Sungai Penuh Punya Modal Besar Jadi Kota Wisata Budaya, Ini Target Wali Kota Alfin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Sungai Penuh Alfin menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kota Sungai Penuh sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Dengan kekayaan adat, seni budaya, kuliner khas, hingga potensi alam yang dimiliki, Sungai Penuh dinilai memiliki modal besar untuk berkembang menjadi pusat wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut disampaikan Alfin saat menghadiri Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 yang mengangkat tema “Menjaga Warisan Budaya, Menjemput Sungai Penuh Juara” di Taman Mini Melayu Jambi (Eks Arena MTQ).

Dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh menampilkan berbagai potensi daerah mulai dari budaya, produk unggulan, kuliner, hingga destinasi wisata sebagai upaya memperluas promosi daerah.

Sungai Penuh Miliki Kekayaan Budaya dan Alam

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin mengatakan, daerah yang berada di kawasan Sakti Alam Kerinci tersebut memiliki kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat dan dapat menjadi daya tarik wisata.

Menurutnya, potensi tersebut harus terus dijaga sekaligus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan adat istiadat, seni budaya, kuliner, dan berbagai potensi wisata yang menjadi kekuatan daerah. Semua potensi ini akan terus kita kembangkan agar Sungai Penuh semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya unggulan,” ujar Alfin.

Ia menyebut, salah satu kekayaan budaya yang terus dilestarikan adalah Batik Incung, warisan budaya masyarakat Sakti Alam Kerinci yang memiliki nilai sejarah dan karakter khas.

“Batik Incung merupakan salah satu identitas budaya Sungai Penuh yang harus terus kita lestarikan. Selain menjadi warisan budaya, produk ini juga memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung pelaku usaha kreatif daerah,” katanya.

Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Ekonomi Kreatif

Alfin menjelaskan, pengembangan sektor pariwisata Sungai Penuh tidak hanya berfokus pada promosi destinasi, tetapi juga bagaimana memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan UMKM, industri kreatif, kuliner lokal, serta produk unggulan daerah.

“Pariwisata bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat dari berkembangnya sektor tersebut. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke Sungai Penuh sehingga dapat meningkatkan perputaran ekonomi lokal.

Sungai Penuh Punya Potensi Wisata Alam yang Kuat

Selain budaya, Alfin menyampaikan bahwa Sungai Penuh juga memiliki potensi wisata alam yang menjadi daya tarik tersendiri.

Beberapa potensi tersebut di antaranya panorama pegunungan, udara yang sejuk, kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), serta berbagai komoditas unggulan seperti kopi Arabika, kayu manis, dan hasil hortikultura.

Menurutnya, perpaduan wisata budaya dan wisata alam menjadi kekuatan utama Sungai Penuh untuk bersaing dengan daerah wisata lainnya.

“Sungai Penuh memiliki kombinasi yang lengkap, mulai dari budaya, alam, hingga produk unggulan masyarakat. Potensi ini menjadi modal besar untuk membangun sektor pariwisata yang berkelanjutan,” jelas Alfin.

Apresiasi Dukungan Pemprov Jambi

Alfin juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya Gubernur Al Haris, yang terus memberikan perhatian terhadap pengembangan budaya dan pariwisata daerah.

Menurutnya, kegiatan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“Kami berterima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Jambi. Kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi daerah untuk memperkenalkan potensi masing-masing dan memperkuat promosi wisata Jambi,” katanya.

Melalui penguatan promosi, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif, Pemerintah Kota Sungai Penuh optimistis daerah tersebut mampu menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Provinsi Jambi maupun tingkat nasional.(*)




Sungai Penuh Punya Potensi Besar, Al Haris Targetkan Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mendorong Kota Sungai Penuh untuk menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Menurutnya, daerah yang berada di kawasan Sakti Alam Kerinci itu memiliki kekayaan budaya, kuliner, serta potensi alam yang besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata nasional.

Hal tersebut disampaikan Al Haris saat membuka Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 dengan tema “Menjaga Warisan Budaya, Menjemput Sungai Penuh Juara” yang digelar di Taman Mini Melayu Jambi (Eks Arena MTQ), Jumat 17 Juli 2026 malam.

