DPR Evaluasi Tol Trans Sumatera, Koridor Jambi–Rengat Ikut Jadi Sorotan

PEKANBARU, SEPUCUKJAMBI.ID — Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) memasuki fase yang semakin luas.

Hingga Agustus 2026, total jalan tol yang telah terbangun mencapai sekitar 1.160 kilometer, dengan sekitar 982 kilometer sudah beroperasi.

Namun, pembangunan fisik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek strategis tersebut.

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menyoroti tata kelola, efektivitas penggunaan sumber daya, hingga sejauh mana keberadaan JTTS benar-benar memberikan dampak terhadap transportasi dan perekonomian masyarakat Sumatra.

Sorotan itu muncul dalam kunjungan kerja BAKN DPR RI ke Hutama Karya di Pekanbaru, Jumat 2 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan penugasan pemerintah kepada Hutama Karya dalam pembangunan JTTS sekaligus mengevaluasi manfaat infrastruktur yang telah dibangun.

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo memimpin rombongan dalam pertemuan tersebut. Sejumlah kementerian, lembaga, badan usaha, serta pemangku kepentingan pembangunan infrastruktur turut hadir.

DPR: Tol Harus Beri Dampak Ekonomi

Andreas menegaskan, pembangunan JTTS perlu dinilai dari manfaat yang dapat diukur, bukan hanya dari panjang jalan yang berhasil dibangun.

Menurut dia, kualitas pelayanan jalan dan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam mengukur efektivitas pembangunan infrastruktur.

“Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andreas.

Pandangan tersebut membuat pembangunan JTTS menghadapi ukuran keberhasilan yang lebih luas.

Jalan tol tidak cukup hanya menghubungkan satu daerah dengan daerah lain, tetapi juga harus mampu memperkuat rantai distribusi dan membuka akses ekonomi baru.

Anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron menekankan pentingnya menghubungkan jaringan tol dengan kawasan industri, sentra produksi, hingga simpul logistik.

“Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Herman.

JTTS Capai 1.160 Kilometer

Dalam pertemuan tersebut, Hutama Karya memaparkan perkembangan penugasan pembangunan JTTS.

Hingga Agustus 2026, sekitar 1.160 kilometer jalan tol telah terbangun. Dari jumlah tersebut, sekitar 982 kilometer sudah beroperasi.

Pembangunan berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, kebutuhan konektivitas, manfaat koridor, serta kemampuan pendanaan.

Hutama Karya juga memperkuat tata kelola melalui penyempurnaan prosedur studi kelayakan, kajian risiko, dan pengendalian pelaksanaan proyek.

Langkah tersebut bertujuan memastikan proyek yang masuk tahap pembangunan memiliki perencanaan lebih matang dan selaras dengan kebutuhan investasi serta kesiapan pendanaan.

Jambi–Rengat Masuk Pengembangan

Salah satu agenda yang ikut dipaparkan Hutama Karya adalah rencana pengembangan koridor Jambi–Rengat dan Pekanbaru–Padang.

Kedua koridor tersebut masih mengikuti tahapan kesiapan proyek dan skema pengusahaan yang berlaku.

Pengembangan jaringan diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Khusus bagi wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas, keberadaan jaringan tol diharapkan dapat memangkas hambatan distribusi barang dan memperluas akses pasar.

Hutama Karya juga menyiapkan sejumlah alternatif pendanaan untuk menjaga kesinambungan pembangunan.

Dua skema yang disebut antara lain Pembayaran Berkala Berbasis Layanan dan asset recycling.

Melalui asset recycling, nilai aset yang sudah beroperasi dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung investasi pembangunan berikutnya.

Hutama Karya Tekankan Manfaat Langsung

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pembangunan JTTS tidak semata-mata mengejar pertambahan panjang jalan.

Menurut dia, setiap koridor yang tersambung harus memberikan manfaat langsung bagi mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pemangku kepentingan.

