannya berinisial SL. Keduanya dibui, lantaran Mahadi menyerang tetangganya, Madi menggunakan parang.

Akibatnya, Madi alami luka parah. Kasat Reskrim Polres Tanjab Timur, AKP Ahmad Soekany Daulay menyebutkan, pihaknya mendapatkan laporan pada 22 Februari 2025 lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan, kejadian ini bermula pada 21 Februari 2025, pukul 18.00 WIB lalu. Di mana Mahadi dan Madi tengah asyik pesta tuak di Desa Teluk Majelis.

Baca juga: Bandar Sabu di Tanjab Timur Dicokok, Polisi Temukan Uang Puluhan Juta Rupiah

Baca juga: Hujan Deras Picu Sungai Bungkal Meluap, Satu Mobil di Kota Sungai Penuh Terbawa Arus

Tak berselang lama, Madi dan Mahadi tiba-tiba saling berdebat dan selisih paham. Hal ini pun berujung pertikaian antara keduanya.

Dari perkelahian ini, menyebabkan pelipis sebelah kiri Mahadi mengalami robek dan lebam pada mata kirinya, akibat dipukul oleh Madi.

Setelah kejadian perkelahian itu, Mahadi selanjutnya pulang kerumahnya. Saat berada di rumahnya, keponakannya berinisial SL dan anak laki-laki Mahadi berinisial P yang masih dibawah umur, melihat kondisi luka yang dialami oleh Mahadi.

Mahadi pun menjelaskan apa yang dialaminya. Mengetahui hal tersebut, keponakan dan anak kandungnya tersulut emosi lalu mengajak Mahadi untuk mencari Madi guna membalaskan perbuatannya.

” Akan tetapi ajakan tersebut sempat ditolak oleh Mahadi,” ungkap AKP Ahmad Soekany Daulay, kemarin.

Dirinya juga menjelaskan, akibat desakan keponakan dan anaknya, Mahadi akhirnya kembali tersulut emosi. Terlebih dirinya kembali teringat pemukulan yang telah dilakukan oleh Madi terhadap dirinya.

Selanjutnya, sekitar pukul 20.30 wib di hari yang sama, Mahadi beserta keponakan dan anaknya mendatangi rumah Madi.

Setibanya di rumah Madi, Mahadi yang saat itu membawa sebilah parang panjang kemudian berteriak-teriak bersama keponakan dan anaknya memanggil Madi untuk keluar rumah.

“Mendengar teriakkan itu dari depan rumahnya, Madi kemudian keluar rumah bersama ibunya dan melihat Mahadi, keponakan dan anaknya telah berada di depan rumah Madi,” jelasnya.

Saat Madi keluar rumah, Mahadi kemudian melakukan beberapa kali pembacokan menggunakan parang panjang ke bagian tubuh Madi, dan keponakan serta anak Mahadi turut melakukan penganiayaan pemukulan terhadap korban.

Pada saat itu, ibu dari Madi juga melihat anaknya mengalami penganiayaan tersebut. Dan ibu korban sempat berteriak “jangan kau bunuh anak aku, kalo kau bunuh sekalian dengan aku“.

“Setelah itu, tersangka beserta keponakan dan anaknya pergi meninggalkan korban yang saat itu sudah mengalami pembacokan dan pemukulan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga menuturkan, usai mendapat penganiayaan tersebut, korban selanjutnya dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.

Beruntung, nyawa korban dapat diselamatkan, meski harus mengalami enam luka bacokan dan beberapa luka memar akibat dari penganiayaan tersebut.

“Dari hasil visum, luka yang dialami oleh korban ada enam titik. Dua luka pada bagian punggung, Dua luka pada bagian lengan dan Dua luka pada bagian perutnya,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polres Tanjab Timur ini juga menyebutkan, tidak terima dengan penganiayaan yang dialami oleh anaknya, ibu korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, anggota Satreskrim Polres Tanjab Timur yang dibantu oleh anggota Polsek Kuala Jambi kemudian melakukan penangkapan terhadap para tersangka.

“Saat ini kita telah menetapkan Mahadi beserta keponakannya sebagai tersangka. Sedang anaknya, karena masih dibawah umur, masih kita lakukan penyelidikan dan statusnya masih sebagai saksi,” sebutnya.

“Namun proses masih akan terus berlanjut. Nantinya akan kita sampaikan kembali, apakah anak pelaku ini nanti akan kita tetapkan menjadi tersangka, dengan perkara di-split,” tambahnya.

Atas perbuatannya, dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini akan dijerat dengan Pasal 170 Ayat (2) ke 2.

