Maulana Gratiskan BPHTB, Akses Rumah untuk Warga Miskin Makin Terbuka

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menghadirkan terobosan besar di sektor perumahan dengan menghapus Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi nol rupiah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin memiliki rumah pertama.

Kebijakan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau.

“BPHTB nol rupiah ini kami hadirkan agar masyarakat, khususnya MBR, tidak lagi terbebani biaya tambahan saat membeli rumah pertama,” ujar Maulana.

Menurutnya, persoalan utama yang sering dihadapi masyarakat dalam memiliki rumah bukan hanya harga properti, tetapi juga biaya administrasi dan pajak yang cukup tinggi.

Karena itu, penghapusan BPHTB dinilai menjadi solusi konkret.

Selain insentif tersebut, Pemkot Jambi juga mempercepat proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Kebijakan ini semakin mempermudah proses pembangunan dan kepemilikan rumah bagi masyarakat.

Maulana menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional pembangunan 3 juta rumah, sekaligus upaya mempercepat pemerataan hunian layak di daerah.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya punya rumah, tetapi juga tinggal di lingkungan yang sehat, tertata, dan didukung infrastruktur yang memadai,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tingginya kebutuhan hunian di Kota Jambi seiring pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat.

Kondisi ini, kata dia, harus direspons dengan kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil.

“Kami fokus agar pembangunan perumahan benar-benar tepat sasaran, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” tegasnya.

Dalam forum yang digelar oleh Real Estate Indonesia Jambi tersebut, Maulana juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pengembang dalam mewujudkan target penyediaan rumah.

Dengan adanya insentif BPHTB nol rupiah dan kemudahan perizinan, Pemerintah Kota Jambi optimistis kepemilikan rumah bagi MBR akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun ke depan.(*)




Maulana Paparkan Strategi Kota Tangguh, Hunian Layak Jadi Fokus Utama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mempercepat pembangunan sektor perumahan sebagai bagian dari strategi besar “Kota Tangguh” yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam forum yang digelar oleh Real Estate Indonesia Jambi, belum lama ini.

Dalam paparannya, Maulana menekankan bahwa sektor properti memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjawab tantangan meningkatnya kebutuhan hunian.

“Dengan jumlah penduduk yang terus bertambah, kebutuhan rumah layak juga meningkat. Karena itu, pemerintah hadir dengan kebijakan konkret agar masyarakat, khususnya berpenghasilan rendah, bisa memiliki hunian,” ujar Maulana.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Jambi telah menerapkan kebijakan pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi nol rupiah untuk kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat kurang mampu.

Tak hanya itu, proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) juga dipercepat secara signifikan, dari yang sebelumnya memakan waktu lama kini hanya membutuhkan sekitar satu jam.

Menurut Maulana, langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional pembangunan 3 juta rumah, sekaligus upaya menciptakan ekosistem properti yang lebih inklusif dan kompetitif.

“Kami ingin menghadirkan hunian yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga didukung lingkungan yang sehat, akses air bersih, dan kawasan bebas banjir. Ini bagian dari visi Kota Jambi Bahagia,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dengan pengembang sangat penting agar pembangunan perumahan tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang luas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan bahwa sektor properti turut memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka peluang ekonomi baru di berbagai sektor turunan.

Sementara itu, kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya, meski fokus utama diskusi mengarah pada penguatan peran sektor properti dalam pembangunan daerah.

Melalui berbagai kebijakan yang telah disiapkan, Pemerintah Kota Jambi optimistis kebutuhan hunian masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.(*)




Kota Jambi Berpeluang Jadi Pilot Project Kemenkes, Fokus Penanganan TBC Diperkuat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, melakukan pertemuan penting dengan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia di kantor Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas penguatan sektor kesehatan, khususnya upaya penanganan tuberkulosis (TBC) di Kota Jambi.

Suasana audiensi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Bahkan, Wamenkes secara terbuka menyebut Maulana sebagai sahabat lama yang memiliki kedekatan sejak masa lalu.