Tantangan JTTS Bukan Lagi Sekadar Membangun Jalan

Dengan jaringan yang terus bertambah, tantangan JTTS kini bergerak dari sekadar pembangunan fisik menuju bagaimana infrastruktur tersebut menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar.

Kawasan industri, sentra pertanian dan perkebunan, pusat perdagangan, pelabuhan, serta simpul logistik perlu mendapatkan konektivitas yang efektif dari jaringan tol.

Tanpa keterhubungan tersebut, manfaat jalan tol berpotensi tidak maksimal bagi masyarakat dan dunia usaha.

Karena itu, evaluasi BAKN DPR RI terhadap JTTS menjadi penting untuk melihat apakah pembangunan yang berjalan telah sejalan dengan tujuan awal penugasan pemerintah.

Hutama Karya menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lain untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

Dengan progres sekitar 1.160 kilometer jalan tol terbangun dan 982 kilometer telah beroperasi, pekerjaan besar JTTS kini bukan hanya menyelesaikan ruas-ruas berikutnya.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kilometer jalan yang dibangun benar-benar menggerakkan orang, barang, investasi, dan ekonomi di sepanjang Pulau Sumatera.(*)




Tol Bayung Lencir–Jambi Segera Bertarif, Perjalanan 2 Jam Kini Cuma 40 Meni

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pengguna Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi Seksi Bayung Lencir–Simpang Ness dalam waktu dekat tidak lagi bisa melintas tanpa tarif.

PT Hutama Karya (Persero) menyatakan ruas tol tersebut segera memasuki tahap pengoperasian bertarif setelah sebelumnya dibuka gratis untuk masyarakat.

Meski tanggal dan besaran tarif belum diumumkan, Hutama Karya memastikan persiapan menuju pengoperasian bertarif terus dilakukan.

Ruas yang menghubungkan wilayah Sumatra Selatan dan Jambi itu sebelumnya dioperasikan tanpa tarif secara bertahap.

Segmen Bayung Lencir–Tempino mulai beroperasi pada 17 Oktober 2024, kemudian Segmen Tempino–Simpang Ness menyusul pada 14 September 2025.

Selama masa pengoperasian tanpa tarif, Hutama Karya melakukan evaluasi terhadap pelayanan, fasilitas dan sistem operasional jalan tol sebagai persiapan sebelum pengguna dikenakan tarif.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan perusahaan kini memastikan berbagai aspek pelayanan siap menghadapi perubahan status pengoperasian tersebut.

“Pengoperasian tanpa tarif memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan merasakan langsung manfaat jalan tol ini. Dalam waktu dekat, ruas ini akan memasuki tahap pengoperasian bertarif,” ujar Iwan.

Menurutnya, kesiapan tidak hanya berkaitan dengan transaksi di gerbang tol. Armada layanan, sistem pemantauan lalu lintas dan fasilitas pendukung juga terus dioptimalkan.

“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan, mulai dari transaksi di gerbang tol, kesiapan armada layanan, hingga sistem pemantauan lalu lintas terus kami optimalkan agar pengguna jalan memperoleh perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar,” katanya.

Untuk mendukung transaksi pengguna, ruas Bayung Lencir–Simpang Ness dilengkapi tiga gerbang tol, yakni Gerbang Tol Pijoan, Gerbang Tol Muaro Sebapo dan Gerbang Tol Bayung Lencir.

Masing-masing gerbang didukung gardu entrance, gardu exit, gardu reversible serta mobile reader untuk membantu kelancaran transaksi.

Artinya, ketika tarif mulai diberlakukan, pengguna perlu memastikan kartu uang elektronik yang digunakan dalam kondisi baik dan memiliki saldo mencukupi sebelum memasuki ruas tol.

Namun, perubahan dari gratis menjadi berbayar bukan satu-satunya perkembangan yang perlu diperhatikan pengguna.