“Pasal tersebut mengenai pengeroyokan ataupun secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan atau mengakibatkan luka berat. Dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya. (*)




Bersama Pemkab Tebo, Pertamina Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg Menyambut Ramadan

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo untuk menggelar operasi pasar LPG 3 Kg pada 27 Februari 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi yang terjangkau bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga selama Ramadan.

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, SP., serta Forkopimda Kabupaten Tebo.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan harga gas elpiji yang dijual kepada masyarakat sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Provinsi Jambi yang sebesar Rp19.000 per tabung.

Baca juga: BPKN: Konsumen Bisa Minta Ganti Rugi Jika Pertamax Terbukti Dioplos

Baca juga: Skandal BBM Oplosan: Korupsi di Pertamina Rugikan Negara Rp193,7 Triliun

Operasi pasar ini menyalurkan 1.120 tabung LPG 3 Kg melalui beberapa agen di Kabupaten Tebo, termasuk PT Sulthan Energi Tebo dan PT Indah Jaya Mandiri.

Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat dapat memperoleh LPG dengan harga yang wajar menjelang Ramadhan.

Tjahyo Nikho Indrawan, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, menjelaskan bahwa, Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Termasuk pemerintah daerah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta Aparat Penegak Hukum (APH), untuk memastikan penyaluran LPG subsidi tepat sasaran dan harga yang sesuai dengan ketentuan.

“Operasi pasar ini kami laksanakan untuk memastikan bahwa distribusi LPG subsidi merata di masyarakat. Dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat di Kabupaten Tebo bisa mendapatkan LPG sesuai dengan HET yang telah ditetapkan,” ujar Nikho.

Selain itu, Nikho juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan keluhan atau kendala terkait distribusi LPG kepada call center Pertamina di nomor 135, agar penyaluran dapat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan.

“Peran aktif masyarakat sangat penting untuk memastikan kelancaran distribusi LPG. Jangan ragu untuk melaporkan jika ada hal yang menghambat penyaluran,” tutup Nikho.(*)




Tim Supervisi Polda Jambi Tinjau Proyek Jagung Pakan di Polres Tanjab Barat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Polda Jambi melalui tim supervisi yang dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Jambi, Kombes Pol Dr. Ernesto Saiser, SH, SIK, MH, bersama Kabidkum Kombes Pol Jhon H Ginting, SIK, MH, melakukan kunjungan supervisi ke Polres Tanjab Barat, Kamis (27/02/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau serta mengevaluasi implementasi program ketahanan pangan tanaman jagung pakan yang tengah dijalankan oleh Polres Tanjab Barat.

Kegiatan supervisi yang berlangsung selama dua hari, dimulai pada Rabu, 26 Februari 2025, ini juga mencakup peninjauan langsung ke beberapa lokasi yang telah disiapkan untuk penanaman jagung.

Dalam kesempatan ini, tim supervisi mengamati progres penanaman jagung yang sudah dilakukan di Polres Tanjab Barat.

Baca juga: Viral Video Pungli Polisi di Tanjab Barat, Polda Jambi Lakukan Pemeriksaan

Baca juga: Cegah Peredaran Narkoba, Polda Jambi Datangi SMPN 6 Kota Jambi

Hasil dari supervisi menunjukkan bahwa Polres Tanjab Barat telah menyiapkan lahan untuk penanaman jagung di 5 dari 7 polsek yang ada di wilayahnya, dengan total luas lahan mencapai 67,4 hektare.

Dari jumlah tersebut, 11,5 hektare telah berhasil ditanami jagung, sementara 55,9 hektare lainnya masih kosong (monokultur).

Adapun untuk lahan tumpang sari, dari rencana 23,57 hektare, telah ditanami seluas 19,67 hektare, sementara 3,9 hektare lainnya belum ditanami.

Tak hanya itu, Polres Tanjab Barat juga telah menyiapkan lokasi SPPG/Dapur di Tungkal 2, Kecamatan Tungkal Ilir, yang bertujuan untuk mendukung program makan bergizi bagi masyarakat setempat.

Kombes Pol Dr Ernesto Saiser, SH, SIK, MH, selaku Ketua Tim Supervisi Polda Jambi, menjelaskan bahwa, penanaman jagung ini dimulai sejak 21 Januari 2025 dan diperkirakan akan dipanen pada akhir April 2025.

Beberapa jenis benih jagung yang digunakan dalam program ini antara lain Pipil, Bisi 18, dan Bisi 321.

Salah satu petani yang menjadi mitra Polres Tanjab Barat dalam program ini adalah Sugianto, yang mengelola lahan seluas 1 hektare di Desa Purwodadi, Kecamatan Tebing Tinggi.

Sugianto berharap dengan luas lahan tersebut, ia dapat menghasilkan sekitar 10 ton jagung saat panen nanti, yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lainnya untuk turut menanam jagung.