Kegiatan tersebut menampilkan berbagai potensi Kota Sungai Penuh, mulai dari budaya, produk unggulan daerah, kuliner khas, hingga potensi pariwisata sebagai bagian dari upaya memperkuat promosi daerah.

Al Haris: Sungai Penuh Punya Modal Besar Jadi Destinasi Wisata Budaya

Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa sehingga berpeluang besar berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang maju.

Menurutnya, potensi tersebut harus terus dikemas secara profesional agar mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan budaya, kuliner, dan alam yang luar biasa. Potensi ini harus terus dikemas dengan baik agar menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Al Haris.

Ia menilai, keberagaman adat istiadat, seni budaya, kuliner khas, serta produk lokal menjadi kekuatan utama yang dapat memperkuat identitas wisata Sungai Penuh.

Dorong Promosi Wisata Lewat Kalender Event Tahunan

Untuk memperkuat sektor pariwisata daerah, Al Haris meminta seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi memiliki kalender event pariwisata tahunan yang terintegrasi.

Menurutnya, jadwal kegiatan budaya dan pariwisata yang jelas akan membantu pemerintah melakukan promosi lebih awal serta memudahkan wisatawan merencanakan kunjungan.

“Tahun depan kita harus sudah memiliki kalender event yang jelas sehingga promosi bisa dilakukan lebih awal. Dengan demikian masyarakat mengetahui kapan setiap daerah menampilkan potensi terbaiknya, dan wisatawan dapat merencanakan kunjungannya ke Jambi,” katanya.

Jambi Elok Nian Jadi Wadah Promosi Budaya Daerah

Al Haris mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 yang menjadi wadah bagi kabupaten dan kota untuk memperkenalkan potensi masing-masing daerah.

Ia mengatakan kegiatan seperti ini penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jambi sekaligus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi berencana menghadirkan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan dalam penyelenggaraan Jambi Elok Nian tahun mendatang agar promosi budaya Jambi semakin luas di tingkat nasional.

Sungai Penuh Punya Kekayaan Budaya hingga Wisata Alam

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan bahwa daerahnya memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan pariwisata.

Potensi tersebut meliputi adat istiadat, seni budaya, kuliner, hingga Batik Incung yang merupakan warisan budaya masyarakat Sakti Alam Kerinci.

Selain budaya, Sungai Penuh juga memiliki daya tarik wisata alam berupa udara sejuk, panorama pegunungan, kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat, serta komoditas unggulan seperti kopi Arabika, kayu manis, dan hasil hortikultura yang telah dikenal luas.

Menurutnya, seluruh potensi tersebut terus dikembangkan sebagai identitas daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan industri pariwisata.

Lestarikan Budaya dan Perkuat Identitas Jambi

Selain mendorong pengembangan wisata Sungai Penuh, Al Haris juga mengajak seluruh daerah untuk terus menjaga budaya lokal, termasuk mengembangkan produk khas seperti batik daerah.

Ia menyebut kualitas Batik Jambi terus berkembang dan memiliki nilai budaya yang tinggi sebagai identitas masyarakat Jambi.

“Kita harus bangga memakai batik daerah sendiri. Batik Jambi memiliki motif dan kualitas yang semakin baik sehingga menjadi identitas budaya yang patut kita lestarikan bersama,” ungkapnya.

Al Haris berharap Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.(*)




Diza Hazra Aljosha Dorong Danau Kajang Lako Jadi Ikon Wisata dan Ekonomi Kreatif Kota Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mulai mendorong pengembangan kawasan kolam retensi yang tengah dibangun di Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, menjadi pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata baru.

Langkah tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, saat melakukan audiensi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia, Selasa 14 Juli 2026.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Diza diterima langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar Li bersama jajaran Kemenekraf.

Audiensi tersebut membahas potensi pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Jambi, khususnya pemanfaatan kawasan kolam retensi yang disiapkan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir di sepanjang aliran Sungai Asam.

Diza menjelaskan, kawasan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga dirancang menjadi ruang publik multifungsi dengan nilai ekonomi dan wisata.

