UNJA Dorong Bahan Ajar Berkelas Dunia, Dosen Didorong Manfaatkan Sumber Open Source

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Universitas Jambi (UNJA) mendorong dosen mengembangkan bahan ajar yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan mampu bersaing dalam konteks pendidikan global.

Upaya tersebut dilakukan melalui Technical Assistance bertema “Pemanfaatan Data Pembelajaran Open Source Kelas Dunia Dalam Pengembangan Bahan Ajar Digital di Lingkungan UNJA Tahun 2026” yang digelar Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) UNJA di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan dosen dalam memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka (open source) dalam penyusunan bahan ajar digital.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., mengatakan istilah “bahan ajar berkelas dunia” tidak semata-mata berarti menggunakan bahasa Inggris atau mencantumkan referensi dari akademisi luar negeri.

Menurutnya, kualitas bahan ajar harus diukur dari kekuatan standar akademik, relevansi terhadap perkembangan keilmuan serta kemampuannya menjawab kebutuhan pendidikan di tengah perubahan global.

“Bahan ajar berkelas dunia bukan hanya tentang penggunaan bahasa Inggris atau mengutip penulis-penulis dari luar negeri. Yang kita harapkan adalah bahan ajar yang memiliki standar akademik internasional dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era globalisasi,” ujar Hafrida.

Penguatan kualitas bahan ajar juga dipandang memiliki kaitan dengan upaya UNJA meningkatkan mutu institusi.

Hafrida mengatakan pengembangan bahan ajar dengan standar internasional dapat menjadi salah satu elemen pendukung proses akreditasi, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Lebih jauh, kualitas bahan ajar diharapkan tidak berhenti pada dokumen akademik, tetapi memberi pengaruh terhadap proses pembelajaran dan kompetensi mahasiswa.

“Pengembangan bahan ajar dengan standar internasional diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas akademik Universitas Jambi, tetapi juga meningkatkan daya saing lulusan dalam menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di tingkat global,” katanya.

Ketua LPMPP UNJA, Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.Hum., mengatakan Technical Assistance tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengembangan perangkat pembelajaran yang telah dimulai sebelumnya.

Pada 12 Agustus 2026, LPMPP telah menggelar kegiatan terkait penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Tahap berikutnya diarahkan pada pengembangan bahan ajar.

“Pada 12 Agustus lalu, LPMPP telah melaksanakan pertemuan dalam rangka penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hari ini, kegiatan tersebut kita lanjutkan dengan pengembangan bahan ajar,” ujar Retno.

Menurutnya, penggunaan sumber pembelajaran terbuka yang berkualitas dapat membantu dosen memperkaya bahan ajar dengan referensi dan materi yang lebih relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

LPMPP, kata Retno, memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan mutu secara berkelanjutan di lingkungan universitas.

“Kami ingin memastikan bahan ajar yang dikembangkan terus diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan akademik, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang berkualitas,” tambahnya.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ella Masita, S.Pd., M.Pd., M.Sc., mengatakan pengembangan bahan ajar merupakan salah satu agenda tahunan LPMPP UNJA.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam mengembangkan materi pembelajaran sekaligus memperkuat kualitas proses belajar-mengajar.

“Selama dua hari ini, kami akan bersama-sama mengembangkan bahan ajar yang dipandu oleh narasumber. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan bahan ajar yang dapat langsung dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran,” jelas Ella.

Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. Edi Surya Negara, S.Kom., M.Kom., sebagai narasumber.

Materi yang diberikan berfokus pada pengembangan bahan ajar berkelas dunia, termasuk bagaimana memanfaatkan sumber pembelajaran terbuka untuk menghasilkan materi yang memenuhi aspek akademik sekaligus memiliki relevansi internasional.

Tak hanya berupa pemaparan materi, peserta juga diarahkan untuk mengembangkan bahan ajar selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan pemilihan bahan ajar terbaik dalam empat kategori pada akhir rangkaian kegiatan.

“Besok, setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, akan dilakukan pemilihan empat kategori bahan ajar terbaik. Kami berharap apresiasi ini dapat menjadi motivasi bagi para dosen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas bahan ajar yang dikembangkan,” kata Ella.

