Antrean Panjang di Tol Palembang–Betung, Hutama Karya Terapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus berkoordinasi dengan Kepolisian dan instansi terkait untuk mengatur arus lalu lintas selama pengoperasian fungsional Tol Palembang–Betung pada periode Mudik Lebaran 2026.

Tol fungsional ini menjadi akses utama di Provinsi Sumatra Selatan dan dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB pada 13–29 Maret 2026.

Berdasarkan evaluasi lalu lintas Jumat (13/3), terpantau antrean kendaraan cukup panjang di Exit Tol Pangkalan Balai.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Hutama Karya bersama Kepolisian melakukan penyesuaian pola rekayasa lalu lintas yang mulai diberlakukan Sabtu (14/3).

Dalam skema terbaru, kendaraan dari arah Kayu Agung menuju Kramasan diarahkan keluar melalui Exit Pulo Rimau.

Penyesuaian ini bertujuan mengurai kepadatan, memperlancar arus kendaraan, serta mengoptimalkan distribusi lalu lintas di ruas fungsional Tol Palembang–Betung.

Hutama Karya bersama Kepolisian menyiagakan petugas di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengaturan, pengawasan, dan sosialisasi kepada pengguna jalan.

Masyarakat diimbau tetap tertib, mematuhi rambu-rambu, dan mengikuti arahan petugas demi keamanan dan kelancaran perjalanan.(*)




Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai Dibuka Sementara Saat Arus Mudik 2026

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut arus Mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan pengoperasian fungsional ruas Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai guna membantu kelancaran mobilitas masyarakat.

Pembukaan sementara ruas tol ini diharapkan mampu mengurai potensi kemacetan sekaligus memberikan jalur alternatif yang lebih aman dan efisien bagi pemudik.

Ruas Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai dijadwalkan mulai beroperasi secara fungsional pada 13 Maret hingga 29 Maret 2026.

Selama periode tersebut, ruas tol akan dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Penggunaan jalur fungsional ini diperuntukkan khusus bagi kendaraan Golongan I selain bus dan akan melayani arus lalu lintas dua arah.

Demi menjaga keselamatan selama melintasi ruas yang masih bersifat sementara ini, pengguna jalan diminta membatasi kecepatan kendaraan hingga maksimal 50 km per jam.

Pengoperasian tol dilakukan secara terbatas dengan pengawasan ketat dari petugas di lapangan.

Meskipun bersifat fungsional, seluruh infrastruktur yang dibuka telah melalui proses pengecekan dan pengamanan untuk memastikan kesiapan operasional serta keamanan bagi para pengguna jalan.

Jam operasional ruas tol ini juga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan diskresi pihak kepolisian.

Selain itu, berbagai dukungan seperti pengaturan lalu lintas, pemasangan rambu tambahan, serta kesiapsiagaan petugas juga telah disiapkan guna memastikan arus mudik berjalan lancar.

Plh. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi dengan kepolisian serta berbagai instansi terkait untuk menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan selama periode mudik.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan pengguna jalan, Hutama Karya juga menyiagakan petugas layanan jalan tol, meningkatkan patroli rutin, serta menambah rambu keselamatan di sepanjang ruas tol yang dioperasikan secara fungsional tersebut.

Masyarakat yang akan melintas di ruas ini juga diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi fisik tetap prima, serta selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

Apabila pengguna jalan membutuhkan bantuan atau mengalami keadaan darurat saat melintas di Tol Palembang–Betung, dapat menghubungi Call Center Tol Palembang–Betung di nomor 0813-9999-6691.

Informasi terbaru mengenai layanan mudik Lebaran 2026 di jaringan Jalan Tol Trans Sumatera juga dapat diakses melalui media sosial resmi Hutama Karya, situs web perusahaan, maupun aplikasi HK Toll Apps yang menyediakan pembaruan kondisi lalu lintas secara real time.(*)




Tol Palembang–Betung Siap Difungsionalkan, Hanya untuk Golongan I Mulai 13 Maret

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID — PT Hutama Karya (Persero) bersama Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru meninjau langsung kesiapan operasional fungsional Ruas Tol Palembang–Betung, Selasa (10/3).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan infrastruktur jalan tol siap mendukung mobilitas masyarakat menjelang Mudik Lebaran 2026.

