BPJS Kesehatan Bersama UNJA Siapkan Dokter Spesialis untuk Seluruh Provinsi Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPJS Kesehatan Cabang Jambi menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung transformasi pendidikan kedokteran di Universitas Jambi (UNJA).

Melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), kolaborasi ini diharapkan mendorong pemerataan tenaga dokter spesialis di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Program PHTC PPDS yang diluncurkan UNJA pada Rabu (11/2) mencakup tiga program studi utama: Spesialis Bedah, Spesialis Anestesi dan Terapi Intensif, serta Spesialis Pulmologi dan Kedokteran Respirasi.

Kehadiran program ini diharapkan menjadi solusi atas kekurangan dokter spesialis yang selama ini masih terkonsentrasi di Kota Jambi.

Sinergi Pendidikan dan Sistem Kesehatan

Rektor UNJA, Prof. Helmi, menyatakan apresiasi atas dukungan BPJS Kesehatan.

Menurutnya, kerja sama ini bukan hanya memperkuat pendidikan kedokteran, tetapi juga mendukung sistem layanan kesehatan di Jambi.

“Kerja sama ini memastikan pendidikan dokter spesialis selaras dengan kebutuhan sistem kesehatan nasional dan daerah. Lulusan PPDS diharapkan siap mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Prof. Helmi.

Tujuan utama program ini adalah pemerataan tenaga spesialis di seluruh wilayah Provinsi Jambi.

Dengan adanya program PHTC PPDS, pemerintah kabupaten dan kota dapat mengusulkan calon peserta PPDS yang nantinya akan kembali mengabdi di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan.

Dukungan BPJS Kesehatan untuk Pemerataan Layanan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, dr. Shanti Lestari, MKM, AAK, menekankan bahwa percepatan pendidikan dokter spesialis merupakan bagian penting untuk pemerataan layanan kesehatan.

“Dengan akses pendidikan spesialis di UNJA, kabupaten dan kota dapat mengajukan calon PPDS sehingga distribusi tenaga medis menjadi merata, tidak terkonsentrasi di Kota Jambi saja,” jelas dr. Shanti.

Lebih jauh, BPJS Kesehatan juga menjadi rujukan literasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi mahasiswa PPDS.

Mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen informasi JKN dan menyebarkan pengetahuan tersebut ketika kembali bertugas di daerah masing-masing.

Program Strategis untuk Masa Depan Layanan Kesehatan Jambi

Melalui MoU antara UNJA dan BPJS Kesehatan, kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa PPDS untuk memahami sistem pembiayaan kesehatan nasional.

JKN yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat menjadi fokus edukasi, sehingga lulusan program ini tidak hanya siap menjadi tenaga medis spesialis, tetapi juga menjadi agen literasi kesehatan.

Kolaborasi UNJA dan BPJS Kesehatan diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun sistem kesehatan yang merata dan berkelanjutan di Provinsi Jambi.

Program PHTC PPDS tidak hanya mencetak dokter spesialis, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.(*)




Polda Jambi Gelar FGD ‘Polri untuk Masyarakat’, Bahas Kamtibmas Jelang Tahun Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktorat Intelkam Polda Jambi menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Polri untuk Masyarakat” di Ratu Duo Hotel, Komplek Mall Kapuk, Lebak Bandung, Kota Jambi, Rabu (10/12/2025) pagi.

Dalam sambutannya, Wakil Direktur Intelkam Polda Jambi, AKBP S. Bagus Santoso, S.I.K., M.H, menyampaikan apresiasi kepada insan pers Jambi yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), sehingga sinergi bersama media menjadi sangat penting.

Bagus menjelaskan bahwa FGD ini juga membahas berbagai isu aktual terkait Kamtibmas menjelang Operasi Lilin dan pergantian tahun baru 2026.

“Terima kasih atas kehadirannya, meskipun banyak kesibukan sebagai dosen maupun Direktur Jambi TV, namun tetap meluangkan waktu untuk memberikan pengetahuan dalam kegiatan ini. Semoga pertemuan dan silaturahmi ini bermanfaat bagi kita semua. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, acara FGD saya buka,” ujar Bagus.

Pemateri pertama, Mukhtadi Putranusa, Direktur Jambi TV, menyampaikan materi berjudul “Media Massa Mempengaruhi Opini Publik.”

Ia menuturkan bahwa, media berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Media memiliki tiga fungsi utama: sebagai sumber informasi publik, kontrol sosial, dan pembentuk opini publik,” jelas Mukhtadi.

FGD kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari sejumlah narasumber lainnya. Assist. Prof. Mochammad Farisi, LL.M, dosen Fakultas Hukum Universitas Jambi (Unja), memaparkan materi bertema “Transformasi Polri untuk Masyarakat.”

Berikutnya, Dr. Arfa’i, S.H., M.H, Ketua Program Studi Magister Hukum Fakultas Hukum Unja, menyampaikan materi terkait “Penegakan Hukum Responsif.”

Narasumber terakhir, A. Yuli Tauvani, S.H., M.H, dosen Universitas Muhammadiyah Jambi (UMJ), membawakan materi mengenai “Polri Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat Secara Presisi.”

Acara FGD ini dipandu oleh Dr. Indria Mayesti, S.E., M.E., yang memimpin jalannya diskusi hingga selesai.(*)