ASN Tebo Mulai WFH, BKPSDM Tegaskan Sanksi bagi yang Lalai

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tebo mulai menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kabupaten Tebo, Suwarto, membenarkan bahwa skema WFH sudah mulai diberlakukan secara bertahap di beberapa OPD.

“Mulai hari ini WFH sudah diterapkan di sejumlah OPD. Namun untuk pejabat struktural seperti kepala dinas, kepala badan, kepala bidang, sekretaris, serta tenaga pendidik tetap bekerja dari kantor seperti biasa,” ujar Suwarto.

Ia menjelaskan, penerapan WFH dilakukan secara selektif dan bergiliran agar pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa mengganggu aktivitas pemerintahan.

ASN yang mendapatkan jadwal WFH tetap diwajibkan menjalankan tugas dari rumah sesuai ketentuan masing-masing OPD.

Suwarto juga menegaskan pentingnya kedisiplinan selama menjalankan WFH. Seluruh pegawai diminta tetap siaga dan memastikan alat komunikasi aktif selama jam kerja.

“Jika tidak merespons saat dihubungi, akan ada sanksi mulai dari teguran lisan hingga tertulis sesuai pelanggaran,” tegasnya.

Sementara itu, untuk sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berlangsung normal dan tidak terdampak kebijakan WFH tersebut.

Di sisi lain, kebijakan berbeda diterapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo yang tetap menjalankan sistem work from office (WFO) penuh.

Kepala BPBD Tebo, Joko Ardiawan, menyebutkan bahwa seluruh personel tetap siaga di kantor mengingat tugas kebencanaan bersifat darurat dan membutuhkan respons cepat.

“BPBD tetap WFO penuh. Seluruh personel standby karena kami harus siap menghadapi kondisi darurat kapan saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini BPBD Tebo juga tengah mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada periode April hingga Agustus 2026.(*)




Tren Tanaman Indoor dan Dampaknya bagi Kesehatan Fisik dan Mental

SEPUCUKJAMBI.ID – Tanaman hias kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai pelengkap dekorasi rumah yang estetik dan Instagram-able.

Di balik tampilan daunnya yang hijau dan bentuknya yang menarik, tanaman indoor ternyata menyimpan manfaat nyata bagi kesehatan fisik dan mental, terutama di tengah gaya hidup modern yang sarat tekanan.

Kehadiran tanaman di dalam rumah diketahui mampu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menenangkan.

Berada di sekitar tumbuhan dapat membantu menurunkan tingkat stres dan kecemasan setelah aktivitas harian yang padat.

Aktivitas sederhana seperti menyiram atau merawat tanaman bahkan dapat memicu respons relaksasi tubuh dan membantu menurunkan tekanan darah.

Selain menenangkan, tanaman indoor juga berkontribusi pada kejernihan mental. Lingkungan dengan elemen alami terbukti dapat meningkatkan fokus, suasana hati, serta produktivitas.

Sejumlah penelitian di ruang kerja menunjukkan bahwa keberadaan tanaman membuat seseorang lebih nyaman, lebih fokus, dan lebih menikmati aktivitas yang dilakukan di dalam ruangan.

Manfaat tanaman tidak hanya dirasakan secara psikologis, tetapi juga secara fisik.

Tanaman membantu memperbaiki kualitas udara di dalam rumah melalui proses fotosintesis, dengan menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen. Udara pun terasa lebih segar dan sehat.

Beberapa jenis tanaman bahkan dikenal mampu menyerap polutan tertentu di udara.

Senyawa organik volatil seperti formaldehida dan benzena, yang kerap berasal dari furnitur, cat, hingga produk pembersih rumah tangga, dapat dikurangi dengan kehadiran tanaman tertentu.

Peace lily, snake plant, dan spider plant termasuk tanaman indoor yang populer karena kemampuannya membantu membersihkan udara di dalam ruangan.

Selain itu, tanaman juga berperan dalam menjaga kelembapan udara secara alami. Melalui proses transpirasi, tanaman melepaskan uap air dari daunnya, sehingga membantu meningkatkan kelembapan ruangan.

Kondisi ini bermanfaat untuk mengurangi iritasi tenggorokan, kulit kering, serta membuat pernapasan lebih nyaman, terutama di ruangan ber-AC atau saat musim kering.

Tidak kalah penting, merawat tanaman dapat menjadi aktivitas terapeutik.

Rutinitas memindahkan pot, memangkas daun, atau sekadar memperhatikan pertumbuhan tanaman dapat menjadi bentuk mindfulness yang membantu seseorang sejenak menjauh dari layar gawai dan tekanan digital.

Meski tidak dapat sepenuhnya menggantikan alat pembersih udara modern, menempatkan beberapa tanaman indoor di ruang keluarga, kamar tidur, atau meja kerja dapat membuat rumah terasa lebih segar, tenang, dan sehat secara menyeluruh.(*)