Atasi Titik Rawan Banjir, Walikota Jambi Genjot Infrastruktur Drainase dan Embung Resapan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan banjir di wilayah rawan.

Wali Kota Jambi, Maulana, meninjau langsung proyek pembangunan saluran drainase beton di kawasan Simpang Rimbo, Senin (25/8/2025).

Saluran drainase sepanjang 170 meter ini dibangun menggantikan drainase alami, sebagai upaya mencegah banjir yang kerap terjadi di beberapa RT sekitar Simpang Rimbo.

“Beberapa RT di Simpang Rimbo menjadi langganan banjir setiap musim hujan. Dengan drainase beton ini, air bisa mengalir lebih cepat dan mencegah genangan,” ujar Maulana.

Selain Simpang Rimbo, Wali Kota juga meninjau dua lokasi lain yang kerap terdampak banjir, yakni RT 20 dan RT 49 di kawasan Mayang Mangurai.

“Kami terus melakukan penanganan di titik-titik banjir yang telah dipetakan sebagai lokus bencana,” tambahnya.

Menurut Maulana, penanganan banjir merupakan bagian dari program prioritas Kota Tangguh, khususnya dalam sektor penanggulangan bencana.

Melalui Dinas SDA PUPR, proyek ini menjadi bagian dari upaya sistematis memperkuat infrastruktur perkotaan.

Tak hanya itu, Maulana juga mengungkapkan rencana optimalisasi lahan resapan di kawasan Kampung Banjir.

“Kita punya lahan seluas 1 hektare untuk dijadikan daerah resapan, khususnya di aliran Sungai Asam,” jelasnya.

Di sisi lain, pelebaran saluran drainase juga dilakukan di kawasan Purnama agar air dapat tertampung sementara di embung sebelum dialirkan secara bertahap menuju Danau Lembah Permai.

“Pendanaan dari pusat, provinsi, dan kota sudah tersedia. Pembebasan lahan segera kita eksekusi,” tutupnya.(*)




Hari Anak Nasional : Wali Kota Maulana Bawa Anak-Anak Jambi Tumbuh Bahagia dan Berkualitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tawa riang dan wajah-wajah ceria anak-anak menyelimuti perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 Tahun 2025 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi di Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Rabu (20/8/2025).

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., dengan penuh kehangatan menyambut kehadiran anak-anak dari berbagai penjuru Kota Jambi.

Suasana terasa semakin akrab, aula rumah dinas itu pun seakan berubah menjadi ruang bermain dan berbagi bahagia antara pemimpin kota dengan generasi penerus bangsa.

Yang membuat perayaan tahun ini semakin istimewa, karena hadirnya pula anak-anak berkebutuhan khusus yang menampilkan berbagai kreasi terbaik mereka.

Dari alunan musik, peragaan busana, hingga koreografi yang penuh semangat, semuanya tersaji indah dan memikat. Sorak sorai dan tepuk tangan bergemuruh, menjadi tanda betapa setiap anak berhak untuk dihargai, didukung, dan diberi ruang untuk bersinar.

Momen HAN yang mengusung tema “Anak Indonesia Bersaudara” itu semakin menegaskan kembali komitmen bahwa Kota Jambi adalah kota yang inklusif, ramah, serta peduli terhadap anak, di mana setiap anak tanpa terkecuali, mendapat tempat yang sama untuk tumbuh, berkembang, dan berbahagia.

Acara itu juga dirangkai dengan pengukuhan Forum Anak Daerah Bumi Angso Duo Kota Jambi masa bakti 2025-2027 dan syukuran atas diraihnya penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025 untuk Kota Jambi dengan predikat tertinggi nasional, yakni “Peringkat Utama”.

Wali Kota Jambi dokter Maulana, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk mengingatkan semua pihak akan peran strategis anak dalam keberlangsungan bangsa.

