Rekam Jejak Slavko Vincic! Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – FIFA resmi menetapkan perangkat pertandingan untuk laga final Piala Dunia 2026 antara Timnas Argentina dan Timnas Spanyol.

Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, dipercaya menjadi pengadil utama dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tersebut.

Final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di New York New Jersey Stadium dan menjadi penutup perjalanan turnamen sepak bola terbesar dunia yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Pertemuan Argentina kontra Spanyol diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim memiliki kualitas pemain kelas dunia serta ambisi besar untuk mengangkat trofi juara.

Karena tingginya tensi pertandingan, FIFA memilih wasit dengan pengalaman dan rekam jejak kuat untuk memimpin laga puncak tersebut.

Rekam Jejak Slavko Vincic Jadi Pertimbangan FIFA

Pemilihan Slavko Vincic sebagai wasit final Piala Dunia 2026 bukan tanpa alasan.

Wasit asal Slovenia tersebut dikenal sebagai salah satu pengadil lapangan berpengalaman yang dimiliki FIFA.

Vincic telah mengantongi lisensi wasit FIFA sejak 2010.

Dalam kariernya, ia juga sudah memiliki pengalaman memimpin pertandingan final bergengsi, termasuk final Liga Europa musim 2021/2022 dan final Liga Champions 2023/2024.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat Vincic dinilai layak memimpin pertandingan sebesar final Piala Dunia.

Vincic Sudah Pimpin Tiga Laga Piala Dunia 2026

Sebelum mendapatkan tugas sebagai wasit final, Slavko Vincic telah tiga kali dipercaya memimpin pertandingan pada Piala Dunia 2026.

Laga pertama yang dipimpinnya adalah duel Brasil melawan Maroko pada fase grup C.

Selanjutnya, Vincic bertugas pada pertandingan fase grup J yang mempertemukan Aljazair kontra Yordania.

Ia juga memimpin laga babak 32 besar antara Meksiko melawan Ekuador, pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi.

Kini, Vincic akan menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan tugas terbesar, yakni memimpin final antara Argentina dan Spanyol.(*)

Susunan Wasit Final Piala Dunia 2026

Wasit Utama: Slavko Vincic (Slovenia)
Asisten Wasit 1: Tomaz Klancnik (Slovenia)
Asisten Wasit 2: Andraz Kovacic (Slovenia)
Wasit Keempat: Adham Makhadmeh (Yordania)
Asisten Cadangan: Mohammad Alkalaf (Yordania)




Norwegia Singkirkan Brasil dari Piala Dunia 2026, Haaland Jadi Pahlawan

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Norwegia menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Menghadapi salah satu favorit juara, Brasil, skuad asuhan Stale Solbakken sukses menang 2-1 pada babak 16 besar dan memastikan tiket ke perempat final.

Erling Haaland menjadi bintang kemenangan Norwegia lewat dua gol yang dicetaknya pada babak kedua.

Sementara Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Neymar pada masa injury time.

Kemenangan ini mengantarkan Norwegia melaju ke delapan besar dan akan menghadapi pemenang laga Meksiko kontra Inggris.

Sebaliknya, Brasil harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat meski datang sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Bertanding di New York New Jersey Stadium, Brasil sebenarnya tampil dominan sejak menit awal.

Tim Samba bahkan memiliki peluang emas membuka keunggulan pada menit ke-10 setelah VAR menghadiahkan penalti akibat pelanggaran Kristoffer Ajer terhadap Matheus Cunha.

Namun peluang tersebut terbuang sia-sia. Tendangan penalti Bruno Guimaraes berhasil dibaca dengan sempurna oleh kiper Norwegia, Orjan Nyland, yang melakukan penyelamatan krusial.

Setelah gagal mencetak gol, Brasil terus menguasai permainan dan beberapa kali mengancam pertahanan Norwegia.

Meski demikian, penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat berbagai peluang gagal berbuah gol.

Norwegia perlahan keluar dari tekanan. Menjelang turun minum, Martin Odegaard dan Erling Haaland sempat mengancam gawang Alisson, tetapi skor 0-0 tetap bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, pelatih Stale Solbakken melakukan perubahan dengan memasukkan Oscar Bobb dan Andreas Schjelderup untuk meningkatkan intensitas serangan.

Pergantian tersebut terbukti efektif. Setelah mampu meredam tekanan Brasil, Norwegia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-79.

Berawal dari umpan silang Andreas Schjelderup, Erling Haaland lepas dari pengawalan Gabriel Magalhaes sebelum menanduk bola ke gawang Alisson.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-0 untuk Norwegia.

