Kartu Bahagia, Rumel, dan Kampung Bahagia: Transformasi Kota Jambi di Tahun Pertama Maulana-Diza

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tepat satu tahun kepemimpinan Walikota Jambi Dr dr H Maulana, MKM dan Wakil Walikota Diza Hazra Aljosa SE MA, berbagai program strategis telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Kepemimpinan periode 2025–2030 menekankan kesejahteraan warga, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, serta pelayanan publik yang cepat dan transparan.

Kartu Bahagia: Masyarakat Lebih Sejahtera

Program Kartu Bahagia telah memberikan manfaat nyata bagi ribuan warga Kota Jambi:

  • 49.212 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) mendapat layanan kesehatan gratis.

  • 3.000 pekerja rentan, 1.650 Ketua RT, 1.114 PHL, dan 1.316 petugas syara terfasilitasi BPJS Ketenagakerjaan.

  • 111.762 warga menjalani pengecekan kesehatan gratis.

  • 2.070 peserta didik memperoleh beasiswa.

  • 13.235 rumah terpasang jaringan gas, bagian dari target 100.000 sambungan.

  • Sekolah Rakyat di Kelurahan Bagan Pete menampung 1.080 peserta didik dari SD hingga SMA.

“Program Kartu Bahagia memastikan setiap warga, terutama yang kurang mampu, merasakan manfaat pembangunan kota. Sehat, berpendidikan, dan sejahtera adalah hak semua warga,” kata Walikota Maulana.

Balai Latihan Kerja Tematik dan BanHarkat: SDM Tangguh dan UMKM Mandiri

  • Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat) menyiapkan SDM Kota Jambi yang terampil, dengan lebih dari 2.000 orang terserap di industri dan program magang luar negeri.

  • BanHarkat (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat) memberikan modal usaha ringan bunga 3% per tahun senilai Rp 111,4 miliar, mendukung UMKM dan pengusaha pemula.

“Dengan akses modal mudah dan terjangkau, UMKM bisa tumbuh dan mendorong ekonomi kota,” ujar Wawako Diza.

Ruang Milenial dan Kampung Bahagia

  • Ruang Milenial (Rumel) hadir sebagai fasilitas produktivitas generasi muda dengan internet gratis di Terminal Rawasari, Pasar Jambi, dan Taman Banjuran Budayo.

  • Kampung Bahagia menekankan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat dengan semangat gotong royong:

    • 1.650 Ketua RT dilantik dan mengikuti retret serentak.

    • 67 RT pilot project menunjukkan realisasi 125–200%, dengan 212 kegiatan fisik dan 439 non-fisik.

Lansia Bahagia dan Kota Tangguh

  • Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) memberikan pendidikan non-formal agar lansia tetap produktif.

  • Infrastruktur kota diperkuat dengan:

    • 459 jalan diperbaiki dan 1 jembatan baru dibangun.

    • Normalisasi sungai dan drainase, serta pembangunan kolam retensi 9 hektar yang juga jadi destinasi wisata.

    • Sistem pengelolaan sampah lebih modern, termasuk gerobak motor, industri briket TPA Talang Gulo, dan mobil angkut sampah ramah lingkungan.

    • Angkutan umum listrik dan bus listrik gratis diluncurkan.

Bahagia Berbudaya dan Aparatur Pelayanan Kompeten

  • Festival budaya lokal dan sport tourism digelar untuk melestarikan identitas Melayu dan suku lain.

  • Melalui Apel Kota (Aparatur Pelayanan Kompeten dan Berintegritas) dan Balap (Bahagia Berintegritas Pelayanan Anti Pungli):

    • 5.000 tenaga honorer diangkat PPPK.

    • ASN diperkuat kapasitasnya.

    • Kota Jambi mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

  • Call Center Bahagia 112 merespon 6.152 keluhan masyarakat, dengan tingkat penyelesaian 97,15%.

“Setahun ini bukti kerja nyata untuk kesejahteraan warga, kota tangguh, dan pelayanan cepat, transparan, dan dekat dengan masyarakat,” tambah Maulana.

