Di Balik Komandan Upacara HUT RI Jambi, Ada Jejak Panjang Letkol Inf Aries Munandar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Di balik khidmatnya upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Jambi, Senin 17 Agustus 2026, terdapat sosok prajurit yang mengemban tanggung jawab penting untuk memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan sesuai ketentuan.

Dia adalah Letkol Inf Aries Munandar Effendi, Danyonif Raider 142/Ksatria Jaya Korem 042/Garuda Putih Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.

Pada upacara yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Jambi itu, Aries dipercaya menjadi Komandan Upacara.

Posisi tersebut bukan sekadar berdiri di hadapan pasukan dan memberikan aba-aba.

Seorang Komandan Upacara bertanggung jawab memastikan setiap tahapan berlangsung tertib, tepat, disiplin dan penuh penghormatan dalam momentum sakral peringatan kemerdekaan.

Bagi Aries, kepercayaan tersebut datang setelah perjalanan panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat, terutama di jajaran Kostrad.

Karier Dimulai dari Komandan Peleton

Perjalanan militer Letkol Inf Aries Munandar Effendi dimulai dari sejumlah posisi komando di satuan tempur.

Pada 14 April 2009, ia tercatat sebagai Danton II/B Yonif 412/Raider 6/2 Kostrad.

Tidak lama kemudian, pada 1 September 2009, ia dipercaya menjadi Danton III/B Yonif 412/Raider 6/2 Kostrad.

Jabatan komando kembali diembannya pada 15 Maret 2010 sebagai Danton I Yonif 412/Raider 6/2 Kostrad.

Dari posisi tersebut, pengalaman Aries berkembang melalui berbagai penugasan dan jabatan di lingkungan TNI AD.

Ia juga tercatat menjalani sejumlah penugasan, baik di dalam maupun luar negeri, antara lain Ekspedisi Bukit Barisan di Bengkulu, Latma Safkar Indopura di Singapura, Satgas Indobatt UNIFIL di Lebanon serta Satgas Pamtas RI-PNG di Papua.

Rangkaian penugasan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan pengalaman seorang prajurit yang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan komando, tetapi juga kesiapan menghadapi berbagai situasi di lapangan.

Dari Komando ke Perencanaan

Perjalanan karier Aries kemudian tidak hanya berkutat di lini komando.

Pada 1 Agustus 2012, ia mendapat penugasan sebagai Pasilog Yonif 412/Raider 6/2 Kostrad.

Kemudian pada 4 Januari 2013, ia kembali dipercaya mengemban tugas sebagai Pasilog di satuan tersebut.

Pengalaman di bidang komando kembali dijalaninya saat dipercaya menjadi Danki C Yonif 412/Raider 6/2 Kostrad pada 10 Juli 2015.

Setelah itu, ia memasuki sejumlah posisi yang berkaitan dengan staf, perencanaan, pendidikan dan pembinaan satuan.

Pada 31 Agustus 2016, Aries mendapat penugasan sebagai Pasimat Simabrig Denma Brigif Mekanis 6/2 Kostrad.

Setahun kemudian, 18 September 2017, ia dipercaya sebagai Gumil Gol VI Staf Binlat Tim Gumil Pusdikif Pussenif.

Pengalaman di bidang pendidikan dan pembinaan kemudian berlanjut. Pada 19 Maret 2018, Aries tercatat sebagai Kasilog Sbagum Pusdikif.

Selanjutnya, pada 27 Juni 2019, ia dipercaya menduduki posisi Kasiren Progar Bagum Pusdikif.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman Aries tidak hanya dibangun dari tugas lapangan, tetapi juga dari pekerjaan perencanaan, logistik, pendidikan serta pembinaan organisasi.

Masuk ke Bidang Analisis dan Pengendalian Program

Kariernya terus bergerak ke tingkat yang lebih tinggi.

Pada 28 September 2022, Aries dipercaya menjadi Kasi Anev dan Dalprog Sren Divif 3 Kostrad.

Jabatan tersebut memperkuat pengalamannya di bidang analisis, evaluasi serta pengendalian program dan perencanaan.

Di sela perjalanan tugasnya, Aries juga mengikuti pertukaran perwira ke Australia melalui kegiatan Kartikabura Exchange.

Kemudian pada 22 Mei 2025, ia mendapat kepercayaan sebagai Pabandya Anev dan Dalprog Sren Kostrad.

Hingga akhirnya, pada 18 Mei 2026, Aries memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya setelah dipercaya menjadi Danyonif 142/Ksatria Jaya Korem 042/Garuda Putih Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.

Belum lama mengemban jabatan tersebut, ia kembali mendapat kepercayaan penting sebagai Komandan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Jambi.