Kegiatan tersebut diikuti dosen-dosen di lingkungan UNJA bersama jajaran LPMPP.

Bagi UNJA, Technical Assistance ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya peningkatan mutu yang berlangsung secara berkelanjutan.

Pengembangan bahan ajar digital berbasis sumber terbuka diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk membuat proses pembelajaran semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pendidikan masa kini.(*)




UNJA Uji Kebugaran 19 Guru Besar, Profesor Diminta Tak Hanya Duduk di Depan Laptop!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang memasuki masa purnatugas, para guru besar Universitas Jambi (UNJA) tidak hanya mempersiapkan aspek akademik, tetapi juga menjaga kondisi kesehatan fisik.

Sebanyak 19 guru besar bersama Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., mengikuti tes kebugaran jasmani di Gedung Olahraga Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan (GOR JPOK) Kampus UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNJA membangun budaya hidup sehat di lingkungan akademik, khususnya bagi para profesor yang selama ini aktif menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, mengapresiasi pelaksanaan tes kebugaran tersebut. Menurutnya, kesehatan merupakan faktor penting agar para akademisi tetap produktif dan mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan universitas.

“Saya sangat setuju dengan adanya tes kebugaran ini. Terima kasih kepada Prof. Sukendro yang telah menginisiasi kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi para guru besar serta sivitas akademika UNJA,” ujar Helmi.

Menurutnya, menjaga kebugaran bukan hanya berkaitan dengan kesehatan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang memiliki kesadaran terhadap pola hidup sehat.

Ukur Kebugaran dengan Metode Khusus Lansia

Ketua pelaksana kegiatan, Prof. Dr. Drs. H. Sukendro, M.Kes., mengatakan tes kebugaran tersebut dirancang agar sesuai dengan kondisi fisik kelompok usia lanjut.

Metode yang digunakan adalah Senior Fitness Test, yakni instrumen pengukuran kebugaran yang diperuntukkan bagi kelompok usia lanjut dengan sejumlah indikator kemampuan fisik.

“Guru besar jangan hanya duduk di depan laptop. Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak para profesor tetap aktif bergerak sekaligus mengetahui kondisi kebugaran tubuhnya. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus menjaga kesehatan,” ujar Prof. Sukendro.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh komponen yang diuji dalam kegiatan tersebut. Di antaranya pengukuran tinggi dan berat badan, kekuatan otot lengan, fleksibilitas tubuh, keseimbangan melalui uji pola angka delapan, serta koordinasi mata dan tangan.

Hasil tes tersebut nantinya dapat menjadi gambaran kondisi kebugaran masing-masing peserta sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.

Dorong Profesor Tetap Aktif Berkarya

Melalui kegiatan ini, UNJA ingin memastikan para guru besar tetap memiliki kualitas hidup yang baik meskipun memasuki fase menjelang purnatugas.

Kebugaran fisik dinilai memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas akademisi, terutama dalam menjalankan berbagai aktivitas ilmiah dan pengabdian masyarakat.

UNJA berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari program peningkatan kesehatan sivitas akademika.

Dengan budaya hidup sehat yang semakin kuat, para guru besar diharapkan tetap mampu memberikan kontribusi pemikiran, pengalaman, dan ilmu pengetahuan bagi perkembangan Universitas Jambi maupun masyarakat luas.(*)




KKN UNJA 2026 Bawa Misi Baru: Mahasiswa Diminta Digitalisasi Warisan Budaya Desa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) mendorong mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 untuk tidak hanya hadir sebagai pengabdi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pelestarian budaya lokal melalui teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembekalan Mahasiswa KKN yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJA di Aula A. Hakim Lubis, LPPM UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.

Mengusung tema “Digitalisasi Warisan Budaya Lokal sebagai Penguatan Identitas Desa”, program KKN tahun ini diarahkan agar mahasiswa mampu menggali potensi budaya di desa tempat mereka mengabdi, kemudian mengemasnya dalam bentuk digital agar lebih dikenal luas.