“Setiap program kami rancang untuk memberdayakan semua warga, dari generasi muda hingga lansia, UMKM hingga pekerja rentan,” timpal Diza.(*)




Di Hadapan Wagub, Wawako Diza Tekankan Stabilitas Harga Lewat GPM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Diza Hazra Aljosha menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Program tersebut digelar di kawasan Citra Land NGK, Kelurahan Mayang Mengurai, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (13/02/2026).

Dalam sambutannya, Diza menekankan bahwa GPM bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Kegiatan ini untuk memastikan akses pangan cukup dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam momen spesial Ramadan dan Idul Fitri,” tegasnya.

GPM Digelar Rutin Selama Ramadan

Diza menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan selama bulan suci Ramadan.

Langkah ini diambil agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih stabil dan terjangkau.

Menurutnya, stabilitas harga memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Ketika harga terkendali, daya beli meningkat dan aktivitas perdagangan tetap bergerak positif.

“Dengan pengelolaan yang baik, GPM dapat memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini sejalan dengan prioritas ketahanan pangan nasional dan menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Jambi sebagai daerah yang tangguh dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.

Wawako Diza turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga mitra strategis seperti Bulog, Indogrosir, dan Toko Daging Indonesia.

Ia meyakini keberhasilan pengendalian stok dan harga tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor.

“Saya meyakini keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi semua pihak,” pungkasnya.

Kegiatan GPM Kota Jambi ini merupakan bagian dari program serentak nasional yang diinisiasi Badan Pangan Nasional untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani serta unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait.

Melalui GPM, Pemkot Jambi berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.(*)




Sambut Ramadan 2026, Pemkot Jambi Gelar Gerakan Pangan Murah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kota Jambi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di kawasan Citra Land NGK, Kelurahan Mayang Mengurai, Kecamatan Alam Barajo, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari GPM Serentak Nasional yang diinisiasi Badan Pangan Nasional dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Program tersebut juga mendukung agenda ketahanan pangan nasional sesuai arah kebijakan pemerintah pusat.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, menyampaikan bahwa GPM akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

Menurutnya, langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok saat momentum hari besar keagamaan.

“Kegiatan ini untuk memastikan akses pangan cukup dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam momen spesial Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M,” ujarnya.

Ia menegaskan, GPM menjadi instrumen penting dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Stabilitas harga dinilai mampu meningkatkan daya beli serta menjaga kelancaran roda perdagangan di Kota Jambi.

Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan bahwa GPM merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan berkualitas dengan harga ekonomis, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Ia mengungkapkan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Provinsi Jambi per Januari 2026 tercatat sebesar 3,35 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,39 persen.

“Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen nyata dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” kata Sani.

GPM Kota Jambi melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga mitra strategis seperti Bulog, Indogrosir, dan Toko Daging Indonesia. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan pengendalian stok dan harga pangan.

Untuk memastikan tidak terjadi permainan harga di lapangan, pemerintah juga membentuk Satgas Saber (Sapu Bersih) bersama aparat kepolisian.

Satgas ini bertugas mengawasi kesesuaian harga dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta menjaga distribusi tetap lancar.

Melalui GPM, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal secara berkelanjutan.(*)




Media Gathering JNE Jambi, Dorong Peran Media dan UMKM Lokal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – JNE Cabang Jambi sukses menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers se-Provinsi Jambi

Acara yang berlangsung di Sky M Caffe & Resto ini dikemas dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai bentuk penguatan sinergi antara JNE dan media.

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus wujud komitmen JNE dalam menjalin kemitraan strategis dengan media, khususnya dalam penyebaran informasi layanan logistik kepada masyarakat luas.

Kepala Cabang JNE Jambi, Jacksen, menyampaikan apresiasi kepada seluruh awak media yang selama ini konsisten mendukung berbagai program dan layanan JNE di wilayah Jambi.

“Peran media sangat penting bagi JNE, terutama dalam menyampaikan informasi yang akurat dan membangun kepercayaan publik terhadap layanan kami. Kami sangat mengapresiasi sinergi yang telah terjalin selama ini,” ujar Jacksen, Selasa (10/2/2026).

Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, Media Gathering ini juga diisi dengan sesi talkshow inspiratif yang menghadirkan Venny Septia Monica, Owner Rumah Makan Pusako Satu, salah satu pelaku usaha kuliner sukses asal Jambi.

Dalam sesi tersebut, Monica membagikan perjalanan bisnisnya membangun RM Pusako Satu hingga kini memiliki 32 cabang yang tersebar di seluruh Provinsi Jambi.

Ia menekankan bahwa konsistensi kualitas produk menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan.

Menurutnya, penggunaan bahan baku lokal menjadi fondasi utama perkembangan usahanya, seperti menu khas Dendeng Batokok serta pemanfaatan Beras Payo Kerinci asal Lempur sebagai bahan utama.

Menariknya, produk kuliner khas Jambi tersebut kini tidak hanya dinikmati masyarakat lokal, tetapi juga telah menjangkau pasar nasional.

Monica mengakui, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan layanan logistik JNE.

“Pengiriman yang cepat, aman, dan terpercaya sangat menentukan kualitas produk sampai ke tangan konsumen luar daerah. JNE menjadi mitra penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan kami,” ungkap Monica.

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara UMKM berkualitas, media, dan layanan logistik yang andal mampu menciptakan kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan Media Gathering ini, JNE Jambi kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai perusahaan jasa pengiriman, tetapi juga sebagai mitra strategis UMKM dan penggerak pertumbuhan ekonomi di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.(*)




Jambi Ikut Kick Off Piala Dunia 2026, TVRI Ajak Warga Pasang Antena UHF

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kick Off Piala Dunia 2026 digelar di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, yang mewakili Gubernur Jambi Al Haris. Kick Off tersebut dilaksanakan secara serentak di 34 provinsi di Indonesia oleh TVRI.

Dalam sambutannya, Sudirman menyampaikan apresiasi kepada TVRI yang dipercaya sebagai host broadcaster Piala Dunia 2026 di Indonesia.

Menurutnya, pelaksanaan Kick Off di Provinsi Jambi menjadi langkah awal untuk membangun antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

“Ini merupakan langkah awal persiapan. Pada bulan Juni nanti Piala Dunia akan digelar dan masyarakat dapat menyaksikannya secara langsung dan gratis hanya dengan menggunakan antena UHF,” ujar Sudirman.

Ia menilai, kehadiran Piala Dunia 2026 tidak hanya berdampak pada hiburan masyarakat, tetapi juga berpotensi memberikan efek positif bagi perekonomian daerah.

Khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya di Provinsi Jambi hampir mencapai 30 ribu unit.

Sudirman berharap ke depan TVRI dapat bersinergi dengan berbagai instansi dan pemerintah daerah untuk menggelar kegiatan nonton bareng (nobar).

Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang memiliki daya tarik besar dan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, ia juga menyampaikan harapan agar Tim Nasional Indonesia dapat lolos ke ajang Piala Dunia pada tahun 2030 mendatang.

Sementara itu, Kepala TVRI Stasiun Jambi, Herly Marjoni, menjelaskan bahwa penunjukan TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 merupakan kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Kebijakan ini bertujuan agar seluruh masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di daerah terpencil, dapat menikmati siaran Piala Dunia secara gratis.

“TVRI memiliki jangkauan siaran hingga ke pelosok negeri, sehingga seluruh masyarakat Indonesia bisa menikmati Piala Dunia tanpa biaya,” kata Herly.

Ia menyebutkan, Kick Off World Cup 2026 digelar sebagai bagian dari sosialisasi awal sekaligus untuk membangkitkan euforia masyarakat.

Momentum Piala Dunia dinilai dapat menggerakkan ekonomi lokal, terutama sektor UMKM seperti usaha makanan, kafe, hingga jasa sablon.

Di Provinsi Jambi, TVRI telah menjalin kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk pelaksanaan kegiatan nonton bareng dengan melibatkan UMKM setempat.

