Diza Hazra Tegaskan Prioritas UMKM dan Kebersihan di Kawasan Kota Tua

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha memimpin rapat koordinasi intensif dengan jajaran OPD dan PT Siginjai Sakti, Selasa (17/3/2026), sebagai langkah persiapan soft launching kawasan wisata kuliner Kota Tua.

Kegiatan ini menegaskan peran aktif Diza dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi dan pariwisata Kota Jambi.

Diza Hazra menekankan bahwa pengembangan kawasan Kota Tua harus menjadi pusat kuliner dan pasar malam yang mengutamakan UMKM lokal, kebersihan, dan kenyamanan pengunjung.

“Alhamdulillah kita baru saja selesai rapat koordinasi terkait rencana menghadirkan pasar malam atau wisata kuliner di Kota Tua. Tujuannya menciptakan keramaian baru, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat Kota Jambi,” ujar Diza.

Menurutnya, pengelolaan kawasan tidak hanya soal sarana fisik, tapi juga menyangkut standar kualitas produk UMKM, kebersihan lingkungan, manajemen sampah, dan tata visual.

Diza menekankan agar semua pelaku usaha yang terlibat harus melalui proses kurasi yang jelas untuk memastikan kualitas dan keamanan produk.

“Pengelolaan kegiatan ini harus melalui tahapan kurasi yang baik, termasuk manajemen pelaksanaan dan kualitas produk. Kita ingin kegiatan ini berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam rapat, Diza juga membahas aspek kenyamanan pengunjung, termasuk penataan tenda, kebersihan, dan desain ruang yang menarik.

Ia menegaskan, keberhasilan kawasan wisata kuliner Kota Tua akan menjadi cerminan kolaborasi pemerintah kota, BUMD, pelaku UMKM, dan masyarakat.

Sementara itu, Direktur PT Siginjai Sakti, Ardiansyah, menyebut progres persiapan sudah mencapai 75 persen.

Fokus terakhir adalah penyempurnaan aspek teknis dan non-fisik menjelang soft launching pada 27 Maret 2026, yang akan diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Dr.dr. H. Maulana M.K.M bersama Diza pada 3 April 2026.

Diza berharap, dengan pengelolaan matang dan sinergi seluruh pihak, kawasan Kota Tua Jambi tidak hanya menjadi destinasi wisata kuliner unggulan, tapi juga pusat perputaran ekonomi baru yang mendukung kesejahteraan masyarakat.(*)




Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha Siapkan Audit Data untuk Selesaikan Polemik Zona Merah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha membeberkan langkah strategis yang tengah disiapkan Pemerintah Kota Jambi dalam menyelesaikan polemik lahan yang masuk kawasan Zona Merah di wilayah Kenali Asam.

Menurut Diza, Pemkot Jambi telah mulai melakukan pengumpulan berbagai data dan dokumen yang diperlukan sebagai dasar dalam proses penyelesaian persoalan tersebut.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan setiap keputusan yang diambil memiliki dasar hukum yang kuat.

Ia menjelaskan, salah satu metode yang menjadi referensi adalah pendekatan yang pernah diterapkan di Kota Surabaya dalam menyelesaikan konflik aset daerah.

Metode tersebut dilakukan melalui proses audit data dan dokumen secara menyeluruh.

“Langkah awal yang akan kita lakukan adalah audit data dan dokumen, termasuk peta sertifikasi tanah. Data awal dari pemerintah sebenarnya sudah cukup lengkap, namun jika masih diperlukan data tambahan, maka akan dilakukan koordinasi lanjutan antar tim,” ujar Diza.

Diza menegaskan bahwa proses penyelesaian polemik lahan ini juga sangat bergantung pada keputusan resmi dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Oleh karena itu, pengawalan terhadap terbitnya surat keputusan dari DJKN menjadi hal yang sangat penting.

Menurutnya, seluruh proses penyelesaian nantinya akan berpedoman pada keputusan tersebut. Sementara itu, DPRD Kota Jambi melalui Panitia Khusus (Pansus) juga memiliki masa kerja yang terbatas, yaitu selama enam bulan.

Dalam polemik ini, Diza mengungkapkan bahwa aset yang menjadi perhatian tidak hanya berkaitan dengan tanah milik masyarakat.

Namun juga mencakup berbagai fasilitas publik seperti sekolah, kantor pemerintahan, hingga sarana umum yang berada di kawasan perumahan warga.

Sebelum tim dari DJKN turun langsung ke lapangan, Pemerintah Kota Jambi telah lebih dulu membentuk tim koordinasi internal melalui surat tugas dari Wali Kota Jambi.

