Air Terjun Sigerincing, Hidden Gem di Kerinci yang Masih Jarang Diketahui

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Keindahan alam di Kabupaten Kerinci kembali menghadirkan destinasi wisata yang memukau, yakni Air Terjun Sigerincing.

Meski belum banyak dikenal wisatawan, air terjun ini menyimpan pesona alami yang masih sangat asri dan jauh dari keramaian.

Air Terjun Sigerincing memiliki aliran air yang tinggi dan deras, jatuh dari tebing di tengah hutan hijau yang lebat.

Suasana di sekitarnya terasa sejuk dengan udara segar khas pegunungan, menjadikannya lokasi ideal bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas perkotaan.

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menempuh perjalanan trekking yang cukup menantang.

Jalur yang dilalui berupa hutan alami dengan medan yang beragam, memberikan sensasi petualangan tersendiri.

Meski membutuhkan tenaga ekstra, panorama yang disuguhkan di akhir perjalanan menjadi daya tarik utama yang sepadan dengan usaha.

Setibanya di lokasi, suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian langsung menyambut pengunjung.

Di bagian bawah air terjun terdapat kolam alami yang kerap dimanfaatkan untuk bermain air atau sekadar menikmati kesegaran air pegunungan yang jernih.

Minimnya fasilitas di kawasan ini justru menjadi nilai tambah bagi para pencinta alam.

Kondisi yang masih alami membuat pengalaman berwisata terasa lebih autentik.

Namun, pengunjung disarankan untuk mempersiapkan perlengkapan secara mandiri sebelum datang.

Wilayah Kerinci sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kekayaan alam luar biasa di Indonesia.

Keberadaan Air Terjun Sigerincing semakin mempertegas potensi wisata alam yang belum banyak tereksplorasi di daerah tersebut.

Dengan kombinasi keindahan alam, suasana hening, serta perjalanan yang penuh tantangan, Air Terjun Sigerincing menjadi destinasi yang cocok bagi pecinta petualangan dan wisata alam.

Tempat ini layak disebut sebagai salah satu hidden gem yang patut dikunjungi di Indonesia.(*)




Jalur Trekking Diperbaiki, Danau Kaco Kerinci Tutup Sementara

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Desa Manjunto Lempur bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Karang Taruna resmi menutup sementara objek wisata Danau Kaco, Desa Manjunto Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, mulai Minggu, 25 Januari 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah tegas untuk melindungi kelestarian lingkungan, memperbaiki jalur trekking, serta menjaga keselamatan wisatawan yang selama ini mengakses destinasi tersebut.

Danau Kaco dikenal sebagai salah satu ikon wisata alam Kerinci dengan air danau yang jernih dan panorama hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang masih alami.

Namun, meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dinilai mulai memberi tekanan pada ekosistem dan kondisi jalur menuju lokasi.

Ketua Karang Taruna Desa Manjunto Lempur, Ahmad Yani Zakaria, membenarkan penutupan sementara tersebut.

“Iya, mulai 25 Januari Danau Kaco kami tutup sementara. Fokus kami saat ini pemulihan lingkungan dan perbaikan jalur menuju lokasi,” ujarnya.

Selama masa penutupan, pengelola akan melakukan pembersihan sampah, penataan ulang area sekitar danau, serta perbaikan jalur trekking yang selama ini sering tertutup semak dan licin saat musim hujan.

Sejumlah pembenahan infrastruktur ringan juga dilakukan demi meningkatkan faktor keamanan.

Tokoh masyarakat Lempur, Daswarsya, menegaskan bahwa keputusan penutupan ini murni demi keberlangsungan alam Danau Kaco, bukan untuk membatasi minat wisata.

“Ini untuk membersihkan sampah, memperbaiki jalan yang terjal, dan menyegarkan kembali vegetasi di sekitar danau,” katanya.

Ia menambahkan bahwa upaya tersebut juga bertujuan melindungi habitat satwa liar yang kerap melintasi kawasan tersebut.

“Kami ingin ekosistem tetap seimbang, satwa bisa melintas dengan aman, dan alam tetap lestari,” tambahnya.

Selama penutupan, seluruh aktivitas wisata ke Danau Kaco dihentikan sementara. Pengelola juga telah menyepakati penerapan sanksi bagi pengunjung yang nekat masuk tanpa izin.

Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti pembukaan kembali Danau Kaco. Informasi terbaru akan diumumkan setelah seluruh proses pemulihan dan penataan dinyatakan selesai.

“Kalau sudah siap dan aman untuk dikunjungi, tentu akan kami sampaikan ke masyarakat,” tutup Daswarsya.

Penutupan ini diharapkan menjadi momentum penting agar Danau Kaco tetap terjaga sebagai destinasi wisata alam unggulan Kerinci yang aman, lestari, dan berkelanjutan.(*)