Brasil berusaha membalas dengan meningkatkan tekanan di sisa pertandingan.

Namun rapatnya pertahanan Norwegia membuat tim asuhan Carlo Ancelotti kesulitan menciptakan peluang bersih.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Brasil justru kembali kebobolan pada menit ke-90.

Haaland melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut bawah gawang Alisson untuk membawa Norwegia unggul 2-0.

Brasil baru mampu memperkecil ketertinggalan pada masa injury time setelah wasit kembali menunjuk titik putih.

Neymar yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna dan mengubah skor menjadi 2-1.

Namun gol tersebut tidak cukup menyelamatkan Brasil dari kekalahan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Norwegia mempertahankan keunggulan dan memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Brasil (4-2-3-1): Alisson; Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Bruno Guimaraes; Vinicius Junior, Gabriel Martinelli, Rayan; Matheus Cunha.
Pelatih: Carlo Ancelotti.

Norwegia (4-3-3): Orjan Nyland; David Moller Wolfe, Torbjorn Heggem, Kristoffer Ajer, Julian Ryerson; Patrick Berg, Sander Berge, Martin Odegaard; Antonio Nusa, Erling Haaland, Alexander Sorloth.
Pelatih: Stale Solbakken.(*)




Prancis Susul Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Penalti Mbappe Jadi Penentu

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Prancis mengamankan satu tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 dalam laga 16 besar yang berlangsung di Philadelphia Stadium, Minggu 5 Juli 2026.

Gol semata wayang Kylian Mbappe melalui titik penalti menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Kemenangan tersebut memastikan Les Bleus mengikuti jejak Maroko ke babak delapan besar.

Kedua tim dijadwalkan saling berhadapan untuk memperebutkan tiket menuju semifinal.

Sejak awal pertandingan, Prancis langsung menguasai jalannya laga melalui dominasi penguasaan bola.

Namun, strategi bertahan total yang diterapkan Paraguay membuat tim asuhan Didier Deschamps kesulitan menciptakan peluang bersih di area berbahaya.

Paraguay memang lebih banyak menunggu di wilayah pertahanannya sendiri.

Meski demikian, skuad besutan Gustavo Alfaro tetap mampu melancarkan beberapa serangan balik cepat.

Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal mengancam gawang Mike Maignan.

Di sisi lain, lini serang Prancis juga tampil kurang efektif sepanjang babak pertama.

Kylian Mbappe dan rekan-rekannya kesulitan menemukan celah di antara rapatnya barisan lima bek Paraguay.

Sejumlah percobaan dari luar kotak penalti pun belum mampu mengubah kedudukan.

Hingga turun minum, kedua tim harus puas menutup babak pertama tanpa gol.

Memasuki paruh kedua, pola pertandingan nyaris tidak berubah. Prancis tetap mendominasi penguasaan bola, sedangkan Paraguay bertahan disiplin sambil menunggu kesempatan menyerang balik.

Peluang terbaik Prancis akhirnya datang pada menit ke-54 ketika Manu Kone melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti.

Namun, kiper Paraguay, Orlando Gill, melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau tayangan VAR yang menunjukkan Desire Doue dijatuhkan Diego Gomez di dalam kotak penalti.

Kylian Mbappe yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Kapten Prancis itu mengirim bola ke gawang Orlando Gill dan membawa Les Bleus unggul 1-0.

Gol tersebut memaksa Paraguay mengubah pendekatan permainan. Tim asal Amerika Selatan itu mulai bermain lebih terbuka dan beberapa kali mengancam melalui serangan cepat.

Mike Maignan dipaksa bekerja keras untuk menggagalkan peluang yang diciptakan Paraguay pada menit-menit akhir pertandingan.

Jual beli serangan sempat terjadi hingga masa injury time. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta dan skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini memastikan Prancis melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Les Bleus kini bersiap menghadapi Maroko dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di babak delapan besar.

Susunan Pemain

Paraguay (5-4-1): Orlando Gill; Junior Alonso, Omar Alderete, Diego Gomez, Gustavo Velazquez, Santiago Caceres; Mathias Galarza, Andres Cubas, Miguel Gomez, Miguel Almiron; Julio Enciso.

Pelatih: Gustavo Alfaro.

Prancis (4-2-3-1): Mike Maignan; Lucas Digne, William Saliba, Dayot Upamecano, Jules Kounde; Adrien Rabiot, Manu Kone; Bradley Barcola, Michael Olise, Ousmane Dembele; Kylian Mbappe.

