Halal Bihalal FKRT Kota Jambi, Wali Kota Maulana Tegaskan Dampak Program Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam semangat kebersamaan menyambut bulan Syawal 1447 Hijriah, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, menghadiri Halal Bihalal Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota, Sabtu pagi (04/04/2026).

Acara yang mengusung tema “Bahagia Bersholawat” ini diikuti jajaran Kepala OPD, Camat, Lurah, Ketua RT, serta perwakilan BAZNAS Kota Jambi, sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi dan kolaborasi dalam membangun Kota Jambi Bahagia.

Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi atas peran aktif para pengurus RT dan mengajak seluruh peserta untuk menjadikan halal bihalal sebagai momentum memperkokoh persatuan, semangat gotong royong, dan kebersamaan di masyarakat.

“Kegiatan ini juga menjadi momen untuk mensosialisasikan program-program unggulan Kota Jambi, khususnya Kampung Bahagia, yang telah memberi dampak nyata pada berbagai indikator makro daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program Kota Jambi Bahagia telah meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor kreatif, menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan semangat gotong royong, kita bisa terus meningkatkan capaian positif demi kesejahteraan dan kebahagiaan warga Kota Jambi,” tegas Maulana.

Ketua FKRT Kota Jambi, Suparyono, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah selama ini, yang membuat FKRT mampu berperan aktif dan menjadi teladan bagi kota lain.

“Saya diminta menjadi narasumber di Kota Bengkulu, karena mereka ingin mengadopsi Program Kampung Bahagia. Ini bukti keberhasilan FKRT Kota Jambi dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Suparyono.

Menurutnya, Forum RT memiliki peran strategis dalam meneruskan program pemerintah hingga ke tingkat masyarakat, sehingga pembangunan dan kebahagiaan warga dapat terwujud secara nyata.

Acara halal bihalal ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah kota dan masyarakat melalui FKRT dalam menjaga harmoni sosial, kebersamaan, dan pembangunan berkelanjutan di Kota Jambi.(*)




Wali Kota Jambi Menunggu Persetujuan RUPS Sebelum Eksekusi Modal Rp13,1 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr Maulana, menegaskan bahwa Pemkot Jambi hingga kini masih menunggu keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait kelanjutan penyertaan modal di Bank 9 Jambi senilai Rp13,1 miliar.

Menurut Maulana, penyertaan modal, baik dalam bentuk uang maupun aset, harus melalui persetujuan RUPS dan berbagai kajian pendukung sebelum dapat dilaksanakan.

“Setiap dilakukan RUPS masih membutuhkan kajian-kajian. Saat ini kita masih menunggu. Kita tidak bisa memaksa,” jelas Wali Kota.

Ia menambahkan, Pemkot Jambi telah mengusulkan persoalan ini kepada Bank Jambi sesuai arahan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), tetapi keputusan akhir tetap bergantung pada hasil RUPS.

“Itu saja permasalahan saat ini. Kita masih menunggu RUPS dan akan kembali mengusulkan pelaksanaannya,” pungkas Maulana.

Sebelumnya, DPRD Kota Jambi sempat menyoroti persoalan legalitas dan proses penyertaan modal, termasuk dugaan pencurian di gedung Bank 9 senilai Rp2,27 miliar.

Sehingga menimbulkan kebutuhan untuk perhitungan independen dan kajian kelayakan aset sebelum dilanjutkan.

Gedung yang menjadi bagian dari penyertaan modal Pemkot Jambi sudah rampung sejak sekitar dua tahun lalu, dengan nilai total aset Rp13,12 miliar.

Meliputi gedung, tanah, dan pagar di Jalan Raden Mattaher, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur. Namun hingga kini, pemanfaatannya masih menunggu keputusan resmi dari RUPS Bank Jambi.

Maulana menekankan bahwa seluruh proses penyertaan modal harus mengikuti prosedur hukum dan tata kelola yang benar, agar transparan dan aman dari risiko kerugian bagi pemerintah daerah maupun masyarakat.(*)




Walikota Pastikan Pemkot Jambi Siap Audit LKPD, Tingkatkan Akuntabilitas dan Transparansi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, mengikuti Entry Meeting Pemeriksaan LKPD Tahun 2025 oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Kamis pagi (02/04/2026).