Sekretaris LPPM UNJA, Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., yang mewakili Ketua LPPM UNJA, mengatakan KKN merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema digitalisasi warisan budaya lokal dipilih karena banyak desa memiliki potensi budaya yang belum terdokumentasi secara optimal.

Melalui keterampilan teknologi yang dimiliki mahasiswa, kekayaan budaya tersebut diharapkan dapat dikemas menjadi informasi digital yang mampu memperkuat identitas desa sekaligus membuka peluang pengembangan potensi lokal.

“Mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi desa, mendokumentasikan kekayaan budaya, sekaligus memperkuat identitas desa melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.

Mahasiswa Dibekali Strategi Pengabdian

Koordinator Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNJA, Dr. M. Ridwansyah, S.E., M.Sc., mengatakan pembekalan menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami berbagai aspek mulai dari teknis pelaksanaan KKN, etika bermasyarakat, hingga penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan desa.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga warisan budaya tersebut dapat dikenal lebih luas dan tetap lestari,” jelas Ridwansyah.

Ia berharap tema KKN tahun ini dapat menjadi pedoman mahasiswa dalam merancang program yang inovatif, kreatif, dan memiliki keberlanjutan setelah masa pengabdian selesai.

Bekal Sebelum Turun ke Desa

Sebagai simbol dimulainya pembekalan, dilakukan penyematan almamater kepada perwakilan mahasiswa oleh Sekretaris LPPM UNJA bersama Koordinator Pusat Pelayanan KKN.

Prosesi tersebut menjadi tanda kesiapan mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian pembekalan sebelum menjalankan pengabdian di lokasi masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan berbagai materi terkait pelaksanaan KKN, penyusunan program kerja, komunikasi dengan masyarakat, serta strategi membangun kolaborasi bersama pemerintah desa.

UNJA berharap mahasiswa KKN 2026/2027 mampu menjadi agen perubahan yang adaptif dan inovatif.

Kehadiran mereka di desa tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan masyarakat, tetapi juga ikut menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal melalui pendekatan teknologi digital.

Dengan konsep tersebut, UNJA ingin menjadikan KKN bukan sekadar kegiatan pengabdian, melainkan gerakan mahasiswa untuk memperkuat identitas desa dan mendorong pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal.(*)




UNJA Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Siapkan Lulusan Teknologi Pertanian Lebih Siap Kerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA), terus memperkuat kualitas pendidikan dengan menyempurnakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Langkah ini dilakukan agar lulusan memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Kurikulum Jurusan Teknologi Pertanian Berbasis OBE yang diselenggarakan Program Studi Teknologi Industri Pertanian di Gedung Unifac Universitas Jambi pada 23–24 Juli 2026.

Workshop menghadirkan akademisi dari IPB University, Dr. Ir. Elisa Anggraeni, S.TP., M.Sc., sebagai narasumber.

Kegiatan ini diikuti pimpinan jurusan, pengelola program studi, dosen, hingga unsur Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNJA.

Berbagai materi dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis OBE, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga sistem evaluasi pembelajaran.

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNJA, Prof. Dr. Fitry Tafzi, S.TP., M.Si., mengatakan workshop ini menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik terbaik penerapan kurikulum OBE dari IPB University.

“Kami berharap memperoleh berbagai masukan dari narasumber, khususnya terkait praktik baik dalam penyusunan kurikulum, termasuk penerapan pembelajaran berbasis proyek yang tetap selaras dengan penyelesaian skripsi mahasiswa. Semoga hasil workshop ini dapat menjadi acuan dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Teknologi Industri Pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Elisa Anggraeni menjelaskan bahwa konsep Outcome-Based Education menempatkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai dasar utama dalam penyusunan kurikulum.

Menurutnya, seluruh proses pembelajaran, mulai dari mata kuliah, penyusunan RPS, hingga metode asesmen, harus saling terhubung untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang terukur.

“Tujuan utama kurikulum berbasis OBE adalah memastikan setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan agar mutu pendidikan terus meningkat dan mampu menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja maupun perkembangan teknologi.