“Saya melakukan audiensi di Kementerian Ekraf mewakili Pak Wali. Kami menyampaikan bahwa kolam retensi yang saat ini sedang dibangun memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi industri ekonomi kreatif baru di Kota Jambi,” ujar Diza.

Menurutnya, kawasan yang diberi nama Danau Kajang Lako tersebut memiliki peluang besar untuk menjadi ikon wisata baru Kota Jambi.

Selain memberikan manfaat dalam pengendalian banjir, kawasan itu dinilai mampu membuka peluang ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, ekonomi kreatif, hingga berbagai kegiatan seni dan budaya.

“Kami melihat kolam retensi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi ikon wisata baru Kota Jambi. Selain memberikan manfaat dalam pengendalian banjir, kawasan ini juga dapat menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor UMKM, ekonomi kreatif, hingga penyelenggaraan berbagai event,” katanya.

Diza menyebutkan, konsep pengembangan Danau Kajang Lako akan mengusung kawasan berkelanjutan dengan memadukan ruang terbuka hijau, area rekreasi keluarga, jalur joging, sentra kuliner, hingga panggung pertunjukan seni dan budaya lokal.

“Kami ingin menghadirkan kawasan yang tidak hanya indah dan nyaman, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat serta menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kota Jambi,” tambahnya.

Selain membahas Danau Kajang Lako, dalam audiensi tersebut Diza juga menyampaikan sejumlah potensi aset Pemerintah Kota Jambi yang dapat dikembangkan menjadi kawasan ekonomi kreatif dan destinasi wisata.

Salah satunya adalah kawasan Pasar Sitimang dan Sijimat yang memiliki nilai sejarah sebagai bagian dari perkembangan ekonomi Kota Jambi pada masa lalu.

“Contohnya kawasan Pasar Sitimang dan Sijimat yang selama ini belum berfungsi secara optimal. Kami mendorong kerja sama bersama Kementerian Ekraf karena kawasan tersebut memiliki potensi sejarah peradaban Kota Jambi sebagai pusat ekonomi,” jelas Diza.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kota Jambi dan Kementerian Ekonomi Kreatif dapat mempercepat pengembangan potensi daerah sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat.

Dengan dukungan berbagai pihak, Pemkot Jambi optimistis Danau Kajang Lako maupun sejumlah aset potensial lainnya dapat berkembang menjadi destinasi unggulan sekaligus penggerak baru ekonomi kreatif di Kota Jambi.(*)




Maulana Beberkan Rencana Besar Kampung Batik, Destinasi Wisata Unggulan Baru Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mempercepat pengembangan Kampung Batik di kawasan Seberang Kota Jambi sebagai destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Batik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Bank Indonesia Perwakilan Jambi, BAZNAS, Kementerian Hukum, hingga sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Forum ini menjadi wadah untuk menyusun strategi bersama dalam memperkuat posisi Kampung Batik sebagai pusat pelestarian budaya Melayu sekaligus kawasan wisata unggulan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan bahwa pengembangan Kampung Batik merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga dan mengangkat kekayaan budaya Melayu yang menjadi identitas daerah.

Menurutnya, Batik Jambi tidak hanya memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi, tetapi juga merupakan warisan leluhur yang perlu terus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Kita ingin budaya Melayu semakin dikenal melalui berbagai potensinya. Batik Jambi adalah salah satu warisan budaya yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan dipromosikan,” kata Maulana.

Ia menjelaskan, pengembangan pariwisata Kota Jambi ke depan akan diarahkan pada pembentukan kawasan wisata budaya Melayu yang terintegrasi di Kecamatan Danau Teluk dan Pelayangan.

Konsep tersebut menggabungkan berbagai destinasi wisata dalam satu kawasan yang saling terhubung sehingga memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap bagi pengunjung.

Nantinya, wisatawan yang datang ke kawasan Seberang Kota Jambi dapat menikmati sejumlah objek wisata sekaligus, mulai dari Gentala Arasy, Kampung Batik, Rumah Batu yang akan direvitalisasi, hingga Kampung Nelayan yang tengah diusulkan untuk dikembangkan.

“Pengunjung akan memiliki banyak pilihan destinasi dalam satu kawasan. Semua akan terhubung dalam konsep besar wisata budaya Melayu yang menjadi daya tarik baru Kota Jambi,” ujarnya.