Pelatih: Didier Deschamps.(*)




Maroko Hancurkan Kanada 3-0, Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Maroko memastikan diri menjadi salah satu tim yang melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah tampil meyakinkan dengan menundukkan Kanada 3-0 pada laga 16 besar di Houston Stadium, Minggu 5 Juli 2026 dini hari WIB.

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri langkah Kanada yang berstatus sebagai salah satu tuan rumah turnamen.

Sejak peluit awal dibunyikan, Maroko tampil lebih dominan dalam penguasaan bola.

Namun, rapatnya lini belakang Kanada membuat Singa Atlas kesulitan menciptakan peluang berbahaya pada babak pertama.

Bahkan, catatan expected goals (xG) mereka nyaris tak bergerak dengan angka hanya 0,02.

Situasi semakin menantang bagi Maroko ketika penyerang Ismael Saibari harus meninggalkan lapangan akibat cedera pada menit ke-22.

Pelatih Mohamed Ouhabi kemudian memasukkan Soufiane Rahimi sebagai pengganti demi menjaga ketajaman lini depan.

Di tengah dominasi penguasaan bola Maroko, Kanada justru beberapa kali menciptakan ancaman yang lebih nyata.

Jonathan David hampir membawa timnya unggul, tetapi penyelesaiannya berhasil dimentahkan Yassine Bounou.

Tak lama berselang, Tani Oluwaseyi juga memperoleh peluang emas, namun kembali gagal menaklukkan kiper Maroko yang tampil gemilang.

Laga berlangsung keras sepanjang babak pertama. Wasit harus mengeluarkan enam kartu kuning dalam 45 menit pertama.

Sementara kedua tim hanya mampu melepaskan total lima tembakan sehingga pertandingan berjalan minim peluang bersih.

Selepas jeda, wajah permainan Maroko berubah drastis. Intensitas serangan meningkat dan hasilnya langsung terlihat pada menit ke-50.

Memanfaatkan umpan Achraf Hakimi, Azzedine Ounahi melepaskan penyelesaian akurat yang mengubah skor menjadi 1-0.

Gol tersebut memaksa Kanada bermain lebih terbuka. Jesse Marsch merespons dengan memasukkan Cyle Larin pada menit ke-63 sebelum menambah tenaga baru lewat Promise David dan Jacob Shaffelburg pada menit ke-79.

Namun, perubahan itu justru membuka lebih banyak ruang bagi Maroko. Delapan menit menjelang waktu normal berakhir, Ounahi kembali menjadi pembeda.

Gelandang kreatif itu sukses menuntaskan assist Brahim Diaz untuk mencetak gol keduanya sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Kanada berupaya mengejar ketertinggalan hingga menit-menit akhir. Akan tetapi, keberanian mereka menyerang dimanfaatkan Maroko melalui skema serangan balik cepat.

Pada masa injury time, Brahim Diaz kembali berperan penting setelah mengirim umpan matang kepada Soufiane Rahimi.

Penyerang yang masuk dari bangku cadangan itu tanpa kesulitan menaklukkan Maxime Crepeau dan mengunci kemenangan Maroko dengan skor telak 3-0.

Kemenangan ini mengantarkan Singa Atlas ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Maroko kini tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang pertandingan antara Paraguay dan Prancis.

Susunan Pemain

Kanada (4-4-2): Maxime Crepeau; Alistair Johnston, Luc De Fougerolles, Moise Bombito, Richie Laryea; Tajon Buchanan, Niko Sigur, Stephen Eustaquio, Ali Ahmed; Jonathan David, Tani Oluwaseyi.

Pelatih: Jesse Marsch.

Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Issa Diop, Redouane Halhal, Noussair Mazraoui; Ayyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui; Brahim Diaz, Azzedine Ounahi, Bilal El Khannouss; Ismael Saibari.

Pelatih: Mohamed Ouhabi.(*)




Belanda Tersingkir Secara Menyakitkan, Maroko Bangkit di Injury Time Lalu Menang Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Maroko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti.

Bermain di Estadio BBVA, Guadalupe, Selasa 30 Juni 2026 WIB, Atlas Lions menang 3-2 dalam adu tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Belanda sebenarnya sempat berada di ambang kemenangan berkat gol Cody Gakpo pada babak kedua.

Namun, Maroko menunjukkan mental luar biasa dengan mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time sebelum akhirnya memastikan kemenangan dari titik putih.