“Hari Anak Nasional mengingatkan kita semua bahwa anak adalah aset terbesar bangsa. Mereka harus mendapatkan ruang terbaik untuk tumbuh, berkembang, dan meraih cita-cita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. “Mari kita terus perkuat solidaritas, sehingga tidak ada lagi kekerasan, perundungan, maupun bentuk diskriminasi terhadap anak,” imbuhnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas beragam penampilan yang ditampilkan siswa-siswi Kota Jambi pada perayaan Hari Anak Nasional kali ini, khususnya dari anak-anak istimewa atau berkebutuhan khusus yang turut menunjukkan bakat terbaiknya.

“Ini adalah bentuk apresiasi dari pemerintah terhadap anak-anak. Namun dukungan tidak cukup hanya dari pemerintah saja, melainkan juga dari seluruh lapisan masyarakat, dengan memberikan ruang kreasi dan kesempatan yang luas bagi anak-anak. Termasuk melalui program Kampung Bahagia yang akan memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana sebagai wadah generasi penerus bangsa,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Maulana juga menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, yang tidak jarang membawa pengaruh negatif bagi tumbuh kembang mereka.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung penghapusan segala bentuk eksploitasi anak. Salah satunya dengan tidak memberikan sumbangan di lampu merah, karena hal tersebut justru mendorong anak berada di jalanan. Jika ingin bersedekah, salurkanlah melalui lembaga resmi agar lebih tepat sasaran,” tegasnya .

Dalam upaya memenuhi serta melindungi hak-hak anak, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah menjalankan berbagai langkah nyata, baik di bidang kesehatan maupun pendidikan.

Di bidang kesehatan, Pemkot Jambi terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, pemberian imunisasi dasar lengkap, hingga program pencegahan stunting yang menjadi prioritas bersama.

Selain itu, fasilitas kesehatan di Faskes Pertama juga didorong untuk semakin ramah anak, sehingga mampu memberikan pelayanan yang nyaman dan aman bagi mereka.

Sementara di bidang pendidikan, Pemkot Jambi berkomitmen menjamin akses pendidikan yang merata, mulai dari jenjang PAUD hingga sekolah menengah.

Berbagai program beasiswa bagi anak-anak berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu juga terus digulirkan melalui program “Kartu Bahagia,” agar tidak ada anak Kota Jambi yang terhambat dalam menempuh pendidikan.

“Semua upaya ini merupakan wujud kesungguhan kita dalam memastikan setiap anak di Kota Jambi dapat tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia,” ungkap Maulana.

Terkait penghargaan Kota Layak Anak (KLA) yang baru saja kembali diraih oleh Kota Jambi, selain menyampaikan rasa syukur apresiasinya, Wali Kota Maulana juga menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga capaian tersebut.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, stakeholder terkait, hingga masyarakat, untuk terus mempertahankan setiap indikator penilaian, khususnya pada “Peringkat Utama”, sebagai bukti nyata kesungguhan Kota Jambi dalam mewujudkan kota yang ramah anak.

“Ini adalah perjuangan kita bersama, dan tentu menjadi tanggung jawab ke depan bagaimana mempertahankan seluruh indikator penilaian. Termasuk langkah konkret dalam mencegah segala bentuk eksploitasi terhadap anak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur semata, tetapi juga dari sejauh mana sebuah daerah mampu melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Anak-anak adalah fondasi utama masa depan Kota Jambi. Maka dari itu, tugas kita bersama dalam mendidik mereka tidak cukup hanya melalui dunia pendidikan formal, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai pondasi pertama dan utama,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, dalam laporan kegiatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPMPPA) Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, menyampaikan bahwa pelaksanaan Hari Anak Nasional tingkat Kota Jambi ini bertujuan sebagai wujud penghormatan, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa.

