Kampung Bahagia Berjalan Baik di RT 16, Wali Kota Jambi: Ada Penguatan Ekonomi dan UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, mengapresiasi keberhasilan warga RT 16 Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, dalam menerapkan Program Kampung Bahagia.

Kunjungan Maulana ke wilayah tersebut dilakukan bersama sejumlah pejabat terkait sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap gerakan pembangunan berbasis masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Maulana menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keseriusan warga RT 16 dalam menjalankan program tersebut.

“Saya berada di RT 16 Kelurahan Pematang Sulur didampingi beberapa pihak. Saya sangat bersyukur karena RT 16 sukses menerapkan Program Kampung Bahagia. Ada unsur penguatan kelembagaan, penguatan ekonomi, serta bantuan UMKM yang berjalan secara optimal,” ujar Maulana.

Ia menegaskan bahwa capaian yang ditunjukkan RT 16 merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang terus diperkuat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Apa Itu Program Kampung Bahagia?

Program Kampung Bahagia adalah salah satu inovasi Pemerintah Kota Jambi yang bertujuan mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat, tertata, mandiri, dan berdaya secara sosial maupun ekonomi.

Program ini menekankan tiga aspek utama:

  1. Penguatan Kelembagaan Masyarakat
    RT dan perangkat lingkungan dibekali kemampuan untuk meningkatkan tata kelola wilayah, transparansi, partisipasi warga, dan penguatan koordinasi antarwarga.

  2. Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM
    Warga didorong mengembangkan usaha mikro melalui pendampingan, bantuan usaha, pelatihan manajemen keuangan, serta pemasaran berbasis digital.

  3. Peningkatan Kualitas Lingkungan dan Sosial
    Mendorong kebersihan lingkungan, pembangunan fasilitas umum berbasis swadaya, hingga kegiatan sosial seperti posyandu, pendidikan keluarga, dan kegiatan pemuda.

Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga menciptakan masyarakat yang bahagia, produktif, dan saling mendukung.

Di RT 16 Pematang Sulur, sejumlah kegiatan telah menunjukkan hasil nyata.

Selain penguatan kelembagaan RT, warga juga mendapatkan dukungan UMKM, pelatihan keterampilan masyarakat, serta pengembangan kegiatan ekonomi tingkat lingkungan.

Partisipasi aktif warga menjadi salah satu faktor utama keberhasilan program di wilayah tersebut.

Maulana berharap keberhasilan RT 16 dapat memberikan motivasi bagi RT lain di Kota Jambi agar turut berinovasi dan memperkuat gerakan pemberdayaan berbasis masyarakat.

“Capaian RT 16 ini harus menjadi contoh. Pemerintah siap hadir memperkuat, tetapi kunci utamanya adalah partisipasi masyarakat. Jika kebersamaan tetap terjaga, Kampung Bahagia akan berkembang di seluruh Kota Jambi,” tambahnya.

Dengan adanya program ini, Pemkot Jambi menargetkan terciptanya lingkungan permukiman yang lebih mandiri, produktif, aman, serta memberikan rasa nyaman kepada seluruh warganya.(*)




Maulana dan Diza Genjot Peningkatan Skill Masyarakat Jambi! Melalui Program BALIKAT

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus menghadirkan inovasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Balai Latihan Kerja Tematik (BALIKAT).

Program yang digagas Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM, bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, SE, MA, ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.

Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa BALIKAT adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal.

“Pemerintah harus memastikan bahwa masyarakat kita memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui BALIKAT, kami membuka akses pelatihan lengkap yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Maulana.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menegaskan bahwa program ini bukan hanya pelatihan, tetapi juga gerakan peningkatan ekonomi kreatif dan daya saing UMKM.

“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem agar UMKM Jambi bisa naik kelas dan mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” kata Diza.

Program BALIKAT menyediakan berbagai jenis pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri digital, di antaranya:

  • Pelatihan Digital Marketing
    Meningkatkan pemahaman dan kemampuan IKM/UMKM dalam promosi berbasis digital, pengelolaan konten, hingga memperluas jangkauan pasar.

  • Pelatihan Digital Bisnis Ekspor
    Memberikan pengetahuan tentang regulasi, prosedur ekspor online, hingga pemanfaatan platform e-commerce internasional untuk memasarkan produk lokal ke pasar global.