Tim tersebut dipimpin oleh Asisten II dan Sekretaris Daerah, serta melibatkan unsur lurah, camat, hingga berbagai instansi terkait.

Selain itu, lembaga lain seperti Kejaksaan, komisi terkait di DPRD, serta Kodim juga dilibatkan untuk membantu proses pendataan awal di lapangan.

“Data awal sebenarnya sudah tersedia dan cukup lengkap. Selanjutnya tinggal dilakukan verifikasi dan validasi agar lebih akurat,” jelasnya.

Dalam proses pendataan tersebut, masyarakat akan dikelompokkan dalam beberapa klaster berdasarkan dokumen kepemilikan tanah yang dimiliki.

Klasifikasi tersebut meliputi warga yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM), warga yang memiliki alas hak seperti surat tanah atau sporadik, serta masyarakat yang belum memiliki dokumen kepemilikan tetapi telah menguasai fisik tanah.

Bagi warga yang tidak memiliki dokumen, pemerintah akan melakukan pengelompokan kembali berdasarkan lama penguasaan fisik tanah, apakah lebih dari 20 tahun atau kurang dari 20 tahun.

Selain itu, beberapa indikator lain juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses verifikasi.

Di antaranya kepemilikan Sertifikat Hak Milik di sekitar area tertentu serta bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dapat memperkuat klaim kepemilikan warga.

Melalui proses audit data, verifikasi dokumen, serta koordinasi lintas instansi ini, Pemkot Jambi berharap polemik lahan yang terjadi di kawasan Kenali Asam dapat menemukan solusi yang adil sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.(*)




Diza Hazra Dorong Peran Wanita dalam Pengajian Bahagia dan Pendidikan Agama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pesantren Ramadan dan Pengajian yang diikuti oleh 21 organisasi keagamaan ibu-ibu di Kota Jambi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dan penutupan resmi digelar pada Kamis, 05 Maret 2026.

Wawako Diza menekankan, kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menambah wawasan keagamaan ibu-ibu agar ibadah puasa lebih bermakna.

“Kegiatan ini menjembatani ibu-ibu agar tetap merasakan faedah bulan puasa lebih signifikan. Program ini menambah ilmu agama agar puasanya makin lancar, barokah, dan esensi Ramadan dapat dirasakan maksimal,” ujar Diza.

Menurutnya, bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, sehingga setiap kegiatan yang diawali dengan niat baik akan bernilai ibadah.

Pesantren ini diharapkan dapat meningkatkan ketenangan, keteguhan jiwa, serta membentuk karakter Muslimah yang handal, cerdas, berbudi luhur, dan beramal soleh.

Selain itu, dalam menyambut Idul Fitri 1447 H, Diza juga mengingatkan peserta untuk menyalurkan zakat melalui lembaga terpercaya seperti Baznas Kota Jambi.

“Dana zakat dan sedekah yang disalurkan tepat sasaran dapat lebih bermanfaat. Pemkot Jambi saat ini menyalurkan bantuan langsung ke panti asuhan, bukan lagi membagikan takjil di jalan,” tambahnya.

Ketua Pelaksana Pesantren Ramadan dan Pengajian, Nover, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat silaturahmi antar Majelis Taklim sekaligus menambah wawasan keagamaan.

Kegiatan yang berlangsung dua hari ini menghadirkan sejumlah pemateri yang menyampaikan materi secara lengkap.

Pemkot Jambi juga tengah mempersiapkan program Pengajian Bahagia, yang akan rutin menghadirkan ibu-ibu Majelis Taklim dari seluruh kecamatan.

Program ini diharapkan memperkuat peran wanita dalam mendidik anak-anak dan membentuk generasi masa depan bangsa yang cerdas, berakhlak, dan beriman.(*)




Wakil Wali Kota Jambi Kunjungi Balita Penderita Leukemia, Pastikan Penanganan Maksimal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepedulian nyata Pemerintah Kota Jambi ditunjukkan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha kepada Abrina Plesiah, balita berusia 4 tahun yang tengah berjuang melawan penyakit leukemia.

Balita yang akrab disapa Cia ini saat ini dirawat intensif di Ruang ICU RSUD Raden Mattaher Jambi.

Menanggapi kondisi tersebut, Wawako Diza melakukan kunjungan langsung pada Kamis siang (5/3/2026) untuk memastikan penanganan medis yang diterima Cia berjalan optimal.