Kegiatan ini juga menjadi upaya nyata dalam mewujudkan ruang bersama bagi anak-anak Indonesia, sekaligus memperluas pemanfaatan Call Center SAPA 129 sebagai sarana penanganan permasalahan kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari percepatan pengembangan satu data gender dalam penyusunan kebijakan dan program pemenuhan hak serta perlindungan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan HAN tingkat Kota Jambi tahun ini melibatkan sebanyak 370 anak, yang terdiri dari Forum Anak Daerah Bumi Angso Duo Kota Jambi, anak-anak berkebutuhan khusus dari SLB Harapan Mulya, serta siswa-siswi berprestasi tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kota Jambi.

Lebih jauh, Noverentiwi juga menjelaskan bahwa dalam rangkaian HAN tahun ini turut diselenggarakan Lomba Kelurahan Layak Anak yang diikuti oleh 11 kelurahan sebagai perwakilan dari setiap kecamatan.

“Lomba ini merupakan representasi dari tujuan besar kita bersama, yaitu menjadikan Kota Jambi sebagai Kota Layak Anak, di mana seluruh pihak berkomitmen memperjuangkan pemenuhan hak anak dalam kehidupan bermasyarakat,” sebutnya.

Dalam acara itu turut dilakukan penyerahan piagam penghargaan Kelurahan Layak Anak dalam rangkaian lomba Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025. Selain itu, diberikan pula bingkisan dari Forum CSR yang tergabung dalam Perusahaan Sahabat Anak Indonesia kepada para siswa-siswi berprestasi, mulai dari tingkat Kota, Provinsi, Nasional hingga Internasional.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan berbagai penampilan menarik dari perwakilan sekolah di Kota Jambi, serta pemutaran film pendek bertema “Stop Bullying dan Perundungan” yang menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Sentra Alyatama Hendra Permana, Bunda PAUD Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Provinsi Jambi, jajaran Pemerintah Kota Jambi, Asosiasi Sahabat Anak Indonesia, serta para tamu undangan lainnya.(*)




Kondisi Memprihatinkan, RSUD Abdul Manap Jambi Siap Direhabilitasi Mulai 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kondisi RSUD Abdul Manap Kota Jambi saat ini menjadi sorotan publik.

Lebih dari setengah ruang rawat inap rumah sakit tidak bisa digunakan akibat kerusakan yang cukup parah.

Situasi ini mendorong Wali Kota Jambi, Dr. Maulana, mengambil langkah tegas dengan menetapkan rehabilitasi total rumah sakit sebagai prioritas utama Pemkot Jambi.

Langkah ini merupakan respons atas pernyataan Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, yang menilai kondisi RSUD Abdul Manap sangat memprihatinkan dan tidak layak hanya mendapatkan perbaikan tambal sulam.

“Kondisinya sangat memprihatinkan, dan perlu direhabilitasi total, bukan sekadar perbaikan ringan,” tegas Faried.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa eksekutif dan legislatif kini telah sepakat untuk mempercepat proses rehabilitasi rumah sakit.

“Prioritas kami adalah perbaikan total infrastruktur ruang layanan. DPRD sudah mendukung penuh, tinggal kami susun perencanaannya,” kata Maulana, Senin (18/8/2025).

Pemkot Jambi akan mulai dengan kajian teknis dan perencanaan ulang secara menyeluruh di tahun 2025, yang didanai melalui APBD Perubahan 2025.

Pembangunan fisik dijadwalkan dimulai secara bertahap pada 2026.

Langkah ini juga penting sebagai bagian dari persiapan menghadapi penerapan layanan BPJS Kesehatan kelas standar, yang menuntut fasilitas medis yang memadai dan berkualitas.

Sementara itu, masalah lain yang turut mendesak adalah kondisi keuangan RSUD Abdul Manap yang masih mengalami kerugian.

Meski berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), rumah sakit ini baru meraih pendapatan Rp 30 miliar dari target Rp 40 miliar per tahun.

Defisit ini masih harus ditutup dengan subsidi dari APBD Kota Jambi.