“Dengan luas lahan 1 hektare ini, mudah-mudahan dapat menghasilkan 10 ton jagung. Kami berharap ini bisa mendorong petani lain untuk ikut menanam jagung,” ujar Kombes Pol Dr Ernesto Saiser, SH, SIK, MH.

Kombes Pol Dr Ernesto Saiser juga menambahkan bahwa, meskipun hama dan monyet bisa menjadi kendala, masyarakat setempat telah sigap dalam mengantisipasi gangguan tersebut.

Lebih lanjut, Kombes Pol Dr Ernesto Saiser berharap agar hasil panen jagung pakan ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi di Provinsi Jambi.(*)




Razia Cagar Budaya Sungai Kumpeh Gagal, Curiga Ada Kebocoran Informasi

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, bersama Unit Tipidter Satreskrim Polres Muaro Jambi, melakukan razia dan penertiban terhadap aktivitas pencarian Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di sepanjang aliran Sungai Kumpeh.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Februari 2025, bertujuan untuk menghentikan pencarian barang antik di kawasan cagar budaya bawah air yang dilindungi.

Razia ini melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta tim dari Satreskrim Polres Muaro Jambi.

Menurut AKP Saaludin, Kasi Humas Polres Muaro Jambi, pihak kepolisian bertindak sebagai pendamping dinas terkait dalam penertiban aktivitas ilegal tersebut, terutama yang dilakukan di kawasan cagar budaya bawah air di Sungai Kumpeh.

Baca juga: Kejaksaan Agung Bentuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan, Jambi Jadi Fokus Pengawasan

Baca juga: Tradisi Ziarah Kubur Desa Kedemangan Muaro Jambi, Ajang Silaturahmi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Namun, hingga pukul 12.00 WIB pada hari yang sama, tidak ada kapal atau perahu yang ditemukan melakukan aktivitas pencarian ODCB.

AKP Saaludin mencurigai bahwa informasi terkait razia ini sudah bocor, sehingga pelaku usaha pencarian barang antik berhasil menghindari razia.

“Razia kali ini tidak membuahkan hasil. Kami menduga informasi tentang operasi ini bocor, sehingga tidak ada kapal atau perahu yang ditemukan,” kata AKP Saalluddin pada Kamis sore.

Meskipun demikian, pihak kepolisian bersama instansi terkait tetap memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas pencarian ODCB.

Aktivitas ilegal ini, menurut mereka, dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran dan longsor, yang membahayakan ekosistem di sekitar sungai.

“Kami akan terus mengingatkan masyarakat tentang dampak negatif dari kegiatan ini, dan kami akan tetap melakukan pengawasan,” tambah AKP Saallusdin.

Penertiban akan terus dilakukan guna melindungi situs-situs bersejarah dan cagar budaya yang ada di Sungai Kumpeh agar tidak rusak akibat kegiatan ilegal yang merusak alam. (*)




Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Pembinaan Tradisi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Ditpolairud Polda Jambi baru-baru ini menggelar kegiatan Pembinaan Tradisi (Bintra) bagi personel yang baru bergabung.

Acara yang berlangsung pada 27 Februari 2025 ini, bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan serta kedisiplinan di lingkungan Ditpolairud Polda Jambi.

Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan di halaman kantor Ditpolairud Polda Jambi, yang dipimpin oleh Kabagbinopsnal Polairud Polda Jambi, AKBP Lukman.

Seluruh personel Ditpolairud hadir dalam acara yang penuh semangat ini.

Baca juga: Banjir Terjang Kelurahan Jelutung, Ditpolairud Polda Jambi Turunkan Tim SAR untuk Evakuasi

Baca juga: Ditpolairud Polda Jambi Teken Pakta Integritas, Komitmen Wujudkan Zona Integritas Bebas Korupsi

Salah satu rangkaian acara utama adalah hiking atau jalan jauh menyusuri tepian Sungai Batanghari, dimulai dari kantor Ditpolairud Polda Jambi hingga Jembatan Batanghari Dua di Kota Jambi.

Kegiatan ini tidak hanya menantang fisik, tetapi juga menguji kekompakan dan semangat kerja sama antar sesama anggota.

Setelah perjalanan yang melelahkan, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penutupan dan penyematan Baret Polairud kepada para peserta, sebagai simbol keberhasilan mereka melewati serangkaian ujian fisik dan mental.

Kombes Pol Agus Tri Waluyo, Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jambi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan tradisi yang telah lama dijalankan untuk mempererat hubungan antar personel serta menguatkan nilai-nilai hirarki, disiplin, dan loyalitas.