Ruas tol yang difungsionalkan meliputi Segmen Keramasan–Pulau Rimau, yang akan dibuka secara terbatas mulai 13–29 Maret 2026, beroperasi setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB.

Kecepatan kendaraan dibatasi maksimal 50 km/jam, dan hanya kendaraan Golongan I yang diperbolehkan melintas.

Ruas tol fungsional ini dipersiapkan untuk memudahkan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Sumatra Selatan.

Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol. Sandi Nugroho, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Bupati Banyuasin Askolani, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatra Selatan Panji Krisna Wardana, serta jajaran manajemen Hutama Karya.

Antara lain EVP Divisi Operasi Dwi Aryono Bayuaji, SVP Operasi Ni Putu Oki Wirastuti, Kepala Regional Sumatra Bagian Selatan Arief Yeri Krisnanto, dan Project Director Tol Palembang–Betung Dinny Suryakencana serta Fakhrudin Hariyanto.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyatakan dukungannya terhadap pengoperasian fungsional ruas tol ini.

“Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menyambut baik kesiapan pengoperasian fungsional Tol Palembang–Betung. Kehadiran ruas ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini,” ujarnya.

Plh. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menambahkan bahwa seluruh aspek operasional tol, mulai dari pelayanan, keselamatan, hingga kenyamanan pengguna, telah dipersiapkan secara optimal.

“Kesiapan operasional fungsional ini kami matangkan agar masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik Lebaran 2026 dengan lancar, aman, dan nyaman. Kami juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu dan informasi resmi terkait operasional ruas tol ini,” kata Hamdani.

Dengan dibukanya Tol Palembang–Betung secara fungsional, diharapkan mobilitas masyarakat di Sumatera Selatan semakin lancar dan perjalanan mudik Lebaran lebih efisien, aman, dan nyaman.(*)




Mudik Lebaran 2026 Makin Lancar, Tol Palembang–Betung dan Jembatan Musi V Siap Dibuka Fungsional

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera terus dikebut untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatra.

Salah satu ruas yang tengah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 adalah Jalan Tol Palembang–Betung.

PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan ruas tol tersebut untuk dibuka secara fungsional selama periode mudik.

Langkah ini diharapkan dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan di jalur nasional yang selama ini menjadi jalur utama perjalanan.

Sebagai bagian dari proses persiapan, Hutama Karya melaksanakan Uji Laik Fungsi (ULF) pada Jembatan Musi V yang merupakan bagian dari ruas Tol Palembang–Betung.

Pengujian ini dilakukan pada 4 hingga 5 Maret 2026.

Uji kelayakan tersebut bertujuan memastikan bahwa jembatan memiliki tingkat keamanan, kekuatan struktur, serta kelayakan teknis sebelum digunakan oleh masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya perwakilan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Balai Jembatan Khusus dan Terowongan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatra Selatan, serta manajemen proyek Hutama Karya.

Jembatan Musi V sendiri dibangun melintasi Sungai Musi dan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam ruas Tol Palembang–Betung.

Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara Kota Palembang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan dengan wilayah Betung di Kabupaten Banyuasin, serta terhubung dengan jaringan tol menuju Jambi.

Dari sisi teknis, jembatan ini menggunakan struktur box girder beton dengan metode konstruksi balanced cantilever.

Metode tersebut dipilih untuk memberikan kekuatan struktur optimal pada bentang panjang di atas sungai sekaligus menjaga stabilitas konstruksi.

Dalam proses Uji Laik Fungsi, tim teknis melakukan berbagai tahapan pemeriksaan guna memastikan kesesuaian antara hasil pembangunan dengan dokumen perencanaan.

Beberapa tahapan pengujian yang dilakukan meliputi pemeriksaan dokumen jembatan, pengecekan visual kondisi struktur, uji beban dinamis, serta uji beban statis.

Melalui serangkaian pengujian tersebut, tim teknis dapat memastikan bahwa jembatan mampu menahan beban kendaraan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.

Plh Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa Uji Laik Fungsi merupakan tahapan penting sebelum infrastruktur tol dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurutnya, Hutama Karya berkomitmen memastikan setiap tahap pembangunan jalan tol memenuhi standar keselamatan dan kualitas yang telah ditetapkan.