Hasil ini membawa Maroko melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Kanada yang sebelumnya lebih dulu memastikan tiket ke fase berikutnya.

Sementara itu, perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat.

Sejak awal pertandingan, Maroko tampil percaya diri dan langsung mengambil inisiatif menyerang.

Serangan cepat dari kedua sisi lapangan beberapa kali merepotkan pertahanan Belanda.

Penjaga gawang Bart Verbruggen menjadi sosok penting bagi Oranje pada babak pertama. Ia melakukan sejumlah penyelamatan krusial.

Termasuk menggagalkan sundulan Neil El Aynaoui pada menit ke-19 dan menepis tendangan keras Achraf Hakimi dua menit kemudian.

Belanda baru mampu memberikan ancaman serius menjelang turun minum.

Tembakan keras Micky van de Ven memaksa Yassine Bounou melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap imbang.

Maroko nyaris memecah kebuntuan pada penghujung babak pertama.

Namun, Ismael Saibari gagal memaksimalkan bola liar di depan gawang sehingga skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Maroko tetap tampil dominan. Peluang emas kembali tercipta ketika tembakan Achraf Hakimi hanya membentur mistar gawang.

Ronald Koeman kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst pada menit ke-71.

Pergantian itu langsung memberikan dampak positif bagi permainan Belanda.

Hanya berselang satu menit, Cody Gakpo sukses membawa Oranje unggul.

Penyerang Liverpool tersebut memanfaatkan bola hasil kerja keras Crysencio Summerville sebelum melepaskan penyelesaian yang gagal dihentikan Yassine Bounou.

Gol itu membuat Belanda semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Namun, Maroko tidak menyerah dan terus mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan.

Saat kemenangan Belanda sudah di depan mata, Maroko berhasil memaksakan perpanjangan waktu.

Pada menit ke-90+1, Chemsdine Talbi mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Issa Diop untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Momentum tersebut membuat pertandingan semakin menegangkan.

Pada babak tambahan waktu, kedua tim sama-sama memperoleh peluang emas, termasuk penyelamatan luar biasa Verbruggen yang menggagalkan peluang Soufiane Rahimi.

Karena tidak ada gol tambahan hingga 120 menit berakhir, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Drama kembali terjadi dari titik putih. Belanda gagal memanfaatkan sejumlah kesempatan setelah Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville tidak mampu mencetak gol.

Di kubu Maroko, Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi juga sempat gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Soufiane Rahimi, Chemsdine Talbi, dan Ismael Saibari berhasil menuntaskan eksekusi dengan sempurna.

Ismael Saibari menjadi pahlawan kemenangan Atlas Lions.

Tendangannya ke sudut kiri bawah gawang mengecoh Bart Verbruggen sekaligus memastikan Maroko menang 3-2 pada adu penalti.

Kemenangan dramatis ini mengantar Maroko melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Belanda harus menerima kenyataan pahit tersingkir setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sudah berada di depan mata.(*)




Kejutan Besar! Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Dramatis Lewat Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jerman harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 secara menyakitkan.

Die Mannschaft tersingkir setelah kalah 3-4 melalui adu penalti dari Paraguay pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Boston Stadium, Selasa 30 Juni 2026 WIB.

Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Namun, Paraguay tampil lebih tenang saat babak tos-tosan dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Sejak menit awal, Jerman langsung mengambil inisiatif menyerang.

Tim racikan Julian Nagelsmann mendominasi penguasaan bola hingga hampir 80 persen, tetapi rapatnya pertahanan Paraguay membuat peluang-peluang Jerman gagal berbuah gol.

Meski lebih banyak bertahan, Paraguay justru mampu memanfaatkan kesempatan terbaik yang mereka miliki. Menjelang turun minum, Julio Enciso membawa La Albirroja unggul lebih dulu.

Gol berawal dari situasi bola mati yang sempat dimentahkan Manuel Neuer.

Bola kemudian kembali dikuasai Paraguay sebelum umpan silang mengarah ke Enciso yang sukses menanduk bola ke dalam gawang.

Paraguay memimpin 1-0 pada menit ke-42.

Dominasi Jerman sepanjang babak pertama tidak cukup efektif.

Mereka memang menguasai jalannya pertandingan, tetapi gagal melepaskan tembakan tepat sasaran hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Nagelsmann langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Leon Goretzka guna memperkuat lini tengah.

Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-54. Florian Wirtz mengirim umpan matang yang disambut sundulan Kai Havertz untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi koleksi ketiga Havertz di Piala Dunia 2026.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Paraguay kehilangan salah satu pemain kuncinya, Julio Enciso, akibat cedera dan harus digantikan Mauricio.

Di sisi lain, Jerman memasukkan Jamal Musiala demi meningkatkan kreativitas serangan.

Peluang emas Jerman datang pada menit ke-78 melalui sundulan Havertz, tetapi kiper Orlando Gill tampil gemilang dengan penyelamatan krusial

Paraguay juga sempat mengancam lewat Gustavo Caballero, namun Antonio Rudiger berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tetap bermain imbang sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada extra time, Paraguay semakin fokus mempertahankan pertahanan.

Gustavo Alfaro bahkan memasukkan bek tengah Gustavo Velazquez untuk memperkokoh lini belakang menghadapi gempuran Jerman.

Jerman sebenarnya sempat bersorak pada menit ke-102 ketika Jonathan Tah mencetak gol lewat sundulan hasil sepak pojok.

Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay dalam proses terjadinya gol.

Tidak ada gol tambahan hingga extra time berakhir. Penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui adu penalti.

Drama terjadi pada babak adu penalti. Kai Havertz dan Nick Woltemade gagal menjalankan tugas untuk Jerman.

Sementara Paraguay juga sempat kehilangan poin lewat Antonio Sanabria dan Fabián Balbuena.

Ketika skor masih sama kuat 3-3 setelah lima penendang pertama, petaka menghampiri Jerman.

Jonathan Tah yang menjadi algojo keenam gagal mencetak gol setelah sepakannya melambung di atas mistar.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Jose Canale.

Bek Paraguay tersebut sukses menaklukkan Manuel Neuer dan memastikan kemenangan 4-3 pada adu penalti.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di babak gugur Piala Dunia 2026.

Paraguay berhasil menyingkirkan salah satu kandidat juara, sementara Jerman harus pulang lebih cepat meski tampil dominan sepanjang pertandingan.

Susunan Pemain

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Antonio Rudiger, Nathaniel Brown; Felix Nmecha, Aleksandar Pavlovic; Leroy Sane, Kai Havertz, Florian Wirtz; Deniz Undav.

Pelatih: Julian Nagelsmann.

Paraguay (4-4-2): Orlando Gill; Juan Jose Caceres, Gustavo Gomez, Jose Canale, Junior Alonso; Miguel Almiron, Damian Bobadilla, Andres Cubas, Matias Galarza; Gabriel Avalos, Julio Enciso.

Pelatih: Gustavo Alfaro.(*)




Gol Telat Martinelli Selamatkan Brasil, Jepang Gagal Pertahankan Keunggulan di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati duel sengit melawan Jepang.

Sempat tertinggal lebih dulu, Selecao menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang tipis 2-1 lewat gol dramatis Gabriel Martinelli pada masa injury time.

Kemenangan ini membuat skuad besutan Carlo Ancelotti mengamankan tiket ke fase gugur.

Di babak 16 besar, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading kontra Norwegia.

Sejak peluit awal dibunyikan di Houston Stadium, kedua tim bermain hati-hati.

Brasil mendominasi penguasaan bola, tetapi disiplin lini belakang Jepang membuat Vinicius Junior dan kolega kesulitan menemukan ruang.

Peluang pertama Brasil lahir pada menit ke-14. Bruno Guimaraes dan Matheus Cunha bergantian mengancam gawang Jepang, namun penyelesaian akhir keduanya belum tepat sasaran.

Jepang yang lebih banyak menunggu justru mampu memanfaatkan kelengahan lawan.

Setelah sempat mengancam melalui tandukan Ueda, Samurai Blue membuka keunggulan pada menit ke-29.

Kaishu Sano berhasil memotong aliran bola Brasil sebelum menggiring bola ke depan kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Alisson.

Gol tersebut membawa Jepang unggul 1-0 sekaligus membuat Brasil berada dalam tekanan.

Selecao berusaha merespons sebelum turun minum. Vinicius Junior sempat menguji refleks kiper Suzuki melalui tendangan jarak jauh, tetapi peluang itu berhasil diamankan.

Hingga babak pertama usai, Jepang tetap mempertahankan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Brasil langsung meningkatkan intensitas serangan tanpa melakukan pergantian pemain. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.

Berawal dari umpan silang Gabriel Magalhaes, Casemiro memenangkan duel udara dan menyundul bola masuk ke gawang Jepang. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka.