Berdiri di Tengah Momentum Kemerdekaan

Dalam upacara tersebut, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Sementara Letkol Inf Aries Munandar Effendi bertugas sebagai Komandan Upacara.

Di bawah komandonya, seluruh pasukan mengikuti rangkaian upacara dengan tertib dan disiplin.

Paskibraka Provinsi Jambi juga menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dalam suasana khidmat.

Upacara turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Gubernur Jambi, unsur Forkopimda Provinsi Jambi, jajaran Korem 042/Garuda Putih serta tamu undangan lainnya.

Bagi seorang prajurit, kepercayaan menjadi Komandan Upacara pada peringatan kemerdekaan merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab.

Sebab, tugas tersebut menuntut ketepatan, ketegasan dan kemampuan mengendalikan seluruh rangkaian upacara.

Namun, di balik aba-aba yang terdengar di lapangan, terdapat perjalanan panjang yang mengantarkan seorang prajurit hingga berada pada posisi tersebut.

Dari Kostrad, Penugasan hingga Memimpin Barisan di Jambi

Jika dirunut, perjalanan Aries mencerminkan proses panjang dalam karier militer.

Ia pernah berada di posisi komandan peleton, komandan kompi, menangani logistik, menjalani tugas pendidikan dan pembinaan, hingga masuk dalam bidang analisis serta pengendalian program di tingkat divisi dan Kostrad.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bekal ketika akhirnya ia dipercaya memimpin Yonif Raider 142/Ksatria Jaya.

Kini, dalam usia karier yang terus berkembang, Aries mendapat kesempatan berdiri di tengah lapangan upacara pada momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya sebagai prajurit TNI AD.

Di balik seragam dan jabatan yang disandangnya, Aries juga menjalani kehidupan sebagai kepala keluarga.

Ia memiliki istri, Eny Wahyu Pramesty, yang berasal dari Batanghari, Jambi, serta seorang putra.

Kehidupan keluarga menjadi sisi lain dari perjalanan seorang prajurit yang selama bertahun-tahun dituntut siap menjalankan berbagai penugasan.

Pada akhirnya, menjadi Komandan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan hanya tentang mengatur barisan.

Di balik setiap aba-aba dan langkah pasukan terdapat proses panjang yang dibangun melalui penugasan, pengalaman, disiplin dan tanggung jawab.

Dan pada 17 Agustus 2026, perjalanan panjang Letkol Inf Aries Munandar Effendi itu bermuara pada satu amanah: memimpin jalannya upacara kemerdekaan tingkat Provinsi Jambi.(*)




Di Momentum HUT RI ke-81, Wali Kota Jambi Beberkan Strategi Atasi Banjir dan Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Jambi tidak hanya diwarnai prosesi pengibaran Bendera Merah Putih.

Momentum 17 Agustus 2026 itu dimanfaatkan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. untuk menegaskan sejumlah pekerjaan besar pemerintah daerah, mulai dari pengendalian banjir, pengelolaan sampah, hingga upaya menjaga pertumbuhan ekonomi.

Upacara berlangsung di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Senin 17 Agustus 2026, dengan Maulana bertindak sebagai inspektur upacara.

Hadir Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Jambi A. Ridwan, ASN, veteran, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah tamu undangan.

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly bertugas membacakan Naskah Proklamasi.

Prosesi pengibaran bendera diawali dengan penjemputan Duplikat Bendera Pusaka dari Griya Mayang, rumah dinas Wali Kota Jambi. Bendera kemudian dibawa ke lapangan upacara dengan pengawalan TNI dan Polri.

Petugas pembawa baki adalah Lufita Khairi Lestari, siswi SMAN 8 Kota Jambi, didampingi Aqila Zahira dari SMA Negeri 2 Kota Jambi.

Sementara pengibaran bendera dilakukan Polin Manalu dari SMA Negeri 5 Kota Jambi, Torik Ramadhan dari SMA Negeri 13 Kota Jambi, dan M. Dafa Rino Aji dari MAN 2.

Di balik suasana khidmat peringatan kemerdekaan tersebut, Maulana membawa pesan yang lebih konkret: kemerdekaan harus diterjemahkan ke dalam pembangunan yang bisa dirasakan langsung masyarakat.

Banjir Jadi Salah Satu Fokus Utama

Salah satu pekerjaan besar yang disoroti Maulana adalah penanganan banjir. Pemkot Jambi tengah membangun kolam retensi yang diarahkan untuk mengurangi persoalan banjir pada sistem Sungai Asam.

Target pemerintah cukup ambisius. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi sekitar 60 persen persoalan banjir pada sistem Sungai Asam.

Tak berhenti sebagai fasilitas pengendali air, kawasan kolam retensi juga disiapkan sebagai ruang publik.

