Dari Istana Kadriah, Awal Mula Kota Pontianak Dimulai

SEPUCUKJAMBI.ID – Istana Kadriah menjadi salah satu ikon sejarah penting di Pontianak yang menyimpan kisah awal berdirinya kota tersebut.

Bangunan ini dulunya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak, sekaligus titik awal berkembangnya Pontianak sebagai kota perdagangan yang strategis di Kalimantan Barat.

Istana Kadriah dibangun pada akhir abad ke-18 oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie.

Ia memilih lokasi di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak karena dinilai strategis untuk aktivitas perdagangan dan pelayaran.

Dari kawasan inilah cikal bakal Kota Pontianak mulai tumbuh dan berkembang hingga menjadi ibu kota provinsi seperti saat ini.

Istana ini memiliki ciri khas arsitektur Melayu dengan dominasi warna kuning yang melambangkan kebesaran dan kehormatan kerajaan.

Struktur bangunan berupa rumah panggung berbahan kayu, menyesuaikan kondisi lingkungan tepian sungai. Meski terlihat sederhana, nilai historis dan filosofinya sangat kuat.

Di dalam istana, pengunjung dapat menemukan berbagai peninggalan Kesultanan Pontianak, mulai dari singgasana raja, pakaian adat, hingga senjata tradisional.

Nuansa ruangan yang masih terjaga membuat pengunjung seolah diajak kembali ke masa kejayaan kerajaan Melayu di wilayah tersebut.

Keunikan lain Istana Kadriah adalah lokasinya yang berada di tepi Sungai Kapuas, yang dikenal sebagai sungai terpanjang di Indonesia.

Letak ini menunjukkan betapa pentingnya jalur air sebagai pusat aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Hingga kini, suasana kawasan sekitar masih mempertahankan karakter kota tepian sungai.

Tak jauh dari istana berdiri Masjid Jami Pontianak, masjid tua yang juga dibangun oleh Sultan Syarif Abdurrahman.

Kedekatan lokasi keduanya mencerminkan hubungan erat antara pemerintahan dan kehidupan religius masyarakat pada masa Kesultanan Pontianak.

Saat ini, Istana Kadriah menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan.

Selain menikmati keindahan arsitektur, pengunjung juga bisa belajar tentang asal-usul Pontianak dan peran penting Kesultanan Melayu dalam membentuk identitas daerah.(*)




Wisata Sejarah di Cirebon, Jelajahi Keunikan Keraton Kasepuhan

SEPUCUKJAMBI.ID – Keraton Kasepuhan, salah satu keraton tertua di Jawa Barat, masih berdiri kokoh hingga kini dan tetap berfungsi sebagai pusat tradisi Kesultanan Cirebon.

Didirikan pada abad ke-16, keraton ini menjadi simbol harmonisasi budaya Jawa, Sunda, Islam, Tiongkok, dan Eropa, sekaligus saksi sejarah panjang Cirebon sebagai pelabuhan penting di pesisir utara Pulau Jawa.

Saat memasuki kompleks, pengunjung disambut gerbang merah bata yang megah.

Ornamen keramik khas Tiongkok menghiasi dinding, sementara tata ruang bangunan mengikuti filosofi keraton Jawa, menciptakan perpaduan unik yang sulit ditemukan di keraton lain.

Di dalam kompleks, museum menyimpan berbagai benda pusaka, termasuk Kereta Singa Barong, kereta kerajaan dengan desain gabungan naga, singa, dan burung.

Simbol ini mencerminkan hubungan diplomatik Cirebon dengan budaya Tiongkok, India, dan Timur Tengah pada masa lalu.

Suasana keraton terasa tenang dan sakral. Halaman luas, pendopo megah, serta ruang-ruang tua yang masih terawat menghadirkan pengalaman seolah waktu berjalan lebih lambat.

Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berfoto, tapi juga untuk menelusuri sejarah panjang Cirebon dan memahami akar budayanya.