Gol tersebut membuat tempo laga meningkat. Brasil semakin agresif mengejar kemenangan, sementara Jepang mulai keluar menyerang untuk mencari gol balasan melalui skema serangan balik.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Brasil justru menemukan momen penentunya.

Pada masa injury time, Bruno Guimaraes mengirim umpan terobosan yang berhasil dimanfaatkan Gabriel Martinelli.

Lolos dari jebakan offside, Martinelli dengan tenang melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok gawang Jepang. Gol itu sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Brasil.

Jepang masih berusaha mengejar ketertinggalan dalam sisa waktu yang ada. Namun pertahanan Brasil mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini memastikan Brasil melangkah ke babak 16 besar dengan penuh drama, sedangkan Jepang harus mengakhiri perjuangannya setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sempat mereka raih pada babak pertama.

Susunan Pemain

Brasil (4-3-3): Alisson; Douglas Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Lucas Paqueta, Bruno Guimaraes; Vinicius Junior, Matheus Cunha, Rayan.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Jepang (3-4-3): Suzuki; Ito, Taniguchi, Tomiyasu; Nakamura, Kamada, Kaishu Sano, Doan; Maeda, Ueda, Ito.

Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)




Dibuat Frustasi! Uruguay Ditahan Imbang Cape Verde

SEPUCUKJAMBI.ID – Cape Verde kembali menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026.

Setelah sukses menahan Spanyol pada laga pembuka, wakil Afrika itu kembali membuat kejutan dengan menahan Uruguay 2-2 dalam pertandingan Grup H yang berlangsung di Miami Stadium, Senin 22 Juni 2026).

Hasil ini membuat persaingan Grup H semakin sulit diprediksi.

Uruguay gagal mengamankan kemenangan pertamanya di turnamen, sementara Cape Verde kembali membuktikan kapasitasnya sebagai kuda hitam yang mampu merepotkan tim-tim unggulan.

Dua gol Cape Verde dicetak Kevin Pina dan Helio Varela. Sementara Uruguay menyelamatkan diri lewat gol Maximiliano Araujo serta Agustin Canobbio.

Tambahan satu poin membuat Uruguay berada di posisi kedua klasemen sementara dengan dua poin.

Cape Verde menguntit di peringkat ketiga dengan jumlah poin yang sama dan masih menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Cape Verde Kejutkan Uruguay di Babak Pertama

Uruguay memulai pertandingan dengan dominasi penguasaan bola.

Tim asuhan Marcelo Bielsa berupaya mengendalikan tempo permainan dan memaksa Cape Verde bertahan di area sendiri.

Meski lebih banyak ditekan, Cape Verde justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-21.

Kevin Pina mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas jarak jauh yang gagal diantisipasi Fernando Muslera.

Bola meluncur deras ke gawang dan membuat pendukung Uruguay terdiam.

Gol tersebut mengubah atmosfer pertandingan. Uruguay meningkatkan intensitas serangan, tetapi disiplin pertahanan Cape Verde membuat La Celeste frustrasi sepanjang sisa babak pertama.

Kebuntuan Uruguay akhirnya pecah pada menit ke-44. Berawal dari sundulan Rodrigo Bentancur yang membentur tiang gawang, bola liar langsung disambar Maximiliano Araujo untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Momentum itu dimanfaatkan Uruguay untuk menekan habis-habisan menjelang turun minum.

Hasilnya datang pada masa injury time ketika Agustin Canobbio sukses menyambar bola hasil tandukan Araujo di depan gawang.

Gol tersebut membawa Uruguay berbalik unggul 2-1 saat jeda.

Kesalahan Fatal Uruguay Jadi Titik Balik

Masuk babak kedua, Cape Verde menunjukkan mentalitas luar biasa.

Mereka tidak kehilangan kepercayaan diri meski sempat tertinggal dan terus berusaha mencari celah di pertahanan Uruguay.

Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-61.

Kesalahan komunikasi di lini belakang Uruguay menjadi awal petaka.

Backpass yang kurang sempurna membuat Fernando Muslera keluar terlalu jauh dari sarangnya.

Helio Varela yang sigap membaca situasi langsung merebut bola dan menceploskannya ke gawang kosong.

Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan.

Cape Verde semakin berani menyerang, sementara Uruguay mulai kehilangan ketenangan.

Duel berlangsung terbuka dengan kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol kemenangan.

Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta.