Herly menegaskan, kegiatan nobar yang difasilitasi TVRI tidak dipungut biaya bagi pelaku UMKM.

“Untuk UMKM gratis. Namun, jika diselenggarakan oleh pihak non-UMKM seperti hotel atau usaha besar, maka akan dikenakan biaya sesuai ketentuan dari pusat,” jelasnya.

Selain itu, TVRI Jambi telah menyiapkan enam satuan transmisi dalam kondisi optimal yang tersebar di Kota Jambi, Tanjung Jabung Barat, Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Sungai Penuh.

Herly juga mengimbau masyarakat untuk segera memasang antena UHF agar dapat menikmati siaran Piala Dunia 2026 tanpa kendala.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menunda pemasangan karena harga antena dikhawatirkan akan meningkat seiring tingginya permintaan menjelang pelaksanaan Piala Dunia.(*)




Program Bank Harkat Belum Optimal, Wali Kota Jambi Sebut Pemerintah Cari Solusi! Ini Alasannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Bank Harkat, salah satu unggulan dari 11 program prioritas “Kota Jambi Bahagia”, disebut masih menghadapi kendala dalam realisasi pembiayaan UMKM, meskipun pemerintah kota telah menyiapkan dana hingga Rp110 miliar.

Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza, menegaskan bahwa meski Bank Harkat telah resmi berjalan, realisasi penyaluran modal bagi UMKM hingga kini masih sangat terbatas, yakni sekitar Rp300 juta.

Hal ini disebabkan beberapa kendala, antara lain tunggakan masyarakat sebelumnya dan keterbatasan pemahaman UMKM mengenai prosedur pembiayaan.

“Kami ingin mendorong UMKM agar tidak terjerat pinjaman online atau rentenir. Namun kenyataannya, sebagian masyarakat masih memiliki tunggakan lama, sehingga penyerapan dana Bank Harkat belum maksimal,” ungkap Maulana saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) antar-OPD, Kamis (29/1/2026).

Maulana menambahkan, pemerintah kota terus berupaya mencari solusi agar program ini dapat berjalan optimal.

Langkah ke depan meliputi kerja sama dengan OJK dan perbankan, sekaligus sosialisasi intensif kepada UMKM agar mereka lebih memahami mekanisme pembiayaan yang aman dan terjangkau.

Selain Bank Harkat, program Kampung Bahagia di bidang kesehatan disebut telah berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Penandatanganan PK antar-OPD diharapkan memperkuat sinergi seluruh perangkat daerah, sehingga setiap program prioritas dapat terlaksana sesuai target.

“Setiap OPD memiliki peran penting. Dengan koordinasi yang baik, kami optimis program-program ini, termasuk Bank Harkat, akan dapat memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat,” tutup Maulana.(*)




OPD Tandatangani Perjanjian Kinerja, Program Unggulan ‘Kota Jambi Bahagia’ Telah Berjalan Nyata

JJAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – OPD Kota Jambi menegaskan komitmen dalam mewujudkan 11 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2026, melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026).

Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza, menegaskan bahwa kolaborasi antar-OPD menjadi kunci kesuksesan program “Kota Jambi Bahagia.”

Penandatanganan PK ini tidak hanya formalitas, tetapi juga sebagai penguat akuntabilitas dan sinergi seluruh perangkat daerah untuk memastikan setiap program memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berkumpul bersama staf ahli, asisten, kepala OPD, hingga camat, untuk memastikan 11 program prioritas berjalan optimal,” sebutnya.

“Semua OPD bekerja sama dengan koordinasi melalui staf ahli atau asisten yang membidangi program tertentu. Secara umum, program-program ini sudah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Maulana.

Salah satu program unggulan, Bank Harkat, dirancang untuk membantu UMKM dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman online atau rentenir.

Program ini bekerja sama dengan perbankan untuk menyalurkan dana sebesar Rp110 miliar, meski realisasi saat ini baru mencapai sekitar Rp300 juta.