  • Pelatihan Jago Digital
    Meningkatkan keterampilan digital IKM/UMKM, meliputi pemasaran media sosial, desain grafis, dan pengelolaan website.

Selain itu, BALIKAT juga mencakup pelatihan teknis lainnya seperti petugas keselamatan konstruksi, kreativitas pemuda untuk wirausaha, workshop film, kompangan, hingga kemampuan manajerial UMKM.

Hingga saat ini, Program BALIKAT telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kelompok masyarakat dan pelaku usaha.

Para peserta mendapat materi langsung dari praktisi berpengalaman serta pelatihan berbasis kebutuhan industri.

Selain pelatihan, BALIKAT juga menyelenggarakan job fair yang membuka lebih dari 13.000 peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri

Pemerintah Kota Jambi turut menjalin kolaborasi dengan instansi nasional dan perusahaan besar seperti Kemenparekraf, TikTok, dan Tokopedia, melalui program Gen Matic dan Emak-Emak Matic untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

Dengan hadirnya program ini, Pemkot Jambi berharap angka pengangguran dapat ditekan, sekaligus menyiapkan tenaga kerja lokal yang lebih kompeten dan kompetitif.(*)




Banyak Toko Kosong di Terminal Rawasari, DPRD Kota Jambi Soroti Pemanfaatan Fasilitas Publik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyoroti banyaknya kios dan fasilitas yang kosong di Terminal Rawasari, Kamis (20/11/2025).

Dari 27 unit toko yang tersedia, hanya 10 kios yang aktif digunakan, sementara ruang publik lainnya tampak tidak dimanfaatkan secara optimal.

Kemas Faried mengingatkan bahwa fasilitas ini seharusnya dapat dimanfaatkan warga Kota Jambi untuk menjalankan usaha UMKM tanpa biaya tambahan, sehingga dapat mendorong kreativitas dan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Sekarang yang baru dimanfaatkan sepuluh toko, dan itu tidak dikenakan biaya. Masyarakat bisa menghubungi Pemerintah Kota Jambi untuk meningkatkan ekonomi kreativitas,” ujar Kemas Faried saat meninjau terminal.

Selain kios di lantai dasar, terminal juga memiliki rooftop yang berpotensi dijadikan area komunitas atau ruang kreatif bagi anak muda.

Kemas Faried berharap warga lebih aktif memanfaatkan fasilitas ini sehingga Terminal Rawasari dapat berfungsi penuh sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sosial.

Dalam kunjungan yang sama, Banggar DPRD Kota Jambi juga menyoroti rencana penganggaran Rp1 miliar untuk bus listrik.

Ketua Banggar, Kemas Faried, menilai program ini belum mendesak dibandingkan kebutuhan memaksimalkan fasilitas terminal dan kondisi angkot yang masih memprihatinkan.

Anggota Banggar, Zayadi, menegaskan, dana tersebut lebih tepat dialihkan untuk revitalisasi terminal atau subsidi angkot, agar masyarakat mendapatkan manfaat langsung.

“Beberapa unit bus listrik sudah menelan biaya Rp1 miliar. Padahal di terminal masih ada sekitar 60 angkot yang kondisinya memprihatinkan. Rp1 miliar itu lebih baik untuk subsidi angkot daripada bus listrik,” ujar Zayadi.

Banggar menekankan pentingnya optimalisasi ruang publik, termasuk kios kosong dan rooftop terminal, sebagai katalis ekonomi kreatif dan aktivitas komunitas.

Pemanfaatan maksimal fasilitas publik di Terminal Rawasari diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM serta meningkatkan kegiatan sosial dan ekonomi warga.

Kemas Faried berharap, warga Kota Jambi lebih proaktif memanfaatkan ruang publik yang tersedia, sehingga terminal tidak lagi menjadi fasilitas yang mandek dan sia-sia.(*)




Maulana–Diza Dorong Penguatan Ekonomi Warga, Lewat Koperasi Merah Putih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza, Pemerintah Kota Jambi meluncurkan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.

Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan, pemerataan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Program nasional ini mewajibkan pembentukan koperasi di setiap desa dan kelurahan sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan, pemerataan ekonomi, dan kemandirian masyarakat lokal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM Kota Jambi, Liana Andriani, menyampaikan bahwa hingga November 2025, sebanyak 68 Koperasi Merah Putih telah resmi berbadan hukum dan mulai beroperasi di seluruh kelurahan Kota Jambi.

