RD Kongo hingga Tanjung Verde Ukir Sejarah, Ini Daftar Tim Lolos 32 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 semakin mendekati akhir dan peta persaingan menuju fase gugur mulai terbentuk.

Hingga Minggu 28 Juni 2026, sebanyak 32 negara dipastikan lolos ke babak 32 besar, termasuk beberapa kejutan besar dari wakil Afrika seperti RD Kongo, Tanjung Verde, Senegal, Mesir, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.

Format baru turnamen yang meloloskan 32 tim terdiri dari juara grup, runner-up, dan delapan peringkat ketiga terbaik membuat persaingan tetap terbuka hingga laga terakhir.

RD Kongo dan Tanjung Verde Ukir Sejarah

Salah satu sorotan terbesar datang dari Afrika.

RD Kongo berhasil lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya setelah menang 3-1 atas Uzbekistan dan finis sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Sementara itu, Tanjung Verde juga mencatat sejarah debut luar biasa dengan lolos dari Grup H tanpa kekalahan.

Raksasa Dunia Lolos Mulus

Sejumlah tim unggulan juga memastikan tiket lebih cepat, di antaranya:

  • Brasil
  • Argentina
  • Prancis
  • Inggris
  • Jerman
  • Spanyol
  • Belanda
  • Belgia

Sebagian besar dari mereka bahkan lolos sebagai juara grup dengan performa dominan.

Rekap Singkat Hasil Grup

Grup A

  • Meksiko juara grup (sempurna)
  • Afrika Selatan runner-up
  • Korea Selatan tersingkir

Grup B

  • Swiss juara grup
  • Kanada runner-up
  • Bosnia & Herzegovina lolos via peringkat tiga terbaik

Grup C

  • Brasil & Maroko lolos
  • Skotlandia peringkat ketiga

Grup D

  • Amerika Serikat juara grup
  • Australia runner-up

Grup E

  • Jerman juara grup
  • Pantai Gading & Ekuador lolos

Grup F

  • Belanda juara grup
  • Jepang & Swedia lolos

Grup G

  • Belgia juara grup
  • Mesir runner-up

Grup H

  • Spanyol juara grup
  • Tanjung Verde runner-up (sejarah debut)

Grup I

  • Prancis juara grup
  • Norwegia & Senegal lolos

Grup J

  • Argentina sempurna (9 poin)
  • Austria & Aljazair lolos

Grup K

  • Kolombia juara grup
  • Portugal runner-up
  • RD Kongo lolos via peringkat tiga terbaik

Grup L

  • Inggris juara grup
  • Kroasia runner-up
  • Ghana lolos via peringkat tiga terbaik

Daftar Lengkap 32 Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

  • Meksiko
  • Afrika Selatan
  • Swiss
  • Kanada
  • Brasil
  • Maroko
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Jerman
  • Pantai Gading
  • Belanda
  • Jepang
  • Swedia
  • Belgia
  • Mesir
  • Spanyol
  • Tanjung Verde
  • Prancis
  • Norwegia
  • Senegal
  • Argentina
  • Austria
  • Aljazair
  • Kolombia
  • Portugal
  • Inggris
  • Kroasia
  • RD Kongo
  • Bosnia & Herzegovina
  • Ekuador
  • Ghana
  • Paraguay.(*)



Argentina Tak Terbendung! Yordania Takluk 1-3 di Laga Pamungkas Grup J

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania pada laga terakhir Grup J.

Bermain dengan dominasi penuh sejak awal pertandingan, skuad Lionel Scaloni memastikan tiga poin lewat gol Giovanni Lo Celso, Lautaro Martínez (penalti) di babak pertama.

Serta tambahan satu gol Lionel Messi pada babak kedua. Yordania hanya mampu membalas lewat Musa Al-Taamari.

Hasil ini membuat Argentina keluar sebagai juara Grup J dengan koleksi 9 poin sempurna, sementara Yordania harus tersingkir sebagai juru kunci.

Argentina Langsung Kendalikan Permainan

Sejak menit awal, Argentina tampil dominan dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi.

Namun, rapatnya pertahanan low block Yordania membuat La Albiceleste sempat kesulitan menciptakan peluang bersih.

Meski begitu, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19. Giovanni Lo Celso mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang melengkung ke sudut atas gawang Yordania, membawa Argentina unggul 1-0.

Penalti Lautaro Gandakan Keunggulan

Argentina kembali mendapat momentum setelah VAR menunjuk titik putih pada menit ke-30, usai pelanggaran di kotak terlarang yang mengenai Marco Senesi.

Lautaro Martínez yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya dengan tenang. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Argentina.

