5.273 Karya Kreatif Ramaikan JNE Content Competition 2026, Dorong Talenta Indonesia Terus Berkembang

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID Ribuan karya kreatif dari berbagai daerah di Indonesia menjadi bukti tingginya potensi talenta kreatif nasional.

Hal itu terlihat dalam penyelenggaraan JNE Content Competition 2026 yang resmi mencapai puncaknya melalui acara penghargaan di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta Selatan.

Kompetisi kreatif tahunan tersebut berhasil menghimpun sebanyak 5.273 karya dari empat kategori lomba, yakni karya tulis, foto, video, dan desain.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 peserta terpilih sebagai pemenang setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri.

Para pemenang sebelumnya telah diumumkan pada 10 Juli 2026 melalui situs JNEWS Online serta kanal media sosial resmi JNE.

Mengusung tema “Bergerak Bersama, Beragam Cerita”, kompetisi ini menjadi ruang bagi para kreator untuk menyampaikan berbagai perspektif tentang perjalanan manusia, konektivitas, UMKM, hingga cerita inspiratif di balik aktivitas pengiriman barang.

Dorong Kreativitas Anak Bangsa

Chairman ILTHABI REKATMA, Ilham Akbar Habibie, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi terhadap antusiasme para peserta.

Menurutnya, kompetisi seperti JNE Content Competition bukan hanya menjadi wadah menunjukkan kemampuan kreatif, tetapi juga menjadi ruang lahirnya inovasi dan ide baru dari generasi muda Indonesia.

“Saya melihat semangat yang sangat luar biasa dari para kreator muda Indonesia. Kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan bukti nyata potensi inovasi bangsa yang sangat besar,” ujar Ilham.

Ia berharap ajang tersebut dapat terus berkelanjutan dan melahirkan talenta-talenta kreatif yang mampu memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.

JNE Rayakan Cerita dari Berbagai Daerah

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, mengatakan tingginya jumlah karya yang masuk menjadi gambaran besarnya energi kreatif masyarakat Indonesia.

Menurutnya, di usia ke-35 tahun, JNE ingin terus mengambil peran dalam mendukung ekosistem kreatif melalui berbagai program yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkarya.

“Melihat lebih dari 5.273 karya kreatif masuk dari seluruh penjuru Indonesia, kami merasa sangat terinspirasi. Melalui kompetisi ini, kami ingin merayakan berbagai cerita, mulai dari perjuangan UMKM, konektivitas jarak, hingga kebahagiaan sederhana yang diantar dalam sebuah paket,” katanya.

Feriadi menegaskan, JNE akan terus berupaya menjadi bagian dari perjalanan kreator Indonesia dengan menghadirkan ruang yang mendorong lahirnya karya-karya positif.

Masuki Tahun Ke-13 Penyelenggaraan

JNE Content Competition telah memasuki penyelenggaraan ke-13 sejak pertama kali digelar pada 2011.

Dalam perjalanan panjangnya, kompetisi ini terus berkembang menjadi salah satu wadah yang mempertemukan kreativitas masyarakat dengan berbagai cerita inspiratif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Juri kategori Writing Nasional, Maman Suherman, menilai tema tahun ini berhasil diterjemahkan peserta melalui karya yang memiliki sisi emosional dan humanis.

Menurutnya, banyak karya peserta yang menggambarkan bahwa setiap proses pengiriman tidak hanya berkaitan dengan barang, tetapi juga membawa cerita, harapan, dan hubungan antar manusia.

Dua Pemenang Raih Penghargaan Best of The Best

Pada malam penghargaan, JNE juga memberikan apresiasi khusus melalui predikat Best of The Best.

Penghargaan tersebut diraih oleh Utomo Priyambodo, jurnalis National Geographic Indonesia yang menjadi Juara 1 Writing Jurnalis Regional Jakarta & Banten, serta Idris Prasetiawan, jurnalis Palopopos Fajar yang meraih Juara 1 Photo Jurnalis Regional Sulawesi, Maluku & Papua.

Keduanya mendapatkan hadiah utama berupa perjalanan ibadah umrah.

Utomo Priyambodo mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut.

Menurutnya, apresiasi yang diberikan menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang memberikan inspirasi bagi masyarakat.

Sementara itu, Teza Syahrudin dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, salah satu pemenang kategori pelajar, mengaku pengalaman mengikuti ajang tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kreativitas.

Melalui JNE Content Competition 2026, JNE menegaskan perannya tidak hanya sebagai perusahaan logistik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem kreatif nasional yang mendukung perkembangan talenta dan karya anak bangsa.(*)




Dekranasda Kota Jambi Bidik Pasar Global, Nadiyah Maulana Hadiri HUT ke-46 Dekranas di Makassar

MAKASSAR, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang dipusatkan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8-12 Juli 2026.