“Semua koperasi tersebut sudah sah secara badan hukum dan mulai menjalankan kegiatan operasionalnya,” ujar Liana, Kamis (6/11/2025).

Liana menjelaskan, kehadiran program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mewujudkan kemandirian ekonomi di tingkat kelurahan, melalui pemberdayaan masyarakat berbasis kelembagaan koperasi.

Salah satu koperasi yang telah berjalan aktif adalah Koperasi Merah Putih Kelurahan Selamat, Kecamatan Danau Sipin, yang kini memiliki sekitar 100 anggota.

Selain sebagai wadah simpan pinjam, koperasi ini juga berfungsi sebagai pusat penyedia kebutuhan pokok masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Usaha koperasi, Tri Herlambang, menjelaskan bahwa setiap anggota baru dikenakan iuran awal sebesar Rp110 ribu, yang terdiri dari Rp100 ribu simpanan pokok dan Rp10 ribu simpanan wajib bulanan.

“Bukan hanya anggota, warga sekitar juga bisa berbelanja di koperasi kami. Jadi manfaatnya lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Tri.

Koperasi Merah Putih Kelurahan Selamat menjual berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau seperti gula pasir Rp17.000 per kilogram, Minyakita Rp15.500 per liter, dan beras SPHP Rp60.000 per karung (kemasan 5 kg). Harga tersebut relatif stabil dibandingkan harga pasaran umum.

Program ini diharapkan menjadi pusat distribusi pangan di tingkat kelurahan, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi keluarga melalui sistem koperasi simpan pinjam dan perdagangan kebutuhan pokok.

Dengan semakin banyak koperasi yang aktif beroperasi, Pemkot Jambi menargetkan seluruh kelurahan dapat mengelola koperasi secara mandiri, produktif, dan berdaya saing sepanjang tahun 2025.

“Koperasi Merah Putih bukan hanya wadah ekonomi, tetapi simbol gotong royong modern. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh agar seluruh koperasi tumbuh kuat dan berkelanjutan,” tutup Liana.(*)




881 UMKM Kota Jambi Terlibat dalam Program Bank Harkat! Akses Permodalan Usaha dan Bunga Ringan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Bank Harkat, gagasan Wali Kota Jambi dr Maulana dan Wawako Diza.

Program ini bertujuan memberikan akses permodalan dengan bunga ringan bagi pelaku usaha kecil agar lebih berdaya dan mandiri.

Kepala Bidang UMKM Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Jambi, Rian, mengatakan hingga saat ini terdapat 881 UMKM binaan yang masuk dalam program tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 399 UMKM telah diajukan untuk mendapatkan pinjaman permodalan melalui Bank Harkat.

“Data awal dari para ketua kelompok UMKM kami serahkan ke bagian ekonomi untuk diverifikasi, sebelum diajukan ke bank yang bekerja sama dalam program ini,” ujar Rian, Jumat (31/10/2025).

Ia menjelaskan, skema pembiayaan dilakukan melalui beberapa bank mitra, di antaranya Bank Jambi dan Bank BTN.

Program Kredit Bahagia yang hanya tersedia di Bank Jambi memberikan plafon pinjaman antara Rp2 juta hingga Rp10 juta dengan bunga ringan sekitar 3 persen per tahun.

Sementara pinjaman dengan nilai antara Rp10 juta hingga Rp30 juta diarahkan ke Bank BTN.

Namun, menurut Rian, tidak menutup kemungkinan Bank Jambi juga menyalurkan kredit dengan plafon serupa sesuai hasil verifikasi bank.

“Setelah data diterima, pihak bank akan melakukan survei kelayakan, termasuk riwayat keuangan dan kemampuan bayar calon debitur. Semua proses ini menjadi kewenangan penuh pihak bank,” jelasnya.

Rian menambahkan, dari 399 UMKM yang diajukan, Bank Jambi telah melaporkan beberapa permohonan yang disetujui.

Sementara itu, laporan dari Bank BTN masih dalam proses penyelesaian.

Ia juga mengakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama karena sebagian pelaku UMKM masih masuk daftar hitam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) akibat gagal bayar saat pandemi Covid-19.

Kondisi ini menyebabkan sebagian pengajuan belum bisa diproses.

“Ke depan, kami akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak perbankan untuk mencari solusi agar pelaku UMKM yang terdampak bisa kembali mendapatkan akses permodalan,” tutup Rian.(*)




Keren Nih! Walikota Jambi Maulana Dorong Pertumbuhan Ekonomi Mikro Lewat Pariwisata Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan pentingnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor ekonomi mikro.

Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi berencana mengembangkan beberapa kawasan ekonomi kreatif berbasis pariwisata.

Setidaknya, Kota Jambi akan memiliki 11 kawasan ekonomi kreatif yang nantinya menjadi pilihan utama wisatawan.

Menurut Maulana, pengembangan ini sangat diperlukan karena Kota Jambi merupakan kota jasa.

Sehingga destinasi wisata kreatif seperti kawasan kuliner sangat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Saat ini, Kota Jambi sudah memiliki beberapa destinasi populer, seperti Taman Jomblo dengan Tugu Kris Siginjai, Danau Sipin, Kawasan Sumantri, Murni, dan Taman Remaja.

Untuk Taman Remaja, Pemkot saat ini tengah meningkatkan kualitasnya dan akan berganti nama menjadi Banjuran Budayo, yang menggabungkan ruang terbuka hijau dengan berbagai kuliner khas Jambi.

Kawasan Murni, yang menjadi pusat kuliner malam, juga akan diperindah dan ditingkatkan kualitasnya, dengan proyek pembangunan yang dijadwalkan mulai tahun depan.

Selain itu, Pemkot Jambi akan menghadirkan beberapa kawasan ekonomi baru, termasuk di bagian timur kota.

Salah satunya adalah di Jalan Orang Kayo Pingai, yang selama ini sering macet akibat pedagang kaki lima.

Kawasan ini sedang dibangun menjadi pusat kuliner timur Kota Jambi dengan konsep serupa Jalan Sumantri, yang dipenuhi UMKM kreatif dan menjadi destinasi pariwisata.

Sementara itu, eks Pasar Talang Banjar akan dijadikan taman dan diorama budaya Jambi.

Sedangkan di kawasan PAL V Jambi akan dibangun danau buatan sebagai destinasi wisata air.

Kawasan ini juga akan menjadi tempat olahraga, wisata keluarga, dan menghadirkan banyak pelaku UMKM.

Menariknya, danau buatan ini juga berfungsi sebagai kolam retensi untuk mengurangi risiko banjir.

Pemkot juga mengembangkan destinasi di kawasan seberang Kota Jambi.

Di mana kawasan itu, akan menjadi kawasan wisata Kampung Melayu Tua, dengan pembangunan yang akan dimulai tahun depan menggunakan dana Kampung Bahagia.

“Dengan banyaknya pilihan destinasi wisata, wisatawan memiliki beragam pilihan, sehingga tidak terjadi penurunan kunjungan,” kata dia.

“Pertumbuhan ekonomi, terutama ekonomi mikro melalui UMKM, akan semakin meningkat,” tutup Wali Kota Maulana.(*)




Wali Kota Jambi Buka Diklatcab HIPMI: Wujudkan Ekosistem Wirausaha Berkelanjutan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Jambi resmi melaksanakan Diklatcab (Pendidikan dan Pelatihan Cabang) pada Sabtu-Minggu, 6-7 September 2025.

Acara ini dibuka di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Diklatcab kali ini mengangkat tema “HIPMI Adaptif untuk Penguatan Ekosistem Wirausaha Berkelanjutan”.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljhosa, SE, MA — yang juga dijadwalkan sebagai salah satu narasumber.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi daerah.

Ia menyebutkan bahwa Kota Jambi adalah kota perdagangan dan jasa, sehingga kehadiran pengusaha muda menjadi penggerak utama roda ekonomi.

“Konsepnya, pemerintah membangun infrastrukturnya, lalu dimanfaatkan oleh para pengusaha seperti di bidang kuliner, fesyen, musik, dan sektor kreatif lainnya,” jelas Maulana.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa membangun Kota Jambi yang sejahtera dan bahagia membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak, termasuk kalangan wirausahawan muda.

“Peran pengusaha sangat vital dalam menekan inflasi dan menggerakkan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Kami sangat mendukung pelaksanaan Diklatcab HIPMI ini karena dapat melahirkan pengusaha muda yang tangguh,” tambahnya.

Maulana juga menyebutkan adanya program baru dari Pemerintah Kota Jambi seperti peluncuran Bank Harkat, yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh kader HIPMI untuk mendukung usaha mereka.

Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Kota Jambi, Ryanda Partawijaya, menyampaikan bahwa Diklatcab merupakan bagian dari proses kaderisasi organisasi.