Dalam kunjungan ini, Wawako Diza didampingi Kepala Dinas Kesehatan Dr.dr. Elvi Roza, M.Kes, Kepala Dinas Sosial Yunita Indrawati, serta Camat Telanai Widdy Frima, Sos, MM.

“Ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kota Jambi terhadap warganya, khususnya yang menghadapi penyakit serius. Saat ini Cia masih bisa tersenyum dan berkomunikasi meski terlihat lemas,” ungkap Wawako Diza.

Wawako juga memastikan bahwa pihak keluarga akan mendapatkan pendampingan intens, termasuk kemungkinan rujukan ke Jakarta atau kota lain jika diperlukan.

Semua bantuan akan difasilitasi melalui Program Jambi Bugar, mulai dari pemberangkatan hingga kebutuhan keluarga selama proses pengobatan.

Orang tua Cia, Fernades Sihombing dan Sri Juwita, mengaku sangat terharu dengan perhatian yang diberikan pemerintah.

“Kami merasa diperhatikan. Bapak Wakil Wali Kota bahkan menindaklanjuti kemungkinan anak kami dirujuk berobat ke Jakarta atau Palembang,” ujar Fernades.

Pemkot Jambi mengimbau masyarakat yang menghadapi keterbatasan biaya kesehatan agar segera melapor ke Dinas terkait, Camat, Lurah, atau Ketua RT.

Program prioritas Kartu Bahagia telah memfasilitasi akses kesehatan gratis bagi seluruh warga kurang mampu melalui BPJS Kesehatan.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Jambi dalam melayani warganya dan memastikan setiap anak mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang layak.(*)




Wakil Wali Kota Jambi Pimpin Safari Ramadan di Masjid Kurnia, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, memimpin Safari Ramadan 1446 H bersama Tim Kota Jambi Bahagia di Masjid Kurnia, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Senin malam (02/03/2026).

Kegiatan mengusung tema “Melalui Ramadan, Menebar Iman, Merajut Ukhwah Islamiyah menuju Kota Jambi Bahagia”.

Safari Ramadan diawali dengan sholat Isya berjamaah, dilanjutkan sholat Tarawih dan Witir.

Suasana ibadah berlangsung khidmat, mencerminkan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memakmurkan masjid selama bulan suci.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Diza menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi, dan mendengar aspirasi warga secara langsung.

“Ramadan adalah bulan pendidikan spiritual, mengajarkan kesabaran, kejujuran, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. Melalui Safari Ramadan, kami ingin mendekatkan pemerintah kepada masyarakat sekaligus membangun kebersamaan untuk Kota Jambi Bahagia,” ujarnya.

Diza juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus menghadirkan program pembangunan yang berpihak pada masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Namun, keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Jambi menyalurkan bantuan operasional masjid sebesar Rp5 juta, serta perlengkapan masjid seperti karpet dan cenderamata untuk pengurus.

Tausiyah agama disampaikan oleh Ustadz Anwar, yang mengingatkan jamaah untuk menjauhi empat golongan yang tidak memperoleh ampunan di bulan Ramadan, termasuk yang memutus tali silaturahmi dan terjerumus dalam khamar, narkoba, dan judi.

Safari Ramadan di Masjid Kurnia diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menanamkan nilai keagamaan dan kepedulian sosial, menuju terciptanya Kota Jambi Bahagia yang religius, harmonis, dan sejahtera.(*)




Diza Hazra Blak-blakan Soal 5.500 Sertifikat Zona Merah di Hadapan DPR RI

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, tampil tegas menyuarakan persoalan krusial yang dihadapi masyarakat Kota Jambi saat menghadiri Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI masa persidangan III tahun sidang 2025–2026 di Gedung Mahligai 9, belum lama ini.

Di hadapan pimpinan dan anggota dewan, Diza secara langsung memaparkan persoalan lahan yang berdampak pada ribuan warga.

Termasuk polemik 5.500 sertifikat di Kecamatan Kotabaru yang masuk zona merah akibat dugaan tumpang tindih dengan aset milik Pertamina.

“Kami meminta agar klaim di atas lahan warga dicabut, batas aset diperjelas, dan ada langkah konkret untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” tegas Diza di forum tersebut.

Menurut Diza, tujuh kelurahan di Kecamatan Kotabaru terdampak persoalan zona merah. Ribuan sertifikat yang telah lama dimiliki warga kini menghadapi ketidakpastian akibat klaim aset.

Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, telah beberapa kali beraudiensi dengan DPR RI untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pembentukan panitia khusus guna mempercepat penyelesaian konflik tersebut secara adil dan transparan.