Keraton Kasepuhan juga aktif sebagai pusat tradisi. Berbagai upacara adat dan peringatan hari besar masih dijalankan secara rutin, membuat keraton tetap hidup sebagai ruang budaya yang dinamis, bukan sekadar museum.

Letaknya yang strategis di tengah kota memudahkan akses pengunjung.

Banyak wisatawan bahkan mengombinasikan kunjungan dengan wisata kuliner khas Cirebon.

Seperti empal gentong dan nasi jamblang, yang dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari keraton.

Dengan pesona sejarah dan budaya yang kental, Keraton Kasepuhan menawarkan pengalaman wisata edukatif yang mendalam.

Setiap sudutnya bercerita tentang kejayaan Cirebon sebagai kota pelabuhan dan titik pertemuan berbagai peradaban yang membentuk identitasnya hingga kini.(*)




Arboretum Rio Alip Merangin Segera Hadir, Sebagai Mini Zoo dan Wisata Edukasi

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin tengah memoles kawasan wisata Arboretum Rio Alip di Dusun Mudo, Bangko, menjadi destinasi unggulan.

Bupati Merangin, M Syukur, meninjau progres perbaikan fasilitas untuk memastikan kesiapan kawasan menyambut pengunjung baru.

Jalan akses utama yang sebelumnya rusak kini sudah mulus dengan lapisan aspal baru, sementara kandang rusa dan kandang buaya telah selesai direnovasi.

Bupati M Syukur menargetkan Arboretum Rio Alip menjadi taman kota dengan konsep kebun binatang mini (mini zoo).

Dengan luas mencapai 75 hektar, kawasan ini diharapkan menjadi pusat wisata keluarga dan edukasi yang terjangkau karena dekat dengan pusat kota.

“Kandang rusa pengerjaannya sudah selesai. InsyaAllah dalam waktu dekat rusanya akan datang. Kita harapkan ini menjadi pusat wisata kota, semacam kebun binatang mini di dalam Arboretum,” ujar Bupati M Syukur.

Selain koleksi binatang, Arboretum Rio Alip juga menyuguhkan hutan kota asri dan air terjun, dengan udara bersih yang cocok untuk kegiatan olahraga maupun rekreasi santai.

Pengisian fauna mendapat dukungan pihak swasta, termasuk hibah sepuluh ekor rusa dari pengusaha Medan, Rahmat Syah, untuk warga Merangin.

Pemkab Merangin akan terus memperbaiki fasilitas pendukung lainnya secara bertahap, termasuk kandang buaya dan area burung.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjadikan Arboretum Rio Alip sebagai wisata edukasi tentang hutan dan pepohonan bagi generasi muda.(*)




Jelajah Satwa dari Dalam Mobil, Sensasi Unik Wisata di Taman Safari Indonesia

SEPUCUKJAMBI.ID – Taman Safari Indonesia terus menjadi destinasi wisata keluarga unggulan yang menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan tempat wisata satwa lainnya.

Terletak di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, objek wisata ini menghadirkan konsep liburan yang menggabungkan rekreasi, edukasi, dan konservasi satwa dalam satu kawasan terpadu.

Salah satu daya tarik utama Taman Safari Indonesia adalah safari journey, di mana pengunjung dapat berkeliling menggunakan kendaraan pribadi atau bus khusus.

Dalam perjalanan ini, berbagai jenis satwa seperti singa, zebra, jerapah, hingga gajah dapat dilihat berkeliaran bebas di area terbuka yang dirancang menyerupai habitat alaminya.

Konsep ini memberikan sensasi petualangan layaknya berada di alam liar Afrika.

Tak hanya menghadirkan pengalaman melihat satwa dari dekat, Taman Safari Indonesia juga menyediakan beragam wahana dan zona edukasi.

Pertunjukan satwa menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan, karena selain menghibur, atraksi ini menyampaikan pesan penting mengenai perilaku hewan, keseimbangan ekosistem, serta upaya pelestarian satwa liar.

Di balik fungsi rekreasinya, Taman Safari Indonesia memiliki peran strategis sebagai pusat konservasi.

