Perencanaan Kesehatan Sarolangun 2027 Diperkuat, Bupati Hurmin Minta Hasilnya Berdampak ke Masyarakat

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kabupaten Sarolangun memperkuat perencanaan pembangunan sektor kesehatan untuk 2027 melalui pendampingan Kementerian Kesehatan bersama Universitas Diponegoro (Undip).

Bupati Sarolangun H. Hurmin, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun, menerima Tim Pendamping Tata Kelola Program Kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan Universitas Diponegoro dalam agenda silaturahmi sekaligus audiensi di Ruang Kerja Bupati Sarolangun, Selasa, 6 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut sekaligus menandai berakhirnya rangkaian pendampingan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Tahun Anggaran 2027.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas perencanaan program kesehatan daerah agar pelaksanaannya dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bupati Sarolangun, H. Hurmin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan dan Universitas Diponegoro yang telah memberikan pendampingan selama proses penyusunan Renja Dinas Kesehatan.

Menurut Hurmin, dokumen perencanaan yang disusun melalui proses pendampingan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam memperkuat pembangunan sektor kesehatan Kabupaten Sarolangun pada 2027.

“Terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan Universitas Diponegoro atas kerja sama, bimbingan, dan pendampingan yang telah berjalan selama ini. Semoga hasil yang telah disusun bersama dapat bermanfaat, memperkuat perencanaan pembangunan kesehatan di Kabupaten Sarolangun, dan pada akhirnya dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat,” ujar Hurmin.

Ia menegaskan bahwa perencanaan pembangunan kesehatan harus memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, hasil penyusunan Renja diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan program kesehatan di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Pendamping Tata Kelola Program Kesehatan turut memaparkan hasil kegiatan pendampingan yang telah dilakukan.

Tim berharap Renja Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Tahun Anggaran 2027 dapat dilaksanakan secara optimal dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Pendampingan yang melibatkan Kementerian Kesehatan dan Universitas Diponegoro juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan sektor kesehatan yang lebih terarah.

Bupati Hurmin menyambut baik hasil pendampingan tersebut dan berharap kerja sama lintas lembaga dapat terus berjalan.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, perguruan tinggi, serta pemangku kepentingan lainnya penting untuk memperkuat pembangunan kesehatan di Kabupaten Sarolangun.

“Kerja sama dan sinergi yang telah terbangun ini diharapkan dapat terus berlanjut. Pemerintah Kabupaten Sarolangun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memastikan program yang direncanakan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hurmin.

Penyusunan Renja Dinas Kesehatan 2027 diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam mewujudkan program pembangunan kesehatan yang lebih efektif serta mendukung terwujudnya masyarakat Sarolangun yang sehat dan sejahtera.(*)




Ini 10 Kampus Terbaik Indonesia Menurut QS 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Indonesia (UI) kembali menempati posisi teratas sebagai universitas terbaik di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings 2026.

Pencapaian ini menegaskan konsistensi UI sebagai perguruan tinggi unggulan di tingkat nasional sekaligus berdaya saing di level global.

Selain UI, sejumlah universitas negeri dan swasta di Indonesia juga berhasil masuk dalam 10 besar nasional versi QS 2026, mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan tinggi Indonesia di kancah internasional.

Berikut daftar 10 universitas terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2026:

1. Universitas Indonesia (UI)

UI menempati peringkat dunia sekitar 189. Kampus ini unggul dalam reputasi akademik, produktivitas riset, serta jejaring internasional.

2. Universitas Gadjah Mada (UGM)

UGM berada di peringkat dunia sekitar 224, dikenal kuat dalam riset multidisipliner, kualitas pengajaran, dan kontribusi akademik global.

3. Institut Teknologi Bandung (ITB)

ITB menempati peringkat dunia sekitar 255, dengan keunggulan di bidang teknik, sains, dan inovasi teknologi.

4. Universitas Airlangga (Unair)

Unair berada di peringkat dunia sekitar 287, unggul di bidang kesehatan, biomedis, dan ilmu sosial.

5. IPB University

IPB menempati peringkat dunia sekitar 399, fokus pada pertanian, sumber daya alam, dan ilmu lingkungan.

6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

ITS Surabaya berada di peringkat dunia sekitar 509, dikenal sebagai kampus teknik dan teknologi terapan.

7. Universitas Padjadjaran (Unpad)

Unpad menempati peringkat dunia sekitar 515, unggul dalam ilmu sosial, kedokteran, dan manajemen.

8. Universitas Diponegoro (Undip)

Undip berada di peringkat dunia sekitar 624, dengan kekuatan di bidang teknik, hukum, dan ekonomi.

9. Universitas Brawijaya (UB)

UB berada di peringkat dunia sekitar 680, menjadi salah satu universitas terbesar dan terkemuka di Jawa Timur.

10. Binus University

Binus University menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) dalam 10 besar nasional, dengan peringkat dunia 851–900, unggul di bidang teknologi, bisnis, dan ilmu komputer.

QS World University Rankings menilai universitas berdasarkan sejumlah indikator utama, antara lain reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, rasio dosen dan mahasiswa, sitasi penelitian, serta orientasi internasional.

Hasil pemeringkatan ini menunjukkan bahwa kualitas perguruan tinggi Indonesia, baik negeri maupun swasta, semakin mampu bersaing di tingkat global.

Selain QS, THE World University Rankings 2026 juga mencatat sejumlah kampus Indonesia, dengan UI kembali memimpin di tingkat nasional, disusul ITB, UGM, Unair, dan UMS.

Hal ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta pendidikan tinggi dunia.

Hasil pemeringkatan internasional ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi calon mahasiswa, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk terus meningkatkan mutu akademik, riset, dan inovasi di Indonesia.(*)