“Evaluasi kurikulum tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan mutu. RPS yang disusun pada awal semester perlu dievaluasi pada akhir semester untuk memastikan ketercapaian pembelajaran. Tidak semua capaian pembelajaran harus muncul pada setiap mata kuliah, tetapi seluruh mata kuliah harus saling mendukung dalam membentuk kompetensi lulusan yang utuh,” katanya.

Melalui penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNJA berharap mampu menghasilkan lulusan yang lebih adaptif, kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan industri pertanian modern.(*)




Peksimida Jambi 2026 Dibuka, UNJA Targetkan Lahirkan Wakil Terbaik ke Peksiminas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Provinsi Jambi 2026 yang diikuti 167 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi se-Provinsi Jambi.

Ajang seni dua tahunan ini menjadi pintu seleksi menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026.

Pembukaan berlangsung di Auditorium Lantai 1 Gedung UNIFAC UNJA, Rabu 22 Juli 2026, dengan mengusung tema “Peksimida Jambi Bergerak, Seni Melayu Berdampak.” Selama empat hari, mulai 22 hingga 25 Juli 2026, para peserta akan berkompetisi dalam 15 tangkai lomba seni.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, mengatakan Peksimida bukan sekadar kompetisi seni, tetapi juga momentum bagi mahasiswa untuk terus berinovasi sekaligus menjaga kelestarian budaya Melayu di tengah perkembangan teknologi.

Menurutnya, budaya Melayu harus mampu berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai dan identitasnya.

“Perkembangan budaya yang lahir dari tradisi dan masyarakat kita harus terus dijaga dan dilestarikan. Jangan sampai budaya ini dianggap terbelakang. Justru pelestarian budaya Melayu harus didukung oleh perkembangan teknologi,” ujar Helmi saat membuka Peksimida Jambi 2026.

Ia mencontohkan sejumlah pelajar di Jambi yang telah berhasil menggabungkan teknologi dengan seni tari maupun karya karikatur bertema budaya Melayu sebagai bukti bahwa inovasi dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA sekaligus Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Jambi, Prof. Dr. Fauzi Syam, menjelaskan Peksimida merupakan agenda resmi BPSMI yang menjadi tahapan seleksi menuju Peksiminas XVIII di Universitas Jember, Jawa Timur, pada September 2026.

Ia berharap Provinsi Jambi mampu kembali meraih prestasi nasional setelah sempat mencatatkan sejumlah gelar juara pada penyelenggaraan sebelumnya.

“Pada 2008, 2010, dan 2016 kita pernah meraih juara, kemudian tahun 2022 kembali memperoleh satu gelar juara. Tahun 2024 kita belum berhasil, sehingga tahun 2026 ini kami ingin mengulang sejarah prestasi tersebut,” katanya.

Prof. Fauzi mengungkapkan antusiasme perguruan tinggi mengikuti Peksimida tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Jika pada tahun 2024 jumlah peserta hanya 67 orang, maka pada Peksimida 2026 meningkat menjadi 167 peserta yang berasal dari 11 perguruan tinggi di Provinsi Jambi.

Selain peningkatan jumlah peserta, penyelenggaraan tahun ini juga semakin modern dengan penggunaan website resmi BPSMI sebagai sistem terpadu untuk pendaftaran peserta, jadwal lomba, lokasi pertandingan, hingga pengumuman hasil kompetisi.

Menurutnya, Jambi menjadi salah satu dari tiga provinsi di Indonesia yang telah menerapkan sistem digital tersebut.

“Kehadiran website ini menunjukkan bahwa Jambi siap diperhitungkan pada ajang Peksiminas 2026,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Peksimida 2026, Indra Gunawan, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pengembangan bakat seni mahasiswa di tingkat daerah.

Selain memperebutkan tiket menuju Peksiminas, Peksimida juga menjadi ruang membangun kreativitas, jejaring, dan kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Ia berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan pengalaman selama kompetisi sebagai bekal untuk terus berkembang di dunia seni.

