Indonesia Bawa Program Pemberdayaan Perempuan ke Forum Dunia, XLSMART Sisternet Jangkau 1,6 Juta Orang

VERMONT, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengalaman Indonesia dalam memberdayakan perempuan melalui teknologi digital mendapat ruang di panggung internasional.
Dalam Women20 (W20) USA International Summit 2026 di Vermont, Amerika Serikat, 12–14 Oktober 2026, Indonesia membawa praktik pengembangan keterampilan digital dan kewirausahaan perempuan sebagai salah satu pendekatan untuk memperluas kesempatan ekonomi.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam forum yang mempertemukan perwakilan dari 15 negara tersebut.
Melalui program XLSMART Sisternet, perusahaan ini memperkenalkan pengalaman menghubungkan konektivitas, literasi digital, dan pengembangan usaha perempuan.
Partisipasi tersebut menarik perhatian karena XLSMART menjadi satu-satunya perusahaan telekomunikasi dalam delegasi W20 Indonesia 2026.
Kehadiran perusahaan ini sekaligus membawa perspektif sektor swasta mengenai pentingnya memastikan transformasi digital memberikan manfaat ekonomi yang lebih merata.
Salah satu capaian yang dibawa ke forum internasional tersebut adalah jangkauan XLSMART Sisternet yang telah menembus lebih dari 1,6 juta penerima manfaat melalui berbagai kegiatan digital dan tatap muka.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam forum global harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, bukan berhenti pada pertukaran gagasan.
“Bagi kami, kehadiran Indonesia di W20 bukan sekadar partisipasi dalam forum internasional, tetapi kesempatan untuk membawa pengalaman nyata Indonesia sekaligus mempelajari pendekatan dari berbagai negara. Harapannya, kolaborasi dan pembelajaran tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan Indonesia, terutama dalam meningkatkan keterampilan, mengembangkan usaha, dan berpartisipasi dalam ekonomi digital,” ujar Merza.
Indonesia Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan di Forum W20
W20 USA International Summit 2026 menjadi forum pembahasan berbagai rekomendasi kebijakan untuk memperkuat peran perempuan dalam perekonomian global.
Sejumlah isu yang mendapat perhatian meliputi kewirausahaan, inklusi keuangan dan digital, serta perluasan akses terhadap kesempatan ekonomi.
Forum tersebut menghasilkan rekomendasi yang mencakup delapan pilar strategis dengan penekanan pada implementasi nyata.
Delegasi Indonesia dipimpin Dr. Hadriani Uli Tiur Ida Silalahi. Dalam forum tersebut, Indonesia menyoroti pentingnya menghubungkan kebijakan global dengan kebutuhan perempuan di lapangan, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perempuan di pedesaan, serta kelompok yang masih menghadapi keterbatasan akses teknologi.
Salah satu gagasan yang didorong adalah pengembangan W20 Expo. Inisiatif ini diharapkan menjadi ruang promosi produk UMKM perempuan, mempertemukan pelaku usaha dengan mitra internasional, sekaligus membuka peluang perluasan pasar.
Bagi Indonesia, pembahasan tersebut penting karena pemberdayaan ekonomi perempuan tidak cukup hanya melalui peningkatan akses teknologi.
Perempuan juga membutuhkan keterampilan, pendampingan, akses pembiayaan, dan jaringan usaha agar mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital.
Dalam kesempatan itu, Adelia Theresa Panjaitan, GM Corporate CSR & Channel Strategy XLSMART, turut berbagi pengalaman pengembangan XLSMART Sisternet sebagai model pemberdayaan yang mengintegrasikan literasi digital, kewirausahaan, dan pengembangan kepemimpinan perempuan.
XLSMART Sisternet Jangkau Lebih dari 1,6 Juta Penerima Manfaat
Pengalaman yang dibawa XLSMART ke W20 tidak terlepas dari perjalanan program Sisternet yang telah berkembang sejak Presidensi G20 Indonesia pada 2022.
Saat itu, XLSMART Sisternet menjadi bagian dari kolaborasi resmi W20 melalui program W20 Sispreneur.
Program tersebut melibatkan lebih dari 1.000 perempuan pelaku usaha dari berbagai wilayah Indonesia untuk mengikuti pembelajaran kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital.
Sejumlah peserta terbaik bahkan memperoleh kesempatan memperkenalkan produk mereka dalam rangkaian kegiatan W20 di Indonesia.
Program tersebut kemudian berkembang melalui gerakan #1JutaSisterDigital dan berbagai inisiatif pemberdayaan lainnya.
Hingga kini, XLSMART Sisternet mencatat lebih dari 1,6 juta penerima manfaat melalui aplikasi, pelatihan, kegiatan tatap muka, serta berbagai aktivitas pengembangan kapasitas perempuan.
Capaian tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap akses pembelajaran digital yang relevan dengan perkembangan dunia usaha dan pekerjaan.
XLSMART juga mengembangkan sejumlah inisiatif untuk memperluas manfaat program.
Melalui aplikasi XLSMART Sisternet dan fitur DigiHer, perempuan dapat mengakses berbagai materi pembelajaran digital.
Sementara itu, program Female Future Leader berfokus pada pengembangan kompetensi dan kepemimpinan perempuan muda.
Dalam pelaksanaannya, XLSMART turut memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan berbagai mitra, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Perusahaan berharap berbagai inisiatif tersebut dapat membantu perempuan memanfaatkan teknologi secara produktif, mulai dari mengelola usaha, meningkatkan keterampilan, hingga mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja.
Akses Internet Saja Tidak Cukup untuk Berdayakan Perempuan
Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, kesenjangan akses dan kemampuan menggunakan teknologi masih menjadi tantangan dalam pemerataan kesempatan ekonomi.
Ketersediaan jaringan internet memang membuka akses terhadap pendidikan, informasi, layanan digital, dan pasar yang lebih luas.
Namun, manfaat tersebut tidak otomatis dirasakan seluruh masyarakat apabila tidak disertai keterampilan dan pendampingan yang memadai.
Merza Fachys menilai konektivitas perlu berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas masyarakat agar teknologi benar-benar menghasilkan nilai ekonomi.
“Konektivitas membuka pintu kesempatan, tetapi keterampilan dan pendampingan yang menentukan sejauh mana kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan. Karena itu, pengembangan infrastruktur digital perlu berjalan bersama pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, perempuan perlu memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang sebagai pelaku ekonomi digital, bukan hanya menjadi pengguna teknologi.
Pandangan tersebut menjadi salah satu pesan yang dibawa XLSMART dalam partisipasinya di W20 USA 2026.
Perusahaan ingin mendorong pendekatan pemberdayaan yang menghubungkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dengan peningkatan kemampuan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas, Indonesia diharapkan mampu memperluas kesempatan perempuan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing, dan berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi.
Partisipasi di W20 USA 2026 sekaligus melanjutkan komitmen XLSMART dalam mendukung inklusi digital melalui program Sisternet.
Tantangan berikutnya adalah memastikan jangkauan program tersebut terus berkembang dan memberikan dampak nyata terhadap kemandirian ekonomi perempuan Indonesia.(*)