Cape Verde Layak Diperhitungkan

Hasil imbang melawan Uruguay mempertegas status Cape Verde sebagai salah satu kejutan terbesar pada fase grup Piala Dunia 2026.

Dalam dua pertandingan pertama, mereka berhasil menghindari kekalahan saat menghadapi dua lawan yang secara ranking dan pengalaman jauh lebih unggul, yakni Spanyol dan Uruguay.

Bagi Uruguay, hasil ini menjadi alarm serius. La Celeste belum sekalipun meraih kemenangan dalam dua laga awal dan kini berada di bawah tekanan menjelang pertandingan penentuan.

Sebaliknya, Cape Verde datang ke laga terakhir dengan kepercayaan diri tinggi dan peluang yang masih terbuka untuk menciptakan sejarah baru di panggung sepak bola dunia.(*)




Iran Tahan Belgia Tanpa Gol, Kartu Merah dan VAR Warnai Duel Panas Grup G

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia kembali gagal menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu unggulan di Piala Dunia 2026.

Menghadapi Iran pada laga kedua Grup G di SoFi Stadium, Los Angeles, Senin 22 Juni 2026 dini hari WIB, Setan Merah Eropa harus puas bermain imbang tanpa gol.

Laga berakhir 0-0, tetapi skor tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.

Iran tampil disiplin, berani meladeni permainan Belgia, dan mendapat kontribusi luar biasa dari kiper Alireza Beiranvand yang menjadi mimpi buruk bagi lini serang lawan.

Hasil ini membuat persaingan Grup G semakin terbuka.

Belgia maupun Iran sama-sama belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal sehingga nasib keduanya kini ditentukan pada laga terakhir fase grup.

Belgia Mendominasi, Iran Mengancam

Belgia langsung mengambil alih penguasaan bola sejak awal pertandingan.

Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans menjadi motor serangan, sementara Romelu Lukaku berusaha membongkar pertahanan rapat Iran.

Namun ancaman pertama justru datang dari wakil Asia tersebut.

Pada menit ke-14, Hossein Kanani melepaskan tendangan voli keras hasil situasi lemparan ke dalam yang memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting.

Iran kembali membuat Belgia terkejut beberapa menit kemudian ketika Saeid Ezatolahi hampir mencetak gol melalui sundulan yang hanya melenceng tipis dari sasaran.

Belgia merespons lewat peluang emas Tielemans pada menit ke-22.

Gelandang tersebut melepaskan tembakan keras dari sudut sempit, tetapi Beiranvand tampil sigap untuk menggagalkan peluang.

VAR Gagalkan Euforia Iran

Momen paling dramatis pada babak pertama terjadi pada menit ke-25.

Iran sempat mengira telah memecah kebuntuan setelah Mehdi Taremi berhasil menaklukkan Courtois melalui penyelesaian klinis hasil skema bola mati.

Para pemain Iran sudah merayakan gol tersebut sebelum wasit menerima tinjauan VAR.

Setelah pemeriksaan berlangsung, gol dianulir karena Taremi berada dalam posisi offside yang sangat tipis.

Keputusan itu menjadi penyelamat bagi Belgia yang sempat kehilangan konsentrasi di lini belakang.

Menjelang turun minum, Belgia kembali mendapat peluang emas melalui Maxim De Cuyper.

Namun Beiranvand kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan tendangan voli yang mengarah tepat ke gawang.

Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

Memasuki babak kedua, Iran tampil semakin percaya diri. Mehdi Taremi terus menjadi ancaman melalui pergerakan dan pressing agresifnya terhadap lini pertahanan Belgia.

Belgia sebenarnya memiliki kesempatan terbaik untuk mencetak gol pada menit ke-59.

De Bruyne mengirim umpan matang ke depan gawang dan De Cuyper berdiri tanpa kawalan di posisi ideal.

Namun saat stadion nyaris bersorak gol, Beiranvand melakukan penyelamatan refleks luar biasa menggunakan tangan kirinya.

Momen tersebut menjadi salah satu penyelamatan terbaik sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Situasi berubah drastis pada menit ke-66. Bek Belgia Nathan Ngoy kehilangan bola saat ditekan Taremi.

Penyerang Iran itu langsung melaju menuju gawang sebelum dijatuhkan dari belakang.

Wasit Dario Herrera tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung kepada Ngoy. Belgia harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain membuat Iran semakin berani menekan. Ezatolahi sempat menguji Courtois lewat tendangan jarak jauh, tetapi kiper Real Madrid itu masih mampu mengamankan bola.