Dari sisi layanan darurat, Hutama Karya juga telah menyiapkan puluhan armada operasional.

Total terdapat 22 kendaraan operasional, terdiri atas lima kendaraan patroli, satu kendaraan rescue, dua ambulans, enam kendaraan derek, tiga kendaraan keamanan dan ketertiban, tiga kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR), satu skylift dan satu water tank.

Pemantauan lalu lintas juga diperkuat dengan 104 CCTV dan enam Variable Message Sign (VMS).

Di balik pemberlakuan tarif yang akan datang, ruas tol ini menawarkan perubahan besar dari sisi waktu perjalanan.

Hutama Karya menyebut perjalanan pada koridor tersebut yang sebelumnya dapat mencapai sekitar dua jam kini dapat ditempuh sekitar 40 menit.

Pemangkasan waktu tempuh itu menjadi salah satu manfaat utama kehadiran Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi.

Terutama untuk mobilitas masyarakat dan distribusi barang antara Sumatra Selatan dan Jambi.

“Efisiensi waktu tempuh tersebut diharapkan turut mendorong kelancaran mobilitas orang dan barang serta memberikan dampak positif bagi aktivitas perekonomian antardaerah,” kata Iwan.

Dengan semakin terhubungnya wilayah Jambi dan Sumatra Selatan melalui jalan tol, jalur tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alternatif perjalanan masyarakat.

Tetapi juga memperkuat arus logistik dan aktivitas ekonomi di wilayah yang dilalui.

Meski pengoperasian bertarif disebut segera dilakukan, Hutama Karya belum menyampaikan besaran tarif maupun tanggal pasti pemberlakuannya dalam informasi tersebut.

Perusahaan meminta masyarakat menunggu pengumuman resmi dan tidak berpatokan pada informasi yang belum berasal dari kanal resmi.

Sembari menunggu pemberlakuan tarif, pengguna jalan diimbau mempersiapkan perjalanan dengan memastikan kartu uang elektronik berfungsi dan saldo mencukupi.

Pengguna juga diminta mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan diri berkendara ketika dalam kondisi lelah.

Hutama Karya menyatakan sosialisasi mengenai perubahan status pengoperasian akan dilakukan secara bertahap.

Untuk informasi dan bantuan selama perjalanan, pengguna dapat menghubungi Call Center Jalan Tol Hutama Karya 150700. Informasi operasional juga tersedia melalui kanal resmi @HutamaKaryaTollRoad dan aplikasi Mozy.(*)




BPJN Jambi Ungkap Detail Tol Jambi–Rengat Fase I, Panjang 67,45 Km dan Mulai Dibangun 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi memaparkan perkembangan terbaru proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I (Simpang Ness–Merlung) yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Ruas tol sepanjang 67,45 kilometer itu akan melintasi tiga kabupaten di Provinsi Jambi dan saat ini memasuki tahap percepatan pengadaan lahan.

Plt Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang mengatakan, ruas Tol Jambi–Rengat Fase I akan membentang dari Simpang Ness hingga Merlung. Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Jambi.

Menurut Robert, jalan tol ini akan dilengkapi dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung, serta dibangun melalui empat paket pekerjaan, yaitu Paket 1A, 1B, 2A, dan 2B.

“Salah satu paket pekerjaan akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari yang menjadi struktur utama pada ruas tol ini,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Persiapan Pembangunan JTTS Ruas Jambi–Rengat Fase I di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, ruas tol tersebut akan melintasi Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat.

Hingga saat ini, proses pengadaan lahan telah mencapai sekitar 9 persen, mencakup sembilan desa, yakni enam desa di Kabupaten Muaro Jambi, dua desa di Kabupaten Batanghari, dan satu desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

BPJN Jambi menargetkan proses pengadaan tanah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sembilan bulan setelah seluruh dokumen administrasi dan perizinan terpenuhi.

