Aset Gentala Arasy Belum Dialihkan, Ini Alasan Pemkot Jambi Belum Terima

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Proses penyerahan aset dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi ke Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi masih berlangsung secara bertahap.

Beberapa aset berupa lahan dan bangunan telah dialihkan, namun Gentala Arasy, ikon bersejarah Kota Jambi, belum termasuk dalam daftar yang siap diserahkan.

Sekretaris Daerah Kota Jambi, A. Ridwan, menyatakan bahwa Pemkot belum bersedia menerima Gentala Arasy jika belum melalui tahapan perbaikan menyeluruh.

“Penyerahan harus mempertimbangkan kondisi fisik dan aspek perawatan. Pak Gubernur juga menginginkan agar Gentala Arasy dalam keadaan layak dan terawat sebelum diserahkan,” kata Ridwan.

Ia menegaskan, saat ini biaya pemeliharaan dan perbaikan cukup besar, dan menjadi pertimbangan utama sebelum aset resmi berpindah tangan ke Pemkot Jambi.

“Kami tidak ingin menerima aset yang masih membutuhkan anggaran besar untuk pembenahan. Kalau sudah siap secara teknis, tentu kami siap menerima,” lanjut Ridwan.

Meski begitu, Pemkot Jambi tidak menjadikan penyerahan Gentala Arasy sebagai keharusan. Jika tidak jadi diserahkan, Pemkot tetap menghormati keputusan Pemprov

“Kalau diberikan, tentu kita terima. Tapi kalau belum bisa, juga tidak masalah,” ujarnya.

Gentala Arasy dikenal sebagai salah satu ikon wisata dan budaya Jambi yang menghubungkan sejarah dengan modernitas kota.

Ketidakpastian penyerahan aset ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat soal arah pengelolaan jangka panjang dan optimalisasi potensi wisatanya.(*)




8 Tahun MoU Tanjab Timur–Lingga, Pengembangan Pulau Berhala Masih Jalan di Tempat

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerhati kebijakan publik Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Arie Suriyanto, mendesak DPRD setempat untuk segera mempertanyakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Tanjab Timur dan Pemkab Lingga yang telah ditandatangani sejak tahun 2017.

Salah satu poin utama dalam MoU tersebut adalah kerja sama pengembangan Pulau Berhala sebagai destinasi wisata unggulan.

Namun, Arie menilai bahwa hingga kini belum ada realisasi yang signifikan dari perjanjian tersebut.

“MoU itu sudah berjalan delapan tahun, tapi belum ada langkah konkret dalam pengembangan Pulau Berhala, padahal potensinya sangat besar,” ungkap Arie, Minggu (10/8/2025).

Menurutnya, Pulau Berhala memiliki daya tarik kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, terutama karena telah menarik ribuan wisatawan lokal dari Provinsi Jambi setiap tahunnya.

Sebagian besar wisatawan berangkat melalui dua titik utama, yakni Kecamatan Nipah Panjang dan Desa Sungai Itik, Kecamatan Sadu.

Arie menambahkan, momen libur nasional seperti Lebaran dan Tahun Baru selalu menjadi puncak kunjungan wisatawan ke pulau tersebut.

Namun sayangnya, tingginya animo wisatawan belum berdampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Setiap tahun, puluhan ribu wisatawan datang ke Pulau Berhala, tetapi kontribusinya terhadap PAD Tanjab Timur masih minim,” katanya.

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Arie mendorong Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Parbudpora) agar segera mengkaji penerapan retribusi wisata di dermaga keberangkatan, sebagai salah satu strategi peningkatan PAD.

Ia juga menyarankan pembangunan fasilitas pendukung, seperti ruang tunggu di dermaga Nipah Panjang dan Sungai Itik, guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.

“Usulan ini bukan sekadar kritik, tapi bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah,” ujar Arie.

Ia menutup pernyataannya dengan menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan Bupati Hj. Dillah dan Wakil Bupati Muslimin Tanja, serta berharap sektor pariwisata bisa menjadi prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.(*)




Makin Cantik, Kota Muara Tebo akan Dihiasi Taman Air Mancur Modern

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tebo berencana membangun taman air mancur di lahan milik Pemda yang terletak di samping Rumah Dinas Bupati dan Masjid Agung Al-Ittihad.

Proyek ini bertujuan mempercantik wajah Kota Muara Tebo sekaligus menciptakan ruang publik yang menarik bagi warga dan pendatang.

Taman air mancur ini dirancang menjadi spot foto ikonik, tempat istirahat, serta pusat kuliner bagi pengunjung.

Selain memperindah kota, pembangunan taman juga ditujukan untuk menata pedagang UMKM di sekitar Masjid Agung sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka.

Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, menegaskan bahwa Pemkab Tebo berkomitmen bekerja semaksimal mungkin untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kita harap UMKM Tebo ini meningkat, pendapatan juga meningkat,” ujarnya pada Minggu, 27 April 2025.

Sebagai kota lintas, Tebo memiliki peluang besar untuk menarik perhatian masyarakat yang melintas.

Ke depan, Pemkab juga memastikan adanya pembangunan berkelanjutan untuk memperindah Kota Muara Tebo.(*)