Nadiyah hadir bersama Wakil Ketua Dekranasda Kota Jambi, Marsha Lystia, S.E., B.Com., sebagai bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor kerajinan, agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Mengusung tema Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, peringatan HUT Dekranas tahun ini menghadirkan beragam agenda mulai dari pameran produk unggulan, workshop, talk show, diskusi pengembangan UMKM di era digital, hingga pameran kerajinan berskala nasional.

Tak hanya menjadi ajang promosi produk, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertemunya pelaku industri kreatif, pemerintah daerah, hingga mitra usaha untuk memperluas jaringan pemasaran sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas daerah.

Puncak peringatan HUT ke-46 Dekranas digelar pada Jumat 10 Juli 2026 di Trans Studio Mall Makassar. Acara dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka, yang ditandai dengan pemukulan Gendang Pajjajari dan pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya penguatan sektor kerajinan nasional.

Dalam sambutannya, Selvi menekankan bahwa pembinaan terhadap perajin tidak cukup hanya dilakukan secara rutin, tetapi juga harus mampu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha saat ini.

Menurutnya, kualitas pendampingan menjadi faktor penting agar UMKM mampu meningkatkan daya saing di tengah persaingan global, perkembangan teknologi, dan perubahan tren pasar.

“Yang dibutuhkan bukan hanya kuantitas pembinaan, tetapi kualitas pembinaan yang benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi perajin dan memberikan solusi nyata,” ujar Selvi.

Ia menilai Indonesia memiliki kekuatan besar di sektor kerajinan karena didukung kekayaan budaya dan sumber daya alam.

Namun potensi tersebut harus diiringi inovasi produk, peningkatan kualitas, desain kemasan yang menarik, kapasitas produksi yang memadai, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Selvi juga mengingatkan agar Dekranas dan Dekranasda di seluruh Indonesia tidak berhenti sebagai penyelenggara kegiatan seremonial.

Menurutnya, organisasi tersebut harus hadir sebagai pendamping yang mampu membantu perajin memperoleh akses permodalan, pelatihan, pemasaran digital, manajemen usaha, hingga peluang ekspor.

Sementara itu, Nadiyah Maulana mengatakan keikutsertaan Dekranasda Kota Jambi dalam peringatan HUT Dekranas menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat strategi pengembangan produk kerajinan daerah.

Ia menegaskan Dekranasda Kota Jambi berkomitmen terus mendampingi para perajin agar mampu menghasilkan produk yang inovatif, berkualitas, ramah lingkungan, serta memiliki daya saing di pasar global.

“Setiap karya kriya merupakan bagian dari identitas budaya bangsa. Dekranasda Kota Jambi akan terus mendukung para perajin agar mampu menghadirkan produk yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing hingga pasar internasional,” kata Nadiyah.

Menurutnya, kehadiran para pelaku UMKM dari berbagai daerah di ajang nasional tersebut menjadi bukti bahwa produk kerajinan Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang lebih luas.

Ia berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan dapat membuka akses pasar baru bagi produk-produk unggulan Kota Jambi.

“Kami ingin momentum HUT Dekranas ini menjadi pintu untuk memperkenalkan kerajinan Kota Jambi ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Selain rangkaian pameran dan forum pengembangan UMKM, peringatan HUT Dekranas ke-46 juga diwarnai penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Indonesia dan Dekranas sebagai langkah memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan industri kerajinan nasional.

Kegiatan tersebut turut diramaikan pertunjukan budaya dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, festival kuliner, hingga malam budaya yang dihadiri ribuan peserta dari seluruh Indonesia.(*)




Kabar Baru! Pajak untuk Penjual Online Segera Berlaku, Ini Penjelasannya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang penerapan pajak bagi pedagang online yang berjualan di marketplace mulai pertengahan 2026.

Meski demikian, kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final.

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di kawasan Kompleks Parlemen Senayan, Purbaya menjelaskan bahwa rencana pajak transaksi online sebenarnya sudah lama disiapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Namun, implementasinya sempat ditunda karena kondisi ekonomi nasional yang belum stabil.

Menurutnya, saat ini situasi ekonomi Indonesia mulai menunjukkan perbaikan.

Pemerintah pun membuka peluang untuk melanjutkan rencana tersebut apabila kondisi ekonomi pada triwulan kedua 2026 tetap positif.

Selain faktor ekonomi, kebijakan ini juga bertujuan menciptakan persaingan usaha yang lebih seimbang antara pedagang online dan pelaku usaha konvensional.

Banyak pedagang di pasar tradisional mengeluhkan ketatnya persaingan dengan penjual di platform digital.

Pemerintah berupaya merespons aspirasi tersebut dengan melakukan kajian menyeluruh agar kebijakan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak.