Kegiatan ini digelar melalui zoom meeting di Ruang Rapat Wali Kota Jambi dan menandai dimulainya proses audit laporan keuangan daerah untuk tahun anggaran 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Maulana didampingi Sekretaris Daerah Drs. H. A Ridwan, M., Si dan Kepala Perangkat Daerah terkait, serta Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi.

Kegiatan ini diikuti serentak oleh seluruh kepala daerah dan Ketua DPRD di Indonesia, baik secara langsung maupun daring.

Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan audit dan menegaskan bahwa seluruh OPD telah menyiapkan dokumen dan data pendukung. I

a menyoroti pencatatan aset lama sebagai tantangan utama, dan menekankan rencana sensus aset untuk memperbaiki akurasi data.

“Persoalan aset masih menjadi tantangan, terutama pencatatan aset lama. Kami akan melakukan sensus aset untuk memastikan data akurat,” ujarnya.

Maulana juga menyinggung implementasi UU HKPD, terutama tingginya belanja pegawai yang masih di atas 50 persen, jauh dari batas ideal 30 persen.

Menurutnya, hal ini menjadi salah satu stimulus ekonomi lokal, sehingga opsi ekstrem seperti PHK PPPK tidak menjadi pilihan.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Pemeriksa BPK RI, Rosihan Enggrie Widyarsa, mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran untuk menghadapi potensi instabilitas akibat kondisi geopolitik global.

Ia mendorong Pemkot Jambi untuk meningkatkan kegiatan yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, seperti event olahraga yang dijadwalkan rutin tiap tahun.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI, Widhi Widayat, menegaskan tujuan audit adalah membangun pemahaman bersama antara BPK dan jajaran pemerintah daerah.

Proses pemeriksaan telah dilakukan sejak Januari 2026 guna memastikan kesiapan dokumen dan kelengkapan laporan keuangan.

Widhi mengapresiasi seluruh pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di wilayah Direktorat Jenderal PKN V yang telah menyampaikan laporan tepat waktu.

Menurutnya, langkah ini mencerminkan disiplin, transparansi, dan akuntabilitas daerah, serta kemampuan mengelola keuangan secara mandiri tanpa ketergantungan pada transfer pusat.(*)




Wali Kota Maulana Paparkan LKPJ 2025, Kemiskinan dan Pengangguran di Jambi Turun

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai indikator sosial ekonomi pada Tahun 2025.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Maulana dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi, Selasa (31/03/2026), pada agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota 2025.

Wali Kota Maulana menegaskan, upaya pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan masyarakat membuahkan hasil nyata.

“Tahun 2025, angka kemiskinan Kota Jambi tercatat sebesar 7,69 persen, turun dibanding 7,73 persen pada 2024. Sementara tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen,” ujar Maulana.

Penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan keberhasilan program-program sosial dan ekonomi yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk pemberdayaan UMKM dan peningkatan akses pelayanan dasar.

Selain itu, Maulana memaparkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi.

IPM merupakan indikator penting yang mengukur kualitas hidup masyarakat berdasarkan tiga dimensi: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.

“Tahun 2025, IPM Kota Jambi mencapai 82,32, masuk kategori Sangat Tinggi, meningkat dibanding 81,77 pada 2024.

Ini menjadi bukti nyata upaya Pemkot Jambi dalam meningkatkan kualitas hidup warganya,” jelas Wali Kota Maulana.

Maulana menambahkan, capaian ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

“Kami akan terus memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat agar kemajuan sosial ekonomi ini dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga Kota Jambi,” tutupnya.(*)




Wali Kota Jambi Siapkan Kawasan Terpadu di Eks Lokalisasi Pucuk, Fokus Ibadah dan Ekonomi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mendorong perubahan kawasan eks lokalisasi menjadi lingkungan yang lebih produktif dan religius.

Upaya ini ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, saat meninjau lokasi rencana pembangunan masjid di kawasan Jalan Syailendra RT 05, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Senin (30/3/2026).

Lokasi tersebut sebelumnya dikenal sebagai kawasan eks lokalisasi Pucuk yang memiliki stigma negatif.