Dalam diskusi tersebut, penanganan TBC menjadi perhatian utama. Pemerintah pusat melalui Kemenkes menilai perlunya langkah lebih agresif dalam mendeteksi dan menekan penyebaran penyakit tersebut.

Wamenkes mengungkapkan rencana untuk turun langsung ke Kota Jambi guna memastikan program penanganan berjalan optimal.

Salah satu strategi yang akan diperkuat adalah pelacakan kontak erat penderita, termasuk pemeriksaan menyeluruh terhadap anggota keluarga dalam satu rumah.

Selain itu, Kemenkes juga akan memberikan dukungan berupa alat rontgen portabel.

Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses deteksi dini kasus TBC di lapangan, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Tak hanya fokus pada penanganan penyakit, Maulana turut memaparkan rencana pengembangan fasilitas kesehatan di daerahnya.

Dua rumah sakit yang menjadi prioritas adalah Rumah Sakit Abdurrahman Sayoeti dan Rumah Sakit Abdul Manap.

Menanggapi hal tersebut, Wamenkes memberikan sinyal positif dan menyatakan dukungan terhadap peningkatan fasilitas layanan kesehatan di Kota Jambi.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Jambi juga menyatakan kesiapan untuk menjadi daerah percontohan dalam implementasi berbagai program kesehatan nasional.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas layanan sekaligus menekan angka penyakit menular.

Dalam kesempatan itu, Maulana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Kami sangat menyambut baik dukungan dari Kementerian Kesehatan. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem kesehatan di Kota Jambi, khususnya dalam penanganan TBC yang masih menjadi tantangan,” ujar Maulana.

Ia juga menambahkan bahwa kesiapan Kota Jambi sebagai daerah percontohan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjalankan program nasional.

“Kami siap menjadi pilot project dan memastikan seluruh program berjalan maksimal di lapangan. Harapannya, masyarakat bisa merasakan langsung peningkatan layanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, dan berkualitas,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Jambi menyatakan kesiapan untuk menjadi daerah percontohan dalam implementasi berbagai program kesehatan nasional.

Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas layanan sekaligus menekan angka penyakit menular.

Maulana berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pusat ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Jambi.(*)




Wali Kota Jambi Tinjau Depo Sampah, Siapkan Sistem Baru OPBM Berbasis Bentor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dengan mengoptimalkan peran depo transfer sebagai bagian dari implementasi program OPBM.

Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha turun langsung meninjau sejumlah titik depo sampah di berbagai kawasan.

Beberapa lokasi yang menjadi fokus peninjauan antara lain kawasan Pasar Mama, Mayang, hingga Pasir Putih.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung sistem pengangkutan serta pengolahan sampah yang lebih terintegrasi.

Maulana menjelaskan, penerapan OPBM akan berjalan beriringan dengan penguatan depo transfer yang berfungsi sebagai titik akhir pengumpulan sebelum sampah diangkut ke lokasi pengolahan lanjutan.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sudah mulai terlihat, termasuk penggunaan bentor dalam operasional OPBM.

Namun, ia menekankan pentingnya sistem lanjutan agar hasil pengumpulan sampah dapat dikelola secara maksimal melalui depo yang tersedia.

Dari hasil peninjauan, sejumlah titik dinilai strategis untuk menjangkau wilayah padat penduduk, khususnya di kawasan Kota Baru.

Pemerintah juga berencana meningkatkan jangkauan layanan hingga ke wilayah Palmerah dan Jambi Selatan melalui perbaikan fasilitas yang ada.

Selain itu, Maulana menegaskan bahwa dengan sistem yang lebih terstruktur ini, praktik pembuangan sampah sembarangan diharapkan dapat dihentikan.

Seluruh sampah nantinya akan diarahkan ke depo resmi untuk dikelola secara lebih baik.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung keberhasilan program ini.

Menurutnya, keberhasilan OPBM tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan dukungan fasilitas, armada pengangkut, serta sistem pemilahan yang memadai, Pemkot Jambi optimistis pengelolaan sampah akan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan ke depannya.(*)




Lewat Bantuan Korban Kebakaran, Kemas Faried Apresiasi Program Kota Tangguh

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat program “Kota Tangguh” sebagai upaya menghadapi berbagai potensi bencana di daerah.