Pembukaan Peksimida Provinsi Jambi 2026 ditandai dengan penyematan tanda pengenal kepada peserta dan dewan juri, dilanjutkan penampilan Tari Zapin Rajuk Rindu serta sesi foto bersama.(*)




Musrenbang 2027 Digelar, Rektor UNJA Tekankan Program Berbasis Kebutuhan dan Berdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2027 di Lantai 8 Gedung UNIFAC, Kampus Mendalo, Senin 20 Juli 2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan program kerja dan anggaran seluruh unit dengan Rencana Strategis (Renstra) universitas.

Mengusung tema “Mewujudkan Universitas Jambi Menjadi Perguruan Tinggi Terkemuka, Inovatif, Unggul, Kompetitif, dan Berdampak bagi Masyarakat”, Musrenbang 2027 menekankan pentingnya penyusunan program yang efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat.

Rektor UNJA, Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H., menegaskan bahwa seluruh program dan anggaran yang disusun untuk Tahun Anggaran 2027 harus berlandaskan kebutuhan riil serta berorientasi pada hasil yang berdampak.

“Program dan anggaran yang disusun harus benar-benar berdasarkan kebutuhan. Yang paling penting adalah bagaimana setiap kegiatan mampu memberikan dampak bagi mahasiswa, institusi, maupun masyarakat,” ujar Rektor.

Selain itu, Rektor juga mendorong setiap fakultas untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat budaya riset, serta mengembangkan hasil penelitian menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas UNJA, Kabul Wijayanto, S.Sos., M.M., yang mewakili Ketua Dewan Pengawas, memberikan apresiasi atas kinerja pelaksanaan anggaran UNJA selama semester pertama Tahun 2026 yang dinilai sangat baik.

Menurutnya, penyusunan anggaran harus mempertimbangkan kebutuhan prioritas, keberlanjutan program, serta dampak yang dihasilkan bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi capaian pelaksanaan anggaran UNJA yang hampir sempurna. Di tengah kebijakan efisiensi APBN, UNJA perlu memperkuat kemandirian pendanaan dan mengoptimalkan pemanfaatan anggaran untuk mendukung program prioritas universitas,” kata Kabul.

Agenda Musrenbang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan arah penyusunan anggaran Tahun 2027 oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum, Prof. Dr. Ir. Depison, M.P., yang dilanjutkan dengan sesi diskusi serta tanya jawab bersama seluruh peserta.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan Universitas Jambi, mulai dari Ketua Senat, para Wakil Rektor, Sekretaris Senat, Satuan Pengawasan Internal (SPI), kepala biro, dekan dan wakil dekan, Direktur Pascasarjana, ketua jurusan, kepala unit penunjang akademik, kepala bagian, Ketua Tim Perencanaan, Penganggaran, dan Unit Kinerja (PPUK), hingga operator unit kerja di lingkungan UNJA.

Melalui Musrenbang Tahun Anggaran 2027, Universitas Jambi menegaskan komitmennya untuk menyusun perencanaan pembangunan yang efektif, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada hasil guna mendukung terwujudnya perguruan tinggi yang unggul, inovatif, kompetitif, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun masyarakat.(*)




Pendaftaran Seleksi Mandiri UNJA 2026 Resmi Dibuka! Cek Persyaratannya di Sini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) resmi membuka penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Seleksi Mandiri Berdasarkan Skor UTBK-SNBT atau SMMPTN Barat Tahun 2026.

Jalur ini memberikan kesempatan bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat yang telah mengikuti UTBK-SNBT 2026 maupun UTBK SMMPTN Barat 2026 untuk melanjutkan pendidikan di UNJA tanpa mengikuti ujian tulis tambahan.

Seleksi dilakukan menggunakan skor resmi UTBK-SNBT atau UTBK SMMPTN Barat 2026.

Proses penilaian berlangsung secara objektif, transparan, dan kompetitif dengan mempertimbangkan nilai UTBK peserta, daya tampung masing-masing program studi, serta ketentuan yang ditetapkan Universitas Jambi.

