Malam Takbiran di Jambi Bakal Meriah, Pemkot Gelar Pawai Mobil Hias dari Tugu Keris Siginjai

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana menjelang Hari Raya Idul Fitri di Kota Jambi dipastikan semakin meriah.

Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan berbagai kegiatan untuk menyambut datangnya 1 Syawal 1447 Hijriah bersama masyarakat.

Salah satu agenda utama yang akan digelar adalah pawai takbir keliling menggunakan kendaraan hias. Kegiatan ini akan menjadi bagian dari perayaan malam takbiran yang berlangsung meriah di ibu kota Provinsi Jambi tersebut.

Selain menggelar salat Idul Fitri berjamaah di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, pemerintah kota juga menyiapkan acara bertajuk Malam Takbiran Lebaran Bahagia yang menghadirkan pawai kendaraan hias dari berbagai kalangan.

Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Saleh Ridha, menyampaikan bahwa pawai takbir keliling mobil hias merupakan bentuk rasa syukur sekaligus syiar Islam menyambut datangnya bulan Syawal.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut akan dipusatkan di kawasan landmark Kota Jambi, yakni Tugu Keris Siginjai di Kotabaru.

“Pawai takbir keliling kendaraan hias akan mengambil titik start dan finish di kawasan Tugu Keris Siginjai Kotabaru. Kegiatan ini rencananya dilepas langsung oleh Wali Kota Jambi bersama Wakil Wali Kota Jambi,” kata Saleh Ridha, Minggu (15/3/2026).

Puluhan kendaraan hias dari perwakilan kecamatan serta masyarakat umum seperti masjid, komunitas, hingga organisasi diperkirakan akan turut meramaikan kegiatan tersebut.

Lantunan gema takbir dari kendaraan hias yang dihiasi lampu warna-warni dan dekorasi kreatif diprediksi akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan malam takbiran di Kota Jambi.

Menurut Saleh, pawai takbir keliling mobil hias sudah menjadi agenda rutin tahunan Pemerintah Kota Jambi.

Selain sebagai syiar keagamaan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wisata religi yang mampu menghadirkan suasana kebersamaan di malam kemenangan.

Di sisi lain, pelaksanaan pawai dengan titik terpusat juga bertujuan untuk mengatur mobilitas masyarakat agar tidak terjadi kemacetan di berbagai ruas jalan saat malam takbiran.

Pawai takbir keliling mobil hias dijadwalkan dimulai pada pukul 19.00 WIB.

Masyarakat yang ingin ikut serta dalam pawai tersebut juga dipersilakan mendaftarkan diri melalui panitia yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kota Jambi.

Pemkot berharap kegiatan ini dapat berlangsung lancar, meriah, dan tetap tertib sehingga masyarakat dapat merasakan suasana malam takbiran yang penuh kebahagiaan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh.(*)




Bujuk Pemkot, Helen’s Play Mart Jambi Masih Berusaha Buka Lagi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Meski telah disegel sejak Februari lalu, manajemen Helen’s Play Mart Jambi tampaknya belum menyerah. Mereka terus berupaya membujuk Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi agar tempat hiburan malam tersebut dapat kembali beroperasi.

Namun, sejumlah alasan menunjukkan bahwa keberadaan Helen’s Play Mart sebenarnya tidak layak untuk diteruskan.

Pada Selasa (22/4/2025) sore, perwakilan manajemen Helen’s Play Mart Jambi terlihat menghadiri pertemuan bersama Tim Terpadu Pemkot Jambi di kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekda Kota Jambi, Kasat Pol PP, Kepala DPMPTSP, Kadis Perindag, perwakilan LAM Kota Jambi, dan beberapa pejabat terkait lainnya.

Dalam pertemuan itu, pihak manajemen Helen’s Play Mart terdengar menyampaikan permintaan maaf kepada Tim Terpadu dan berharap agar usahanya dapat kembali berjalan.

Mereka juga menjanjikan perubahan pada pintu masuk utama agar tidak lagi terlalu terbuka seperti sebelumnya.

Namun, sederet alasan kuat menjadi dasar mengapa Helen’s Play Mart Jambi harus ditutup secara permanen:

1. Terlalu Dekat dengan Rumah Dinas Gubernur

Lokasinya yang berada tepat di seberang Rumah Dinas Gubernur Jambi di Jalan Sultan Thaha dinilai tidak pantas.

Aktivitas hiburan malam di dekat pusat pemerintahan menimbulkan kesan negatif dan berisiko mengganggu ketenangan lingkungan sekitar.

2. Mengancam Konsep Kawasan Wisata Religi

Pemerintah tengah mengembangkan kawasan Jambi Kota Seberang sebagai destinasi wisata religi.

Keberadaan tempat hiburan malam di sekitar area yang sarat dengan nilai religius dan sejarah jelas bertentangan dengan semangat pengembangan kawasan tersebut.

3. Berada di Dekat Tiga Rumah Sakit

Helen’s Play Mart berdekatan dengan RS Bhayangkara, RS Dr. Bratanata, dan RS Theresia.

Aktivitas malam dan kebisingan dari tempat hiburan semacam ini bisa berdampak pada kenyamanan pasien dan keluarga yang membutuhkan ketenangan.

4. Langgar Perda tentang Alkohol dan Ketertiban Umum

Tempat ini diduga melanggar Perda No. 7 Tahun 2010 terkait pelarangan penjualan minuman beralkohol di tempat umum.

Keterbukaan akses dan kemudahan memperoleh alkohol di lokasi itu juga dinilai membahayakan moral masyarakat, terutama kalangan muda.

5. Izin Operasional Belum Lengkap

Hasil inspeksi Tim Terpadu menunjukkan bahwa tempat usaha tersebut belum mengantongi izin operasional yang lengkap.

Ini menjadi alasan sah penyegelan dan dasar kuat untuk mempertimbangkan penutupan permanen.

6. Mengancam Moral Generasi Muda

Dengan konsep hiburan malam dan konsumsi alkohol terbuka, Helen’s Play Mart dianggap berkontribusi pada penyimpangan sosial seperti pergaulan bebas dan kebiasaan minum-minuman keras di kalangan remaja.

Tokoh masyarakat dan agama telah menyuarakan keresahan atas dampak negatif ini.

Melihat fakta-fakta tersebut, banyak pihak mendesak agar Pemkot Jambi tidak hanya melakukan penyegelan sementara.

Tetapi mengambil langkah tegas untuk menutup Helen’s Play Mart secara permanen.

@sepucukjambi.id Mau buka lagi? Tapi posisinya dekat rumah sakit, rumah dinas gubernur, dan kawasan religi. Helen’s Play Mart Jambi masih terus lobi pemkot meski banyak pihak mendesak ditutup permanen. baca selengkapnya di sepucukjambi.id #pemkotjambi #helensplaymart Helen’sPlayMartJambi #fypシ゚ #fyp #viraltiktok #viralvideo #Helen

♬ suara asli – SEPUCUK JAMBI – SEPUCUK JAMBI

Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga ketertiban umum, norma sosial, dan mendukung visi Kota Jambi yang lebih religius, nyaman, dan bermartabat.(*)