Ia berharap kegiatan ini dapat menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kota Jambi.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu kolaborasi erat dengan pemerintah daerah demi mewujudkan Jambi yang maju secara ekonomi,” ujarnya.

Ketua BPD HIPMI Provinsi Jambi, Fadhilah Hasrul, juga turut memberikan pesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan serius.

“Diklatcab ini adalah wadah penting untuk mengenal HIPMI lebih dalam. Sebagai pengusaha, kita harus tetap amanah. Mari kita bersama-sama membangun ekonomi Kota Jambi,” tutupnya.(*)




Wali Kota Maulana Turut Meriahkan Presisi Merdeka Run : “Momen Sehat, Merdeka, dan Bersatu”

Jambi, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., turut mendampingi Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, melepas ribuan peserta Presisi Merdeka Run (PMR) 2025, sebuah ajang lari bertema kebangsaan yang diinisiasi Kepolisian Daerah (Polda) Jambi.

Kegiatan yang berlangsung meriah dan semarak itu, mengambil titik start di kawasan Perkantoran Gubernur Jambi, dengan diikuti sebanyak 5.088 peserta yang tergabung kedalam tiga kategori jarak tempuh. Yaitu 5 kilometer (5K), 10 kilometer (10K), dan 21 kilometer (Half Marathon), yang diikuti mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga masyarakat umum dari berbagai daerah.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jambi Al Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi Hermon Dekristo, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, serta unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Jambi, para Pejabat Utama Polda Jambi, pimpinan instansi vertikal, dan para undangan lainnya.

Disambut dengan antusias oleh ribuan peserta, Wali Kota Maulana turut mengapresiasi terselenggaranya Presisi Merdeka Run 2025. Menurutnya, selain wujud sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran kepolisian dalam membangun semangat nasionalisme, menjunjung sportivitas, serta mempererat silaturahmi antar elemen masyarakat, kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Baca juga:  Walikota Maulana: Turnamen Catur Jadi Wadah Anak Muda Tunjukkan Bakat

“Presisi Merdeka Run 2025 menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI dengan cara yang meriah, sehat, dan penuh semangat kebersamaan, tentunya kita akan dukung kegiatan positif seperti ini,” ujar Maulana usai pelepasan peserta.

Dia juga menyampaikan apresiasi tinggi dengan ditunjuknya Kota Jambi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, ajang ini tidak hanya menjadi wadah menumbuhkan semangat nasionalisme dan gaya hidup sehat, tetapi juga membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.

“Saya sangat berterima kasih atas ditunjuknya Kota Jambi sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan ini. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah tentu memberikan manfaat besar bagi daerah kita,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini secara tidak langsung menjadi ajang promosi daerah, sekaligus sarana memperkenalkan potensi Kota Jambi kepada para peserta yang datang dari luar kota. Pergerakan ribuan orang tersebut turut menggerakkan sektor ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan dan akomodasi, hingga kuliner, dan penjualan produk UMKM lokal.

Baca juga:  Tak Sekedar Seremonial, Walikota Maulana Beberkan Dasar Hukum dan Teknis Program Kampung Bahagia

“Ini event Sport Tourism, tentu menjadi berkah bagi pelaku usaha di Kota Jambi. Saat orang datang, mereka menginap, makan, belanja oleh-oleh, semua itu ikut menghidupkan roda perekonomian kita. Kegiatan semacam ini harus terus kita dukung,” tambahnya.

Dia berharap, event-event serupa dapat terus digelar di Kota Jambi, sebagai bagian dari upaya mendorong kebangkitan ekonomi daerah sekaligus memperkuat citra Kota Jambi sebagai kota yang ramah, sehat, dan terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Maulana juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan penuh semangat dan antusias. Salah satu bentuk partisipasi yang bisa dilakukan adalah dengan mengibarkan bendera Merah Putih di halaman rumah masing-masing sepanjang bulan Agustus.

“Ini merupakan bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan, sekaligus wujud cinta tanah air dan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah kita nikmati bersama hingga hari ini,” sebutnya.

“Mudah-mudahan kegiatan-kegiatan seperti bisa terus berlanjut,” tutup Wali Kota Jambi itu.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, menyampaikan pesan yang membangkitkan semangat kepada seluruh peserta. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai bagian dari semangat perjuangan yang harus terus diwarisi oleh generasi penerus bangsa.