Selain pembangunan fisik, BPJN juga memastikan proyek ini memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, mulai dari pengendalian debu dan kebisingan, perlindungan habitat, keselamatan kerja, hingga penyediaan akses masyarakat melalui pembangunan underpass maupun overpass pada titik-titik yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, pemerintah bersama mitra pendanaan juga menyiapkan program pemulihan mata pencaharian bagi masyarakat terdampak serta membuka mekanisme penyampaian keluhan dan konsultasi secara berkala bersama pemerintah desa dan warga.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris meminta seluruh proses persiapan dilakukan secara matang agar pembangunan dapat dimulai sesuai target pada 2027.

Menurutnya, pengalaman pembangunan Tol Jambi–Palembang menjadi pelajaran penting, terutama dalam proses pendataan lahan dan koordinasi lintas instansi.

“Kita belajar dari pengalaman pembangunan Jalan Tol Jambi–Palembang. Persiapan harus dilakukan sejak dini, terutama pendataan lahan, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2027 dapat berjalan sesuai rencana,” kata Al Haris.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten yang wilayahnya dilintasi jalan tol segera menyelesaikan pemetaan desa terdampak, jumlah bidang tanah, luas lahan, serta data masyarakat sebagai dasar percepatan pengadaan tanah.

Al Haris menegaskan, masyarakat yang lahannya terdampak akan memperoleh kompensasi sesuai hasil penilaian independen sehingga proses pembangunan dapat berjalan adil dan transparan.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJN, BPN, serta mitra pendanaan internasional, proyek Tol Jambi–Rengat Fase I diharapkan dapat berjalan tepat waktu dan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi serta konektivitas di Provinsi Jambi.(*)




Arus Balik Lebaran, Trafik Tol Betung–Tempino Jambi Tembus 10 Ribu Kendaraan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Lebaran 2026 masih berdampak signifikan terhadap lalu lintas di ruas tol wilayah Jambi.

Ruas Tol Betung–Tempino Jambi tercatat tetap mengalami peningkatan volume kendaraan meski tren mulai melandai dibanding hari sebelumnya.

Berdasarkan data dari PT Hutama Karya (Persero), pada 26 Maret 2026 tercatat sebanyak 10.306 kendaraan melintasi ruas tol tersebut.

Angka ini meningkat 33,27 persen dibandingkan trafik normal, menunjukkan mobilitas masyarakat masih tinggi pada masa arus balik.

Plt. EVP Sekretaris Perusahaan Hamdani menyampaikan bahwa secara umum trafik di Jalan Tol Trans Sumatera masih berada di atas rata-rata normal, termasuk di wilayah Jambi.

“Meski terjadi penurunan dibanding hari sebelumnya, volume kendaraan tetap tinggi, terutama pada jalur penghubung antarwilayah dan akses menuju kawasan perkotaan,” ujar Hamdani.

Ia menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan layanan jalan tol tetap aman dan lancar selama periode arus balik Lebaran.

Secara keseluruhan, total trafik harian di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya mencapai 196.829 kendaraan, atau meningkat hingga 115,95 persen dibandingkan kondisi normal.

Selain ruas Jambi, beberapa ruas tol lain di Trans Sumatera juga mencatat lonjakan signifikan, seperti Tol Sigli–Banda Aceh dan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat.

Hutama Karya mengimbau masyarakat yang melintas di tol, khususnya di wilayah Jambi, untuk tetap mengutamakan keselamatan berkendara dengan mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi dalam keadaan prima.

Pengguna jalan juga disarankan untuk memanfaatkan rest area jika merasa lelah, guna menghindari risiko kecelakaan selama perjalanan arus balik.

Sebagai bentuk komitmen pelayanan, Hutama Karya terus meningkatkan kesiapan petugas, fasilitas pendukung, serta koordinasi lintas sektor guna menjaga kelancaran lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatera selama periode Lebaran 2026.(*)




Trafik Tol Jambi–Sebapo Naik, Mobilitas Arus Balik Masih Tinggi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Arus balik Lebaran 2026 masih menunjukkan pergerakan tinggi, terutama di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi yang menjadi akses penting menuju wilayah Jambi.

Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah kawasan Sebapo, yang mulai dipadati kendaraan sejak awal pekan ini.

PT Hutama Karya mencatat peningkatan trafik signifikan di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera selama periode arus balik.

Pada 24 Maret 2026, total kendaraan yang melintas mencapai 256.641 unit atau melonjak hingga 191,36% dibandingkan kondisi normal.

Khusus untuk ruas Tol Betung–Tempino–Jambi yang menghubungkan wilayah strategis Sumatera bagian tengah, tercatat sebanyak 9.069 kendaraan melintas dalam sehari.

Angka ini meningkat 23,54% dibandingkan trafik normal dan menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menuju Jambi dan sekitarnya.

Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya arus kendaraan dari berbagai daerah yang kembali ke kota asal setelah libur Idulfitri.

Ruas tol ini juga menjadi jalur vital yang menghubungkan beberapa kota penting, sehingga berperan besar dalam distribusi arus balik.

Secara keseluruhan, peningkatan trafik juga terjadi di berbagai ruas JTTS lainnya, seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Palembang–Indralaya–Prabumulih, hingga Pekanbaru–Dumai.

Bahkan beberapa ruas mencatat lonjakan di atas 200% dibandingkan hari biasa.

Selain ruas operasional, sejumlah tol fungsional juga turut digunakan untuk mendukung kelancaran arus balik.

Hal ini dilakukan guna mengurai kepadatan lalu lintas dan mempercepat waktu tempuh perjalanan.

Hutama Karya terus melakukan pemantauan intensif serta memastikan kesiapan petugas dan fasilitas pendukung di lapangan.

Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode arus balik.

Pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik, serta memanfaatkan rest area jika merasa lelah.

Dengan tingginya trafik di ruas Tol Jambi–Sebapo dan sekitarnya, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati agar perjalanan arus balik dapat berlangsung aman dan lancar.(*)




Arus Balik Lebaran, Tol Betung–Tempino–Jambi Jadi Jalur Sibuk di Sumatera

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), termasuk di jalur strategis Tol Betung–Tempino–Jambi yang mencatat peningkatan trafik kendaraan.

PT Hutama Karya (Persero) melaporkan, pada 23 Maret 2026, sebanyak 8.817 kendaraan melintasi ruas tol yang menghubungkan wilayah Jambi tersebut. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 17,87 persen dibandingkan kondisi normal.

Lonjakan trafik ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat yang masih melakukan perjalanan balik Lebaran maupun aktivitas wisata di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, trafik kendaraan di ruas tol yang telah beroperasi di Trans Sumatera mencapai 257.546 kendaraan dalam satu hari. Jumlah tersebut meningkat tajam hingga 184,20 persen dibandingkan trafik normal.

Meski tidak setinggi beberapa ruas lain, Tol Jambi tetap menjadi jalur penting penghubung antarwilayah yang berperan dalam mendukung kelancaran arus balik di Pulau Sumatera.

Selain Tol Jambi, peningkatan signifikan juga terjadi di sejumlah ruas lainnya seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Palembang–Indralaya–Prabumulih, hingga Pekanbaru–Dumai.

Bahkan, beberapa ruas tol mencatat lonjakan ekstrem, seperti Tol Padang–Sicincin dan Sigli–Banda Aceh yang mengalami kenaikan lebih dari 400 persen dibandingkan kondisi normal.

Di sisi lain, ruas tol yang difungsikan sementara selama arus balik Lebaran juga menunjukkan pergerakan kendaraan yang cukup tinggi. Hal ini menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan tol yang cepat dan efisien.

PT Hutama Karya menyatakan terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan lancar selama periode arus balik.