Kini, Pemkot Jambi menargetkan kawasan tersebut bertransformasi menjadi pusat kegiatan sosial, keagamaan, dan ekonomi masyarakat.

Menurut Maulana, pembangunan masjid akan menjadi titik awal perubahan sosial di wilayah tersebut.

Selain sebagai tempat ibadah, kawasan ini juga dirancang menjadi pusat UMKM serta dilengkapi fasilitas olahraga untuk masyarakat.

Kawasan ini akan kita bangun menjadi tempat ibadah, pusat UMKM, dan sarana aktivitas masyarakat agar lebih produktif,” ujarnya di lokasi.

Saat ini, Pemkot Jambi masih melakukan penelusuran terkait status lahan yang akan digunakan.

Pemerintah optimistis pembangunan dapat segera terealisasi, mengingat adanya potensi hibah lahan dari pihak terkait.

Lebih lanjut, Maulana menegaskan bahwa penataan kawasan akan dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Pendekatan yang digunakan bersifat holistik untuk memastikan perubahan yang berkelanjutan.

Selain masjid, rencana pengembangan kawasan juga mencakup pemberdayaan ekonomi melalui UMKM, pembangunan pesantren sebagai sarana pendidikan keagamaan, serta penyediaan fasilitas olahraga.

Langkah ini diharapkan mampu menghapus stigma lama sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pemkot Jambi optimistis, dengan kolaborasi berbagai pihak, kawasan Payo Sigadung akan berkembang menjadi wilayah yang religius, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.(*)




Walikota Jambi Bersih-Bersih ASN Nakal, 4 Pegawai Sudah Diberhentikan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran disiplin aparatur sipil negara (ASN).

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan tidak akan mentolerir pelanggaran, bahkan siap menjatuhkan sanksi hingga pemberhentian.

Pernyataan itu disampaikan saat apel pagi di lingkungan Pemkot Jambi, Senin (30/3/2026).

Ia menekankan bahwa setiap ASN wajib menjaga etika, integritas, dan kedisiplinan dalam bekerja.

Tidak ada kompromi. Sanksi berat, termasuk pemberhentian, akan diberikan kepada ASN yang melanggar,” ujarnya.

Saat ini, melalui BKPSDMD, Pemkot Jambi tengah menangani sejumlah kasus pelanggaran disiplin.

Data terbaru mencatat dua PNS dan dua PPPK telah dijatuhi sanksi pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

Selain itu, satu pegawai PPPK juga diberhentikan sementara karena terlibat kasus pidana dan masih menunggu putusan pengadilan.

Proses penindakan pun terus berjalan terhadap empat ASN lainnya yang diduga melakukan pelanggaran berat, terutama terkait ketidakhadiran dan pelanggaran jam kerja.

Maulana menegaskan, langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi agar lebih bersih, profesional, dan berintegritas.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN untuk mengamalkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam menjalankan tugas.

Tak hanya soal disiplin kerja, ia juga memberi perhatian khusus pada perilaku keuangan ASN.

Ia mengingatkan agar tidak terjerumus dalam praktik pinjaman online ilegal maupun judi online yang dapat merusak citra dan kinerja.

Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan ASN tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Dengan kebijakan ini, Pemkot Jambi ingin memastikan terciptanya birokrasi yang profesional sekaligus memberikan efek jera bagi pelanggar aturan.(*)




Maulana dan Diza Turun Langsung, Soroti Sampah dan Infrastruktur Danau Sipin

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Maulana bersama Diza Hazra Aljosha turun langsung meninjau kondisi pintu air di kawasan perbatasan Kelurahan Telanai dan Legok, Kamis sore (26/03/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Jambi terhadap laporan masyarakat di kawasan Danau Sipin.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan turut didampingi jajaran pemerintah daerah, camat, lurah, hingga warga setempat.

Fokus utama peninjauan adalah kondisi pintu air serta rencana pengembangan Danau Sipin sebagai destinasi wisata unggulan.

Wali Kota Maulana menegaskan bahwa pengelolaan kawasan Danau Sipin membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Hal ini karena kewenangan pengelolaan kawasan tersebut melibatkan pemerintah pusat, provinsi, kota, hingga masyarakat.