“Di dalam raga yang bugar, tersimpan jiwa yang tangguh. Mari kita rayakan kemerdekaan ini dengan semangat sportivitas dan rasa persaudaraan,” ujarnya memberi semangat peserta.

Kapolda juga menyebut, untuk kelancaran dan pengamanan jalur, panitia bersama pihak Kepolisian telah melakukan rekayasa lalu lintas sementara di sejumlah ruas jalan utama di Kota Jambi.

“Sebanyak 1.563 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Instansi terkait dikerahkan untuk memastikan keamanan, ketertiban dan kelancaran acara hingga selesai,” sebutnya.

Selain itu, untuk memberi rasa aman kepada para peserta PMR 2025, Kapolda Jambi menjelaskan setiap peserta telah mendapatkan perlindungan dari Jasa Raharja Putera selama event berlangsung mulai dari start hingga finish.

“Karena keselamatan peserta adalah prioritas dalam kegiatan ini,” jelas Irjen Pol Krisno.

Lebih dari sekedar ajang kompetisi lari, Presisi Merdeka Run 2025 menjadi momentum penting dalam mempererat semangat kebangsaan sekaligus memperkuat ikatan sosial antarwarga. Kegiatan ini sukses menghadirkan atmosfer kebersamaan dan nasionalisme yang kuat dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada momen semangat kemerdekaan tersebut, Wali Kota Maulana bersama tamu kehormatan yang hadir pada PMR 2025 itu, turut ambil bagian dalam rute jalan santai di kawasan Kantor Gubernur Jambi. Kehadiran mereka tak sekadar seremonial, tetapi juga menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: “pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga.” (*)




Kapolda Jambi Sambut HIPMI, Ajak Pengusaha Muda Berkontribusi untuk Masyarakat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, menerima kunjungan audiensi dari jajaran pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jambi di ruang kerjanya, Kamis (31/7/2025).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara aparat kepolisian dan komunitas pengusaha muda demi pembangunan ekonomi di Provinsi Jambi.

Dalam audiensi tersebut, hadir pula sejumlah pejabat utama Polda Jambi, antara lain Dirintelkam Kombes Pol. Hendri H. Siregar, Dirreskrimsus Kombes Pol. Taufik Nurmandia, serta Kabid Humas Kombes Pol. Mulia Prianto.

Dari pihak HIPMI Jambi, hadir Ketua Umum Fadil bersama jajaran pengurus lainnya.

Dalam sambutannya, Fadil menyampaikan apresiasi atas kesempatan silaturahmi dengan Kapolda, sekaligus memperkenalkan pengurus baru HIPMI Jambi.

“Kami sangat berharap mendapat bimbingan dari Bapak Kapolda agar HIPMI Jambi dapat bersinergi dengan institusi kepolisian dan berkontribusi langsung dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Fadil.

Kapolda Jambi menyambut baik niat tersebut dan memberikan apresiasi atas semangat kolaboratif yang ditunjukkan oleh HIPMI Jambi.

Ia berharap, para pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI bisa tumbuh menjadi tokoh nasional yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya mengapresiasi silaturahmi ini dan berharap HIPMI Jambi mampu mencetak pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya sukses secara bisnis, tapi juga berperan dalam kesejahteraan masyarakat. HIPMI adalah harapan masa depan ekonomi kita,” tutur Irjen Krisno.

Kapolda juga mengajak para pengusaha untuk menumbuhkan semangat kontribusi sosial dalam setiap langkah bisnis mereka.

Ia menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi lokal, dan kolaborasi yang sehat antara dunia usaha dan pemerintah.

“Jangan sekadar berpikir soal keuntungan awal. Berpikirlah bagaimana bisnis kita bisa memberikan manfaat luas. Bangun Jambi dengan hati, berdayakan pelaku usaha kecil, dan jaga ekosistem ekonomi yang sehat dan aman,” tambahnya.

Sinergi antara Polda Jambi dan HIPMI Jambi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk ekosistem ekonomi inklusif yang mampu menjawab tantangan pembangunan di era modern.(*)




Meriah dan Multikultural: Festival Sungai Asam Angkat Pesona Keberagaman Kota Jambi

Jambi, SepucukJambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan kembali kawasan kota tua Pasar Jambi. Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Sungai Asam Tahun 2025 yang dipusatkan di Terminal Rawa Sari, Sabtu malam (12/7/2025).