Pengguna jalan tol diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

Selain itu, pengemudi juga disarankan untuk beristirahat di rest area apabila mengalami kelelahan guna menghindari risiko kecelakaan di jalan tol.

Sebagai operator Jalan Tol Trans Sumatera, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas layanan melalui kesiapan petugas, fasilitas pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Masyarakat juga dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi resmi dan kanal informasi digital yang telah disediakan.(*)




Tol Betung–Tempino–Jambi Ramai Saat Mudik, Ini Data Terbarunya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), khususnya di wilayah Jambi.

PT Hutama Karya mencatat peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan pada sejumlah ruas tol, termasuk Tol Betung–Tempino–Jambi.

Berdasarkan data per 18 Maret 2026, jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi (Bayung Lencir–Tempino–Simpang Ness) mencapai 10.443 kendaraan. Angka ini meningkat sekitar 32,90 persen dibandingkan kondisi normal.

Peningkatan trafik ini menunjukkan bahwa ruas tol di Jambi semakin menjadi jalur utama bagi pemudik yang melintas di Sumatera.

Selain menghubungkan antarwilayah, tol ini juga menjadi akses penting menuju kawasan perkotaan dan jalur lintas utama di Sumatera bagian tengah.

Secara keseluruhan, trafik di seluruh ruas JTTS yang telah beroperasi mencapai 188.975 kendaraan dalam satu hari, atau melonjak hingga 109,65 persen dibandingkan hari biasa.

Tak hanya di Jambi, peningkatan juga terjadi di berbagai ruas tol lainnya, seperti Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih, hingga Tol Pekanbaru–Dumai.

Hal ini menandakan mobilitas masyarakat yang terus meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sebagai operator JTTS, Hutama Karya terus melakukan pemantauan secara intensif untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap aman dan lancar.

Berbagai langkah dilakukan, mulai dari kesiapan petugas di lapangan, fasilitas pendukung, hingga koordinasi dengan pihak terkait.

Hutama Karya mengimbau para pengguna jalan, khususnya yang melintasi Tol Jambi, untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Pengemudi diminta mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

Selain itu, pemudik juga disarankan untuk beristirahat di rest area jika merasa lelah guna menghindari risiko kecelakaan.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas juga dapat diakses melalui aplikasi HK Toll Apps maupun media sosial resmi Hutama Karya.(*)




Penting! Jalur Bayung Lencir Ditutup Sementara, Tol Jambi Jadi Alternatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pengaturan lalu lintas mulai diberlakukan pada arus mudik Lebaran 2026 di koridor Jambi–Palembang.

Namun di tengah pengalihan jalur tersebut, ruas Tol Betung–Tempino–Jambi (Betejam) tetap beroperasi normal dan menjadi jalur andalan bagi pemudik.

PT Hutama Karya (Persero) memastikan kesiapan layanan di Tol Jambi untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.

Hal ini seiring diberlakukannya pengalihan arus kendaraan di kawasan Bayung Lencir.

Berdasarkan kebijakan dari pihak kepolisian, kendaraan yang melintas dari Jambi menuju Palembang melalui Bayung Lencir dialihkan ke jalur lintas tengah, yakni melalui Sarolangun–Lubuk Linggau.

Pengalihan ini mulai diterapkan sejak 16 Maret 2026 pukul 21.00 WIB dan bersifat sementara, tergantung kondisi lalu lintas di lapangan.

Meski demikian, Hutama Karya menegaskan bahwa kendaraan yang melintas melalui Tol Betejam, khususnya dari arah Bayung Lencir menuju Simpang Ness maupun sebaliknya, tetap dapat melintas seperti biasa tanpa pembatasan.

Kondisi ini menjadikan Tol Betung–Tempino–Jambi sebagai jalur strategis yang tetap terbuka di tengah rekayasa lalu lintas mudik Lebaran tahun ini.

Plh. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan pengaturan lalu lintas demi kelancaran arus mudik.

