KONI Jambi Beri Pesan Tegas di Musprovlub Taekwondo, Pembinaan Atlet Jangan Terabaikan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi meminta Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Taekwondo Indonesia Provinsi Jambi menjadi momentum memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan pembinaan atlet.

KONI menilai soliditas kepengurusan perlu berjalan seiring dengan upaya mengejar prestasi di tingkat daerah maupun nasional.

Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi, menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Taekwondo Indonesia Provinsi Jambi atas terselenggaranya forum musyawarah tersebut, Sabtu.

Menurut Mat Sanusi, Musprovlub memiliki peran strategis dalam menentukan arah organisasi.

Karena itu, seluruh peserta perlu menjaga ketertiban, mengedepankan musyawarah, dan mengambil keputusan berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) serta peraturan organisasi.

“Forum ini hendaknya jadi momentum memperkuat konsolidasi, menjaga kesinambungan organisasi, serta menyatukan langkah dan komitmen seluruh pemangku kepentingan taekwondo di Provinsi Jambi,” kata Mat Sanusi.

Ia menilai perbedaan pandangan dalam organisasi olahraga merupakan hal yang wajar.

Namun, setiap pihak perlu menyikapinya secara dewasa agar dinamika organisasi tidak mengganggu keberlangsungan program pembinaan.

KONI Jambi berharap peserta Musprovlub mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Forum tersebut juga perlu membuka ruang dialog sehingga keputusan yang lahir dapat diterima dan dijalankan secara bertanggung jawab.

KONI Ingatkan Kepentingan Atlet Harus Tetap Utama

Di tengah dinamika organisasi, Mat Sanusi mengingatkan seluruh pihak agar tidak melupakan tujuan utama pembentukan organisasi olahraga, yakni mendukung pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet.

Menurutnya, atlet membutuhkan organisasi yang solid, kepemimpinan yang bertanggung jawab, serta program latihan dan kompetisi yang terarah.

Pelatih dan orang tua atlet juga memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan prestasi.

“Kita tidak boleh melupakan bahwa di balik setiap dinamika organisasi, terdapat atlet-atlet yang terus berlatih, pelatih yang mencurahkan tenaga dan pikiran, serta orang tua yang memberikan dukungan dan pengorbanan. Semua membutuhkan organisasi solid, kepemimpinan yang bertanggung jawab, dan program pembinaan yang terarah,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena konsolidasi organisasi perlu menghasilkan langkah nyata bagi atlet.

Kejelasan kepengurusan, kesinambungan program, dan perencanaan kompetisi menjadi bagian yang perlu mendapat perhatian agar pembinaan berjalan secara berjenjang.

KONI Jambi juga mendorong Taekwondo Indonesia Provinsi Jambi meningkatkan kualitas pelatih dan wasit, memperluas kesempatan atlet mengikuti kompetisi, serta mempersiapkan atlet potensial untuk menghadapi kejuaraan daerah dan nasional.

“Kita ingin taekwondo Jambi tidak hanya memiliki organisasi yang tertata dengan baik, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan daerah dan mengharumkan nama Provinsi Jambi,” tegas Mat Sanusi.

Catatan Prestasi Taekwondo Jambi di PON

Capaian taekwondo Jambi dalam beberapa ajang nasional menjadi salah satu konteks penting bagi upaya memperkuat pembinaan.

Berdasarkan data yang disampaikan, taekwondo Jambi meraih satu medali perunggu pada PON 2024.

Pada PON Bela Diri 2025, cabang olahraga ini kembali menyumbangkan satu medali perak dan satu perunggu.

Capaian tersebut menjadi modal untuk mendorong peningkatan prestasi pada kompetisi berikutnya.

Namun, upaya meningkatkan perolehan medali membutuhkan program pembinaan yang konsisten, pemetaan atlet potensial, peningkatan kualitas latihan, serta kesempatan bertanding yang memadai.

Karena itu, Musprovlub diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan untuk keberlangsungan organisasi, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap agenda prestasi.

KONI Jambi mengajak seluruh keluarga besar Taekwondo Indonesia Provinsi Jambi menjaga persaudaraan dan soliditas selama maupun setelah musyawarah.

Hasil forum diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat organisasi sekaligus mendorong lahirnya atlet-atlet yang mampu membawa nama Jambi ke tingkat nasional.

Keberhasilan konsolidasi pada akhirnya perlu terlihat melalui kesinambungan program, pembinaan atlet yang terukur, dan peningkatan prestasi dalam berbagai kejuaraan mendatang.(*)