Bukit Kelam, Destinasi Pendakian Ekstrem dengan Keindahan Alam yang Masih Liar

SEPUCUKJAMBI.ID – Bukit Kelam menjadi salah satu lanskap alam paling ikonik di Kalimantan Barat.

Terletak di Kabupaten Sintang, bukit batu raksasa ini dikenal luas sebagai salah satu monolit terbesar di dunia.

Dari kejauhan, wujudnya tampak mencolok sebuah dinding batu gelap yang berdiri kokoh di tengah hamparan hutan tropis Kalimantan.

Dengan ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, Bukit Kelam didominasi batu granit keras yang membentuk tebing-tebing curam hampir tegak lurus.

Karakter inilah yang membedakannya dari gunung pada umumnya.

Minim vegetasi di permukaan batu membuat Bukit Kelam terlihat monumental, seolah sebuah benteng alam yang menjulang dari bumi.

Aktivitas pendakian menjadi daya tarik utama kawasan ini.

Meski tergolong menantang, jalur menuju puncak masih memungkinkan dilalui pendaki pemula dengan kondisi fisik dan perlengkapan yang memadai.

Sepanjang perjalanan, pendaki akan melewati hutan lembap, akar-akar pohon besar, hingga permukaan batu terbuka yang licin saat hujan.

Beberapa titik telah dilengkapi tali pengaman untuk membantu pendakian.

Sesampainya di puncak, pemandangan terbuka luas tanpa halangan.

Aliran Sungai Kapuas terlihat berkelok di kejauhan, berpadu dengan hamparan hutan hijau yang nyaris tak berujung.

Pada cuaca cerah, panorama ini menghadirkan kontras dramatis antara langit biru, hutan tropis, dan batu granit gelap yang menjadi ciri khas Bukit Kelam.

Selain menawarkan keindahan visual, Bukit Kelam juga memiliki nilai ekologis penting. Kawasan ini menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna khas Kalimantan.

Sejumlah tumbuhan endemik mampu tumbuh di celah-celah batu, mencerminkan ketangguhan alam dalam beradaptasi di lingkungan ekstrem.

Bagi masyarakat setempat, Bukit Kelam bukan sekadar objek wisata.

Bukit ini lekat dengan cerita rakyat dan legenda turun-temurun yang memperkaya identitas budaya Sintang.

Kisah-kisah tersebut menjadikan Bukit Kelam tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga sarat makna historis dan kultural.

Tanpa fasilitas wisata massal yang berlebihan, Bukit Kelam justru mempertahankan kesan alaminya.

Destinasi ini cocok bagi pencinta alam dan petualang yang ingin merasakan sisi Kalimantan yang masih asli, sunyi, dan kuat.

Berdiri di puncaknya memberi pengalaman reflektif—manusia terasa kecil di hadapan alam yang tak tergoyahkan.(*)




Danau Sentarum, Surga Tersembunyi Ikan Arwana dan Satwa Liar di Kapuas Hulu

SEPUCUKJAMBI.ID – Danau Sentarum bukan sekadar danau biasa. Terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kawasan ini dikenal sebagai salah satu ekosistem rawa dan danau paling unik di Indonesia.

Keistimewaannya terletak pada siklus musiman yang menakjubkan: saat kemarau, sebagian wilayah mengering dan berubah menjadi padang rumput.

Sementara saat musim hujan, danau ini menjelma menjadi lautan air tawar yang luas.

Keunikan Danau Sentarum membuat setiap kunjungan berbeda.

Air danau bergantung pada curah hujan dan aliran sungai di sekitarnya, sehingga pemandangan bisa berubah drastis: dari danau besar, hutan terendam, hingga savana basah.

Ekosistem Danau Sentarum kaya akan keanekaragaman hayati. Beberapa ikan air tawar endemik, termasuk ikan arwana super red, hidup di sini.

Kawasan ini juga menjadi habitat burung air, reptil, dan berbagai satwa liar lainnya, menjadikan Danau Sentarum surga bagi pecinta alam dan fotografer satwa liar.

Pengalaman utama bagi pengunjung adalah menyusuri danau dengan perahu. Perjalanan ini memberikan sensasi ketenangan, jauh dari hiruk-pikuk kota.

Rumah-rumah terapung warga lokal terlihat menyatu dengan alam, menciptakan pemandangan yang sederhana namun menawan.

Selain aspek alam, nilai budaya Danau Sentarum juga tinggi. Masyarakat Dayak dan Melayu yang tinggal di sekitar danau hidup selaras dengan ritme alam.

Aktivitas mereka seperti menangkap ikan, berpindah mengikuti musim, dan menjaga keseimbangan lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Sebagai Taman Nasional, akses ke Danau Sentarum tidak mudah.

Perjalanan panjang dan perencanaan matang dibutuhkan, namun justru membuat kawasan ini tetap alami dan tidak terlalu ramai.

Pengunjung yang datang biasanya adalah mereka yang ingin menikmati alam secara mendalam, bukan sekadar wisata singkat.

Danau Sentarum bukan destinasi untuk hiburan instan.

Tempat ini menghadirkan pengalaman sunyi, kontemplatif, dan alami, sekaligus memberikan pelajaran tentang keseimbangan ekosistem.

Bagi pencinta alam yang ingin menjelajahi sisi liar Kalimantan, Danau Sentarum menawarkan pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam.(*)