Beiranvand Jadi Pembeda

Meski bermain dengan 10 orang, Belgia tetap berusaha mencari gol kemenangan.

Peluang emas kembali hadir menjelang akhir pertandingan ketika De Cuyper mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti.

Sekali lagi Beiranvand menjadi penyelamat Iran.

Penampilan gemilang sang penjaga gawang membuat seluruh upaya Belgia berakhir sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0.

Bagi Iran, satu poin ini terasa seperti kemenangan karena diraih setelah menghadapi tekanan besar dari salah satu tim unggulan turnamen.

Sebaliknya, Belgia harus melakukan evaluasi serius setelah gagal menang dalam dua pertandingan awal.

Di tengah ketatnya persaingan Grup G, satu nama yang paling layak mendapat sorotan adalah Alireza Beiranvand.

Kiper berpengalaman Iran itu tampil luar biasa dan menjadi alasan utama timnya tetap menjaga peluang lolos ke fase gugur.(*)




Yamal Cetak Sejarah, Spanyol Gilas Arab Saudi 4-0 di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Spanyol mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026.

Setelah sempat tertahan tanpa gol pada laga pembuka, La Roja bangkit dengan performa meyakinkan dan menggulung Arab Saudi 4-0 dalam pertandingan kedua Grup H di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu 21 Juni 2026 malam WIB.

Kemenangan telak ini mengantar tim asuhan Luis de la Fuente ke puncak klasemen sementara Grup H. Empat poin yang dikumpulkan membuat langkah Spanyol menuju fase gugur semakin terbuka lebar.

Sejak menit awal, Spanyol tampil agresif dan menguasai jalannya pertandingan. Arab Saudi yang sebelumnya mampu menahan Uruguay dibuat kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tinggi yang terus dilancarkan lawannya.

Keunggulan Spanyol dibuka pada menit ke-10 melalui aksi bintang muda Lamine Yamal.

Pemain berusia 18 tahun itu sukses memaksimalkan umpan matang Mikel Oyarzabal untuk membawa La Roja unggul lebih dulu.

Gol tersebut semakin menegaskan status Yamal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola dunia.

Berdasarkan catatan FIFA, ia masuk daftar delapan pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia dan menjadi pemain termuda kedua Spanyol yang mencetak gol di turnamen tersebut setelah Gavi.

Arab Saudi belum sempat keluar dari tekanan ketika Spanyol kembali menghukum kesalahan lini belakang mereka.

Oyarzabal mencetak gol kedua pada menit ke-21 sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor tiga menit kemudian.

Dua gol cepat itu praktis mengubah arah pertandingan. Spanyol semakin percaya diri mengendalikan tempo, sementara Arab Saudi kesulitan menemukan celah untuk mengancam gawang lawan.

Oyarzabal bahkan nyaris menorehkan hattrick sebelum turun minum.

Namun, peluang emas yang didapatnya hanya membentur mistar gawang sehingga skor 3-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, dominasi Spanyol tidak mengalami penurunan meski Yamal dan Oyarzabal kemudian ditarik keluar.

Tim Matador tetap mampu mengontrol pertandingan dan menjaga tekanan terhadap pertahanan Arab Saudi.

Gol keempat lahir pada menit ke-49 melalui gol bunuh diri Hassan Al-Tombakti. Situasi bermula ketika Mohammed Alowais berhasil menepis tendangan voli Marc Cucurella.

Bola liar yang memantul justru mengenai Al-Tombakti dan masuk ke gawang sendiri.

Keunggulan empat gol membuat Spanyol bermain lebih nyaman hingga peluit akhir dibunyikan.

Arab Saudi berusaha memperbaiki permainan, tetapi tidak mampu menciptakan peluang berarti untuk memperkecil ketertinggalan.

Hasil ini menempatkan Spanyol dalam posisi sangat menguntungkan. Tambahan satu poin saat menghadapi Uruguay pada laga terakhir fase grup sudah cukup untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.

Di sisi lain, Arab Saudi menghadapi tekanan lebih besar. Satu-satunya jalan untuk menjaga peluang lolos adalah meraih hasil maksimal saat menghadapi Cape Verde pada pertandingan penentuan Grup H.

Kemenangan atas Arab Saudi tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi Spanyol, tetapi juga menunjukkan bahwa La Roja mulai menemukan ritme terbaiknya di Piala Dunia 2026.

Jika mampu mempertahankan konsistensi tersebut, mereka berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia.(*)