Berbagai program penangkaran dan perlindungan dilakukan untuk satwa langka seperti harimau, badak, dan sejumlah spesies primata.

Upaya tersebut menjadi kontribusi nyata dalam menjaga keberlangsungan satwa yang terancam punah di Indonesia.

Bagi wisatawan yang datang bersama anak-anak, tersedia berbagai fasilitas pendukung mulai dari area bermain, wahana rekreasi, hingga zona interaksi dengan hewan jinak.

Konsep wisata ramah keluarga ini menjadikan Taman Safari sebagai tempat yang ideal untuk liburan sekaligus sarana pembelajaran sejak dini.

Keunggulan lain dari Taman Safari Indonesia adalah lokasinya yang berada di kawasan pegunungan dengan udara sejuk dan panorama hijau.

Suasana alami tersebut menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari rutinitas perkotaan.

Akses menuju Taman Safari Indonesia terbilang mudah dari Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

Meski demikian, pengunjung disarankan untuk merencanakan waktu kunjungan dengan baik, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, guna menghindari kepadatan lalu lintas.

Dengan konsep wisata yang menyatukan hiburan, pendidikan, dan pelestarian alam, Taman Safari Indonesia tetap relevan sebagai destinasi favorit keluarga.

Tempat ini tidak hanya menawarkan keseruan berlibur, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian satwa dan lingkungan.(*)




Kebun Raya Bogor, Perpaduan Wisata Alam, Edukasi, dan Sejarah

BOGOR, SEPUCUKJAMBI.ID – Kebun Raya Bogor menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang paling dikenal di Indonesia.

Terletak strategis di pusat Kota Bogor, Jawa Barat, kawasan ini merupakan kebun botani tertua di Asia Tenggara sekaligus ruang terbuka hijau yang menawarkan udara sejuk di tengah hiruk pikuk perkotaan.

Didirikan pada tahun 1817 oleh ahli botani Caspar Georg Karl Reinwardt, Kebun Raya Bogor awalnya berfungsi sebagai pusat penelitian tanaman tropis pada masa kolonial Belanda.

Hingga kini, kawasan ini tetap berperan penting sebagai pusat konservasi, edukasi, serta penelitian botani bertaraf nasional dan internasional.

Dengan luas mencapai sekitar 87 hektare, Kebun Raya Bogor memiliki lebih dari 15 ribu koleksi tanaman dari berbagai belahan dunia. Koleksi tersebut mencakup pohon-pohon berusia ratusan tahun, beragam jenis palem dan anggrek, hingga tanaman obat dan tanaman langka khas Indonesia.

Keunggulan Kebun Raya Bogor terletak pada suasana alamnya yang asri dan tertata rapi.

Jalur pejalan kaki yang rindang, hamparan rumput hijau, kolam teratai, serta jembatan-jembatan kecil menciptakan lingkungan ideal untuk bersantai, berolahraga ringan, maupun rekreasi keluarga.

Di dalam area Kebun Raya Bogor juga terdapat Istana Bogor, salah satu istana kepresidenan Republik Indonesia.

Meski tidak dibuka secara bebas untuk umum, keberadaan rusa-rusa yang berkeliaran di sekitar istana menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Selain sebagai tempat wisata, Kebun Raya Bogor memiliki fungsi edukasi yang kuat.

Beragam kegiatan seperti tur tematik, pameran flora, serta program pembelajaran lingkungan rutin digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam dan keanekaragaman hayati.

Tak hanya itu, Kebun Raya Bogor juga kerap dimanfaatkan sebagai lokasi fotografi, riset akademik, hingga kegiatan seni dan budaya.

Akses yang mudah dari Jakarta dan wilayah Jabodetabek menjadikan kawasan ini selalu ramai, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Perpaduan nilai sejarah, keindahan alam, dan ilmu pengetahuan menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai destinasi wisata edukatif yang relevan bagi semua kalangan dan lintas generasi.(*)




Mengenal Lawang Sewu, Ikon Bersejarah dan Destinasi Wisata Populer di Semarang

SEMARANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Lawang Sewu, ikon bersejarah Kota Semarang, Jawa Tengah, terkenal dengan arsitekturnya yang megah dan julukannya yang berarti “seribu pintu”.

