Walikota Jambi Siapkan Pusat Kuliner di Kawasan Kota Tua, Siap Dibuka Besok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Walikota Diza, Kepala OPD terkait pariwisata, Disperindag PPR, BUMD Siginjai, camat, hingga lurah setempat, meninjau persiapan pembukaan pusat kuliner di kawasan Kota Tua, yang juga mencakup area depan Hotel Duta Pasar Jambi, Kamis 2 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Maulana menyampaikan bahwa inisiatif ini sudah dimulai sejak awal masa jabatannya, dengan tujuan menjadikan kawasan Kota Tua produktif, baik di siang maupun malam hari.

“Sudah kita inisiasi sejak awal saya dilantik. Kita ingin mendorong kawasan Kota Tua produktif di siang maupun malam hari. Saat ini, malam hari kawasan ini kerap sunyi dan banyak kegiatan negatif, sehingga kita ingin mencontoh kota-kota lain yang berhasil menghidupkan kawasan tua mereka,” ujar Walikota Maulana.

Ia menambahkan, kawasan Kota Tua memiliki nilai sejarah yang tinggi. Dahulu, kawasan ini aktif 24 jam karena terhubung dengan sistem pelabuhan.

Namun, saat ini kawasan tersebut agak ditinggalkan akibat pemisahan antara sistem pasar modern dan pasar tradisional.

“Kita ingin mengangkat kembali sejarah itu dan mengenang memori masa lalu. Tahap awal akan difokuskan pada kuliner, dan ke depannya akan terus berkembang hingga Kawasan Masjid Magat Sari, Kecamatan Pasar,” lanjutnya.

Selain itu, Walikota menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Ia telah meminta camat dan lurah untuk memastikan kesiapan ruko-ruko, termasuk pengecatan agar terlihat menarik, serta pengelolaan kebersihan yang baik agar program ini dapat berjalan kontinyu.

“Kami ingin memastikan malam kawasan ini tetap hidup dan siap dibuka besok pagi, termasuk pengelolaan sampahnya. Ini bagian dari upaya kami menghubungkan kembali sistem modern dan tradisional, sekaligus menjadikan Kota Tua sebagai destinasi wisata kuliner yang aman dan nyaman,” pungkas Walikota Maulana.(*)




Dukung Transformasi ASN, Wali Kota Jambi Teken Komitmen Meritokrasi di Palembang

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Walikota Jambi, Maulana didampingi Asisten III dan BKPSDM Kota Jambi menghadiri penandatanganan komitmen pembangunan sistem meritokrasi di lingkungan instansi daerah se-wilayah kerja Kantor Regional VII BKN (Badan Kepegawaian Negara), yang berlangsung di Palembang.

Acara ini bertujuan untuk memperkuat penerapan sistem merit dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN), agar penempatan ASN dilakukan berdasarkan kompetensi dan potensi individu secara tepat.

Dengan sistem terbaru ini, seluruh kader terbaik ASN akan mendapatkan posisi yang sesuai dengan kemampuannya, mulai dari CPNS hingga jabatan struktural yang lebih tinggi.

Pemetaan potensi telah dilakukan untuk memastikan birokrasi berjalan secara optimal dan profesional.

Penandatanganan ini diikuti oleh seluruh kepala daerah di wilayah kerja Kantor Regional VII BKN.

Hadir dalam acara ini Kepala BKN Prof Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH, Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Bengkulu, Gubernur Bangka Belitung, serta Gubernur Jambi yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, bersama para wali kota dan bupati se-wilayah kerja Regional VII.

Langkah ini menjadi komitmen nyata dalam reformasi birokrasi, menjadikan meritokrasi sebagai landasan utama dalam pengembangan karier ASN di daerah.

Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, yang turut hadir dalam kegiatan penandatanganan komitmen pembangunan sistem merit ASN di Kantor Regional VII BKN Palembang, menyampaikan dukungannya terhadap transformasi birokrasi yang berbasis kompetensi.

“Penerapan sistem meritokrasi ini adalah langkah strategis untuk memastikan ASN bekerja sesuai dengan kapasitas dan potensinya,” kata Maulana.

“Dengan sistem ini, tidak ada lagi penempatan yang tidak tepat sasaran. Pemerintah Kota Jambi sangat mendukung penuh upaya ini demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Wali Kota Maulana.

Ia juga menambahkan bahwa, Pemerintah Kota Jambi telah mulai melakukan pemetaan potensi ASN sejak beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari reformasi birokrasi.

“Kita sudah memulai dari hulu, termasuk dalam proses rekrutmen CPNS, pelatihan, hingga penempatan jabatan. Sistem merit ini akan memperkuat langkah-langkah itu dan membawa dampak positif bagi pelayanan publik,” tambahnya.(*)