 

Festival ini mengangkat nama Sungai Asam, salah satu aliran sungai bersejarah dan kebanggaan masyarakat yang melintasi kawasan Pasar Jambi. Dikemas secara estetik dan tematik, Festival Sungai Asam menyuguhkan ragam kebudayaan yang hidup dan berkembang di Kota Jambi.

 

Selain menampilkan budaya lokal seperti Melayu, Minang, Jawa, dan Sunda, festival ini juga menghadirkan malam budaya bertema internasional seperti Chines Night (budaya Tionghoa), Bollywood Night (India), dan Arabian Night (Timur Tengah). Perpaduan budaya ini mencerminkan kekayaan multikultural Kota Jambi yang harmonis.

 

Setelah sukses menggelar Festival Tumpah Ruah yang terbukti berdampak positif terhadap sektor perekonomian, khususnya pelaku UMKM, kini Festival Sungai Asam menjadi langkah lanjutan Pemkot Jambi untuk menghidupkan kembali denyut kawasan Pasar sebagai pusat ekonomi, pariwisata, dan budaya. Rencananya, festival ini akan digelar secara rutin setiap bulan dengan mengusung konsep integratif antara tradisi dan modernitas berbasis kearifan lokal.

Baca juga:  Walikota Maulana: Turnamen Catur Jadi Wadah Anak Muda Tunjukkan Bakat

Festival Sungai Asam ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang ditandai dengan pemukulan gong. Mengusung nuansa budaya Tionghoa pada malam pembukaan, kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat lintas suku dan budaya yang memadati area festival.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Sungai Asam perdana di tahun 2025 ini. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

 

“Meski acara ini digelar di tingkat kelurahan, namun antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Alhamdulillah, ini menunjukkan potensi besar yang bisa terus dikembangkan, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tengah masyarakat,” ujar Maulana.

Baca juga:  Tak Sekedar Seremonial, Walikota Maulana Beberkan Dasar Hukum dan Teknis Program Kampung Bahagia

 

Ia juga menekankan pentingnya membangkitkan kembali kehidupan di kawasan kota tua Pasar Jambi, tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya.

 

“Pasar ini menyimpan banyak kenangan dan nilai historis. Karena itu, kawasan ini harus dihidupkan kembali dengan tetap menjaga jati diri budayanya,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya revitalisasi kota tua.

 

“Kita akan terus dorong kegiatan-kegiatan positif seperti ini untuk menghidupkan kembali kawasan kota tua Pasar, sebagaimana yang telah dilakukan di sejumlah kota besar lainnya di Indonesia yang juga memiliki kawasan kota tua,” lanjutnya.

 

Wali Kota Maulana juga menekankan, bahwa melalui Festival Sungai Asam, Pemerintah Kota Jambi ingin menjadikan keberagaman budaya sebagai tema yang diangkat setiap bulan. Hal ini merupakan bentuk nyata komitmen daerah dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang multikultural.

 

“Berbagai tema budaya akan kita akomodir dalam setiap pelaksanaan festival. Mulai malam ini, kita tampilkan budaya Tionghoa, selanjutnya akan ada Melayu, Arabian, hingga Bollywood. Ini menjadi simbol bahwa di Kota Jambi, keberagaman suku, adat, dan budaya justru menjadi kekuatan, bukan pemisah. Kita bisa hidup rukun dan berdampingan,” tekannya.

 

Pada kesempatan itu, Maulana juga membagikan kabar gembira kepada masyarakat terkait pengembangan transportasi umum ramah lingkungan di Kota Jambi. Ia menyebut, bahwa Pemkot Jambi secara bertahap akan menambah armada transportasi umum bertenaga listrik sebagai bagian dari komitmen menuju kota hijau dan berkelanjutan.

 

“Saat ini kita sudah memiliki dua unit bus listrik. InsyaAllah, pada bulan September nanti kita akan menambah unit baru. Ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum,” sebutnya.

 

Ia menjelaskan rencana bus listrik “Trans Bahagia” yang akan beroperasi melayani rute dari Terminal Rawa Sari atau Kawasan Tugu Keris menuju Museum Swarna Dwipa di kawasan Candi Muaro Jambi. Museum tersebut ditargetkan akan diresmikan pada Agustus mendatang dan menjadi destinasi unggulan baru di Provinsi Jambi.