Apresiasi tersebut disampaikan usai penyerahan bantuan sosial kepada 10 korban kebakaran oleh Pemkot Jambi, Senin (20/04/2026), yang berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Jambi.

Menurut Kemas Faried, program Kota Tangguh merupakan bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam memberikan perlindungan dan penanganan cepat kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Ia menilai, kehadiran pemerintah bersama DPRD dalam penyaluran bantuan menunjukkan sinergi yang baik antara lembaga eksekutif dan legislatif di Kota Jambi.

“Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Program Kota Tangguh ini sangat tepat dan harus terus diperkuat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan sosial sebesar Rp162 juta diserahkan langsung oleh Wali Kota Jambi Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.

Bantuan diberikan kepada 10 korban kebakaran dengan nilai yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakan rumah, hasil verifikasi tim Pemerintah Kota Jambi di lapangan.

Kemas Faried juga mendorong agar ke depan alokasi bantuan bencana dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menjangkau lebih banyak warga terdampak.

“Saya berharap ke depan bantuan seperti ini bisa semakin ditingkatkan, agar semakin banyak masyarakat yang terbantu saat terjadi bencana,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya yang tertimpa musibah.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, mengingat kejadian serupa masih cukup sering terjadi di Kota Jambi.

Program Kota Tangguh sendiri menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Jambi dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih cepat, terukur, dan responsif.(*)




Bukti Kota Tangguh! Walikota Jambi Salurkan Rp162 Juta untuk Korban Kebakaran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menunjukkan respons cepat dalam menangani warga yang terdampak bencana.

Sebanyak 10 korban kebakaran menerima bantuan sosial dengan total nilai Rp162 juta yang diserahkan langsung oleh Pemkot Jambi, Senin (20/04/2026).

Penyerahan bantuan berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Jambi dan diserahkan langsung oleh Wali Kota Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha serta Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly.

Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif ini menjadi bentuk sinergi dalam penanganan bencana di daerah.

Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan yang dialami masing-masing korban, berdasarkan hasil verifikasi lapangan oleh tim Pemerintah Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga.

Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah merupakan bentuk tanggung jawab dalam meringankan beban masyarakat.

“Pemerintah hadir untuk membantu warga yang terdampak. Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Maulana juga menjelaskan bahwa bantuan serupa sebelumnya telah disalurkan melalui Dinas Sosial dan Baznas sebagai bentuk penanganan darurat pascabencana.

Ia mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, mengingat kejadian serupa masih cukup sering terjadi di Kota Jambi, terutama saat kondisi cuaca panas.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, karena risiko kebakaran masih cukup tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly memberikan apresiasi terhadap langkah cepat pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat menjadi bukti nyata kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami musibah.

Ia juga mendorong agar alokasi bantuan ke depan dapat terus ditingkatkan sehingga mampu menjangkau lebih banyak korban bencana di Kota Jambi.

“Semoga bantuan ini bisa memberikan semangat bagi para korban untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Penyaluran bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan program prioritas “Kota Tangguh”, yakni konsep pembangunan kota yang mampu menghadapi berbagai potensi bencana secara cepat dan terukur.(*)




Pesan Kuat Walikota Maulana di DPRD, Kolaborasi Jadi Solusi Permasalahan Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat adalah kolaborasi seluruh pihak, termasuk dukungan penuh dari DPRD.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Jambi dalam agenda penyampaian rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Tahun 2025, Senin (20/04/2026).

Menurut Maulana, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, serta masyarakat akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang ada di Kota Jambi.

“Jika kita bergerak bersama-sama dan didukung oleh DPRD, saya yakin persoalan di masyarakat bisa diselesaikan secara bertahap,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jambi saat ini tengah fokus membangun sistem yang terintegrasi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar program yang dijalankan dapat berjalan optimal.