Yordania sempat mencoba meningkatkan intensitas serangan, namun skor tetap bertahan hingga turun minum.

Yordania Bangkit, Messi Pastikan Kemenangan

Memasuki babak kedua, Yordania tampil lebih agresif dan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-55 melalui Musa Al-Taamari.

Gol tersebut sempat membuat pertandingan kembali hidup. Argentina kemudian memasukkan Lionel Messi, Alexis Mac Allister, dan Thiago Almada untuk menambah daya gedor.

Hasilnya terlihat pada menit ke-80. Lionel Messi mencetak gol lewat tendangan bebas khasnya yang tak mampu dihentikan kiper Yordania, sekaligus mengunci kemenangan 3-1 untuk Argentina.

Argentina Sempurna, Yordania Tersingkir

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim.

Argentina pun menutup fase grup dengan tiga kemenangan dari tiga laga, sementara Yordania harus mengakhiri perjalanan mereka di dasar klasemen.

Susunan Pemain

Yordania (3-4-3): Abulaila; Abu Dahab, Al-Arab, Nasib; Abu Taha, Al-Rawabdeh, Al-Rashdan, Haddad; Olwan, Al-Fakhouri, Azaizeh
Pelatih: Jamal Sellami

Argentina (4-4-2): E. Martínez; Tagliafico, Senesi, Otamendi, Simeone; Lo Celso, Palacios, Paredes, Paz; L. Martínez, Álvarez
Pelatih: Lionel Scaloni.(*)




Iran Tahan Belgia Tanpa Gol, Kartu Merah dan VAR Warnai Duel Panas Grup G

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia kembali gagal menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu unggulan di Piala Dunia 2026.

Menghadapi Iran pada laga kedua Grup G di SoFi Stadium, Los Angeles, Senin 22 Juni 2026 dini hari WIB, Setan Merah Eropa harus puas bermain imbang tanpa gol.

Laga berakhir 0-0, tetapi skor tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan.

Iran tampil disiplin, berani meladeni permainan Belgia, dan mendapat kontribusi luar biasa dari kiper Alireza Beiranvand yang menjadi mimpi buruk bagi lini serang lawan.

Hasil ini membuat persaingan Grup G semakin terbuka.

Belgia maupun Iran sama-sama belum meraih kemenangan dalam dua pertandingan awal sehingga nasib keduanya kini ditentukan pada laga terakhir fase grup.

Belgia Mendominasi, Iran Mengancam

Belgia langsung mengambil alih penguasaan bola sejak awal pertandingan.

Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans menjadi motor serangan, sementara Romelu Lukaku berusaha membongkar pertahanan rapat Iran.

Namun ancaman pertama justru datang dari wakil Asia tersebut.

Pada menit ke-14, Hossein Kanani melepaskan tendangan voli keras hasil situasi lemparan ke dalam yang memaksa Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting.

Iran kembali membuat Belgia terkejut beberapa menit kemudian ketika Saeid Ezatolahi hampir mencetak gol melalui sundulan yang hanya melenceng tipis dari sasaran.

Belgia merespons lewat peluang emas Tielemans pada menit ke-22.

Gelandang tersebut melepaskan tembakan keras dari sudut sempit, tetapi Beiranvand tampil sigap untuk menggagalkan peluang.

VAR Gagalkan Euforia Iran

Momen paling dramatis pada babak pertama terjadi pada menit ke-25.

Iran sempat mengira telah memecah kebuntuan setelah Mehdi Taremi berhasil menaklukkan Courtois melalui penyelesaian klinis hasil skema bola mati.

Para pemain Iran sudah merayakan gol tersebut sebelum wasit menerima tinjauan VAR.

Setelah pemeriksaan berlangsung, gol dianulir karena Taremi berada dalam posisi offside yang sangat tipis.

Keputusan itu menjadi penyelamat bagi Belgia yang sempat kehilangan konsentrasi di lini belakang.

Menjelang turun minum, Belgia kembali mendapat peluang emas melalui Maxim De Cuyper.

Namun Beiranvand kembali menunjukkan kualitasnya dengan menggagalkan tendangan voli yang mengarah tepat ke gawang.

Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

Memasuki babak kedua, Iran tampil semakin percaya diri. Mehdi Taremi terus menjadi ancaman melalui pergerakan dan pressing agresifnya terhadap lini pertahanan Belgia.

Belgia sebenarnya memiliki kesempatan terbaik untuk mencetak gol pada menit ke-59.

De Bruyne mengirim umpan matang ke depan gawang dan De Cuyper berdiri tanpa kawalan di posisi ideal.

Namun saat stadion nyaris bersorak gol, Beiranvand melakukan penyelamatan refleks luar biasa menggunakan tangan kirinya.