“Pengelolaan tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak harus bersinergi agar kawasan ini bisa berkembang dan tetap terjaga,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan kebersihan yang masih menjadi tantangan utama.

Meski Pemerintah Kota Jambi telah memiliki aturan tegas terkait larangan membuang sampah ke sungai dan danau dengan denda hingga Rp5 juta, pelanggaran masih sering ditemukan.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan kawasan wisata berbasis lingkungan.

Selain kebersihan, aspek keamanan juga menjadi perhatian penting. Pemkot Jambi melalui program Kampung Bahagia mendorong pemasangan CCTV di tingkat RT sebagai upaya pencegahan tindak kriminalitas.

“Keamanan menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan. Tanpa rasa aman, orang enggan berkunjung,” tegasnya.

Dalam jangka panjang, Pemkot Jambi juga telah mengusulkan pembangunan infrastruktur strategis, termasuk rencana jalan layang yang menghubungkan kawasan Sungai Batanghari dengan Danau Sipin.

Proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus mengurangi kemacetan.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Maulana juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat, khususnya generasi muda melalui pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Pelatihan akan diberikan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan hingga komunikasi dengan wisatawan.

Terkait kondisi pintu air, ia menjelaskan bahwa sebelumnya terdapat fasilitas penyaring sampah yang kini rusak akibat usia dan korosi. Pemerintah berencana membangun kembali fasilitas tersebut.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa solusi utama tetap terletak pada perubahan perilaku masyarakat.

“Percuma infrastruktur dibangun jika kesadaran tidak ada. Jangan buang sampah sembarangan karena dampaknya bisa luas, termasuk banjir,” tegasnya.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Jambi menunjukkan komitmennya dalam menjadikan Danau Sipin sebagai destinasi wisata unggulan berbasis lingkungan.

Dukungan masyarakat diharapkan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kawasan wisata yang bersih, aman, dan berdaya saing.(*)




Harumkan Nama Indonesia dan Kota Jambi, Almira Ainun Wakili ke Sanremo Italia 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi gemilang, Maulana menerima langsung Almira Ainun di ruang kerjanya pada Kamis (26/03/2026).

Almira diketahui berhasil meraih gelar Grand Prix Indonesia 2026 dalam ajang Sanremo Junior Indonesia.

Kompetisi tersebut merupakan ajang pencarian bakat menyanyi untuk anak usia 6 hingga 15 tahun.

Pemenangnya akan mewakili Indonesia di babak final dunia Sanremo Junior World Final yang digelar di Italia, sebuah panggung internasional bergengsi bagi talenta muda dari berbagai negara.

Dalam suasana hangat dan penuh kebanggaan, Wali Kota Maulana memberikan motivasi kepada Almira yang akan bertolak ke Italia pada April 2026 mendatang.

Ia menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras yang patut diapresiasi.

Almira Ainun sendiri merupakan siswi SMP Al-Falah Jambi. Keikutsertaannya di ajang internasional akan difasilitasi oleh Purwacaraka Music Studio dari Jakarta.

Wali Kota Maulana menyampaikan rasa bangganya atas prestasi tersebut.

Menurutnya, keberhasilan Almira tidak hanya membanggakan keluarga dan sekolah, tetapi juga membawa nama baik Kota Jambi di tingkat nasional hingga internasional.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Jambi akan membantu mempromosikan Almira melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan website resmi pemerintah daerah.

“Pemerintah Kota akan ikut mempromosikan agar Almira semakin dikenal dan termotivasi menghadapi kompetisi internasional,” ujar Maulana.

Ia juga menambahkan bahwa Almira akan tampil di ajang Grand Prix Sanremo Italia pada 11 April 2026 sebagai satu-satunya perwakilan dari Jambi.

Tak hanya menampilkan kemampuan vokal, Almira juga akan memperkenalkan budaya daerah dengan mengenakan busana bernuansa batik khas Melayu Jambi di panggung internasional tersebut.

“Ini bukan hanya soal bernyanyi, tapi juga membawa identitas budaya Jambi ke dunia,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kota Jambi juga memberikan bantuan operasional berupa uang saku kepada Almira untuk menunjang kebutuhannya selama mengikuti kompetisi di Italia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi, keluarga Almira, serta perwakilan manajemen Purwacaraka cabang Jambi.