Dengan dukungan DPRD, Pemkot optimistis rehabilitasi ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan menyelamatkan keberlanjutan kerja sama vital dengan BPJS Kesehatan.(*)




Pemkot Jambi Perluas Kerja Sama dengan PTS, Dorong Peningkatan SDM dan Riset

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan.

Wujud nyata komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Jambi dan Universitas Batanghari (Unbari) Jambi, yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Acara penandatanganan berlangsung di Aston Hotel Jambi, Senin siang (11/8/2025), dan dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Pjs Rektor Universitas Batanghari, Afdalisma, S.H., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah X.

Selain penandatanganan nota kesepakatan, pada kesempatan tersebut Wali Kota Maulana juga menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Batanghari dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi.

PKS tersebut mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dokumen PKS ditandatangani oleh Dekan FKIP Unbari, Abdoel Gafar, dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi, Arzi Efendi.

Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan, pengelolaan arsip, dan literasi masyarakat di Kota Jambi.

Dalam keterangannya kepada sejumlah awak media, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan apresiasi kepada Pjs Rektor Universitas Batanghari, yang juga menjabat sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah X, atas inisiatifnya menginisiasi kerja sama berbasis sains dan teknologi yang memberikan dampak positif bagi sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

“Melalui kerja sama ini, kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk terlibat, baik dalam kajian maupun riset, demi mewujudkan pembangunan yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Maulana menegaskan, Pemkot Jambi menyambut baik inisiatif tersebut dan berkomitmen mendukung pelaksanaannya di lapangan.

“Kami siap menjadi laboratorium besar bagi perguruan tinggi, sehingga terjalin hubungan yang saling menguntungkan dan berkontribusi pada kemajuan bersama,” lanjutnya.

Sebelumnya, pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi, dokter Maulana juga didapuk sebagai narasumber utama dengan materi paparan bertema “Potensi Kerja Sama Perguruan Tinggi Swasta dengan Pemerintah Kota Jambi dalam Mewujudkan Kota Jambi Bahagia.”

Dalam paparannya, Wali Kota Maulana menegaskan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dan perguruan tinggi swasta merupakan bentuk kolaborasi strategis untuk mendukung pembangunan nasional maupun daerah.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui pemanfaatan sumber daya, keahlian, dan inovasi yang dimiliki masing-masing pihak.

“Manfaat kerja sama ini antara lain untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik, memperkuat program pembangunan daerah, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mendukung implementasi Program Merdeka Belajar, memanfaatkan sumber daya secara sinergis, menciptakan inovasi dan solusi lokal, serta meningkatkan citra institusi,” tegasnya.

Ia juga memaparkan sejumlah bentuk kerja sama yang telah dijalin Pemerintah Kota Jambi dengan perguruan tinggi swasta.

Di antaranya, kerja sama dengan Politeknik Pariwisata National Hotel Institute Bandung di bidang pariwisata dan kebudayaan untuk peningkatan sektor kepariwisataan dan pelestarian budaya Kota Jambi; kerja sama dengan Universitas Dinamika Bangsa di bidang penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasis elektronik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia; serta kerja sama dengan Universitas Batanghari di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana juga menjelaskan sejumlah program unggulan Pemkot Jambi, seperti Kartu Bahagia dan Kampung Bahagia.

Kedua program ini berbasis komunitas dalam membangun daerah dengan melibatkan masyarakat secara langsung, sejalan dengan semangat kerja sama yang tengah dilakukan saat ini, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Turut hadir dalam kegiatan ini para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jambi, serta mahasiswa dan mahasiswi yang menjadi peserta kegiatan fasilitasi peningkatan kerja sama program studi pada perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah X.(*)




DPRD Kota Jambi Sahkan Tiga Perda, Termasuk Penataan Struktur OPD dan RPJMD Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi menyetujui tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) alternatif yang diusulkan oleh Pemkot Jambi menjadi Peraturan Daerah.