Momen tersebut menjadi salah satu penyelamatan terbaik sejauh ini di Piala Dunia 2026.

Situasi berubah drastis pada menit ke-66. Bek Belgia Nathan Ngoy kehilangan bola saat ditekan Taremi.

Penyerang Iran itu langsung melaju menuju gawang sebelum dijatuhkan dari belakang.

Wasit Dario Herrera tanpa ragu mengeluarkan kartu merah langsung kepada Ngoy. Belgia harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain membuat Iran semakin berani menekan. Ezatolahi sempat menguji Courtois lewat tendangan jarak jauh, tetapi kiper Real Madrid itu masih mampu mengamankan bola.

Beiranvand Jadi Pembeda

Meski bermain dengan 10 orang, Belgia tetap berusaha mencari gol kemenangan.

Peluang emas kembali hadir menjelang akhir pertandingan ketika De Cuyper mendapatkan ruang tembak di dalam kotak penalti.

Sekali lagi Beiranvand menjadi penyelamat Iran.

Penampilan gemilang sang penjaga gawang membuat seluruh upaya Belgia berakhir sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0.

Bagi Iran, satu poin ini terasa seperti kemenangan karena diraih setelah menghadapi tekanan besar dari salah satu tim unggulan turnamen.

Sebaliknya, Belgia harus melakukan evaluasi serius setelah gagal menang dalam dua pertandingan awal.

Di tengah ketatnya persaingan Grup G, satu nama yang paling layak mendapat sorotan adalah Alireza Beiranvand.

Kiper berpengalaman Iran itu tampil luar biasa dan menjadi alasan utama timnya tetap menjaga peluang lolos ke fase gugur.(*)




Yamal Cetak Sejarah, Spanyol Gilas Arab Saudi 4-0 di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Spanyol mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026.

Setelah sempat tertahan tanpa gol pada laga pembuka, La Roja bangkit dengan performa meyakinkan dan menggulung Arab Saudi 4-0 dalam pertandingan kedua Grup H di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu 21 Juni 2026 malam WIB.

Kemenangan telak ini mengantar tim asuhan Luis de la Fuente ke puncak klasemen sementara Grup H. Empat poin yang dikumpulkan membuat langkah Spanyol menuju fase gugur semakin terbuka lebar.

Sejak menit awal, Spanyol tampil agresif dan menguasai jalannya pertandingan. Arab Saudi yang sebelumnya mampu menahan Uruguay dibuat kesulitan mengembangkan permainan akibat tekanan tinggi yang terus dilancarkan lawannya.

Keunggulan Spanyol dibuka pada menit ke-10 melalui aksi bintang muda Lamine Yamal.

Pemain berusia 18 tahun itu sukses memaksimalkan umpan matang Mikel Oyarzabal untuk membawa La Roja unggul lebih dulu.

Gol tersebut semakin menegaskan status Yamal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepak bola dunia.

Berdasarkan catatan FIFA, ia masuk daftar delapan pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia dan menjadi pemain termuda kedua Spanyol yang mencetak gol di turnamen tersebut setelah Gavi.

Arab Saudi belum sempat keluar dari tekanan ketika Spanyol kembali menghukum kesalahan lini belakang mereka.

Oyarzabal mencetak gol kedua pada menit ke-21 sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor tiga menit kemudian.

Dua gol cepat itu praktis mengubah arah pertandingan. Spanyol semakin percaya diri mengendalikan tempo, sementara Arab Saudi kesulitan menemukan celah untuk mengancam gawang lawan.

Oyarzabal bahkan nyaris menorehkan hattrick sebelum turun minum.

Namun, peluang emas yang didapatnya hanya membentur mistar gawang sehingga skor 3-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, dominasi Spanyol tidak mengalami penurunan meski Yamal dan Oyarzabal kemudian ditarik keluar.

Tim Matador tetap mampu mengontrol pertandingan dan menjaga tekanan terhadap pertahanan Arab Saudi.

Gol keempat lahir pada menit ke-49 melalui gol bunuh diri Hassan Al-Tombakti. Situasi bermula ketika Mohammed Alowais berhasil menepis tendangan voli Marc Cucurella.

Bola liar yang memantul justru mengenai Al-Tombakti dan masuk ke gawang sendiri.

Keunggulan empat gol membuat Spanyol bermain lebih nyaman hingga peluit akhir dibunyikan.

Arab Saudi berusaha memperbaiki permainan, tetapi tidak mampu menciptakan peluang berarti untuk memperkecil ketertinggalan.

Hasil ini menempatkan Spanyol dalam posisi sangat menguntungkan. Tambahan satu poin saat menghadapi Uruguay pada laga terakhir fase grup sudah cukup untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.