Dengan dibukanya ruas Tol Palembang–Betung secara fungsional saat Lebaran, diharapkan arus kendaraan di wilayah Sumatera Selatan dapat lebih lancar dan waktu tempuh perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien.

Selain itu, kehadiran jalan tol ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatera.(*)




Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1–2 Siap Sambut Arus Mudik Lebaran

SUMSEL, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) bersama Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) melakukan peninjauan kesiapan layanan dan aspek keselamatan di jalur fungsional Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1–2 pada Jum’at (27/02).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi periode mobilitas tinggi, termasuk arus Mudik dan Balik Idul Fitri 2026.

Kegiatan peninjauan dihadiri oleh jajaran pimpinan Hutama Karya dan ATI, termasuk Kris Ade, Sekretaris Jenderal ATI, Adhi Resza, Ketua Dewan Pengawas ATI, Iwan Hermawan, Direktur Operasi III Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, EVP Divisi Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol, Ni Putu Oki Wirastuti, SVP Bagian Operasi, Arief Yeri, Kepala Regional Sumatra Bagian Selatan, Fakhrudin, Project Director Palembang–Betung Seksi 1–2 dan Dinny Suryakencana, Project Director Palembang–Betung Struktur.

Peninjauan meliputi Pemeriksaan teknis Jembatan Musi V melalui akses STA 49+600, Pengecekan fasilitas Rest Area 397A dan Evaluasi pengaturan operasional di Gerbang Tol Pangkalan Balai sebagai titik pengendalian arus

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menekankan pentingnya kesiapan jalur tol dari sisi keselamatan dan pelayanan

“Pengecekan ini memastikan elemen layanan di lapangan, mulai dari kesiapan jalur, perangkat keselamatan, hingga fasilitas pendukung di rest area dan gerbang tol berjalan selaras dengan standar operasional,” ujar Iwan.

Kolaborasi Hutama Karya dan ATI di lapangan menjadi masukan penting untuk penyempurnaan layanan menjelang Lebaran.

“Seluruh evaluasi lapangan hari ini kami tindak lanjuti melalui penguatan kesiapsiagaan personel, penyempurnaan perangkat keselamatan, dan peningkatan kualitas fasilitas di titik strategis,” sebut Iwan.

“Kami berharap jalur tol fungsional Palembang–Betung Seksi 1–2 dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, dengan keselamatan sebagai prioritas utama,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ATI, Kris Ade, menekankan konsistensi standar layanan dan informasi bagi pengguna jalan.

“Kesiapan operasional perlu ditopang kedisiplinan penerapan standar, kesiapsiagaan personel, serta kejelasan informasi di titik-titik layanan agar pengguna jalan merasa aman dan terbantu,” kata Kris.

Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1–2 merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dengan panjang total 54,5 kilometer, dilengkapi:

  • Dua Gerbang Tol: Rengas dan Pangkalan Balai

  • Jalan utama dan simpang susun

  • Struktur utama berupa Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter

Tol ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026, sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.(*)




Lebaran 2026: Tol Palembang–Betung Siap Beroperasi Sementara, Ini Titik Aksesnya

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) memastikan kesiapan pengoperasian fungsional Jalan Tol Palembang–Betung guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Langkah ini dilakukan seiring progres konstruksi yang telah mencapai 79,40 persen.

Pengoperasian sementara tersebut dirancang untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan saat puncak mobilitas masyarakat.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyebutkan bahwa ruas yang akan difungsionalkan memiliki panjang sekitar 53,2 kilometer.

“Ruas yang dibuka berada pada STA 42+500 hingga STA 95+700, mencakup Jalur A dan Jalur B. Skema ini diharapkan mampu meningkatkan kelancaran perjalanan selama periode Lebaran 2026,” ujarnya.

Meski masih berstatus fungsional, perusahaan menegaskan bahwa segmen tersebut telah melalui serangkaian pengecekan kelayakan dan pemenuhan aspek keselamatan sebelum dapat dilintasi pengguna jalan.

Fasilitas Pendukung Disiapkan

Sebagai bagian dari kesiapan operasional, Hutama Karya menyiapkan Barrier Gate Temporary di STA 41+700 yang akan difungsikan sebagai titik tapping bagi kendaraan dari ruas Jalan Tol Kayuagung–Palembang.