Bangunan ini dibangun awal abad ke-20 sebagai kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api Hindia Belanda, dengan gaya Eropa yang disesuaikan iklim tropis.

Selain keindahan arsitektur, Lawang Sewu memiliki nilai sejarah penting.

Bangunan ini sempat digunakan pada masa pendudukan Jepang dan menjadi saksi berbagai peristiwa menjelang kemerdekaan.

Beberapa ruang bawah tanahnya memiliki fungsi penahanan, yang kemudian memunculkan cerita horor di masyarakat.

Meski dikenal angker karena kisah urban legend dan kondisi bangunan yang terbengkalai pada era 1980–1990-an, pengelola Lawang Sewu menegaskan destinasi ini bukan tempat wisata horor.

Setelah direvitalisasi, Lawang Sewu kini aman, terang, dan tertata rapi.

Wisatawan diajak memahami sejarah, arsitektur, serta peran bangunan ini dalam perjalanan bangsa.

Kini Lawang Sewu menjadi salah satu destinasi wisata populer di Semarang, menarik pengunjung untuk belajar sejarah dan budaya sekaligus berburu foto.

Pencahayaan artistik pada malam hari semakin menonjolkan kemegahan arsitektur bangunan bersejarah ini.()




Ingin Berkunjung ke Museum Geologi Bandung? Berikut Panduan Lengkap Bagi Wisatawan hingga Biaya yang Harus Dikeluarkan

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.IDMuseum Geologi Bandung bukan sekadar tempat menyimpan fosil dan batuan, tetapi ruang belajar yang membawa pengunjung menelusuri perjalanan panjang bumi dan kehidupan di Nusantara.

Berada di jantung Kota Bandung, museum ini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan bermakna sekaligus menambah wawasan.

Bangunan berarsitektur kolonial yang diresmikan pada tahun 1929 ini menyimpan jejak sejarah sejak era Hindia Belanda.

Begitu memasuki area museum, suasana klasik berpadu dengan tampilan modern langsung terasa, menghadirkan pengalaman unik yang jarang ditemukan di destinasi wisata lainnya.

Di dalam museum, pengunjung diajak menyaksikan fosil manusia purba, kerangka dinosaurus, hingga koleksi batuan dan mineral dari berbagai wilayah Indonesia.

Fosil Tyrannosaurus rex dan Stegodon menjadi magnet utama, terutama bagi anak-anak dan pelajar yang ingin melihat langsung bukti kehidupan jutaan tahun lalu.

Tak hanya itu, Museum Geologi Bandung juga mengajak pengunjung memahami proses terbentuknya bumi, pergerakan lempeng tektonik, serta aktivitas gunung api.

Informasi tentang Indonesia sebagai bagian dari Cincin Api Dunia disajikan secara visual dan interaktif, sehingga mudah dipahami oleh semua kalangan.

Melalui pendekatan edukatif yang menarik, museum ini membuktikan bahwa belajar sains bisa dilakukan dengan cara menyenangkan.

Museum Geologi Bandung pun layak menjadi destinasi wisata edukasi unggulan di Jawa Barat.

Versi Travel Guide (Panduan Wisata Lengkap)

📍 Lokasi
Jalan Diponegoro No. 57, Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat.

Museum ini berada di kawasan strategis pusat Kota Bandung dan berdekatan dengan Gedung Sate, sehingga mudah dijangkau wisatawan maupun masyarakat lokal.

🕒 Jam Operasional

Museum Geologi melayani kunjungan langsung pada waktu berikut:

Senin – Kamis:
⏰ 09.00 – 15.00 WIB

Sabtu – Minggu:
⏰ 09.00 – 14.00 WIB

Hari Tutup Kunjungan Langsung

Museum Geologi tutup untuk kunjungan langsung pada:

Hari Jumat, Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Catatan: Loket tiket biasanya ditutup sekitar 30 menit sebelum jam operasional berakhir. Jadwal dapat berubah sesuai kebijakan pengelola.