Pembukaan jalur ini merupakan bagian dari komitmen UNJA dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memberikan alternatif bagi calon mahasiswa yang belum berhasil lolos pada jalur seleksi sebelumnya.

Melalui mekanisme seleksi berbasis skor UTBK, peserta tidak perlu mengikuti ujian tulis tambahan sehingga proses penerimaan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas maupun prinsip seleksi yang adil.

Calon peserta dapat melakukan pendaftaran secara daring melalui laman resmi Penerimaan Mahasiswa Baru UNJA yakni, PMB Universitas Jambi.

Peserta diwajibkan melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang telah ditentukan serta memperhatikan jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, hingga pengumuman hasil agar tidak melewatkan setiap proses yang berlangsung.

UNJA berharap jalur seleksi mandiri berbasis skor UTBK ini mampu menjaring lebih banyak calon mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain membuka peluang bagi peserta yang belum diterima melalui jalur nasional, skema tersebut juga menjadi upaya UNJA menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.

Informasi mengenai persyaratan lengkap, jadwal pendaftaran, biaya pendidikan, hingga daftar program studi yang menerima mahasiswa melalui Jalur Seleksi Mandiri Berdasarkan Skor UTBK-SNBT dan SMMPTN Barat Tahun 2026 dapat diakses melalui laman resmi PMB Universitas Jambi.(*)




Membanggakan! Akademisi Muda Asal Merangin Raih Doktor Ilmu Hukum, Risetnya Tembus Jurnal Internasional Q1

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia akademik Provinsi Jambi.

Akademisi muda asal Kabupaten Merangin, Dr. Febrian Chandra, S.H., M.H., resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum setelah berhasil menyelesaikan pendidikan Program Doktor di Fakultas Hukum Universitas Jambi (UNJA).

Pencapaian tersebut menjadi semakin istimewa karena hasil penelitiannya berhasil menembus jurnal internasional bereputasi Q1.

Capaian ini disebut sebagai salah satu tonggak baru bagi Fakultas Hukum UNJA dalam menghasilkan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Febrian yang baru dilantik sebagai Wakil Rektor I Universitas Merangin periode 2026–2031 itu menyelesaikan studi doktoralnya melalui sidang promosi yang digelar pada Sabtu 11 Juli 2026.

Dalam sidang tersebut, akademisi berusia 31 tahun itu mempertahankan disertasi berjudul “Penataan Ruang Hutan Tanaman Industri dalam Prinsip Pembangunan Berkelanjutan” di hadapan tim penguji.

Penelitian yang dibimbing Promotor Prof. Dr. Helmi, S.H., M.H. dan Co-Promotor Dr. Hartati, S.H., M.H. tersebut mengkaji penataan ruang hutan tanaman industri melalui pendekatan yuridis normatif dengan perspektif keadilan ekologis.

Fokus utamanya adalah mendorong tata kelola kawasan hutan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pembangunan, perlindungan lingkungan, dan hak generasi mendatang.

Sidang promosi dipimpin Prof. H. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D., bersama Prof. Dr. H. Syamsir, S.H., M.H., serta Prof. Dr. Elita Rahmi, S.H., M.Hum. Fakultas Hukum UNJA juga menghadirkan penguji eksternal dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Imamulhadi, S.H., M.H., guna memastikan kualitas akademik dan objektivitas penilaian.

Tak hanya berhasil mempertahankan disertasinya, gagasan utama penelitian Febrian juga memperoleh pengakuan internasional melalui publikasi artikel ilmiah berjudul “Reconstructing Industrial Forest Spatial Planning Policy for Ecological Mitigation and Global Environmental Justice” yang diterbitkan dalam Journal of Law and Legal Reform Volume 7 Nomor 2 Tahun 2026, jurnal internasional bereputasi Q1.

Karier Akademik Berkembang di Usia Muda

Lahir di Kungkai, Kabupaten Merangin, pada 11 Februari 1995, Febrian menempuh seluruh jenjang pendidikan tinggi secara linier di Universitas Jambi, mulai dari Sarjana, Magister, hingga Doktor Ilmu Hukum.

Di usia yang relatif muda, ia juga dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis di Universitas Merangin.