 

“Kita juga sedang siapkan MoU agar Kota Jambi menjadi pusat wisata budaya dan religi. Museum Swarna Dwipa di Kabupaten Muaro Jambi ini memiliki konsep modern yang sangat menarik. Ke depan, akan banyak titik wisata yang berdekatan dengan Kota Jambi akan kita hubungkan dengan rute bus listrik ini,” jelasnya.

 

Menurutnya, langkah ini tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat ekosistem transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan di Kota Jambi.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan berbagai langkah strategis yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan pusat-pusat ekonomi baru sekaligus destinasi wisata dalam kota Jambi.

 

Salah satunya, adalah revitalisasi kawasan Taman Remaja yang kini tengah disulap menjadi alun-alun pusat kota. Selain itu, Pemkot Jambi juga tengah mempersiapkan kawasan di sekitar menara air dekat Puskesmas Putri Ayu untuk dijadikan area pedestrian yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.

 

“Langkah ini kita lakukan untuk menumbuhkembangkan perekonomian daerah melalui sektor UMKM. Kawasan-kawasan ini diharapkan menjadi titik keramaian baru yang hidup, sekaligus ruang publik yang layak untuk warga dan pengunjung, sebagai destinasi wisata dalam kota,” tutup Wali Kota Jambi itu.

 

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana juga menyampaikan berbagai program unggulan Kota Jambi Bahagia yang saat ini telah berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

Salah satunya adalah layanan pengaduan kegawatdaruratan terpusat “Call Center Bahagia 112” yang beroperasi selama 24 jam penuh setiap hari, tanpa dipungut biaya. Layanan ini dapat diakses oleh masyarakat untuk berbagai kejadian kedaruratan, baik medis maupun non-medis.

 

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Lurah Sungai Asam, Suhendri menyampaikan, Festival Sungai Asam merupakan wujud nyata dari salah satu dari 11 program prioritas Kota Jambi Bahagia, yakni Bahagia Berbudaya.

 

“Kegiatan ini sebenarnya telah rutin kita lakukan, namun atas dorongan dan dukungan langsung dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, pelaksanaannya tahun ini menjadi jauh lebih semarak dan berdampak luas. Ini membuktikan komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah,” ungkap Suhendri.

 

Ia juga menjelaskan, Festival Sungai Asam edisi bulan Juli ini digelar selama dua hari, pada tanggal 12 dan 13, dengan melibatkan lebih dari 40 tenant UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal.

 

“Untuk bulan depan, festival akan kembali digelar dengan mengangkat tema Bollywood. Setelah itu, akan menyusul tema-tema budaya lainnya seperti Melayu, Minang, Arabian, dan akan ditutup pada pergantian tahun dengan Karnaval Budaya, yang menampilkan keragaman adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Betuah,” singkatnya.

 

Sementara itu, Rudi, mewakili tokoh Tionghoa Jambi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi langsung kepada Pemerintah Kota Jambi yang telah menunjukkan kepedulian atas keberagaman budaya yang ada di Kota Jambi.

 

“Saya mewakili masyarakat Tionghoa tentunya merasa bangga dan nyaman berada di kota Jambi ini, karena masyarakatnya yang sangat menjunjung tinggi toleransi dengan hidup berdampingan tanpa kekhawatiran,” ujar Rudi.

 

“Ini tentunya menjadikan kekuatan bagi kita sebagai bangsa, khususnya di kota Jambi ini, karena perbedaan ini yang dapat menyatukan, sehingga mempererat silaturahmi antara kita meski dengan berbagai perbedaan adat dan budaya,” tambahnya.

 

Dia berharap, dengan hadirnya Festival Sungai Asam yang menampilkan beragam budaya nantinya dapat mempererat silaturahmi, saling mengenal antar masyarakat, dan bersatu dalam membangun kota Jambi khususnya.

 

“Ini saatnya kita bersatu bergandengtangan untuk mendukung program pembangunan kota Jambi. Mari kita terus jaga semangat gotong royong dan toleransi terhadap keberagaman untuk membangun kota jambi yang maju dan berbudaya,” tutup Rudi mewakili tokoh Tionghoa Jambi.

 

Berlangsung semarak, pembukaan Festival Sungai Asam ini juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Sekda A Ridwan, Ketua I TP PKK Kota Jambi Marsha Lystia, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, tokoh Tionghoa Jambi, jajaran Pemkot Jambi serta masyarakat dari berbagai wilayah dalam Kota Jambi. (*)