Persetujuan terhadap tiga Ranperda tersebut setelah dilaksanakan Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi, dalam rangka penyampaian Laporan Hasil Kerja Pansus 3 (tiga), pada Senin (11/8/2025), bertempat di Ruang Swarna Bumi.

Adapun ketiga Ranperda yang ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Kota Jambi tersebut, adalah :

1. Ranperda Kota Jambi Tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi.

2. Ranperda Kota Jambi Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

3. Ranperda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jambi Tahun 2025-2029.

Disetujuinya tiga Ranperda tersebut ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama antara Wali Kota Jambi Maulana dan Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly. Prosesi penandatanganan itu turut disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, bersama unsur pimpinan DPRD Kota Jambi, yakni Wakil Ketua I M. Yasir dan Wakil Ketua III Naim.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengapresiasi proses legislasi yang berjalan cepat dan kolaboratif, yang mencerminkan sinergi baik antara badan legislatif dan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, pembahasan tiga Ranperda ini berlangsung sangat cepat. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pimpinan Dewan, unsur pimpinan, seluruh fraksi DPRD Kota Jambi, serta Panitia Khusus yang telah bekerja optimal bersama perangkat daerah terkait dalam pembahasan dan pengkajian tiga Rancangan Peraturan Daerah Kota Jambi, yang hari ini kita sahkan bersama,” ujarnya.

Maulana juga menjelaskan bahwa dengan terbentuknya badan baru di lingkungan Pemkot Jambi, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), penanganan dan penanggulangan bencana di Kota Jambi akan dilakukan lebih cepat dan komprehensif. Harapannya, penanggulangan bencana tidak lagi bersifat reaktif, tetapi proaktif, terkoordinasi, serta berbasis mitigasi dan kesiapsiagaan.

“Pembentukan badan baru ini merupakan wujud komitmen untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam menghadapi bencana yang semakin kompleks dan dinamis. Kehadiran BPBD merupakan mandat yang harus dipenuhi guna mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang terpadu, profesional, dan berbasis masyarakat,” tegasnya.

Selanjutnya, terkait Ranperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Jambi, Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa penambahan struktur organisasi dari tipe B menjadi tipe A pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang adaptif dan responsif, namun tetap akuntabel serta berorientasi pada pelayanan publik yang prima.

“Dengan penyempurnaan struktur kelembagaan ini, kita ingin membentuk perangkat daerah yang efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas serta fungsi pemerintahan, sekaligus memberikan pelayanan publik yang optimal,” terangnya.

Lebih lanjut, Maulana memaparkan bahwa Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jambi Tahun 2025–2029 telah disusun melalui pendekatan teknokratik, partisipatif, politis, serta kombinasi bottom-up dan top-down. Penyusunannya juga telah melalui proses konsultasi publik, baik pada forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun pembahasan bersama DPRD.

“Dalam dokumen RPJMD ini, kami berkomitmen untuk mewujudkan Kota Perdagangan dan Jasa yang Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera, atau yang dikenal dengan sebutan ‘Kota Jambi Bahagia’,” jelasnya.

Dengan disetujuinya tiga Ranperda ini, Wali Kota Maulana berharap regulasi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Jambi, sekaligus menjadi landasan penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly menyampaikan dukungan penuh terhadap pengesahan tiga Ranperda prioritas yang baru saja disetujui.

“Ketiga Ranperda ini merupakan langkah penting dalam menjalankan fungsi legislatif demi mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat Kota Jambi,” katanya.

Faried berharap ketiga Ranperda ini dapat segera diimplementasikan untuk memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat.

“Kami dari pansus fokus pada tiga Ranperda utama yang diharapkan dapat segera diterapkan dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Jambi,” singkatnya.

Selanjutnya, sebagaimana tahapan penetapannya, Peraturan Daerah ini akan disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jambi untuk dilakukan evaluasi sebagai tahapan lebih lanjut.