Sebelum menjabat Wakil Rektor I, Febrian pernah menjadi Sekretaris Program Studi Hukum, Ketua Program Studi Hukum, hingga Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).

Bidang keilmuan yang menjadi fokusnya meliputi hukum lingkungan, hukum administrasi negara, tata kelola sumber daya alam, konstitusi hijau, serta pembangunan berkelanjutan.

Berangkat dari Keluarga Sederhana

Di balik sederet capaian akademik tersebut, tersimpan perjalanan hidup yang penuh ketekunan.

Febrian merupakan putra pasangan Nasaruddin, S.Pd., seorang guru sekolah dasar, dan Eryayani, ibu rumah tangga.

Dukungan keluarga menjadi fondasi penting yang mengantarkannya menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktor.

Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan tertinggi apabila disertai kerja keras, konsistensi, dan semangat belajar.

Keberhasilan Febrian tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga maupun Universitas Merangin, tetapi juga memberi inspirasi bagi generasi muda di Provinsi Jambi untuk terus mengejar prestasi akademik hingga tingkat internasional.

Dengan raihan gelar doktor dan publikasi pada jurnal bereputasi Q1, Febrian menunjukkan bahwa akademisi dari daerah memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.(*)




BPJS Kesehatan Bersama UNJA Siapkan Dokter Spesialis untuk Seluruh Provinsi Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPJS Kesehatan Cabang Jambi menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung transformasi pendidikan kedokteran di Universitas Jambi (UNJA).

Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), kolaborasi ini diharapkan mendorong pemerataan tenaga dokter spesialis di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Program PHTC PPDS yang diluncurkan UNJA pada Rabu (11/2) mencakup tiga program studi utama: Spesialis Bedah, Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, serta Spesialis Pulmologi dan Kedokteran Respirasi.

Kehadiran program ini diharapkan menjadi solusi atas kekurangan dokter spesialis yang selama ini masih terkonsentrasi di Kota Jambi.

Sinergi Pendidikan dan Sistem Kesehatan

Rektor UNJA, Prof. Helmi, menyatakan apresiasi atas dukungan BPJS Kesehatan.

Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya memperkuat pendidikan kedokteran, tetapi juga mendukung sistem layanan kesehatan di Jambi.

“Kerja sama ini memastikan pendidikan dokter spesialis selaras dengan kebutuhan sistem kesehatan nasional dan daerah. Lulusan PPDS diharapkan siap mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Prof. Helmi.

Tujuan utama program ini adalah pemerataan tenaga spesialis di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Dengan adanya program PHTC PPDS, pemerintah kabupaten dan kota dapat mengusulkan calon peserta PPDS yang nantinya akan kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

Dukungan BPJS Kesehatan untuk Pemerataan Layanan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, dr. Shanti Lestari, MKM, AAK, menekankan bahwa percepatan pendidikan dokter spesialis merupakan bagian penting untuk pemerataan layanan kesehatan.

“Dengan akses pendidikan spesialis di UNJA, kabupaten dan kota dapat mengajukan calon PPDS sehingga distribusi tenaga medis menjadi merata, tidak terkonsentrasi di Kota Jambi saja,” jelas dr. Shanti.

Lebih jauh, BPJS Kesehatan juga menjadi rujukan literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi mahasiswa PPDS.

Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen informasi JKN dan menyebarkan pengetahuan tersebut ketika kembali bertugas di daerah masing-masing.

Program Strategis untuk Masa Depan Layanan Kesehatan Jambi

Melalui MoU antara UNJA dan BPJS Kesehatan, kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa PPDS untuk memahami sistem pembiayaan kesehatan nasional.

JKN yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat menjadi fokus edukasi, sehingga lulusan program ini tidak hanya siap menjadi tenaga medis spesialis, tetapi juga menjadi agen literasi kesehatan.

Kolaborasi UNJA dan BPJS Kesehatan diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun sistem kesehatan yang merata dan berkelanjutan di Provinsi Jambi.

Program PHTC PPDS tidak hanya mencetak dokter spesialis, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.(*)