Selain itu, Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) juga disiapkan di STA 71+200 untuk kedua jalur, lengkap dengan dukungan utilitas seperti pasokan listrik dan air bersih.

Perangkat transaksi, sistem integrasi, serta personel operasional turut disiagakan guna memastikan layanan berjalan optimal.

Tak hanya itu, percepatan penyelesaian konstruksi di sejumlah titik krusial juga dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan lalu lintas.

Pengamanan dan Manajemen Lalu Lintas

Dalam mendukung kelancaran arus kendaraan, perusahaan akan menerapkan manajemen lalu lintas terpadu, termasuk penempatan petugas di titik rawan kepadatan serta koordinasi intensif bersama instansi terkait.

Rambu sementara, marka jalan, penerangan, barrier pengaman, hingga perlengkapan keselamatan lainnya telah dipastikan tersedia sesuai ketentuan.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas, pola pengaturan kendaraan, serta akses keluar-masuk akan disampaikan secara real-time melalui kanal resmi perusahaan.

Sebelumnya, Hutama Karya bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatra Selatan juga telah melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan jalur dan fasilitas pendukung selama masa operasional Lebaran 2026.

Perkuat Konektivitas Sumsel

Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 Palembang–Rengas dan Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dengan total panjang 54,5 kilometer.

Proyek ini dilengkapi dua gerbang tol, yakni Gerbang Tol Rengas dan Gerbang Tol Pangkalan Balai, serta struktur utama berupa Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter.

Jika telah beroperasi penuh, jalan tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Palembang–Betung dari 3–4 jam menjadi sekitar 1 jam, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah di Sumatra Selatan.




Jalan Nasional Palembang–Betung Diterapkan Sistem Buka Tutup, Ini Jadwal Lengkapnya

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) bersama anak usahanya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), terus menggenjot pembangunan Tol Palembang–Betung.

Saat ini, pekerjaan konstruksi difokuskan pada pembangunan overpass di STA 111+250 yang berada di ruas Jalan Nasional Lintas Timur Sumatra, Palembang–Betung.

Seiring dengan pekerjaan tersebut, akan diberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem buka tutup jalur di KM 69–71, baik dari arah Palembang menuju Betung maupun sebaliknya.

Pengaturan ini diterapkan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan kelancaran proses konstruksi.

Buka tutup jalur dilakukan pada malam hari, yakni pada 30–31 Januari 2026, 1–2 Februari 2026, serta 11–14 Februari 2026.

Rekayasa lalu lintas berlangsung mulai pukul 22.00 hingga 05.00 WIB dengan pola penutupan selama 60 menit, kemudian dibuka kembali selama 60 menit secara bergantian hingga jadwal berakhir.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mitigasi risiko selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Untuk mendukung pengamanan lalu lintas, Hutama Karya berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatra Selatan, Satlantas Polres Banyuasin, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumsel Kementerian Pekerjaan Umum, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuasin.

Selain itu, jalur buka tutup dilengkapi akses darurat yang dapat digunakan ambulans dan mobil pemadam kebakaran apabila terjadi kondisi mendesak.

Perlengkapan keselamatan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, penerangan, dan petugas pengatur lalu lintas juga disiagakan di titik-titik rawan.

Hutama Karya bersama instansi terkait turut melakukan sosialisasi melalui berbagai kanal komunikasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait pengaturan lalu lintas tersebut.

Pengguna jalan diimbau untuk menurunkan kecepatan, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas selama melintas di area pekerjaan.

Tol Palembang–Betung Seksi 3 Mainroad merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) pada ruas Kayu Agung–Palembang–Betung.

Tol ini nantinya akan terhubung langsung dengan Tol Betung–Tempino–Jambi serta Tol Palembang–Indralaya.

Keberadaan ruas tol ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Palembang dan Banyuasin, sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju kawasan industri di Sumatra Selatan.