Rapat paripurna ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Jambi, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan beserta jajaran dilingkungan Pemkot Jambi.(*)




DPRD Kota Jambi Setujui 3 Ranperda Penting, Wali Kota Maulana Apresiasi Sinergi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) penting disetujui oleh DPRD Kota Jambi dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung Swarna Bhumi, Senin (11/8/2025).

Ketiga ranperda tersebut dipandang strategis dan berdampak besar terhadap tata kelola pemerintahan serta pembangunan Kota Jambi dalam lima tahun ke depan.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, memberikan apresiasi atas kinerja legislatif yang dinilai responsif dan produktif dalam merespon kebutuhan pemerintah daerah.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Jambi, pembahasan tiga Ranperda ini berjalan sangat cepat, efektif, dan sinergis. Ini menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat antara eksekutif dan legislatif,” ujar Maulana.

Tiga Ranperda yang Disetujui DPRD Kota Jambi:

  1. Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) – untuk memperkuat sistem mitigasi dan penanganan bencana secara mandiri di tingkat kota. Selama ini, penanganan bencana masih menjadi bagian dari Damkar.

  2. Revisi Perda Nomor 14 Tahun 2016 – perubahan struktur perangkat daerah, termasuk peningkatan tipe organisasi perangkat daerah dari tipe B menjadi tipe A untuk beberapa dinas strategis.

  3. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 – sebagai peta jalan pembangunan Kota Jambi lima tahun ke depan, selaras dengan visi “Kota Jambi Bahagia”.

Maulana menyebut ketiga ranperda ini merupakan instrumen penting. Pembentukan BPBD, misalnya, sangat diperlukan untuk mempercepat respons terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja.

Selain itu, perubahan struktur organisasi akan memperkuat kapasitas OPD dalam menangani isu-isu pembangunan yang semakin kompleks.

“Empat OPD akan dinaikkan statusnya menjadi tipe A, dan ada kebutuhan penambahan pejabat struktural agar mampu menyesuaikan dengan beban kerja yang meningkat,” jelasnya.

Terkait RPJMD 2025–2029, Maulana berharap seluruh perangkat daerah memahami arah kebijakan pembangunan ini sebagai pedoman utama dalam perencanaan dan pelaksanaan program kerja.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyampaikan harapannya agar ketiga peraturan ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“DPRD mendukung penuh langkah-langkah strategis Pemerintah Kota Jambi. Kami berharap produk hukum ini bisa membawa dampak positif yang luas,” katanya.

Rapat paripurna tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, dan tokoh masyarakat.(*)




Wali Kota Maulana Terima Kartu Anggota Kehormatan PPAD, Ini Pesan Mayjen TNI (Purn) Kamarudin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPAD Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Kamarudin Simanjuntak, S.IP., M.Sc., menegaskan bahwa, pengangkatan anggota kehormatan PPAD tidak dilakukan sembarangan.

Seseorang hanya bisa diangkat jika memiliki hubungan historis atau latar belakang keluarga dengan purnawirawan TNI AD.

“Kami lihat dari sejarah keluarga. Jika ada anggota keluarga yang merupakan purnawirawan, maka bisa kami angkat sebagai anggota kehormatan,” ujar Kamarudin saat menyerahkan secara simbolis topi dan kartu anggota kehormatan PPAD kepada Wali Kota Maulana.

Kartu anggota PPAD ini berlaku di seluruh Indonesia dan menjadi simbol kebersamaan antar-purnawirawan. “Kartu ini akan membawa banyak manfaat. Ketika Bapak Wali Kota bertemu dengan anggota PPAD di mana pun di Indonesia, pasti akan disambut hangat,” tambahnya.