Saat ini, Kampung Batik menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan kawasan tersebut. Berbagai penataan terus dilakukan guna meningkatkan kenyamanan dan daya tarik wisata.

Pemerintah Kota Jambi telah melakukan peningkatan infrastruktur pendukung seperti perbaikan jalan lingkungan, penataan rumah panggung khas Melayu, penyediaan sentra kuliner dan pusat oleh-oleh batik, serta penguatan aktivitas para perajin yang menjadi ikon kawasan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan titik pusat aktivitas wisata yang untuk sementara memanfaatkan bangunan milik warga sebagai lokasi pendukung bagi para wisatawan yang berkunjung.

Maulana menegaskan, Kampung Batik tidak hanya akan dikembangkan sebagai sentra produksi batik, tetapi juga sebagai destinasi wisata budaya yang menawarkan pengalaman edukasi, sejarah, dan kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi.

“Kami ingin Kampung Batik menjadi kawasan wisata budaya yang hidup, menarik, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu seluruh aspek pendukung wisata terus dipersiapkan secara bertahap,” jelasnya.

Melalui sinergi bersama Bank Indonesia, BAZNAS, Kementerian Hukum, dan berbagai OPD terkait, Pemerintah Kota Jambi optimistis pengembangan Kampung Batik dapat berjalan lebih maksimal.

Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi ikon wisata budaya Kota Jambi sekaligus penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Seberang Kota Jambi.(*)




Perdana Digelar di Jambi, Minang Market Festival Hadirkan Puluhan UMKM dan Kekayaan Budaya Minangkabau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat keberagaman dan pelestarian budaya terasa kental dalam pembukaan Minang Market Festival Jambi 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Jambi.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha di Taman Banjuran Budayo, Kamis malam (4/6/2026).

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juni 2026, menjadi wadah promosi budaya, kuliner, serta produk usaha masyarakat Minangkabau yang bermukim di Kota Jambi maupun daerah sekitarnya.

Sebanyak 43 tenant UMKM ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas Minangkabau hingga aneka produk kreatif yang menarik perhatian pengunjung.

Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan suguhan beragam kesenian tradisional Minangkabau.

Tari Pasambahan sebagai simbol penghormatan kepada tamu menjadi pembuka acara, disusul penampilan tambua, silek tuo, dan tari piring yang memukau para tamu undangan serta masyarakat yang hadir.

Wali Kota Jambi Maulana mengapresiasi semangat masyarakat Minang yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Kota Jambi merupakan aset berharga yang harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas daerah.

“Taman Banjuran Budayo memang dipersiapkan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkegiatan, berkesenian, dan melestarikan budaya.

Pemerintah Kota Jambi mendukung seluruh kegiatan positif tanpa membedakan latar belakang suku maupun budaya,” ujar Maulana.

Ia menilai masyarakat Minangkabau memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan Kota Jambi, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya.

Berbagai nilai budaya yang ditampilkan dalam festival tersebut, lanjutnya, menjadi bukti kekayaan tradisi Minangkabau yang masih terjaga hingga saat ini.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Minang Market Festival juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui keterlibatan puluhan pelaku UMKM.

Beragam kuliner khas seperti sate, pical, gulai, hingga makanan tradisional lainnya menjadi daya tarik utama yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Kehadiran puluhan pelaku UMKM memberikan peluang besar bagi pertumbuhan usaha lokal dan ekonomi kreatif di Kota Jambi,” katanya.

Maulana juga menyebut festival tersebut menjadi momentum penting bagi para perantau Minang yang tinggal di Kota Jambi untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi.

Menurutnya, keberadaan masyarakat Minangkabau sebagai salah satu komunitas terbesar di Kota Jambi menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga harmoni dan kebersamaan antarwarga.

Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menghadirkan berbagai ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya, ekonomi kreatif, dan pengembangan UMKM.

Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah kawasan ruang publik baru seluas sekitar 9 hektare di wilayah Danau Selincah-Kajang Lako.

Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi jogging track, taman, jembatan ikonik, hingga berbagai fasilitas wisata air yang diharapkan menjadi destinasi baru bagi masyarakat.