Keikutsertaan Almira Ainun di ajang internasional ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan berani bersaing di kancah global.(*)




Haru! Nenek Oh Khioe Dapat Bantuan Kursi Roda dari Wali Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Senyum bahagia terpancar dari wajah Oh Khioe (81) saat kediamannya di Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah dikunjungi oleh Maulana.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus penyerahan bantuan berupa kursi roda dan paket sembako.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (26/03/2026) ini menjadi bukti nyata kehadiran Pemerintah Kota Jambi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya kalangan lanjut usia.

Dalam kesempatan tersebut, penyaluran bantuan turut melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi bersama instansi terkait lainnya.

Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa kunjungannya tidak hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga memastikan langsung kondisi kesehatan penerima bantuan yang menjadi prioritas perhatian pemerintah.

“Saya menerima laporan terkait kondisi seorang lansia yang mengalami penurunan kemampuan berjalan. Hari ini kami hadir bersama Baznas, Dinas Sosial, serta pihak kecamatan dan kelurahan untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan kursi roda,” ujar Maulana.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa Pemerintah Kota Jambi akan menanggung biaya pengobatan yang sebelumnya masih dibayar secara mandiri oleh pihak keluarga.

Pembiayaan tersebut nantinya akan dialihkan melalui program Kartu Bahagia setelah proses pendataan selesai dilakukan.

Program ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, terutama dari sisi kesehatan.

Maulana juga mengapresiasi kepedulian warga sekitar yang telah membantu serta melaporkan kondisi nenek Oh Khioe kepada pemerintah daerah.

Program bantuan ini merupakan bagian dari prioritas Pemerintah Kota Jambi melalui program Kartu Bahagia dan Lansia Bahagia, yang berfokus pada jaminan kesehatan, bantuan sosial, serta peningkatan kualitas hidup para lansia.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berupaya memastikan setiap warga lanjut usia dapat menjalani kehidupan yang lebih layak, nyaman, dan sejahtera.(*)




Tarif Air di Kota Jambi Bakal Naik? Wali Kota Buka Suara Usai Kunker ke Perumdam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Isu kenaikan tarif air bersih di Kota Jambi menjadi sorotan setelah Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan kunjungan kerja ke Perumdam Tirta Mayang, Kamis (26/3/2026).

Dalam keterangannya, Maulana menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk menaikkan tarif air kepada pelanggan.

Ia memastikan kebijakan tersebut tidak akan diambil sebelum kualitas layanan benar-benar mengalami peningkatan signifikan.

“Tarif tidak akan dinaikkan sebelum ada jaminan kualitas air yang baik, jam pengaliran yang meningkat, serta ekspansi pelayanan secara besar-besaran,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kenaikan tarif di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi Perumdam Tirta Mayang.

Dalam kunjungan tersebut, Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Plh Sekda, dan sejumlah kepala OPD. Mereka disambut langsung oleh jajaran direksi Perumdam.

Selain membahas tarif, Maulana juga mengapresiasi peningkatan kinerja perusahaan, khususnya dalam penanganan keluhan pelanggan selama Ramadan hingga Idulfitri yang dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa perbaikan tersebut belum cukup.

Menurutnya, Perumdam masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam menekan tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) yang saat ini masih berada di angka sekitar 35 persen.

“Kalau 35 persen air hilang, itu artinya tidak menghasilkan pendapatan. Ini harus segera diselesaikan,” ujarnya.

Maulana juga menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis perusahaan, mulai dari pengambilan air baku, pengolahan, distribusi, hingga sistem pembayaran.

Di sisi lain, ia mendorong Perumdam Tirta Mayang untuk lebih agresif dalam memperluas jumlah pelanggan.

Saat ini tercatat sekitar 107 ribu sambungan rumah, dengan potensi besar dari sektor usaha dan kawasan perumahan baru.

Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan melalui strategi ekspansi yang matang, termasuk membuka kerja sama dengan pihak ketiga, tanpa hanya bergantung pada anggaran daerah.

Maulana juga memastikan akan kembali melakukan evaluasi dalam waktu dekat untuk mengkaji tugas dan fungsi masing-masing divisi, sekaligus memastikan target perusahaan daerah dapat tercapai.(*)