Pemerintah merencanakan pembangunan jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer berikut fasilitas pendukung dan penerangan.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur pengendalian banjir diupayakan sekaligus memberi fungsi sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“Nanti di sekelilingnya kita siapkan jogging track sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung,” kata Maulana.

Ia berharap penanganan Sungai Asam mulai memberikan hasil pada musim banjir tahun depan.

Namun, persoalan banjir Kota Jambi tidak akan selesai hanya dengan membenahi satu sistem.

Pemkot Jambi masih harus menuntaskan dua sistem lainnya, yakni Sistem Kenali dan Sistem Kambang.

Lahan untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di kedua sistem tersebut disebut telah dipersiapkan.

Maulana menilai penyelesaian tiga sistem itu menjadi bagian penting dari strategi jangka bertahap Pemkot Jambi dalam mengurangi risiko banjir.

“Kalau tiga sistem ini bisa kita selesaikan, insyaallah persoalan banjir dapat kita tanggulangi secara bertahap,” ujarnya.

Target Ekonomi 6 Persen Dikaitkan dengan Kebersihan dan Keamanan

Maulana juga menghubungkan agenda pembangunan dengan target pertumbuhan ekonomi Kota Jambi.

Menurut dia, kebersihan dan keamanan tidak bisa dipandang hanya sebagai urusan pelayanan dasar.

Dua faktor tersebut juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemkot Jambi menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Karena itu, Maulana mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan, keamanan, dan kenyamanan kota.

“Kita harus terus menjaga kebersihan, menjaga keamanan. Dengan kebersihan dan keamanan yang baik, insyaallah pertumbuhan ekonomi kita dapat sesuai target, yaitu mencapai 6 persen,” katanya.

Pendekatan itu juga terlihat dari rencana pemanfaatan kawasan kolam retensi. Selain untuk mengendalikan banjir, ruang publik di kawasan tersebut diharapkan membuka peluang aktivitas ekonomi dan mendorong konsep ekonomi sirkular.

997 OPBM Disebut Sudah Berjalan

Di sektor lingkungan, Pemkot Jambi juga memperluas program Optimalisasi Pengelolaan Bank Sampah dan Masyarakat atau OPBM.

Maulana menyebut sekitar 997 OPBM saat ini telah berjalan di Kota Jambi.

Angka tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menggeser pengelolaan sampah dari sekadar persoalan kebersihan menjadi gerakan yang melibatkan masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“ Kita ingin kebersihan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat,” ujar Maulana.

Pemkot Jambi juga melanjutkan Program Kampung Bahagia.

Pada tahap pertama, program tersebut telah dilaksanakan di 795 RT dengan capaian yang disebut telah melampaui 100 persen.

Tahap berikutnya masih menyasar RT yang belum masuk program, termasuk dukungan pengadaan bentor.

Bagi Pemkot Jambi, penguatan pengelolaan sampah dan lingkungan di tingkat RT menjadi penting karena keberhasilan program kota pada akhirnya sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaannya di tingkat masyarakat.

Kemerdekaan Didorong Menjadi Kerja Nyata

Maulana menegaskan peringatan kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni.

Pemerintah dan masyarakat harus mengisinya melalui kerja nyata yang berdampak terhadap kualitas hidup warga.

Mulai dari kebersihan, keamanan, pelayanan publik, hingga pembangunan infrastruktur, seluruhnya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan pembangunan. Mari bersama-sama menjaga Kota Jambi agar tetap bersih, aman, nyaman dan ekonominya terus tumbuh,” tegasnya.

Usai upacara, Pemkot Jambi turut menyerahkan sejumlah penghargaan kepada pihak-pihak yang berprestasi.

Penghargaan tersebut antara lain diberikan kepada pemenang Lomba Kelurahan Berprestasi Tingkat Kota Jambi, fasilitator tercepat Program Kampung Bahagia Periode I Tahun 2026, serta anggota Polri yang berhasil mengungkap kasus benih bening lobster atau BBL.

Maulana juga memberikan apresiasi kepada jajaran Paskibraka Kota Jambi yang dinilai berhasil menjalankan tugas pengibaran bendera dengan baik.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Jambi berjalan dengan baik. Adik-adik Paskibraka juga telah melaksanakan tugasnya dengan sangat baik,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Jambi pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial.

Pemerintah daerah menjadikan momentum tersebut untuk kembali menempatkan tiga agenda sebagai pekerjaan penting ke depan: mengurangi persoalan banjir, memperkuat kebersihan dan pengelolaan sampah, serta menjaga agar roda ekonomi kota terus bergerak.

Turut hadir Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., Ketua GOW Kota Jambi Marsha Lystia, S.E., B.Com, para veteran, organisasi kemasyarakatan, dan tamu undangan lainnya.(*)