Ia berharap Minang Market Festival dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata Kota Jambi.

“Kita harus menjaga persatuan, harmoni, dan kebersamaan di tengah keberagaman yang ada. Festival seperti ini menjadi contoh bagaimana budaya dapat menjadi perekat masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah,” tutup Maulana.

Festival tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Jambi, tokoh masyarakat Minangkabau, pelaku UMKM, organisasi kedaerahan, ninik mamak, bundo kanduang, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara.(*)




Event Balap Motor Terbesar di Jambi, Ribuan Penonton Padati Sirkuit

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ajang balap motor bergengsi “Wali Kota Jambi Cup Race 2026” resmi digelar di sirkuit non permanen kawasan Tugu Keris Siginjai, Sabtu (2/5/2026).

Event ini langsung diserbu ratusan pembalap dari berbagai daerah yang siap adu kecepatan di lintasan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kota Jambi serta Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625.

Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan total sekitar 800 pembalap yang mengikuti perlombaan dalam 20 kelas berbeda, melampaui target awal sebanyak 500 peserta.

Pembukaan acara dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang secara simbolis mengibarkan bendera start.

Ribuan penonton turut memadati area sirkuit, sementara ratusan pelaku UMKM ikut meramaikan suasana.

Dalam sambutannya, Diza menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat di dunia otomotif.

“Melalui event ini, kita ingin melahirkan pembalap berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keselamatan berkendara dengan mengarahkan hobi balap ke arena resmi yang lebih aman dan terorganisir.

Selain itu, Pemerintah Kota Jambi mengajak seluruh peserta dan masyarakat untuk menjaga ketertiban selama berlangsungnya event, serta menjunjung tinggi sportivitas di lintasan.

Partai final kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu (3/5/2026), yang akan mempertemukan para pembalap terbaik dari berbagai kelas.

Tak hanya menjadi ajang olahraga, event ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.

Kehadiran peserta dan penonton dari luar daerah turut mendorong pertumbuhan sektor UMKM, pariwisata, serta perputaran ekonomi lokal.

Sejumlah pejabat daerah, termasuk unsur Forkopimda, pengurus KONI Kota Jambi, serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Jambi, turut hadir dalam pembukaan acara tersebut.

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan daerah, Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan berbagai event menarik lainnya, seperti festival bonsai, festival Danau Sipin, lomba lari marathon 3 Danau, hingga hiburan rakyat.

Dengan tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat, Wali Kota Jambi Cup Race 2026 diharapkan semakin memperkuat citra Kota Jambi sebagai tuan rumah event olahraga dan hiburan berskala besar di Indonesia.(*)




30 Event Meriahkan HUT ke-80 Pemkot Jambi, Mayoritas Digelar Tanpa APBD

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan 625 tahun Tanah Pilih Pusako Batuah dipastikan berlangsung meriah.

Sebanyak 30 event lintas bidang telah disiapkan, dengan dominasi partisipasi dari masyarakat dan komunitas.

Wali Kota Jambi, Maulana, menyebut tingginya antusiasme masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan perayaan tahun ini.

“Partisipasi masyarakat luar biasa. Ada sekitar 30 event dari berbagai bidang untuk memeriahkan HUT Pemkot Jambi ke-80 dan 625 tahun Tanah Pilih Pusako Batuah,” ujarnya.

Minim APBD, Maksimalkan Kolaborasi

Menariknya, sebagian besar kegiatan tidak bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Event justru banyak digagas oleh komunitas, sponsor, dan organisasi masyarakat yang berkolaborasi dengan Pemkot Jambi.

Beberapa kegiatan unggulan yang akan digelar antara lain:

  • Wali Kota Cup Race
  • Lomba lari (marathon/run)
  • Lomba menembak
  • Festival layang-layang
  • Berbagai lomba pendidikan, sosial, dan budaya

Seluruh kegiatan tersebut terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari usia dini hingga dewasa.

Gratis untuk Masyarakat

Wali Kota menegaskan, seluruh rangkaian event dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat.