Di sisi lain, Arab Saudi menghadapi tekanan lebih besar. Satu-satunya jalan untuk menjaga peluang lolos adalah meraih hasil maksimal saat menghadapi Cape Verde pada pertandingan penentuan Grup H.

Kemenangan atas Arab Saudi tidak hanya memberikan tiga poin penting bagi Spanyol, tetapi juga menunjukkan bahwa La Roja mulai menemukan ritme terbaiknya di Piala Dunia 2026.

Jika mampu mempertahankan konsistensi tersebut, mereka berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia.(*)




Daftar Lengkap Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 Hari Ini

SEPUCUKJAMBI.ID – Peta persaingan Piala Dunia 2026 mulai terbentuk. Hingga pertandingan terbaru fase grup, sudah ada tiga negara yang memastikan tiket ke babak 32 besar lebih cepat.

Meksiko, Amerika Serikat, dan Jerman menjadi tim pertama yang mengunci tempat di fase gugur setelah meraih hasil sempurna dalam dua pertandingan awal.

Keberhasilan ketiga tim tersebut menegaskan kesiapan mereka menghadapi persaingan yang semakin ketat menuju fase knockout.

Sementara itu, sejumlah kandidat kuat lainnya masih harus berjuang pada laga terakhir grup untuk mengamankan nasib.

Meksiko menjadi tim pertama yang memastikan kelolosan. Bermain di hadapan publik sendiri, El Tri tampil konsisten dan berhasil menyapu bersih dua pertandingan awal dengan kemenangan.

Tak lama berselang, Amerika Serikat mengikuti jejak rival regionalnya tersebut.

Dukungan suporter tuan rumah dan performa yang stabil membuat The Stars and Stripes sukses mengamankan enam poin yang cukup untuk mengunci tiket ke babak berikutnya.

Meski sudah dipastikan lolos, baik Meksiko maupun Amerika Serikat masih memiliki satu pertandingan tersisa untuk menentukan posisi akhir klasemen grup dan lawan yang akan dihadapi pada fase gugur.

Jerman kemudian menjadi negara ketiga yang memastikan tempat di babak 32 besar. Der Panzer harus bekerja keras sebelum akhirnya mengalahkan Pantai Gading dengan skor dramatis 2-1.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Toronto, Jerman sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal oleh gol Franck Kessie pada babak pertama.

Namun mental juara yang selama ini menjadi identitas mereka kembali terlihat.

Deniz Undav muncul sebagai pahlawan dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-68 sebelum memastikan kemenangan lewat gol kedua pada masa injury time.

Gol pada menit ke-94 tersebut tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga memastikan pasukan Julian Nagelsmann melaju ke fase gugur dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan.

Bagi Jerman, kelolosan ini memiliki makna tersendiri. Setelah gagal melewati fase grup dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya, Die Mannschaft akhirnya kembali menunjukkan kapasitas sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.

Dengan tiga tiket fase gugur yang sudah terisi, persaingan memperebutkan tempat tersisa di babak 32 besar dipastikan akan semakin sengit dalam beberapa hari ke depan.

Daftar Tim yang Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026:

  1. Meksiko
  2. Amerika Serikat
  3. Jerman



Jerman Comeback, Pantai Gading ‘Dipukul’ Deniz Undav di Gol Injury Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Jerman memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Pantai Gading dalam laga Grup E di Toronto Stadium, Minggu 21 Juni 2026 dini hari WIB.

Der Panzer harus bekerja keras untuk mengamankan tiga poin. Sempat tertinggal lebih dulu pada babak pertama, pasukan Julian Nagelsmann bangkit melalui dua gol Deniz Undav.

Termasuk gol penentu kemenangan yang tercipta pada masa injury time.

Hasil ini membuat Jerman kokoh di puncak klasemen Grup E dengan koleksi enam poin sempurna dari dua pertandingan.

Dengan satu laga tersisa, mereka menjadi salah satu tim pertama yang memastikan tempat di fase gugur.

Jerman langsung tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Kai Havertz memperoleh peluang emas lewat sundulan pada menit-menit awal, tetapi masih mampu diamankan kiper Pantai Gading, Yahia Fofana.

Tekanan Der Panzer terus berlanjut. Jamal Musiala dan Florian Wirtz beberapa kali merepotkan lini belakang lawan.

Sementara Aleksandar Pavlovic sempat menjebol gawang Pantai Gading pada menit ke-21. Namun gol tersebut dianulir wasit setelah ditemukan pelanggaran dalam proses serangan.

Di tengah dominasi Jerman, Pantai Gading justru berhasil mencuri keunggulan. Serangan cepat yang dibangun dari sisi sayap berujung pada gol Franck Kessie pada menit ke-30.