Setelah beroperasi penuh, waktu tempuh Palembang–Betung diproyeksikan menyusut dari sekitar dua jam menjadi hanya 45 menit.(*)




Optimalkan JTTS di Momen Nataru, Hutama Karya Operasikan Tol Palembang–Betung! Cek Waktu dan Ketentuannya di Sini

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) mengoptimalkan pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) guna mendukung kelancaran arus lalu lintas selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Sejumlah ruas tol dan jalur fungsional dioperasikan secara khusus untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di jalur utama Sumatera.

Salah satu langkah strategis yang diterapkan adalah pengoperasian ruas fungsional Junction Palembang yang mencakup Ramp I, Ramp V, Ramp VI, Ramp VII B, dan Ramp VIII.

Ruas ini mulai difungsikan sejak 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dan beroperasi penuh selama 24 jam untuk mendukung distribusi arus kendaraan di wilayah Palembang dan sekitarnya.

Selain itu, Hutama Karya juga mengoperasikan Tol Palembang–Betung Seksi 1 (Musi Landas–Pulau Rimau) secara fungsional mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan waktu operasional pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.

Pengoperasian ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan di jalur nasional dan mempercepat waktu tempuh pengguna jalan.

Di wilayah Aceh, ruas Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) telah lebih dahulu difungsikan sejak 7 Desember 2025 dan akan tetap beroperasi hingga 4 Januari 2026.

Kehadiran ruas ini menjadi salah satu penopang utama mobilitas masyarakat selama libur akhir tahun.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas di ruas tol utama, Hutama Karya bersama instansi terkait turut menerapkan rekayasa lalu lintas.

Termasuk skema holding system di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP). Skema ini bertujuan mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di jalur utama tol.

Ketua Tim Penanganan Layanan Nataru Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis lalu lintas, puncak arus mudik Natal diperkirakan terjadi pada 20–21 Desember 2025.

Sedangkan arus balik Tahun Baru diproyeksikan pada 1 serta 3–4 Januari 2026.

“Kami mengimbau pengguna JTTS untuk merencanakan perjalanan dengan bijak dan memilih waktu perjalanan yang tepat agar terhindar dari kepadatan, sehingga perjalanan selama libur Nataru tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Dengan pengoperasian ruas tol fungsional dan penerapan manajemen lalu lintas terpadu, Hutama Karya berharap JTTS dapat berfungsi optimal sebagai tulang punggung konektivitas Sumatera selama periode libur panjang.(*)




Hadapi Lonjakan Arus Nataru, Hutama Karya Siapkan Ribuan Personel JTTS

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Hutama Karya (Persero) menggelar Apel Siaga Nataru 2025–2026 sebagai bentuk kesiapan operasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Kegiatan ini dilaksanakan di Rest Area KM 397 Jalur A Tol Palembang–Betung, Selasa (16/12/2025).

Apel siaga dipimpin oleh Aiptu Bambang Pramono selaku Komandan Apel, dengan Direktur Operasi II Hutama Karya, Gunadi, bertindak sebagai Pembina Apel.

Kegiatan ini menandai dimulainya kesiapsiagaan layanan tol sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi lonjakan arus lalu lintas selama libur akhir tahun.

Sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait turut hadir, di antaranya Bupati Banyuasin Askolani, perwakilan Pemerintah Kota Palembang, Kapolres Banyuasin AKBP Ruri Prastowo, Balai Provinsi Sumatra Selatan, BPBD, Damkar, BPJN Lampung dan Jambi, serta ratusan personel tim siaga Nataru.

Dalam rangkaian apel, Hutama Karya juga mengukuhkan Tim Penanganan Layanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang diwakili Ketua Tim Dwi Aryono Bayuaji.

Kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kendaraan dan peralatan operasional, seperti kendaraan patroli, derek, rescue, dan ambulans, sebagai simbol kesiapan layanan di lapangan.

Dalam arahannya, Gunadi menyampaikan bahwa volume lalu lintas di JTTS diproyeksikan meningkat hingga 30,2 persen selama periode Nataru.

Kondisi tersebut menuntut kesiapan menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur, personel, maupun koordinasi lintas instansi pusat dan daerah.

Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, Hutama Karya memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan rutin dan berkala di ruas JTTS telah rampung sebelum puncak Nataru.

“Kami memastikan seluruh ruas tol dalam kondisi prima agar pengguna jalan dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman,” ujar EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.