Evaluasi akan dilakukan secara hati-hati, terutama untuk memastikan pelaku usaha kecil tetap mendapatkan ruang berkembang.

Penerapan pajak bagi pedagang marketplace diharapkan tidak hanya meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem bisnis antara sektor digital dan offline.

Meski begitu, pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap pelaku UMKM tetap menjadi prioritas utama.

Oleh karena itu, setiap kebijakan akan dirancang agar tidak membebani pelaku usaha yang masih dalam tahap berkembang.

Dengan pendekatan yang terukur, pemerintah berharap kebijakan pajak ini dapat berjalan efektif tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi digital yang saat ini terus berkembang pesat di Indonesia.(*)




Tak Hanya KUR, OJK Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Integrasi Industri

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.IDOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak bisa hanya bergantung pada pembiayaan semata.

Pendekatan yang lebih menyeluruh dinilai penting agar UMKM mampu tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa penguatan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) perlu diiringi dengan integrasi UMKM ke dalam rantai pasok industri.

“KUR memiliki peran strategis untuk menjangkau UMKM yang belum memiliki rekam jejak kredit, sekaligus menjadi pintu awal agar mereka bisa masuk ke ekosistem industri yang lebih luas,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Menurut Dian, keterhubungan UMKM dengan perusahaan besar menjadi kunci agar pelaku usaha kecil memiliki akses pasar yang lebih jelas dan berkelanjutan.

OJK pun terus mendorong kolaborasi antara UMKM dengan berbagai sektor industri melalui koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait.

Selain itu, sektor perbankan dinilai telah memiliki berbagai skema pembiayaan yang mendukung integrasi UMKM dalam rantai pasok, mulai dari kredit hingga layanan keuangan lainnya.

Namun demikian, OJK menekankan bahwa pembiayaan saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan peningkatan kapasitas usaha, akses pasar, serta penguatan ekosistem bisnis.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas,” tegasnya.

Ke depan, OJK akan terus memperkuat sinergi antara regulator, industri jasa keuangan, pemerintah, dan pelaku usaha guna menciptakan ekosistem UMKM yang lebih kokoh.

Dengan strategi tersebut, UMKM diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat yang lebih luas.(*)




Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo Sebut Dampak Ekonomi Luas bagi UMKM

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menyoroti salah satu program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dalam forum internasional World Economic Forum (WEF) 2026.

Ia memaparkan bahwa produksi makanan dari program ini kini mencapai skala besar dan berpotensi melampaui jumlah porsi harian jaringan restoran global McDonald’s.

Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia, akademisi, dan pelaku ekonomi internasional, Prabowo menekankan pertumbuhan MBG yang luar biasa sejak program dimulai pada 6 Januari 2025.

“Awalnya kami memiliki 190 dapur yang menghasilkan sekitar 570.000 porsi per hari. Saat ini, jumlah dapur telah meningkat menjadi lebih dari 21.000 unit yang melayani masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Prabowo, Kamis (22/1/2026).

Jumlah Porsi Makanan Capai 59,8 Juta per Hari

“Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta porsi makanan untuk 58,9 juta anak-anak, ibu hamil dan menyusui, serta lansia yang hidup sendiri. Dalam waktu sekitar sebulan lagi, kami akan melampaui McDonald’s dengan 68 juta porsi per hari,” kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa pencapaian ini hanya membutuhkan waktu satu tahun lebih, sementara McDonald’s membutuhkan lebih dari lima dekade untuk mencapai kapasitas produksi serupa.

Target 2026 dan Dampak Ekonomi

Prabowo juga menyebut target pemerintah untuk meningkatkan kapasitas MBG hingga 82,9 juta porsi per hari pada akhir 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan gizi nasional bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.

Selain itu, program MBG membantu mengintegrasikan puluhan ribu UMKM ke dalam rantai pasok makanan bergizi, sekaligus menciptakan peluang kerja di berbagai daerah di Indonesia.

“MBG bukan hanya soal jumlah porsi makanan, tetapi juga tentang dampak ekonomi dan sosial yang luas. Ini bagian dari strategi pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif,” tambah Prabowo.

Pernyataan ini mendapat sorotan global karena disampaikan di panggung internasional yang prestisius, menegaskan komitmen Indonesia dalam menjadikan program gizi nasional sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.(*)




35 Tahun JNE: Meraih Best Halal Awards dan 20 Best CMO Awards

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menginjak usia 35 tahun, JNE menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang 5th Anniversary Indonesia Best Halal Awards 2026 dan 20 Best Companies Awards.

Acara yang digelar oleh The Iconomics Media bersama Axia Research berlangsung di Auditorium Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI pada Kamis, 22 Januari 2026.