🎟️ Harga Tiket Masuk (Resmi & Terbaru)

Terhitung mulai 26 April 2025, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kementerian ESDM, tarif tiket masuk Museum Geologi adalah:

  • Pelajar/Mahasiswa: Rp 3.000
  • Masyarakat Umum: Rp 5.000
  • Wisatawan Asing: Rp 25.000

Tarif ini menggantikan ketentuan sebelumnya dan berlaku hingga ada kebijakan baru dari pemerintah.

📝 Ketentuan Kunjungan & Reservasi

Kunjungan perorangan atau keluarga, pembelian tiket dapat dilakukan langsung di loket Museum Geologi sesuai jam operasional.

Kunjungan kelompok atau rombongan (lebih dari 20 orang), wajib melakukan reservasi minimal 1 bulan sebelum tanggal kunjungan dengan mendaftar atau menyampaikan jadwal kunjungan melalui:

Surat resmi, atau WhatsApp ke bagian reservasi kunjungan: 📱 0811-8880-1928

Pembelian tiket dan reservasi hanya dilayani sesuai waktu operasional museum.

🚗 Akses & Transportasi

Museum Geologi dapat diakses dengan mudah melalui berbagai moda transportasi:

🚗 Kendaraan pribadi
Akses jalan mudah, tersedia area parkir di sekitar kawasan museum.

🚌 Transportasi umum
Dilalui berbagai trayek angkutan kota dan dekat dengan jalur utama Kota Bandung.

🛵 Ojek online / transportasi daring
Tersedia dan dapat mengantar langsung ke depan area museum.

🏛️ Fasilitas

Untuk mendukung kenyamanan dan kegiatan edukasi pengunjung, Museum Geologi menyediakan:

  • Ruang pameran permanen dan temporer
  • Koleksi fosil, batuan, mineral, dan sejarah geologi Indonesia
  • Area edukasi dan multimedia
  • Toilet umum
  • Mushola
  • Area parkir
  • Ruang terbuka hijau di sekitar area museum

Museum Geologi Bandung menjadi destinasi wisata edukasi favorit di Jawa Barat.

Menyimpan fosil dinosaurus, manusia purba, hingga koleksi batuan Nusantara, museum ini menawarkan pengalaman belajar sejarah bumi yang seru dan interaktif. Cocok untuk wisata keluarga dan pelajar.

Tips Berkunjung ke Museum Geologi Bandung

  • Datang di pagi hari untuk menghindari antrean

  • Gunakan pakaian nyaman karena area cukup luas

  • Cocok dikunjungi bersama anak-anak dan rombongan sekolah

  • Baca panel informasi atau ikuti tur edukasi jika tersedia

  • Manfaatkan area sekitar museum untuk beristirahat.(*)




Museum Geologi Bandung, Jejak Sejarah Bumi dari Masa Purba hingga Kini

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Museum Geologi Bandung menjadi salah satu destinasi wisata edukasi unggulan di Indonesia yang menawarkan pengalaman belajar tentang sejarah bumi dan kekayaan alam Nusantara.

Berlokasi di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, museum ini dikenal sebagai pusat informasi geologi yang terbuka untuk masyarakat umum, mulai dari pelajar hingga wisatawan.

Didirikan pada tahun 1929 pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Museum Geologi Bandung menempati bangunan berarsitektur kolonial yang masih terawat hingga saat ini.

Nilai historis bangunan tersebut tetap dipertahankan meski museum telah mengalami renovasi dan revitalisasi, sehingga tampil lebih modern tanpa menghilangkan identitas sejarahnya.

Museum Geologi menyimpan berbagai koleksi berharga, seperti fosil manusia purba, kerangka dinosaurus, serta batuan dan mineral dari berbagai wilayah Indonesia.