“Kami ingin mendorong pembiayaan UMKM agar tidak terjerat pinjol atau rentenir. Sebagian masyarakat masih memiliki tunggakan sebelumnya,” kata Maulana.

“Tapi ke depan kami akan berinovasi bersama OJK dan perbankan agar UMKM mendapatkan modal yang layak,” tambah Maulana.

Selain itu, program Kampung Bahagia di sektor kesehatan juga disebut telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Penandatanganan Perjanjian Kinerja antar-OPD ini diharapkan memperkuat sinergi, memastikan program prioritas dapat terlaksana sesuai target, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah kota.

“Setiap OPD memiliki peran penting dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

Dengan koordinasi yang baik, kami optimis program ini akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Maulana.(*)




Pastikan Aman dan Bergizi, BPOM Jambi Kawal Program MBG hingga Dapur

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi mengambil peran aktif dalam pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.

Keterlibatan ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan kepada masyarakat memenuhi standar keamanan dan mutu pangan.

Kepala BPOM Provinsi Jambi, Musthofa Anwari, menyampaikan bahwa BPOM memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga kualitas makanan bergizi gratis, khususnya pada pelaksanaan di tingkat daerah.

BPOM turut bergabung dalam struktur koordinasi bersama pemerintah daerah untuk mendukung keberhasilan program tersebut.

Program MBG di Provinsi Jambi dijalankan melalui pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta tim percepatan MBG yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota.

“BPOM menjadi bagian dari struktur tersebut di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota,” kata Musthofa.

Salah satu tugas utama BPOM Jambi dalam program ini adalah memberikan pelatihan kepada relawan yang bertugas memasak di dapur MBG.

Pelatihan tersebut meliputi aspek keamanan pangan, penanganan bahan makanan yang benar, serta upaya pencegahan risiko keracunan makanan.

“Selain pelatihan, BPOM Jambi juga melakukan pengawasan rutin dan pengambilan sampel terhadap makanan yang digunakan dalam program MBG,” sebutnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh makanan yang disajikan aman dan layak dikonsumsi oleh penerima manfaat.

Di Kota Jambi sendiri, hingga tahun 2026 ditargetkan terbentuk sebanyak 74 dapur SPPG. Seluruh dapur tersebut akan menjadi sasaran pembinaan dan pelatihan relawan masak oleh BPOM Jambi secara bertahap.

Program MBG juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai penyedia produk pendukung.

Produk UMKM yang dapat digunakan dalam program ini adalah produk yang telah memiliki izin edar dari BPOM, sehingga keamanan pangannya lebih terjamin.

Musthofa menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Jambi saat ini sudah berjalan.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat sebagai konsumen cerdas dalam memilih makanan yang aman dan berkualitas.

Dalam pengawasan obat dan makanan, terdapat tiga pilar utama, yakni industri, pemerintah, dan konsumen.

Masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa guna menghindari risiko makanan yang dapat membahayakan kesehatan.(*)




Terminal Rawasari Jadi Pasar Bedug Ramadan, Pemkot Jambi Dorong UMKM Bangkit

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi berencana mengoptimalkan kawasan Terminal Rawasari sebagai pusat aktivitas ekonomi dan keagamaan selama bulan suci Ramadan.

Kawasan tersebut akan difungsikan sebagai pasar bedug Ramadan yang menampung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner hingga malam hari.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, langkah ini dilakukan untuk menghidupkan kembali kawasan Terminal Rawasari sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat selama Ramadan 1447 H tahun 2026.

“Dalam rangka mendorong UMKM agar bisa tumbuh dan menggerakkan perekonomian selama bulan suci Ramadan, Terminal Rawasari akan kita aktifkan sebagai pasar bedug. UMKM kuliner bisa berjualan mulai menjelang berbuka puasa hingga malam hari,” ujar Maulana.

Selain area lantai dasar, lantai dua Terminal Rawasari juga akan dioptimalkan dengan melibatkan pelaku usaha untuk menyediakan tempat berbuka puasa bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi juga berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan keagamaan sepanjang Ramadan.

