Safari Ramadhan di Masjid Jami’ Al Falah, Bupati Dedy Putra Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Kabupaten Bungo, H. Dedy Putra, bersama Wakil Bupati Ust. Tri Wahyu Hidayat dan unsur Forkopimda menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Jami’ Al Falah, Dusun Tanjung Agung, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kamis (05/03/2026).

Safari Ramadhan ini menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat, terutama di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan buka puasa bersama antara Bupati, Wakil Bupati, Forkopimda, dan warga setempat.

Suasana kekeluargaan tampak begitu hangat ketika masyarakat berkumpul menikmati momen berbuka puasa.

Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Isya dan tarawih berjamaah di Masjid Jami’ Al Falah.

Usai salat tarawih, Bupati H. Dedy Putra menyerahkan bantuan sosial dan fasilitas masjid, antara lain:

  • Dana Rp10 juta untuk pembangunan Masjid Jami’ Al Falah, bersumber dari CSR Bank Jambi

  • Santunan untuk anak yatim

  • Bantuan sembako bagi masyarakat kurang mampu

  • Bantuan karpet untuk kenyamanan jamaah dalam beribadah

Bupati Dedy Putra menyampaikan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat mendukung pembangunan masjid serta meringankan beban warga yang membutuhkan.

“Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, kami ingin terus memperkuat silaturahmi dengan masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi pembangunan masjid serta membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Bungo menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pembangunan dan kegiatan sosial keagamaan, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah.(*)




Lima Kecamatan Disiapkan Jadi Kota Baru, Pemekaran Muara Bungo Tunggu Restu Pusat

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID Wacana pemekaran Kabupaten Bungo menjadi dua wilayah administratif kembali menguat.

Pemerintah Kabupaten Bungo menyatakan kesiapan penuh jika pemerintah pusat mencabut moratorium pemekaran daerah dalam waktu dekat.

Wakil Bupati Bungo, H. Safrudin Dwi Apriyanto, menyampaikan bahwa usulan pembentukan Kota Muara Bungo sudah diajukan sejak beberapa tahun lalu.

Rencana ini mencakup lima kecamatan inti yang selama ini menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi Kabupaten Bungo.

“Kecamatan Pasar Muara Bungo, Rimbo Tengah, Bathin III, Bathin II Babeko, dan Bungo Dani masuk dalam wilayah yang diusulkan menjadi Kota Muara Bungo. Sementara wilayah lainnya tetap menjadi bagian dari Kabupaten Bungo,” ujar Safrudin di Kantor Bupati.

Menurutnya, seluruh dokumen administrasi dan kajian pendukung sudah disiapkan jauh hari.

Namun hingga kini, realisasi pemekaran belum bisa dilanjutkan karena terhambat oleh moratorium daerah otonomi baru (DOB) yang diberlakukan pemerintah pusat sejak beberapa tahun terakhir.

“Kami masih menunggu sinyal dari pusat. Moratorium masih berlaku, kecuali untuk wilayah yang dianggap memiliki urgensi khusus seperti di Papua,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Bungo tetap optimis dan tidak tinggal diam.

Pemekaran dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat pelayanan publik, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.

“Kalau nanti pemerintah pusat membuka peluang, kami sudah siap. Semua dokumen dan kajian sudah lengkap, tinggal menunggu lampu hijau,” tegas Safrudin.

Wacana pemekaran ini juga mendapatkan dukungan dari masyarakat dan tokoh-tokoh lokal yang menilai bahwa Kota Muara Bungo layak berdiri sendiri.

Selain menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Jambi, kawasan ini juga memiliki fasilitas dan infrastruktur yang memadai untuk mendukung status sebagai kota.(*)