Hal ini sekaligus menjadi upaya untuk menarik partisipasi luas dan memperkenalkan Kota Jambi ke tingkat yang lebih luas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meramaikan. Ini juga menjadi cara kita mempromosikan Kota Jambi agar lebih dikenal dan berdampak pada ekonomi daerah,” katanya.

Dorong UMKM dan Ekonomi Lokal

Selain sebagai hiburan, rangkaian kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan sektor perdagangan.

Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat ke berbagai event, aktivitas ekonomi lokal diprediksi ikut terdongkrak.

Momentum Perkuat Sinergi

Maulana juga mengajak masyarakat menjadikan momentum ini sebagai ajang refleksi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan kota.

“Kita sudah banyak mencapai kemajuan, namun masih banyak yang harus diperjuangkan. Mari kita tingkatkan sinergi untuk kesejahteraan masyarakat Kota Jambi,” tegasnya.

Untuk informasi lengkap jadwal kegiatan, masyarakat dapat mengakses akun Instagram resmi Instagram @humaskotajambi.

@sepucukjambi.idDalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-80 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah ke-625, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar berbagai event perlombaan yang turut berkolaborasi dengan lapisan masyarakat, unsur komunitas baik pegiat olahraga maupun hobby, hingga organisasi kemasyarakatan. Tercatat, ada 30 event yang akan diselenggarakan dari berbagai bidang. Diantaranya, olahraga, perlombaan berbasis pendidikan karakter, berbasis sosial kemasyarakatan, berbasis pendidikan, dan berbasis kebudayaan, yang akan diperlombakan dari jenjang usia dini hingga dewasa. #walikotajambi #fypシ゚viral #kabarhariini #kotajambi #viratiktok

♬ Melayu Jambi Modern – M. Ridwan, Rds Pro

(*)




Wali Kota Jambi Ajak Warga Ramaikan HUT ke-80 dan 625 Tahun Tanah Pilih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mematangkan persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemkot Jambi sekaligus peringatan 625 tahun Tanah Pilih Pusako Batuah.

Perayaan ini dipastikan akan berlangsung meriah dengan puluhan agenda yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajang refleksi atas perjalanan panjang pembangunan kota sekaligus pijakan menuju masa depan.

“Di usia ke-80 Pemkot Jambi dan 625 tahun Tanah Pilih Pusako Batuah, kita bersyukur atas capaian yang ada. Namun ke depan, pembangunan harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Untuk memeriahkan peringatan tersebut, Pemkot Jambi menyiapkan sekitar 30 kegiatan dari berbagai sektor.

Menariknya, sebagian besar kegiatan digagas oleh komunitas, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.

Rangkaian acara meliputi:

  • Event olahraga seperti road race, lari, menembak dan lainnya
  • Kegiatan pendidikan dan sosial masyarakat
  • Festival budaya dan pelestarian adat Jambi

Keterlibatan komunitas dinilai menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan perayaan tahun ini.

Maulana mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan yang disiapkan.

Ia menilai kolaborasi ini menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun kota.

“Kami mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan. Ini bukan hanya hiburan, tetapi juga upaya memperkenalkan Kota Jambi dan menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.

Selain sebagai ajang perayaan, HUT Pemkot Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Batuah juga menjadi momen evaluasi terhadap capaian pembangunan yang telah diraih.

Pemkot Jambi optimistis, dengan dukungan masyarakat dan berbagai program yang berjalan, peringatan tahun ini akan memberikan dampak positif secara sosial, budaya, hingga ekonomi.(*)




500 Rider Siap Bertarung! Ajang Wali Kota Cup Race 2026 Digelar di Tugu Keris Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota melalui Pemerintah Kota Jambi kembali menghadirkan ajang otomotif bergengsi bertajuk Wali Kota Jambi Cup Race 2026.

Event ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kota Jambi dan Hari Jadi ke-625 Tanah Pilih Pusako Betuah.

Kejuaraan balap motor tersebut dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 3 Mei 2026 di Tugu Keris Siginjai yang akan disulap menjadi sirkuit non permanen dengan kapasitas ribuan penonton.

500 Rider dan 20 Kelas Balap

Sebanyak 500 pembalap dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar Provinsi Jambi, dipastikan ambil bagian dalam kompetisi ini.