Gelandang berpengalaman itu sukses memanfaatkan kelengahan pertahanan Jerman untuk membawa timnya unggul 1-0.

Menjelang turun minum, Pantai Gading nyaris menggandakan keunggulan. Ange-Yoan Bonny mendapatkan peluang terbuka.

Namun Manuel Neuer menunjukkan kualitasnya dengan melakukan penyelamatan krusial yang menjaga harapan Jerman tetap hidup.

Babak pertama ditutup dengan frustrasi bagi Der Panzer. Kai Havertz sempat mencetak gol, tetapi VAR kembali membatalkan gol tersebut karena pelanggaran dalam proses terjadinya gol.

Memasuki babak kedua, Jerman meningkatkan intensitas serangan. Julian Nagelsmann meminta anak asuhnya bermain lebih agresif dan menekan lebih tinggi untuk memaksa Pantai Gading bertahan di wilayah sendiri.

Usaha itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Deniz Undav menyambar umpan matang Nadiem Amiri sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dijangkau Fofana.

Skor berubah menjadi 1-1 dan momentum sepenuhnya berpihak kepada Jerman.

Setelah gol penyeimbang tersebut, tekanan Der Panzer semakin masif. Pantai Gading dipaksa bertahan total menghadapi gelombang serangan yang datang silih berganti.

Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Jerman mendapatkan momen penentu.

Pada menit ke-90+4, Felix Nmecha mengirim umpan terukur yang langsung disambar Deniz Undav menjadi gol kedua sekaligus gol kemenangan.

Gol telat tersebut memicu selebrasi besar kubu Jerman dan memupus harapan Pantai Gading untuk mencuri satu poin.

Kemenangan ini menegaskan status Jerman sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Selain menunjukkan mentalitas bangkit saat tertinggal, Der Panzer juga memperlihatkan kedalaman skuad yang mampu membuat perbedaan hingga detik-detik terakhir pertandingan.

Susunan pemain:

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Nico Schlotterbeck, Nathaniel Brown; Aleksandar Pavlovic, Felix Nmecha; Leroy Sane, Jamal Musiala, Florian Wirtz; Kai Havertz.

Pelatih: Julian Nagelsmann

Pantai Gading (4-3-3): Yahia Fofana; Wilfried Singo, Odilon Kossounou, Emmanuel Agbadou, Ghislain Konan; Christ Inao Oulai, Franck Kessie, Ibrahim Sangare; Amad Diallo, Ange-Yoan Bonny, Yan Diomande.

Pelatih: Emerse Fae.(*)




Ronald Koeman Tersenyum, Belanda Hancurkan Swedia 5-1 dan Kuasai Grup F

SEPUCUKJAMBI.ID – Belanda menunjukkan sinyal serius sebagai salah satu penantang kuat di Piala Dunia 2026.

Tim Oranje tampil luar biasa saat membungkam Swedia dengan skor telak 5-1 pada laga kedua Grup F yang berlangsung di Houston Stadium, Minggu 21 Juni 2026 dini hari WIB.

Kemenangan besar ini bukan hanya soal tambahan tiga poin. Belanda memperlihatkan kombinasi efektivitas, kecepatan, dan kedalaman skuad yang membuat Swedia kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.

Brian Brobbey menjadi pembuka petaka bagi Swedia. Striker muda Belanda itu mencetak dua gol cepat pada menit ke-5 dan ke-17 yang langsung mengubah arah pertandingan sejak awal.

Unggul dua gol membuat Belanda semakin nyaman menguasai permainan.

Lini tengah yang dikomandoi Frenkie de Jong dan Tijjani Reijnders mampu mengendalikan tempo, sementara Denzel Dumfries berkali-kali menciptakan ancaman dari sisi kanan.

Swedia sebenarnya sempat memberikan perlawanan. Viktor Gyokeres dan Alexander Isak beberapa kali menguji ketangguhan Bart Verbruggen.

Bahkan, tim Skandinavia itu nyaris memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum, namun sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Memasuki babak kedua, keputusan pelatih Ronald Koeman melakukan pergantian pemain menjadi titik balik yang semakin menyulitkan Swedia.

Crysencio Summerville yang masuk dari bangku cadangan langsung memberi dampak instan.

Baru dua menit babak kedua berjalan, pergerakannya membuka ruang bagi Dumfries untuk mengirim umpan matang yang diselesaikan Cody Gakpo menjadi gol ketiga Belanda.

Tekanan Oranje semakin tak terbendung. Pada menit ke-54, Summerville kembali menjadi aktor penting lewat assist yang membuat Gakpo mencetak gol keduanya sekaligus memperbesar keunggulan menjadi 4-0.

