Bunda PAUD Tanjab Barat Dorong Jemput Bola, Anak Belum Sekolah Jadi Sasaran JAMBUL

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Bunda PAUD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., meminta seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan aktif mendata serta menjangkau anak-anak yang belum mengenyam pendidikan prasekolah.
Ia menekankan pendekatan dari rumah ke rumah agar anak dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan sejak usia dini.
Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan Program Jemput Anak Menuju Masa Depan Berkualitas dan Unggul (JAMBUL), sekaligus mendukung pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Fadhilah menyampaikan arahan itu saat membuka Rapat Koordinasi Bunda PAUD tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan di Balai Pertemuan Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Senin 26 Oktober 2026.
“Jangan hanya menunggu masyarakat datang. Kita harus proaktif mendata dan menjangkau anak-anak yang belum bersekolah, khususnya dari keluarga kurang mampu, agar memperoleh hak pendidikan prasekolah yang sama,” tegas Fadhilah.
Menurutnya, perluasan akses PAUD membutuhkan keterlibatan aktif para penggerak pendidikan di tingkat lokal.
Pendataan langsung ke rumah warga dapat membantu pemerintah mengidentifikasi anak yang belum mengikuti pendidikan prasekolah sekaligus mengetahui hambatan yang dihadapi keluarga.
Fadhilah menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting bagi perkembangan karakter dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat dan donatur lokal ikut mendukung akses pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.
Ia juga mengingatkan satuan PAUD agar tidak menetapkan tuntutan perlengkapan sekolah secara berlebihan hingga memberatkan orang tua.
Pesan tersebut menempatkan keterjangkauan pendidikan sebagai salah satu perhatian dalam pelaksanaan JAMBUL.
Upaya menjangkau anak yang belum sekolah perlu berjalan beriringan dengan upaya mengurangi hambatan ekonomi yang dapat menghalangi keluarga mengakses layanan pendidikan.
Dengan demikian, keberhasilan program tidak cukup hanya mengandalkan pendataan.
Pemerintah daerah, pengelola PAUD, keluarga, dan masyarakat juga perlu memastikan anak yang telah teridentifikasi benar-benar memperoleh kesempatan untuk mengikuti pembelajaran.
Ketua Tim Kerja PAUD Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jambi, Sutimah, S.Pd., M.Pd., menilai pendataan yang akurat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan Program JAMBUL.
Ia menekankan perlunya sinergi lintas sektor untuk memastikan seluruh anak usia 5–6 tahun memperoleh layanan pendidikan sebelum memasuki sekolah dasar.
Data yang akurat dapat membantu pemerintah memetakan anak yang belum mengikuti PAUD, menentukan kebutuhan layanan, serta mengarahkan dukungan pendidikan secara lebih tepat sasaran.
Pendekatan tersebut juga membutuhkan koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, kelurahan, dan satuan pendidikan.
Tanpa data yang memadai dan tindak lanjut yang jelas, upaya memperluas akses pendidikan berisiko tidak menjangkau seluruh anak yang membutuhkan.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Dovitaria, S.E., menjelaskan bahwa rapat koordinasi tersebut bertujuan menyelaraskan program kerja tahun 2026 sekaligus menyiapkan perencanaan untuk 2027.
Selain mengevaluasi pelaksanaan program, forum tersebut membahas penguatan strategi PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) dan optimalisasi pengelolaan data bantuan pendidikan agar lebih tepat sasaran.
PAUD Holistik Integratif mendorong pemenuhan kebutuhan anak secara menyeluruh, termasuk aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan sesuai kebutuhan anak.
Pendekatan ini membutuhkan kerja sama lintas sektor agar layanan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri jajaran Pokja Bunda PAUD Kabupaten, pengurus Pokja Kecamatan, serta Bunda PAUD desa dan kelurahan se-Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Melalui penguatan JAMBUL, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mendorong perluasan akses pendidikan sejak usia dini.
Tantangan berikutnya terletak pada pelaksanaan pendataan, tindak lanjut terhadap anak yang belum bersekolah, serta dukungan yang mampu memastikan keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses layanan PAUD.(*)