Selain konflik agraria, Diza juga memaparkan progres pembangunan kolam retensi seluas kurang lebih 9 hektare yang ditargetkan mampu menekan dampak banjir hingga 60 persen di Kota Jambi.

Sebagian lahan telah dibebaskan melalui mekanisme ganti rugi.

Namun, terdapat sejumlah titik yang terindikasi sebagai sempadan jalan sehingga memerlukan kejelasan status hukum dari kementerian terkait.

“Kami sudah melakukan audiensi ke ATR/BPN, PUPR, dan Kemendagri untuk mempercepat kepastian hukum. Ini penting agar proyek pengendalian banjir segera berjalan optimal,” jelasnya.

Kunjungan kerja tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, bersama anggota Taufan Pawe dan Azis Subekti.

Kehadiran mereka turut disambut Gubernur Jambi, Al Haris.

Dalam forum tersebut, Komisi II menyoroti tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), implementasi kebijakan satu peta (One Map Policy), serta percepatan penyelesaian konflik agraria melalui pembentukan pansus di tingkat DPR RI.

Bagi Diza, momentum ini menjadi kesempatan strategis untuk memastikan suara masyarakat Kota Jambi didengar langsung oleh pemerintah pusat.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan perlindungan hak atas tanahnya. Pemerintah Kota Jambi akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas,” pungkasnya.(*)




Pasar Bedug Bahagia Dibuka, Wawako Diza: Dongkrak UMKM dan Hidupkan Rawasari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Diza Hazra Aljosha secara resmi membuka Pasar Bedug Bahagia di kawasan Terminal Rawasari, Kota Jambi, Kamis (19/2/2026).

Pasar musiman ini menjadi ruang bagi ratusan pelaku UMKM dan pedagang binaan lintas sektor Pemerintah Kota Jambi untuk mengembangkan usaha selama Ramadan 1447 H.

Dalam sambutannya, Diza menyampaikan bahwa Pasar Bedug Bahagia diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya pedagang kecil dan pelaku usaha mikro.

“Kami ingin Pasar Bedug Bahagia ini menjadi contoh bagi pasar-pasar lainnya di Jambi. Harapannya mampu meningkatkan perekonomian sekaligus kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan laporan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jambi, Nella Ervina, lebih dari 130 pedagang ambil bagian dalam pasar bedug tahun ini.

Mereka berasal dari berbagai sektor UMKM, mulai dari kuliner takjil, makanan khas Ramadan, hingga produk olahan rumahan.

“Semoga dengan adanya pasar bedug ini bisa meningkatkan perekonomian para pelaku UMKM,” katanya.

Pasar Bedug Bahagia juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, dan tempat makan yang tertata rapi guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Keberadaan pasar bedug ini juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali kawasan Terminal Rawasari yang sebelumnya dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Menurut Diza, revitalisasi kawasan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat sekitar.

“Dulu kawasan ini sangat ramai. Dengan adanya pasar bedug, kami berharap area ini kembali bergairah dan maju,” singkatnya.

Dengan hadirnya Pasar Bedug Bahagia, Pemkot Jambi optimistis aktivitas ekonomi selama Ramadan akan meningkat, sekaligus membuka peluang kerja dan memperkuat perputaran ekonomi lokal.(*)




Di Hadapan Wagub, Wawako Diza Tekankan Stabilitas Harga Lewat GPM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Diza Hazra Aljosha menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program tersebut digelar di kawasan Citra Land NGK, Kelurahan Mayang Mengurai, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (13/02/2026).

Dalam sambutannya, Diza menekankan bahwa GPM bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Kegiatan ini untuk memastikan akses pangan cukup dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam momen spesial Ramadan dan Idul Fitri,” tegasnya.

GPM Digelar Rutin Selama Ramadan

Diza menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan selama bulan suci Ramadan.

Langkah ini diambil agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih stabil dan terjangkau.

Menurutnya, stabilitas harga memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Ketika harga terkendali, daya beli meningkat dan aktivitas perdagangan tetap bergerak positif.

“Dengan pengelolaan yang baik, GPM dapat memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan prioritas ketahanan pangan nasional dan menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Jambi sebagai daerah yang tangguh dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.

Wawako Diza turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga mitra strategis seperti Bulog, Indogrosir, dan Toko Daging Indonesia.

Ia meyakini keberhasilan pengendalian stok dan harga tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor.

“Saya meyakini keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi semua pihak,” pungkasnya.