Swedia akhirnya mendapatkan gol hiburan pada menit ke-59. Anthony Elanga yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memanfaatkan umpan terobosan Alexander Isak untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 4-1.

Namun momentum itu tidak bertahan lama. Belanda tetap mendominasi jalannya laga dan nyaris tidak memberikan ruang bagi Swedia untuk bangkit.

Pesta gol Oranje akhirnya ditutup Summerville pada menit ke-89. Setelah merebut bola di area pertahanan lawan, pemain sayap tersebut melakukan penetrasi cepat sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihentikan kiper Swedia.

Skor 5-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini mengantarkan Belanda ke puncak klasemen sementara Grup F dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan.

Sementara itu, Swedia harus puas berada di posisi kedua dan menghadapi tekanan lebih besar dalam perebutan tiket ke fase gugur.

Selain kemenangan besar, laga ini juga memperlihatkan ketajaman lini depan Belanda yang mulai menemukan bentuk terbaiknya.

Brobbey, Gakpo, hingga Summerville tampil efektif dan menjadi modal berharga bagi Oranje untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Piala Dunia 2026.

Susunan pemain

BELANDA : Bart Verbruggen; Micky van de Ven, Jan Paul van Hecke, Virgil van Dijk, Denzel Dumfries; Tijjani Reijnders, Frenkie de Jong, Ryan Gravenberch; Cody Gakpo, Brian Brobbey, Donyell Malen.

SWEDIA : Kristoffer Nordfeldt; Victor Lindelof, Isak Hien, Gustaf Lagerbielke; Jesper Karlstrom, Gabriel Gudmundsson, Alexander Bernhardsson, Yasin Ayari, Benjamin Nygren; Alexander Isak, Viktor Gyokeres.(*)




Pesta Gol di Monterrey! Swedia Permalukan Tunisia 5-1

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Swedia mengawali langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan cara yang meyakinkan.

Blågult tampil tajam dan efektif untuk menghancurkan Tunisia dengan skor telak 5-1 pada laga pembuka Grup F di Estadio Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Senin 15 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan besar ini langsung mengantarkan Swedia ke puncak klasemen sementara Grup F.

Sebaliknya, Tunisia harus menerima kenyataan pahit setelah sejumlah kesalahan sendiri menjadi awal dari kekalahan telak mereka.

Meski skor akhir terlihat mencolok, pertandingan sejatinya berlangsung cukup terbuka. Kedua tim sama-sama bermain menyerang dan menciptakan peluang.

Namun perbedaan terbesar terletak pada efektivitas penyelesaian akhir serta kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan.

Swedia membuka keunggulan cepat pada menit ketujuh melalui Yasin Ayari. Gol berawal dari blunder kiper Tunisia, Abdelmouhib Chamakh, yang gagal mengantisipasi bola panjang dari Victor Lindelof.

Bola liar langsung disambar Ayari dengan tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur ke sudut atas gawang.

Gol tersebut membuat Swedia semakin percaya diri mengendalikan permainan. Namun Tunisia tidak tinggal diam.

Pada menit ke-13, Anis Ben Slimane hampir menyamakan kedudukan setelah menerima umpan matang Elias Saad.

Akan tetapi, kiper Kristoffer Nordfeldt melakukan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan timnya.

Tekanan Swedia kembali membuahkan hasil menjelang setengah jam pertandingan. Alexander Isak menunjukkan kualitasnya sebagai ujung tombak utama dengan mencetak gol kedua pada menit ke-30.

Penyerang Liverpool itu menuntaskan kombinasi cepat bersama Viktor Gyokeres melalui sepakan mendatar yang gagal dibendung Chamakh.

Saat laga tampak mulai dikuasai Swedia, Tunisia berhasil memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum.

Umpan silang akurat Hannibal Mejbri disambut sundulan Omar Rekik yang memperdaya Nordfeldt pada menit ke-43.

Gol tersebut membuat Tunisia kembali memiliki harapan setelah babak pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk keunggulan Swedia.

Namun harapan itu tak bertahan lama.

Memasuki babak kedua, Tunisia sebenarnya sempat mengancam lebih dulu melalui Hannibal Mejbri. Sayangnya peluang tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol penyama kedudukan.

Momen krusial kemudian terjadi pada menit ke-59.

Kesalahan fatal Ellyes Skhiri saat membangun serangan berhasil dimanfaatkan Alexander Isak.

Bola direbut dan langsung dialirkan kepada Viktor Gyokeres yang tanpa ampun melepaskan tembakan keras untuk membawa Swedia unggul 3-1.