Selain itu, dalam acara yang turut dihadiri oleh Danrem 042/Garuda Putih, Dandim 0415/Jambi, Wakil Gubernur Jambi, Camat Telanaipura, dan pejabat Forkopimda lainnya, Kamarudin mengucapkan selamat kepada Purnawirawan Mayor Syujadi yang resmi dilantik sebagai Ketua PPAD Kota Jambi masa bakti 2025–2030.

Kamarudin berharap kepemimpinan Syujadi dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta aktif membantu masyarakat.

“Pesan saya kepada Bapak Wali Kota dan Ketua PPAD Kota Jambi, tolong jaga dan sukseskan program Asta Cita, karena ini adalah janji saya kepada Presiden Republik Indonesia,” tegasnya.

Dengan kepengurusan baru, PPAD Kota Jambi diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat wawasan kebangsaan, menjaga stabilitas sosial, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Jambi.(*)




Usai Serahkan SK, Wali Kota Jambi Minta PPPK Patuhi Etika ASN

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana memberikan peringatan tegas kepada para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kota Jambi yang baru saja menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

Dalam arahannya, Maulana menekankan pentingnya pemahaman kode etik, etika pribadi, dan tanggung jawab sebagai ASN.

“Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, kalian wajib menjunjung tinggi kehormatan bangsa, pemerintah, dan martabat ASN. Jangan kedepankan kepentingan pribadi atau golongan. Bekerjalah dengan jujur, cermat, dan penuh integritas,” tegas Maulana.

Ia juga mewanti-wanti agar para PPPK mengembangkan budaya kerja yang harmonis, menjauhi sikap egois yang bisa memicu konflik dalam organisasi besar seperti Pemerintah Kota Jambi.

Maulana menutup arahannya dengan ajakan untuk menjadi ASN BerAKHLAK dan profesional dalam melayani masyarakat.(*)




PPPK Dominasi ASN di Kota Jambi, Walikota Maulana Minta Pelayanan Publik Ditingkatkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wali Kota Jambi, Maulana menegaskan pentingnya peningkatan kinerja dan pelayanan publik bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru saja menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.

Sebanyak 1.953 ASN diserahkan SK pengangkatannya oleh Pemerintah Kota Jambi, terdiri dari 1.909 PPPK dan 44 CPNS hasil seleksi tahun 2024.

Dalam arahannya, Maulana menekankan bahwa masa depan kualitas pelayanan publik Kota Jambi sangat bergantung pada kinerja PPPK.

“Jumlah PNS saat ini hanya sekitar 4.200 orang. Dengan bertambahnya 5.907 PPPK setelah tahap kedua nanti, pelayanan publik akan lebih banyak ditopang oleh PPPK. Maka saya minta kinerja dan pelayanan terus ditingkatkan,” tegas Maulana.

Ia juga meminta PPPK terus berinovasi dan menjaga profesionalisme.

Seleksi tahap kedua untuk 1.468 formasi PPPK akan berlangsung pada 5–10 Mei 2025 di UPT BKN Kota Jambi.(*)




Wali Kota Maulana Serahkan 1.953 SK PPPK dan CPNS Kota Jambi di Tengah Hujan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Di tengah hujan rintik pagi ini, Wali Kota Jambi, Dr dr H Maulana, MKM, tetap berdiri tegak di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi untuk menyerahkan 1.909 SK Pengangkatan PPPK dan 44 SK CPNS formasi tahun 2024.

Acara ini juga sekaligus menjadi momen pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional PPPK dan CPNS di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Penyerahan SK ini mencakup formasi dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan selamat kepada seluruh penerima SK dan mengapresiasi perjuangan mereka yang telah lolos melalui seleksi ketat berbasis Computer Assisted Test (CAT).

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa kalian adalah individu terpilih dan kompeten. Namun, jangan berpuas diri. Adaptasi, kinerja, dan perilaku kalian akan terus dinilai oleh lingkungan kerja,” tegas Maulana.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan terus meningkatkan kapasitas sebagai abdi negara di lingkungan Pemkot Jambi.(*)