Hadiri Sejit Kun Ce Tua Lang Kong, Diza Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi menegaskan bahwa keberagaman agama, etnis dan budaya merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas kehidupan masyarakat.
Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha mengajak seluruh elemen masyarakat terus merawat kerukunan agar Kota Jambi tetap menjadi ruang bersama yang aman dan nyaman.
Pernyataan itu disampaikan Diza saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (Sejit) Kun Ce Tua Lang Kong yang digelar Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Lam Po Tong Kota Jambi, Selasa 29 September 2026.
Di hadapan pengurus majelis agama dan masyarakat Tionghoa Kota Jambi, Diza mengapresiasi kontribusi umat Khonghucu dalam menjaga suasana sosial yang kondusif serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, peringatan Sejit memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda keagamaan dan tradisi.
Momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebajikan, persaudaraan dan kepedulian sosial.
“Peringatan seperti ini bukan hanya bagian dari kegiatan keagamaan dan tradisi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan di Kota Jambi,” ujar Diza.
Diza mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik.
Menurutnya, rasa aman, toleransi dan persatuan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang berkembang secara berkelanjutan.
Karena itu, Pemkot Jambi berkomitmen memberikan ruang kehidupan sosial yang setara bagi masyarakat dengan latar belakang agama, etnis dan budaya yang berbeda.
“Pembangunan daerah bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana kita mampu menjaga persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial. Ini harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Pesan tersebut disampaikan dalam konteks kehidupan masyarakat Kota Jambi yang terdiri dari berbagai kelompok agama dan latar belakang sosial.
Tak hanya berbicara mengenai kerukunan, Diza juga membuka ruang bagi umat Khonghucu untuk menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat maupun rencana pembangunan fasilitas keagamaan.
Ia meminta aspirasi tersebut disampaikan melalui mekanisme koordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Jambi dan perangkat daerah terkait.
Dengan mekanisme tersebut, berbagai usulan dapat dibahas sesuai ketentuan serta kewenangan pemerintah.
“Apabila ada hal penting terkait aspirasi umat maupun pembangunan kelenteng, silakan disampaikan melalui forum kerukunan umat beragama. Mari kita bahas bersama agar Kota Jambi semakin maju, aman, nyaman, dan menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat,” kata Diza.
Kegiatan Sejit Kun Ce Tua Lang Kong tersebut turut dihadiri Bendahara FKUB Kota Jambi yang juga merupakan pengurus MAKIN Lam Po Tong, Rito Halim, jajaran pengurus majelis agama, panitia perayaan, serta tokoh masyarakat Tionghoa Kota Jambi.
Pemkot Jambi berharap komunikasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai elemen warga terus terjaga.
Penguatan komunikasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama mempertahankan kerukunan dan suasana kondusif di Kota Jambi.(*)