Gol itu menjadi titik balik yang memukul mental Tunisia.

Swedia semakin nyaman memainkan pertandingan dan terus menekan pertahanan lawan.

Beberapa peluang tambahan tercipta, termasuk kesempatan emas Gyokeres yang nyaris memperbesar skor.

Gol keempat akhirnya lahir pada menit ke-84 melalui Mattias Svanberg. Pemain yang baru masuk sebagai pemain pengganti itu sempat melihat golnya dianulir karena dugaan offside.

Namun setelah tinjauan VAR, wasit mengesahkan gol tersebut dan membuat Swedia menjauh dengan skor 4-1.

Belum puas sampai di situ, Swedia menutup pertandingan dengan gol spektakuler pada masa injury time.

Yasin Ayari kembali menjadi sorotan setelah mencetak gol keduanya pada menit ke-90+6.

Gelandang Brighton itu melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang menghujam pojok gawang Tunisia tanpa mampu dijangkau Chamakh.

Gol tersebut sekaligus mengunci kemenangan telak 5-1 bagi Swedia.

Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa Swedia bukan sekadar pelengkap di Grup F.

Dengan kombinasi permainan agresif, lini depan yang tajam, dan kemampuan memanfaatkan kesalahan lawan, pasukan Graham Potter menunjukkan potensi besar untuk bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur.

Di sisi lain, Tunisia harus segera mengevaluasi sektor pertahanan dan distribusi bola dari lini belakang yang menjadi sumber utama lahirnya beberapa gol Swedia dalam laga ini.(*)




Pantai Gading Curi Tiga Poin, Gol Telat Amad Diallo Bungkam Ekuador

SEPUCUKJAMBI.ID – Ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa gol, Pantai Gading menemukan pahlawannya.

Amad Diallo mencetak gol pada menit ke-90 untuk memastikan kemenangan tipis 1-0 atas Ekuador dalam laga pembuka Grup E Piala Dunia 2026 di Philadelphia Stadium, Senin 15 Juni 2026 pagi WIB.

Kemenangan dramatis ini membawa Les Éléphants meraih tiga poin krusial dalam persaingan ketat Grup E.

Sebaliknya, Ekuador harus menelan kekecewaan setelah sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol sepanjang pertandingan.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Ekuador tampil lebih agresif dan langsung memberikan ancaman melalui Moises Caicedo pada menit kedua.

Namun upaya gelandang andalan tersebut masih belum menemui sasaran.

Tekanan Ekuador berlanjut delapan menit kemudian. Enner Valencia memperoleh peluang emas setelah menerima umpan matang dari Piero Hincapie.

Sayangnya, penyelesaian akhir sang kapten belum mampu mengarah ke gawang.

Pantai Gading yang sempat kesulitan mengembangkan permainan perlahan mulai keluar dari tekanan.

Franck Kessie dan Seko Fofana menjadi motor permainan di lini tengah, sementara Bazoumana Toure beberapa kali merepotkan pertahanan lawan lewat kecepatan dan pergerakannya.

Ekuador sebenarnya nyaris membuka keunggulan pada menit ke-23. John Yeboah berhasil mencuri bola di area berbahaya sebelum melepaskan tembakan melengkung yang hanya membentur mistar gawang.

Tujuh menit berselang, keberuntungan kembali berpihak kepada Pantai Gading.

Kali ini giliran Alan Minda yang melihat peluangnya digagalkan tiang gawang setelah melepaskan tembakan akurat dari dalam kotak penalti.

Pertandingan kemudian berkembang menjadi duel fisik yang keras. Beberapa pemain dari kedua tim terlibat benturan dan pelanggaran demi memenangkan pertarungan di lini tengah.

Menjelang turun minum, Pantai Gading hampir mencuri gol melalui Nicolas Pepe dan Wilfried Singo.

Namun rapatnya pertahanan Ekuador serta penampilan solid Hernan Galindez membuat skor tetap 0-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, kedua tim bermain lebih terbuka.

Ekuador kembali mengancam melalui kombinasi Enner Valencia dan Gonzalo Plata yang beberapa kali membuat lini belakang Pantai Gading bekerja ekstra keras.

Namun ketangguhan kiper Yahia Fofana menjadi pembeda dalam sejumlah momen penting.

Di sisi lain, Pantai Gading juga memperoleh peluang emas. Elye Wahi nyaris memecah kebuntuan pada menit ke-52, tetapi usahanya hanya membentur mistar gawang.

Seiring berjalannya waktu, kedua pelatih mulai melakukan perubahan taktik dengan memasukkan sejumlah pemain segar.

Pergantian tersebut membuat intensitas pertandingan meningkat, terutama pada 20 menit terakhir.