“Pengaturan ini dilakukan untuk mengurai kepadatan. Di sisi lain, kami memastikan operasional ruas tol tetap siaga agar pengguna jalan tetap terlayani dengan optimal,” ujarnya.

Selain memastikan kelancaran lalu lintas, Hutama Karya juga menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari petugas operasional, layanan transaksi, hingga fasilitas pendukung di sepanjang ruas tol.

Pengguna jalan diimbau untuk mengikuti arahan petugas di lapangan serta mematuhi rambu lalu lintas.

Selain itu, pemudik juga diingatkan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi serta menjaga kondisi fisik selama berkendara.

Dengan tetap beroperasinya Tol Jambi di tengah pengalihan arus ini, diharapkan perjalanan mudik masyarakat dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman.(*)




Lonjakan Mudik Lebaran 2026, Trafik Tol Jambi Naik Drastis hingga 24 Persen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) wilayah Jambi.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan trafik kendaraan yang cukup terasa di ruas Tol Betung–Tempino–Jambi.

Pada Minggu, 16 Maret 2026, jumlah kendaraan yang melintasi ruas tol tersebut mencapai 9.318 unit.

Angka ini meningkat sekitar 24,57 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal, menandakan mulai tingginya mobilitas masyarakat menjelang puncak mudik.

Kenaikan trafik di Tol Jambi ini dipengaruhi oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang mulai berlaku, sehingga masyarakat memilih melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari kepadatan saat puncak arus mudik.

Secara keseluruhan, trafik kendaraan di seluruh ruas tol yang dikelola Hutama Karya di JTTS mencapai 138.029 kendaraan dalam satu hari.

Jumlah ini melonjak hingga 55,54 persen dari kondisi normal, mencerminkan pergerakan mudik yang semakin masif.

Meski demikian, ruas Tol Betung–Tempino–Jambi tetap menjadi perhatian utama karena berfungsi sebagai jalur strategis penghubung di wilayah Jambi dan sekitarnya.

Ruas ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan volume kendaraan dalam beberapa hari ke depan.

Hutama Karya memastikan kesiapan operasional untuk menghadapi lonjakan ini, mulai dari petugas lapangan, fasilitas rest area, hingga sistem pemantauan lalu lintas secara real-time.

Pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kondisi kendaraan tetap prima.

Pengendara juga disarankan untuk beristirahat jika mengalami kelelahan demi menjaga keselamatan selama perjalanan mudik.

Dengan tren peningkatan ini, Tol Jambi diperkirakan akan menjadi salah satu titik krusial dalam arus mudik Lebaran 2026 di Sumatera.(*)




Tarif Tol JTTS Turun 30%, Simak Periode dan Rincian Lengkapnya

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya mengambil langkah strategis untuk mendukung kelancaran Mudik Lebaran 2026.

Perusahaan menerapkan potongan tarif tol 30% di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikelola, sebagai upaya meringankan biaya perjalanan masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Enam ruas tol Hutama Karya yang mendapat potongan tarif antara lain:

  • Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung

  • Tol Indralaya–Prabumulih

  • Tol Pekanbaru–Dumai

  • Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar

  • Tol Indrapura–Kisaran

  • Tol Sigli–Banda Aceh

Selain itu, potongan tarif juga berlaku di Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat yang dikelola anak usaha, PT Hutama Marga Waskita.

Potongan tarif 30% berlaku dua arah pada periode 15–16 Maret 2026 dan 26–27 Maret 2026, khusus bagi pengguna tol yang menggunakan kartu uang elektronik dengan saldo mencukupi untuk perjalanan menerus.

Khusus Tol Indrapura–Kisaran (Sumatra Utara), potongan tarif juga diterapkan dengan sistem dua arah mulai pukul 00.00 WIB pada 15 Maret hingga 16 Maret 2026, serta 26–27 Maret 2026.