Para rider akan bertarung di 20 kelas perlombaan yang siap menghadirkan persaingan sengit sekaligus tontonan menarik bagi masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Jambi, Saleh Ridha, menyampaikan bahwa event ini terbuka untuk umum dan dapat disaksikan secara gratis.

Rekayasa Lalu Lintas Selama Event

Sebagai bentuk antisipasi, Pemkot Jambi akan melakukan sosialisasi terkait penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di kawasan sekitar Tugu Keris selama kegiatan berlangsung.

Langkah ini dilakukan guna memastikan kelancaran acara sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Dorong UMKM dan Ekonomi Lokal

Selain menjadi hiburan, ajang ini juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

Kehadiran ribuan penonton diprediksi mampu meningkatkan perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM dan pedagang lokal.

“Event ini bukan hanya soal balapan, tetapi juga mendorong ekonomi kreatif masyarakat,” ujar Saleh.

Wadah Positif Generasi Muda

Lebih dari sekadar kompetisi, Wali Kota Cup Race juga diharapkan menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat di bidang otomotif secara positif dan sportif.

Event ini sekaligus menandai kebangkitan kembali olahraga balap motor di Kota Jambi setelah sempat vakum, dan kini kembali digelar secara konsisten.

Target Lahirkan Pembalap Berprestasi

Berdasarkan catatan tahun sebelumnya, event serupa mampu menarik ratusan pembalap dan puluhan ribu penonton.

Hal ini memperkuat posisi Kota Jambi sebagai salah satu pusat event otomotif regional.

Melalui ajang ini, diharapkan akan lahir pembalap-pembalap berbakat yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Rangkaian Event HUT Kota Jambi

Selain balap motor, perayaan HUT Kota Jambi juga akan diramaikan dengan berbagai kegiatan lain seperti festival bonsai, festival Danau Sipin, lomba lari 3 Danau, pacu perahu, ketek hias, hingga hiburan rakyat.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya promosi daerah sekaligus penggerak sektor ekonomi kreatif di Kota Jambi.(*)




Wawako Diza Tegaskan Jambi Kota Berbudaya, Lewat Festival Harmoni Budayo

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menghadirkan ruang perayaan budaya melalui Festival Harmoni Budayo yang digelar di Taman Banjuran Budayo.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menjaga keberagaman etnis, tradisi, dan seni yang hidup di tengah masyarakat.

Festival yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 April 2026, ini secara resmi dibuka pada Kamis malam (17/4/2026) dengan mengusung tema “Chinese Night”.

Beragam pertunjukan seni khas etnis Tionghoa menjadi daya tarik utama, mulai dari barongsai, wushu, tari naga, hingga atraksi topeng tradisional Bian Lian.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dengan memadati area acara sejak awal pembukaan.

Pembukaan festival dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan kota.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini sejalan dengan program “Bahagia Berbudaya” yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Jambi.

Menurutnya, pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat identitas budaya serta nilai sosial masyarakat.

“Budaya harus terus dihidupkan dan diwariskan. Festival ini menjadi bukti bahwa pembangunan kota berjalan seiring dengan penguatan nilai kebersamaan dan kreativitas,” ujarnya.

Diza juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta menjadikan keberagaman budaya sebagai kekuatan utama Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, Mariani Yanti, menjelaskan bahwa konsep Chinese Night merupakan hasil kolaborasi dengan komunitas Tionghoa di Kota Jambi.

Ia menegaskan bahwa keberagaman budaya menjadi dasar utama penyelenggaraan Festival Harmoni Budayo.

Selain pertunjukan seni, festival ini juga menghadirkan agenda lain seperti Nusantara Night serta pemilihan Putra-Putri Banjuran Budayo yang akan digelar pada hari berikutnya.

Sekitar 500 peserta terlibat dalam kegiatan ini, termasuk pelaku UMKM lokal yang turut meramaikan festival melalui produk berbasis budaya.

Pemerintah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor kreatif dan UMKM.

Sebelumnya, konsep festival lintas etnis serupa juga pernah digelar di kawasan eks Terminal Rawasari yang kini dikenal sebagai Ruang Milenial, sebagai bagian dari upaya menghidupkan ruang publik sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.(*)