Ekuador kembali mendapatkan peluang terbaiknya pada menit ke-68 saat Gonzalo Plata melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.

Namun Yahia Fofana tampil sigap dengan penyelamatan penting yang menjaga harapan Pantai Gading tetap hidup.

Ketika pertandingan tampak menuju hasil imbang, momen penentu akhirnya lahir pada menit ke-90.

Wilfried Singo melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum mengirim umpan tarik akurat ke area berbahaya.

Bola kemudian disambut Amad Diallo yang berdiri tanpa pengawalan ketat.

Dengan tenang, pemain sayap Manchester United tersebut mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang bersarang di sudut bawah gawang Ekuador.

Gol itu langsung mengubah suasana stadion.

Ekuador berusaha membalas sepanjang tambahan waktu tujuh menit, tetapi pertahanan Pantai Gading tampil disiplin hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini menempatkan Pantai Gading dalam posisi ideal untuk menghadapi laga berikutnya di Grup E.

Sementara Ekuador harus segera menemukan solusi atas masalah penyelesaian akhir yang menjadi penyebab utama kegagalan mereka meraih poin pada laga pembuka.

Bagi Pantai Gading, kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa efektivitas dan kesabaran tetap menjadi senjata penting di panggung sebesar Piala Dunia.(*)




Jepang Tampil Heroik dan Paksa Belanda Bermain Imbang

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jepang menunjukkan mentalitas luar biasa saat memaksa Belanda bermain imbang 2-2 pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, Senin 15 Juni 2026 dini hari WIB.

Gol telat Daichi Kamada pada penghujung pertandingan menggagalkan kemenangan yang sudah berada di depan mata skuad Oranje.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Belanda yang sempat dua kali memimpin pertandingan.

Sebaliknya, Jepang pulang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mampu bangkit dari tekanan salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia.

Sejak menit awal, Belanda tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Donyell Malen langsung mengancam ketika laga baru berjalan tiga menit.

Namun penampilan gemilang kiper Jepang, Zion Suzuki, membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.

Tekanan Belanda terus berlanjut sepanjang babak pertama. Malen kembali memperoleh peluang emas melalui sundulan hasil sepak pojok Tijjani Reijnders pada menit ke-34.

Lagi-lagi Suzuki tampil sigap untuk menjaga gawang Jepang tetap perawan.

Meski lebih banyak bertahan, Jepang bukan tanpa peluang. Menjelang turun minum, Shunsuke Nakamura dan Ayase Ueda sempat mengancam pertahanan Belanda.

Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap 0-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan meningkat drastis.

Belanda akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-50. Berawal dari umpan matang Ryan Gravenberch, kapten tim Virgil van Dijk sukses menuntaskan peluang dan membawa Oranje unggul 1-0.

Namun keunggulan itu hanya bertahan tujuh menit.

Jepang merespons cepat melalui serangan balik yang efektif. Takefusa Kubo menjadi motor serangan sebelum melepaskan tembakan yang berubah arah setelah mengenai Keito Nakamura.

Bola mengecoh kiper Belanda dan membuat skor kembali imbang 1-1 pada menit ke-57.

Belanda kembali menunjukkan kualitasnya pada menit ke-64. Crysencio Summerville menjadi aktor utama lewat aksi individu impresif dari sisi kiri serangan.

Setelah menusuk ke dalam kotak penalti, pemain muda tersebut melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dihentikan Zion Suzuki.

Gol itu membuat Belanda kembali memimpin 2-1 dan terlihat berada di jalur kemenangan.

Namun Jepang belum menyerah.

Pelatih Hajime Moriyasu melakukan sejumlah perubahan dengan memasukkan Junya Ito, Yukinari Sugawara, dan Koki Ogawa untuk meningkatkan daya gedor tim. Keputusan tersebut terbukti tepat.

Saat pertandingan memasuki menit ke-89, Daichi Kamada muncul sebagai pahlawan.

Gelandang kreatif Jepang itu berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang Belanda untuk mencetak gol penyama kedudukan dan membungkam pendukung Oranje di Dallas.

Skor 2-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Bagi Belanda, hasil ini menjadi alarm bahwa dominasi penguasaan bola dan jumlah peluang belum cukup untuk mengamankan tiga poin.

Sementara Jepang kembali menunjukkan karakter sebagai tim yang sulit ditaklukkan, terutama dalam situasi tertekan.

Satu poin yang diraih Samurai Biru bisa menjadi modal berharga dalam persaingan ketat Grup F.

Sedangkan Belanda harus segera memperbaiki efektivitas permainan jika ingin melangkah jauh di Piala Dunia 2026.(*)