 “Potongan tarif ini diberikan untuk seluruh golongan kendaraan dan diterapkan selaras dengan kebijakan nasional, sebagaimana berlaku pada badan usaha jalan tol lainnya,” tegas Hamdani, Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Rincian Tarif Potongan 30% (Beberapa Ruas)

Periode 15–16 Maret 2026

Kisaran – Pangkalan Brandan

  • Golongan I: Rp263.500 menjadi Rp244.000
  • Golongan II & III: Rp396.500 menjadi Rp367.500
  • Golongan IV & V: Rp530.000 menjadi Rp491.500

Pangkalan Brandan – Kisaran

  • Golongan I: Rp263.500 menjadi Rp224.200
  • Golongan II & III: Rp396.500 menjadi Rp337.500
  • Golongan IV & V: Rp530.000 menjadi Rp451.000

Dari GT Kisaran menuju GT Sinaksak

  • Golongan I: Rp140.000 menjadi Rp125.500
  • Golongan II & III: Rp210.000 menjadi Rp187.500
  • Golongan IV & V: Rp280.000 menjadi Rp250.000

Dari GT Sinaksak menuju GT Pangkalan Brandan

  • Golongan I: Rp221.000 menjadi Rp206.500
  • Golongan II & III: Rp333.500 menjadi Rp311.000
  • Golongan IV & V: Rp446.500 menjadi Rp416.500

Dari GT Pangkalan Brandan menuju GT Sinaksak

  • Golongan I: Rp221.000 menjadi Rp187.600
  • Golongan II & III: Rp333.500 menjadi Rp282.200
  • Golongan IV & V: Rp446.500 menjadi Rp377.650

Periode 26–27 Maret 2026

Kisaran – Pangkalan Brandan

  • Golongan I: Rp263.500 menjadi Rp224.200
  • Golongan II & III: Rp396.500 menjadi Rp337.500
  • Golongan IV & V: Rp530.000 menjadi Rp451.000

Pangkalan Brandan – Kisaran

  • Golongan I: Rp263.500 menjadi Rp244.000
  • Golongan II & III: Rp396.500 menjadi Rp367.500
  • Golongan IV & V: Rp530.000 menjadi Rp491.500

Dari GT Kisaran menuju GT Sinaksak

  • Golongan I: Rp140.000 menjadi Rp125.500
  • Golongan II & III: Rp210.000 menjadi Rp187.500
  • Golongan IV & V: Rp280.000 menjadi Rp250.000

Dari GT Sinaksak menuju GT Pangkalan Brandan

  • Golongan I: Rp221.000 menjadi Rp187.600
  • Golongan II & III: Rp333.500 menjadi Rp282.200
  • Golongan IV & V: Rp446.500 menjadi Rp377.650

Dari GT Pangkalan Brandan menuju GT Sinaksak

  • Golongan I: Rp221.000 menjadi Rp206.500
  • Golongan II & III: Rp333.500 menjadi Rp311.000
  • Golongan IV & V: Rp446.500 menjadi Rp416.500

Tol Sigli–Banda Aceh : Asal–tujuan: Seulimeum – Baitussalam dan sebaliknya

  • Golongan I: Rp65.000 menjadi Rp45.500
  • Golongan II & III: Rp97.500 menjadi Rp68.500
  • Golongan IV & V: Rp130.000 menjadi Rp91.000

Potongan tarif hanya berlaku untuk perjalanan menerus sesuai periode dan arah masing-masing ruas.

Kebijakan ini juga sudah melalui kajian untuk tetap menjaga keseimbangan antara pelayanan masyarakat dan keberlanjutan kinerja perusahaan.

Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk mengecek tarif tol sesuai gerbang masuk dan tujuan, memastikan saldo kartu elektronik cukup, mematuhi rambu dan arahan petugas, menjaga kendaraan tetap prima.

“Dan memanfaatkan rest area demi keselamatan dan kenyamanan perjalanan,” tutupnya.(*)