Kegiatan GPM Kota Jambi ini merupakan bagian dari program serentak nasional yang diinisiasi Badan Pangan Nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani serta unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait.

Melalui GPM, Pemkot Jambi berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(*)




Wawako Jambi Kawal Operasi Pasar, Subsidi Sembako Rp50 Ribu per Paket

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Jambi bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok dengan menggelar operasi pasar murah di 11 kecamatan.

Program stabilisasi harga ini resmi dimulai di Kecamatan Jelutung dan akan berlangsung hingga 24 Februari 2026, menyasar ribuan warga yang membutuhkan bantuan sembako bersubsidi.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi konkret pemerintah daerah untuk menekan inflasi musiman yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

“Setiap menjelang Ramadan, permintaan bahan pokok meningkat. Jika tidak diantisipasi, harga bisa melonjak. Pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas dan memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Diza.

Pada Tahun Anggaran 2026, Pemkot Jambi menyiapkan sekitar 4.000 paket sembako bersubsidi.

Setiap paket mendapat subsidi sebesar Rp50.000, sehingga masyarakat hanya perlu membayar Rp112.000 dari total harga Rp162.000.

Isi paket tersebut meliputi:

  • Beras premium 5 kilogram

  • Gula pasir 2 kilogram

  • Minyak goreng 2 liter

  • Susu kental manis 1 kaleng

Diza menegaskan bahwa kebijakan ini bukan karena harga naik, melainkan upaya pemerintah untuk menjaga harga tetap stabil di pasaran.

“Justru kita turunkan beban masyarakat supaya harga tetap terkendali,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi, Nella Ervina, menjelaskan bahwa penerima manfaat telah melalui proses verifikasi ketat berdasarkan data ekonomi nasional dan validasi ulang di tingkat kecamatan.

“Verifikasi dilakukan dua kali agar program tepat sasaran dan benar-benar membantu warga yang membutuhkan,” jelas Nella.

Program ini didanai melalui APBD Kota Jambi dalam skema Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Melalui operasi pasar murah ini, Pemkot Jambi berharap masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang, sekaligus menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi daerah.(*)




TPS 3R Ke-12 Resmi Beroperasi, Pemkot Jambi Perkuat Program Kota Tangguh

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan persampahan dan mewujudkan lingkungan perkotaan yang bersih serta berkelanjutan.

Hal tersebut ditandai dengan peresmian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) KMP KP Pazero Bahagia di RT 11 Kampung Pajero, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo.

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, sebagai bagian dari implementasi program prioritas Kota Jambi Bahagia, khususnya dalam pilar Kota Tangguh melalui tata kelola sampah berkelanjutan.

TPS 3R Kampung Pajero Bahagia menjadi TPS 3R ke-12 yang beroperasi di Kota Jambi.

Pemerintah berharap keberadaan fasilitas ini dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menyediakan lahan dan mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wawako Diza mengapresiasi peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat kelurahan, kelompok swadaya masyarakat, hingga warga setempat yang menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Persoalan sampah adalah isu strategis perkotaan yang tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya,” ujar Diza.

Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat berdampak langsung pada volume sampah setiap tahun.

Oleh karena itu, pengelolaan sampah tidak bisa lagi hanya mengandalkan sistem kumpul, angkut, dan buang.

TPS 3R menjadi bagian dari transformasi pola pengelolaan sampah di Kota Jambi, dengan pendekatan Reduce, Reuse, dan Recycle yang berbasis masyarakat.

“Melalui TPS 3R, sampah tidak hanya dilihat sebagai masalah, tetapi juga sebagai potensi yang bisa dikelola. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus sarana pemberdayaan warga,” tambahnya.

TPS 3R Pazero dibangun dengan dukungan pendanaan dari Balai PUPR senilai sekitar Rp600 juta dan dikelola secara swakelola tipe 4 oleh masyarakat setempat.

Sampah yang masuk akan dipilah di TPS, sementara residu dibawa ke TPA Talang Gulo.

TPS ini juga mendukung pengolahan limbah jerigen serta memperkuat program Kampung Bahagia yang berfokus pada kebersihan dan kesejahteraan warga.

Peresmian TPS 3R tersebut turut dihadiri perwakilan Balai PUPR, anggota DPRD Kota Jambi dari Dapil Alam Barajo, jajaran perangkat daerah, Forkopimcam, FKRT Kecamatan Alam Barajo, serta Marsudi, selaku penghibah lahan dan pengurus TPS 3R.

“Saya berharap TPS 3R ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi gerakan bersama yang menumbuhkan budaya peduli lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutup Wawako Diza.(*)