Dalam rapat tersebut, Maulana juga menilai berbagai rekomendasi yang disampaikan DPRD melalui Pansus LKPJ 2025 sangat konstruktif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Beberapa sektor yang menjadi sorotan antara lain peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pengelolaan aset, tata kelola sampah, hingga penguatan sistem keamanan berbasis CCTV.

“Semua rekomendasi ini sangat baik dan akan terus kami jadikan prioritas dalam pembangunan ke depan,” katanya.

Ia juga menyebut, sejumlah masukan dari DPRD telah sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Jambi, termasuk Program Kampung Bahagia yang saat ini tengah berjalan.

Program tersebut, lanjutnya, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun sistem serta meningkatkan kesadaran masyarakat.

Maulana memastikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) telah diinstruksikan untuk merespons rekomendasi DPRD secara positif sebagai bagian dari evaluasi kinerja.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Jambi Muhammad Yasir menyatakan dukungan terhadap program pemerintah, khususnya dalam menyelesaikan persoalan sosial yang menjadi perhatian utama masyarakat.

Ia menegaskan DPRD akan terus mengawal jalannya program sekaligus melakukan evaluasi agar pelaksanaannya tetap sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah.

Rapat paripurna ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif demi mendorong pembangunan Kota Jambi yang lebih efektif dan berkelanjutan.(*)




Perkuat Toleransi, Pemkot Jambi Dukung Festival Budaya Lintas Etnis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat toleransi dan kebersamaan antar etnis terlihat kuat dalam gelaran Halal Bihalal Bollywood Day Kota Jambi yang berlangsung meriah di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Minggu malam (19/04/2026).

Acara yang menampilkan nuansa khas budaya India ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Ketua TP PKK Kota Jambi, Nadiyah.

Beragam pertunjukan seni ala India disuguhkan dalam acara tersebut, termasuk penampilan dari Taj Mahal Entertainment yang sukses memukau para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan komitmennya untuk menjadikan kegiatan seperti Bollywood Day sebagai agenda rutin tahunan di Kota Jambi.

Ia menegaskan, kegiatan budaya tidak hanya terbatas pada satu etnis, tetapi harus menjadi ruang bersama bagi seluruh suku yang ada.

“Kegiatan seperti ini penting untuk mempererat kebersamaan. Ke depan, tidak hanya etnis India, tapi semua etnis di Kota Jambi harus punya ruang yang sama untuk menampilkan budayanya,” ujarnya.

Menurutnya, Kota Jambi yang dikenal sebagai Tanah Pilih Pusako Betuah memiliki keberagaman suku yang harus terus dijaga melalui kegiatan positif yang memperkuat persatuan.

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Jambi secara konsisten menghadirkan kegiatan budaya dalam setiap peringatan hari besar daerah, termasuk Hari Ulang Tahun Pemkot Jambi dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah.

“Kami berkomitmen menjaga harmoni ini. Salah satunya melalui kegiatan yang melibatkan seluruh etnis agar tetap rukun dan bersatu,” tambahnya.

Tak hanya itu, Maulana juga mengungkapkan eratnya hubungan kerja sama antara Pemerintah Kota Jambi dengan Pemerintah India.

Hal ini terlihat dari program pengiriman 25 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti pelatihan digital di India melalui program ITEC.

Seluruh pembiayaan program tersebut ditanggung oleh Pemerintah India, sebagai bentuk dukungan kerja sama internasional yang terus dijaga.

“Kami ingin hubungan ini terus terjalin, tidak hanya dalam kerja sama, tetapi juga melalui silaturahmi budaya seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga KITA, Usman Sulaiman, menyebut kegiatan Bollywood Day ini merupakan kali pertama digelar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya keturunan India di Kota Jambi.

Ia optimistis, ke depan acara ini dapat digelar lebih besar dan meriah.

“Kami melihat antusias masyarakat sangat luar biasa. Ini jadi semangat bagi kami untuk menghadirkan kegiatan yang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Ia juga berharap kepemimpinan Wali Kota Jambi yang memiliki kedekatan dengan budaya India dapat semakin mempererat hubungan antar etnis di daerah tersebut.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, anggota DPRD, Forum Pembauran Kebangsaan, serta masyarakat dari berbagai latar belakang etnis yang ada di Kota Jambi.