“Kita akan setting kawasan ini agar benar-benar optimal. Akan ada berbagai kegiatan keagamaan, termasuk tabligh akbar dan peringatan Nuzulul Quran yang rencananya juga digelar di Terminal Rawasari,” jelasnya.

Maulana menambahkan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan memiliki peran masing-masing dalam mendukung program ini.

Penataan kawasan akan dilakukan secara maksimal agar aktivitas ekonomi dan sosial berjalan seimbang.

Dari sisi ekonomi, kehadiran pasar bedug ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meskipun menurut Maulana, fokus utama bukan pada target PAD.

“Manfaatnya tentu bisa meningkatkan PAD, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menggerakkan ekonomi UMKM. Target PAD bukan yang utama,” tegasnya.

Jumlah tenant yang disiapkan nantinya akan menyesuaikan kondisi lapangan.

Diperkirakan bisa mencapai sekitar 100 tenant atau lebih sedikit, tergantung hasil penataan kawasan.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, Terminal Rawasari juga akan dibuka untuk penjualan pakaian dan produk fashion.

Para pengusaha fashion lokal nantinya dapat menyewa tenant yang disediakan pemerintah.

“Jelang Idulfitri, penjualan baju juga akan kita buka. Pengusaha fashion bisa memanfaatkan lokasi ini untuk berjualan,” pungkas Maulana.(*)




Hadiri Muskomwil FKKMI, Diza Dorong Gen Z Bangun Usaha Berkelanjutan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menegaskan pentingnya sinergi dan semangat kolektif dalam membangun kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Musyawarah Komunikasi Wilayah (Muskomwil) dan Jumpa Koperasi Mahasiswa (KOPMA) Akbar BPW 1 Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) Sumatera Bagian Pertama (Sumbagtama), Sabtu (17/01/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Peradaban Kewirausahaan Menuju BPW 1 FKKMI Sumbagtama Berkemajuan” tersebut berlangsung di Aula BPSDMD Provinsi Jambi dan dihadiri sejumlah tokoh penting.

Di antaranya Ketua BPD HIPMI Jambi Fadhillah Hasrul, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Jambi Hendra Saputra, Camat Kota Baru Hendry Asmy Saputra, serta perwakilan koperasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Sumatera.

Dalam pemaparannya, Diza menekankan bahwa koperasi, khususnya koperasi mahasiswa, tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, melainkan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.

“Esensi berkoperasi itu adalah kebermanfaatan. Bukan hanya untuk anggota, tapi juga harus memberi kontribusi sosial dan ekonomi bagi lingkungan sekitar,” ujar Diza.

Ia mengingatkan bahwa koperasi telah memiliki landasan hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian yang hingga kini masih relevan.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan program pendukung agar koperasi, termasuk KOPMA, dapat berkembang secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Diza menjelaskan bahwa Kota Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa yang minim sumber daya alam harus mengandalkan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, Pemkot Jambi mendorong lahirnya wirausaha baru melalui berbagai program unggulan.

“Kami punya Balai Latihan Kerja Tematik atau Balikat, yang memberikan pelatihan kewirausahaan sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, ada program Banharkat, Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat, dengan bunga rendah hanya 3 persen per tahun bagi warga ber-KTP Kota Jambi,” jelasnya.

Program tersebut, kata Diza, diharapkan mampu menjadi jembatan bagi generasi muda, termasuk mahasiswa, untuk memulai dan mengembangkan usaha secara berkelompok dengan prinsip gotong royong.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Jambi, Fadhillah Hasrul, menyoroti potensi besar generasi Z di dunia usaha.

Berdasarkan riset, kata dia, minat Gen Z untuk berwirausaha cukup tinggi, namun tingkat keberhasilannya masih relatif rendah.

“Dari sekitar 66 persen Gen Z yang tertarik menjadi pengusaha, hanya 1,7 persen yang benar-benar berhasil. Ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan ekosistem bisnis yang sehat,” ujarnya.

Ia berharap forum seperti Muskomwil dan Jumpa KOPMA Akbar dapat menjadi ruang kolaborasi agar mahasiswa mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan berdampak luas.(*)