“Hirarki dalam sebuah organisasi itu sangat penting. Dengan adanya hirarki yang jelas, organisasi akan berjalan lebih tertata dan efektif,” tambahnya.

Sebanyak 14 personel dari berbagai tingkatan, mulai dari Perwira, Bintara, hingga Tamtama, mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat.

Melalui pembinaan tradisi ini, diharapkan para anggota Ditpolairud Polda Jambi dapat semakin solid dan siap menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, khususnya di bidang perairan dan udara.(*)




Polres Bungo Gelar Razia Malam, Tekan Aktivitas PETI di Sungai Buluh

MUARABUNGO – Komitmen Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, dalam memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus dibuktikan. Program Zero PETI yang digaungkan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata di lapangan.

Pada Selasa 25 Februari 2025, sekitar pukul 22.30 WIB, Kapolres bersama jajarannya melaksanakan razia PETI di wilayah Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi. Razia ini melibatkan Kabag OPS, Kasat Sabhara, Kasat Intelkam, Kanit Tipidter, serta seluruh personel Mapolres Bungo.

“Kami sengaja melakukan razia malam ini untuk memastikan aktivitas PETI di Sungai Buluh. Setiba di lokasi, beberapa alat PETI kami amankan. Selain itu, sampel air dari lokasi juga kami ambil untuk diteliti,” ujar AKBP Natalena.

Baca juga :KPU Kabupaten Bungo Siapkan Logistik, untuk PSU 21 TPS Pasca Putusan MK

Baca juga: Jalan Rusak Parah di Dusun Tepian Danto, Warga Desak Pemkab Bungo Segera Perbaiki

Ia menegaskan bahwa razia ini akan terus dilakukan hingga target Zero PETI di Kabupaten Bungo tercapai. Tidak ada pengecualian dalam pemberantasan PETI, baik itu yang menggunakan rakit, dompeng darat, maupun alat berat.

“Razia ini membuktikan komitmen kepolisian dalam memberantas PETI yang telah merusak lingkungan dan mencemari air. Tentunya, setiap tindakan yang kami lakukan akan melalui prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, AKBP Natalena berharap agar para pelaku PETI segera menghentikan aktivitasnya di titik-titik yang telah dipetakan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, seluruh lokasi PETI saat ini berada dalam pengawasan ketat, termasuk pihak yang menampung emas hasil tambang ilegal tersebut.

“Satu-satunya cara untuk menghentikan PETI di Bungo adalah dengan menindak tegas pemilik lahan yang digunakan sebagai lokasi tambang ilegal. Mereka harus bersiap untuk dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban,” tutup Kapolres.

Dengan razia yang terus digencarkan, diharapkan Kabupaten Bungo dapat benar-benar terbebas dari aktivitas PETI, sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat tidak lagi terdampak akibat pencemaran yang ditimbulkan.(*)

 

 




Hujan Deras Picu Sungai Bungkal Meluap, Satu Mobil di Kota Sungai Penuh Terbawa Arus

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menyebabkan kenaikan debit Sungai Bungkal.

Selain itu, peristiwa ini juga mengakibatkan satu mobil terbawa arus setelah bibir sungai longsor. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu malam.

Heri, warga Sungai Jernih mengatakan bahwa, satu mobil hanyut terbawa arus sungai akibat longsor di bibir Sungai Bungkal. Mobil tersebut hanyut sejauh 500 meter.

“Ya, memang ada satu mobil yang terbawa arus Sungai Bungkal setelah terjadi longsor. Hujan deras dari sore hingga dini hari membuat kondisi sungai sangat berbahaya,” ujar Heri.

Baca juga: Waspada Hujan Lebat hingga Sore Ini di Jambi, Simak Informasi Lengkapnya!

Baca juga: Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh Tak Jadi Dibangun, RAB Tak Siap Jadi Kendala Utama

Rudi, Kepala Desa Sungai Jernih, juga membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, ada satu mobil yang hanyut setelah longsor dekat jembatan Sungai Jernih. Selain itu, ada satu lagi mobil yang ikut terbawa longsor sejauh 500 meter,” jelasnya.

Rudi juga menambahkan bahwa selain longsor di sekitar jembatan Sungai Jernih, terdapat sejumlah titik longsor di wilayah desa Sungai Jernih, dengan 6 titik longsor yang tercatat.

Kejadian ini mengganggu akses jalan di desa dan membatasi pergerakan kendaraan.

Dia menjelaskan, curah hujan yang tinggi di Kota Sungai Penuh telah menyebabkan debit air Sungai Bungkal meningkat tajam.

“Saat ini, kondisi air di Sungai Bungkal masih deras, dan untuk mobil yang terbawa arus, sudah berhasil diangkat menggunakan alat berat,” tambah Rudi.(*)