Kuliner Paling Diburu di Bazaar MTQ Jambi, Disperindag Dorong Produk UMKM Lain Ikut Laris

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi terus memantau perkembangan aktivitas jual beli dalam Bazaar Pameran UMKM Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Jambi.

Hasil pemantauan menunjukkan penjualan sejumlah pedagang mulai memberikan hasil positif, meskipun belum seluruh stan mendapatkan kunjungan pembeli secara merata.

Sekretaris Disperindag Kota Jambi, Rita Erlina, mengatakan pihaknya telah turun langsung melihat kondisi perdagangan di kawasan bazaar.

Dari hasil evaluasi terhadap aktivitas selama tiga hari pertama, omzet pedagang dinilai cukup menjanjikan.

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa stan yang belum banyak dikunjungi masyarakat.

Karena itu, Disperindag berharap antusiasme pengunjung terus meningkat, terutama menjelang berakhirnya pelaksanaan MTQ.

“Setelah kami melakukan pengecekan di lapangan, bazaar yang sudah berjalan selama tiga hari ini menunjukkan omzet pedagang yang lumayan. Memang ada beberapa stan yang belum terlalu ramai didatangi pengunjung, tetapi kami berharap menjelang akhir pelaksanaan MTQ, kunjungan masyarakat semakin meningkat,” ungkap Rita.

Menurut Rita, produk makanan dan minuman masih mendominasi minat pengunjung.

Beragam pilihan kuliner yang ditawarkan pelaku UMKM menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang ke lokasi kegiatan.

Namun, Disperindag juga berharap produk nonkuliner memperoleh kesempatan yang sama untuk menarik minat pembeli.

Produk seperti pakaian, aksesori, dan berbagai barang lainnya diharapkan semakin dilirik masyarakat, terlebih menjelang penutupan MTQ.

“Kami berharap seluruh UMKM yang berjualan di kawasan ini bisa mendapatkan omzet sesuai dengan yang diharapkan. Saat ini memang makanan dan kuliner yang paling banyak dicari karena masyarakat senang jajan dan mencoba makanan baru,” jelasnya.

Rita turut menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas bagi pedagang yang mengikuti bazaar dilaksanakan melalui pihak vendor.

Selain itu, terdapat sekitar 12 UMKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang ikut berpartisipasi dengan mendapatkan pendampingan dari Dekranasda bersama Disperindag Kota Jambi.

UMKM binaan tersebut merupakan pelaku usaha dengan produk yang telah melalui proses kurasi.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk unggulan lokal kepada masyarakat yang mengunjungi bazaar.

Secara keseluruhan, kegiatan pameran tersebut melibatkan sekitar 130 pelaku UMKM dari berbagai bidang usaha.

Jumlah peserta ini menjadikan bazaar MTQ sebagai salah satu ruang promosi bagi produk lokal sekaligus kesempatan bagi pedagang untuk memperluas jangkauan pasar.

Disperindag Kota Jambi pun mengajak masyarakat agar tidak hanya datang menyaksikan rangkaian kegiatan MTQ, tetapi juga menyempatkan diri mengunjungi stan-stan UMKM dan membeli produk yang ditawarkan.

“Kami mengajak masyarakat untuk datang dan meramaikan bazaar MTQ tingkat Provinsi Jambi serta membeli produk-produk UMKM yang tersedia. Harapan kami, menjelang penutupan MTQ nanti, kegiatan ini semakin ramai sehingga seluruh pelaku usaha dapat merasakan manfaatnya,” tutup Rita.

Melalui partisipasi masyarakat, bazaar ini diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap kegiatan MTQ, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM serta mendorong semakin dikenalnya produk-produk lokal Kota Jambi.(*)




Bazaar MTQ Jambi Bawa Berkah bagi UMKM, Pedagang Raup Omzet hingga Rp3 Juta Sehari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pelaksanaan Bazaar Pameran UMKM dalam rangka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Jambi membawa angin segar bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Tingginya antusiasme pengunjung membuat sejumlah pedagang merasakan peningkatan penjualan, bahkan mampu memperoleh omzet jutaan rupiah setiap hari.

Berlokasi di kawasan Tugu Keris Siginjai, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, bazaar tersebut menjadi ruang promosi sekaligus peluang usaha bagi sekitar 130 pelaku UMKM dari berbagai sektor.

Di antara beragam produk yang ditawarkan, kuliner menjadi salah satu daya tarik utama pengunjung.

Kondisi ini turut dirasakan Misoan Diva, salah satu usaha kuliner yang ikut meramaikan kegiatan tersebut.

Menghadirkan sejumlah pilihan menu, seperti misoan, pempek, tekwan, hingga Thai tea, Misoan Diva berhasil mencatatkan omzet sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per hari selama mengikuti bazaar.

Owner Misoan Diva, Ade, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan kesempatan besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.

Menurutnya, sejak hari pertama pelaksanaan, jumlah pengunjung yang datang cukup ramai sehingga berdampak langsung terhadap penjualan.

“Alhamdulillah, omzet per hari bisa mencapai Rp2 juta sampai Rp3 juta. Sejak Jumat kemarin hingga sekarang, atau sekitar lima hari pelaksanaan, bazaar ini cukup ramai dan memberikan dampak positif terhadap penjualan kami,” ujar Ade.

Meski harus mengeluarkan biaya untuk mengikuti kegiatan tersebut, Ade menilai bazaar ini tetap memberikan peluang usaha yang menjanjikan.

Ia menyebutkan, biaya partisipasi selama kurang lebih 10 hari mencapai sekitar Rp3 juta. Biaya tersebut sudah mencakup fasilitas tenda dan aliran listrik yang disediakan oleh penyelenggara.

Bagi pelaku UMKM, fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor pendukung untuk menjalankan usaha selama kegiatan berlangsung tanpa harus menyiapkan seluruh kebutuhan tempat berjualan secara mandiri.

Ade berharap kegiatan pameran dan bazaar UMKM seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin.

Menurutnya, agenda serupa bukan hanya membantu meningkatkan omzet, tetapi juga membuka kesempatan bagi produk lokal agar semakin dikenal masyarakat.

“Kami berharap kegiatan bazaar UMKM seperti ini bisa lebih sering diadakan. Selain membantu meningkatkan penjualan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat lebih luas,” tambahnya.

Dampak positif yang dirasakan pedagang tersebut menunjukkan bahwa kegiatan berskala provinsi seperti MTQ juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM lokal.

Dengan adanya ruang promosi dan interaksi langsung bersama konsumen, bazaar diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat pemasaran produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil di Provinsi Jambi.(*)