JNE dianugerahi Indonesia Best Halal Awards 2026 dan Indonesia 20 Best Companies Awards untuk kategori Courier Service.

Selain itu, Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, meraih 20 Best CMO Awards 2026 atas prestasinya membawa strategi pemasaran JNE ke level yang lebih humanis dan inspiratif.

Dalam kesempatan yang sama, JNE juga berpartisipasi sebagai narasumber dalam seminar Marketing & Halal Summit 2026 bertajuk “Humanizing Halal Brand: Storytelling, Purpose, dan Trust”.

Samsul Jamaludin, Quality Assurance, Governance & Compliance Group Head JNE, memaparkan strategi perusahaan dalam penerapan prinsip halal secara menyeluruh, sejalan dengan regulasi yang berlaku, untuk menghadirkan ekosistem logistik terpercaya bagi masyarakat.

Keberhasilan JNE meraih penghargaan Best Halal Awards didasari survei komprehensif yang menilai Brand Awareness, Brand Image, Customer Service Perception, dan Social Contribution Perception, serta dukungan eksposur media yang luas.

Kinerja bisnis yang solid sepanjang 2025 juga menjadi faktor utama dalam penilaian ini.

Penghargaan 20 Best CMO Awards bagi Eri Palgunadi diberikan kepada pemasar yang menunjukkan strategi unik, kontribusi inspiratif, dan aksi nyata di media sosial.

Eri berhasil membawa strategi marketing JNE menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat melalui kolaborasi kreatif di berbagai sektor, termasuk musik, olahraga, dan kegiatan sehari-hari.

“Penghargaan ini adalah bukti konsistensi JNE selama 35 tahun dalam semangat ‘Bergerak Bersama’. Strategi kami kini tidak hanya soal pengiriman paket, tetapi juga memperkuat ekosistem industri kreatif dan mendukung UMKM melalui program seperti JNE Ngajak Online. Ini bentuk nyata dukungan kami bagi pertumbuhan ekonomi lokal dan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Eri Palgunadi.

JNE terus berkomitmen menjaga kualitas layanan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan, menegaskan posisinya sebagai perusahaan logistik asli Indonesia yang adaptif, inovatif, dan berfokus pada kepuasan pelanggan.(*)




Kolaborasi Indosat–Indogrosir Buka Peluang Baru untuk Warung dan Toko Kelontong

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Indogrosir untuk memperluas akses produk telekomunikasi bagi jutaan pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia.

Kolaborasi ini menghadirkan cara baru bagi pemilik warung dan toko kelontong untuk mendapatkan serta menjual kembali produk digital Indosat, sekaligus memperkuat konektivitas di tingkat komunitas.

Kerja sama ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

Lebih dari 3,6 juta warung dan toko kelontong yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat masih kesulitan memperoleh akses langsung terhadap produk telekomunikasi yang siap dijual kembali.

Indosat dan Indogrosir mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan solusi yang mudah dan menguntungkan.

Melalui program ini, anggota Indogrosir kini dapat membeli Box Grosir Voucher Pulsa IM3 berisi 10 voucher IM3 senilai Rp25 ribu dengan bonus langsung berupa produk sembako di sejumlah gerai Indogrosir.

Produk tersebut kemudian bisa dijual kembali di warung atau toko mereka.

Inisiatif ini tidak hanya memperluas distribusi produk digital Indosat, tetapi juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi para penjual kecil.

EVP Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, menyebut kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk memperluas manfaat konektivitas hingga ke tingkat masyarakat bawah.

“Konektivitas tidak hanya soal akses digital, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang. Melalui kerja sama ini, kami memberdayakan pelaku usaha kecil agar lebih aktif dalam ekonomi digital,” ujarnya.

Sementara itu, Executive Director General Merchandising Indogrosir dan Indomaret, Santoso Wibowo, menilai kerja sama ini memberikan nilai tambah bagi anggota Indogrosir.

“Pulsa dan paket data merupakan kebutuhan utama pelanggan. Dengan hadirnya IM3 di jaringan kami, anggota bisa lebih mudah mendapatkan stok dan menjualnya kembali sehingga usaha mereka lebih berkembang,” katanya.

Program ini tersedia di seluruh cabang Indogrosir di Indonesia, termasuk Batam, Lampung, Jambi, Palembang, Pekanbaru, dan Medan.

Pelanggan dan reseller juga berkesempatan memperoleh berbagai promo menarik hingga akhir Desember 2025.

Kolaborasi Indosat dan Indogrosir menjadi penguat ekosistem ekonomi digital.

Dengan memperluas akses produk digital dan memberdayakan pelaku usaha kecil.

Indosat terus mendukung misi besarnya dalam memberdayakan Indonesia dan memastikan manfaat konektivitas dapat dirasakan hingga ke seluruh penjuru negeri.(*)