Koleksi fosil Tyrannosaurus rex dan Stegodon menjadi daya tarik utama yang selalu menarik perhatian pengunjung, khususnya pelajar dan keluarga.

Selain koleksi fosil, museum ini juga menyajikan informasi tentang proses terbentuknya bumi, pergerakan lempeng tektonik, serta aktivitas gunung api.

Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Dunia, Indonesia menjadi fokus utama pameran, sehingga pengunjung dapat memahami potensi bencana sekaligus kekayaan geologis yang dimiliki.

Museum Geologi Bandung juga menampilkan edukasi mengenai sumber daya alam Indonesia, seperti minyak bumi, gas alam, dan hasil pertambangan.

Informasi disampaikan melalui panel interaktif, diorama, dan visualisasi modern, membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.

Dari sisi fasilitas, Museum Geologi Bandung dilengkapi ruang pameran yang tertata rapi, area edukasi, toilet, serta ruang terbuka yang nyaman untuk beristirahat.

Lokasinya yang strategis di pusat kota memudahkan akses menggunakan transportasi umum maupun pribadi.

Sebagai destinasi wisata edukasi, Museum Geologi Bandung menawarkan pengalaman yang berbeda.

Pengunjung tidak hanya berwisata, tetapi juga memperoleh wawasan tentang bumi, kehidupan purba, serta kekayaan alam Indonesia.

Museum ini menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin berlibur sambil belajar, sekaligus sarana edukatif di luar ruang kelas.(*)




Tangkuban Parahu, Wisata Alam dan Kawah Vulkanik Terpopuler di Bandung

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID – Gunung Tangkuban Parahu menjadi salah satu destinasi wisata alam paling populer di Jawa Barat.

Terletak sekitar 20 kilometer di utara Kota Bandung, lokasi ini mudah diakses dan menjadi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.

Keunikan bentuk gunung serta kawah aktifnya menjadikan Tangkuban Parahu ikon wisata alam Bandung.

Daya tarik utama kawasan ini adalah kawah-kawah vulkaniknya. Kawah Ratu menjadi yang paling terkenal dan mudah dijangkau.

Pengunjung dapat menyaksikan lanskap kawah besar dengan kepulan asap belerang yang terus keluar, menciptakan pemandangan dramatis sekaligus edukatif tentang aktivitas gunung api.

Selain Kawah Ratu, terdapat Kawah Upas dan Kawah Domas.

Kawah Domas menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan bisa turun lebih dekat ke area kawah dan menyaksikan aktivitas panas bumi secara langsung.

Bau belerang yang khas membuat pengunjung disarankan mengenakan masker.

Tidak hanya geologi, Tangkuban Parahu juga menawarkan panorama alam pegunungan yang indah.

Udara sejuk, hutan pinus, dan hamparan hijau di sekitar kawah menciptakan suasana menyegarkan. Pada hari cerah, pemandangan terlihat luas dan memanjakan mata.

Legenda Sangkuriang menjadi bagian tak terpisahkan dari Tangkuban Parahu. Cerita rakyat Sunda ini menceritakan asal-usul gunung yang terbentuk dari perahu terbalik.

Nilai budaya dan mitologi tersebut menambah daya tarik wisata, karena pengunjung dapat menikmati alam sekaligus mengenal cerita rakyat lokal.

Fasilitas wisata di Tangkuban Parahu tergolong lengkap, dengan area parkir, jalur pejalan kaki, pusat informasi, serta kios suvenir dan makanan.

Akses jalan yang baik membuat kawasan ini ramah bagi wisata keluarga, termasuk wisatawan lanjut usia.

Meski aman, pengunjung tetap diimbau mematuhi rambu dan aturan yang berlaku. Aktivitas vulkanik terus dipantau.

Sehingga keselamatan wisatawan menjadi prioritas. Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan juga menjadi tanggung jawab bersama.

Dengan kombinasi keindahan alam, fenomena geologi, dan cerita budaya, Tangkuban Parahu tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata alam pegunungan di Bandung.(*)