Selama Nataru, Hutama Karya mengoperasikan 14 ruas JTTS sepanjang 800,52 kilometer, dengan dukungan 3.223 personel siaga, 451 unit armada operasional, serta 29 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP).

Layanan juga diperkuat dengan ratusan gardu tol, mobile reader, kamera CCTV, dan ratusan Variable Message Sign (VMS) yang terintegrasi melalui HK Toll Apps.

Hutama Karya turut menyiapkan strategi layanan tambahan, termasuk pengoperasian ruas fungsional dan penerapan holding system di TIP untuk mengatur arus kendaraan.

Puncak arus mudik Natal diperkirakan terjadi pada 20–21 Desember 2025, sementara puncak arus balik Tahun Baru diproyeksikan pada 1 serta 3–4 Januari 2026.

Mengusung tagline “Perjalanan Nataru Lebih Cepat, Karena Sumatera Sudah Dekat”, Hutama Karya menegaskan komitmennya menghadirkan layanan jalan tol yang andal, aman, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan selama periode libur panjang.(*)




Konstruksi Tol Palembang–Betung Capai 85 Persen, Jadi Penghubung Penting Sumsel

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID — PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 (Kramasan–Pangkalan Balai) sepanjang 55,5 km, yang menjadi kelanjutan Tol Kayu Agung–Palembang.

Hingga akhir Oktober 2025, progres konstruksi telah mencapai 85,74%.

Ruas ini nantinya menghubungkan Gerbang Kramasan hingga Gerbang Tol Pangkalan Balai dan memperkuat konektivitas di Sumatera Selatan.

Pembangunan ruas ini menghadapi tantangan besar karena trase harus melewati Sungai Musi, salah satu jalur logistik dan transportasi air terpenting di Sumatera Selatan.

“Melintasi Sungai Musi menjadi tantangan kompleks, baik dari aspek teknis maupun keselamatan. Selain sungai besar, area ini merupakan pusat aktivitas logistik masyarakat,” ujar EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Hutama Karya menerapkan metode Box Balance Cantilever untuk pembangunan jembatan utama sepanjang 380 meter.

Teknik ini memungkinkan struktur dibangun bertahap dari dua sisi secara seimbang, menggunakan pengecoran segmen demi segmen hingga kedua sisi bertemu presisi di tengah.

Metode ini dipilih untuk menjaga stabilitas konstruksi dan memastikan aktivitas lalu lintas di Sungai Musi tetap aman dan tidak terganggu.

“Dengan metode ini, lalu lintas sungai tetap berjalan normal sekaligus menjaga keamanan pekerja dan lingkungan, ” tambah Mardiansyah.

Total panjang Tol Palembang–Betung adalah 70,19 km, terbagi menjadi:

  • Seksi 1 Palembang–Rengas: 22,50 km

  • Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai: 33 km

  • Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung: 14,69 km

Proyek ini merupakan bagian penting dari percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang terus dikembangkan untuk pemerataan konektivitas dan penguatan ekonomi regional.

Hutama Karya berharap kehadiran tol ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat Sumatera Selatan.

Ruas ini diharapkan mempercepat waktu tempuh Palembang–Banyuasin, memperlancar arus distribusi logistik, mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru dan endukung mobilitas harian warga secara lebih efisien.

“Kami berkomitmen terus berinovasi menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya menghubungkan, tetapi membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” kata dia.

“Setiap ruas tol harus memberikan manfaat langsung dan mendorong kemajuan daerah,” tutup Mardiansyah.

Hutama Karya telah membangun ±1.235 km JTTS, baik yang sudah beroperasi maupun dalam tahap konstruksi.

Ruas yang sudah operasional antara lain:

  • Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km)

  • Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km)

  • Palembang – Indralaya (22 km)

  • Indralaya – Prabumulih (64 km)

  • Betung – Jambi Seksi 3 (52,1 km)

  • Bengkulu – Taba Penanjung (16,7 km)

  • Pekanbaru – Dumai (132 km)

  • Medan – Binjai (17 km)

  • Binjai – Pangkalan Brandan (58 km)

  • Pekanbaru – XIII Koto Kampar (55,4 km)

  • Padang – Sicincin (35,4 km)

  • Indrapura – Kisaran (48 km)

  • Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Sinaksak (91 km)

  • Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 (49 km).(*)