Sejumlah Fakta Kasus Pembunuhan Dosen Keperawatan di Bungo, Ada Bekas Kekerasan hingga Sperma di Tubuh Korban

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kasus kematian Erni Yuniati (EY), dosen sekaligus Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo, kini menjadi perhatian publik.

Korban ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan BTN Al Kausar Residence, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, pada Sabtu (1/11/2025) siang.

Polisi menduga kuat korban menjadi korban pembunuhan setelah menemukan sejumlah kejanggalan di tempat kejadian perkara (TKP).

Berikut rangkuman fakta-fakta terbaru yang berhasil dihimpun terkait kasus tersebut:

1. Seorang Dosen Sekaligus Ketua Prodi Keperawatan

Korban diketahui bernama Erni Yuniati, seorang dosen di Institut Agama dan Kesehatan (IAK) Setih Setio Muara Bungo.

Selain mengajar, korban juga menjabat sebagai Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan.

Rekan-rekannya mengenal korban sebagai sosok yang ramah dan aktif di lingkungan kampus.

2. Ditemukan Tak Bernyawa di Atas Tempat Tidur

Jasad korban ditemukan dalam kondisi terbaring di atas tempat tidur, tertutup kain sarung, dan hanya mengenakan pakaian dalam.

Penemuan ini terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 13.00 WIB setelah warga curiga korban tidak keluar rumah sejak pagi.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP.

3. Diduga Sudah Meninggal Selama 12 Jam

Hasil pemeriksaan awal tim medis menyebutkan bahwa korban sudah meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Dugaan itu diperkuat dari kondisi tubuh korban yang mulai kaku dan perubahan warna kulit yang tampak jelas di beberapa bagian.

4. Dua Kendaraan Milik Korban Raib

Polisi menemukan fakta bahwa dua kendaraan milik korban, yaitu satu mobil dan satu sepeda motor, hilang dari rumah.

Dugaan sementara, pelaku sempat membawa kabur kendaraan tersebut usai melakukan aksi keji di rumah korban.

Polisi kini sedang melacak keberadaan kendaraan itu melalui rekaman CCTV di radius satu kilometer dari lokasi kejadian.

5. Ada Luka Lebam di Wajah dan Kepala

Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan dokter dr. Sepriadi di RSUD H. Hanafie Muara Bungo menunjukkan adanya lebam di wajah, bahu, dan belakang kepala.

Luka-luka itu diduga akibat benturan benda tumpul. Polisi pun semakin yakin bahwa korban meninggal akibat tindak kekerasan.

6. Ditemukan Bekas Sperma di Tubuh Korban

Pemeriksaan medis juga menemukan indikasi adanya sperma di pakaian dan tubuh korban.

Fakta ini menguatkan dugaan bahwa korban mengalami kekerasan seksual sebelum tewas.

Saat ini, hasil visum et repertum tengah diproses untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono mengatakan pihaknya telah mengantongi beberapa petunjuk penting dan tengah mengumpulkan rekaman CCTV dari rumah warga di sekitar lokasi.

“Ini kami lagi lidik dan sidik, termasuk kumpulkan CCTV di perumahan warga radius satu kilometer dan akses jalan yang kemungkinan dilalui kendaraan korban. Namun masih terus kami dalami,” ujarnya.

Tim Satreskrim Polres Bungo kini fokus pada analisis barang bukti, pemeriksaan saksi, dan pelacakan kendaraan korban.

Polisi memastikan akan mengusut tuntas kasus ini untuk mengungkap siapa pelaku di balik kematian tragis tersebut.(*)




Tragis, Ketua Prodi Keperawatan IAK Setih Setio Ditemukan Tewas di Rumah Pribadi

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga BTN Al Kausar Residence, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan di dalam rumah pada Sabtu 1 November 2025 siang.

Korban diketahui bernama Erni Yuniati, warga Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir.

Ia merupakan Ketua Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan IAK Setih Setio Muara Bungo.

Penemuan ini segera ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bungo.

Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ilham, membenarkan laporan tersebut.

“Benar, telah ditemukan seorang perempuan meninggal dunia di rumahnya di BTN Al Kausar, Rimbo Tengah,” ujarnya kepada awak media.

Dari hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian, korban ditemukan dalam posisi terbaring di tempat tidur dan tertutup kain sarung.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian dalam.

Setelah proses identifikasi awal, jasad korban dievakuasi ke RSUD H Hanafi Muara Bungo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian korban,” kata dia.

“Saat ini kami belum dapat menyimpulkan apakah ini merupakan kasus pembunuhan atau bukan,” jelas AKP Ilham.

Ia menambahkan, tim Inafis bersama Unit Reskrim masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu, dokter Sepriadi dari RSUD H. Hanafi Muara Bungo mengungkapkan hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

“Kami menemukan lebam di area wajah, bahu, serta terdapat benjolan di bagian belakang kepala. Selain itu, ditemukan pula adanya indikasi sperma di pakaian korban,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 12 jam sebelum ditemukan.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil visum et repertum untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.(*)

View this post on Instagram

Shared post on

Televizia