Kehadiran Bollywood Day menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya di Kota Jambi dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan keharmonisan sosial.(*)




Walikota Maulana Dorong Dakwah Modern, BKPRMI Diminta Rangkul Generasi Muda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Maulana secara resmi melantik Dewan Pengurus Daerah (DPD) BKPRMI Kota Jambi periode 2026–2031.

Pelantikan digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan mengangkat tema “Sinergi BKPRMI, Generasi Masjid Berakhlak untuk Kota Jambi Bahagia”.

Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan program kerja yang nyata dan berdampak bagi masyarakat.

Ia menyoroti besarnya potensi generasi muda di Kota Jambi yang saat ini mencapai sekitar 52 persen dari total penduduk.

Menurutnya, kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan dalam pembinaan generasi muda melalui pendekatan dakwah.

Maulana juga menilai bahwa tren generasi muda saat ini mulai menunjukkan perubahan positif.

Aktivitas olahraga, komunitas, hingga kegiatan keagamaan dinilai semakin berkembang dan perlu diarahkan dengan pendekatan yang lebih modern.

“Saya melihat anak-anak muda sekarang sudah bergerak ke arah yang lebih baik. Mereka aktif dalam kegiatan positif, baik olahraga maupun ibadah, namun pendekatan dakwahnya harus lebih kekinian,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya transformasi metode dakwah agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam menjangkau kalangan remaja dan pemuda.

Menurutnya, BKPRMI harus mampu menghadirkan dakwah yang menyenangkan, fleksibel, dan mudah diterima oleh generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“BKPRMI harus bisa merangkul seluruh anak muda dengan cara dakwah yang lebih humanis, kreatif, dan mengikuti perkembangan zaman,” tegasnya.

Maulana juga berharap kepengurusan baru BKPRMI dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Jambi dalam mewujudkan masyarakat religius sebagai bagian dari visi “Kota Jambi Bahagia”.

Sementara itu, Ketua BKPRMI Kota Jambi terpilih, Muhamad Ilham, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan program pembinaan generasi muda yang lebih relevan dan modern.

BKPRMI berkomitmen untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya berakhlak baik, tetapi juga memiliki ilmu dan daya saing di era saat ini.(*)




Walikota Maulana Tegaskan Peran Vital Damkar, Bukan Sekadar Pemadam Api!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa peran petugas pemadam kebakaran tidak hanya sebatas memadamkan api, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri apel dan meninjau latihan tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Maulana, kehadiran Damkar di tengah masyarakat sangat vital, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan respons cepat dan ketangguhan fisik maupun mental.

“Petugas Damkar bukan sekadar menjalankan tugas rutin, tetapi mereka adalah pahlawan yang berada di garis depan dalam melindungi dan menyelamatkan warga,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para personel yang selama ini telah bekerja keras dan mendapatkan kepercayaan luas dari masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Maulana sekaligus memberikan motivasi kepada tim Damkartan yang akan mewakili Kota Jambi pada National Firefighter Skill Competition di Palembang pada 27–29 April 2026.

Pemerintah Kota Jambi mengirimkan dua tim untuk bersaing dalam ajang tersebut, yang diikuti oleh puluhan daerah dari seluruh Indonesia.

Maulana optimistis tim Damkar Jambi mampu meraih prestasi terbaik.

Ia bahkan menjanjikan bonus pribadi sebesar Rp10 juta apabila tim berhasil meraih juara pertama.

Selain itu, ia menyatakan akan hadir langsung memberikan dukungan jika tim berhasil melaju ke babak final.

Sementara itu, Kepala Disdamkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menyampaikan bahwa persiapan tim sudah dilakukan secara maksimal.

Dengan pengalaman dan rekam jejak prestasi sebelumnya, ia yakin tim Damkar Jambi mampu bersaing dan mencapai hasil membanggakan di tingkat nasional.(*)