BPJN Jambi Ungkap Detail Tol Jambi–Rengat Fase I, Panjang 67,45 Km dan Mulai Dibangun 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi memaparkan perkembangan terbaru proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I (Simpang Ness–Merlung) yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Ruas tol sepanjang 67,45 kilometer itu akan melintasi tiga kabupaten di Provinsi Jambi dan saat ini memasuki tahap percepatan pengadaan lahan.

Plt Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang mengatakan, ruas Tol Jambi–Rengat Fase I akan membentang dari Simpang Ness hingga Merlung. Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Jambi.

Menurut Robert, jalan tol ini akan dilengkapi dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung, serta dibangun melalui empat paket pekerjaan, yaitu Paket 1A, 1B, 2A, dan 2B.

“Salah satu paket pekerjaan akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari yang menjadi struktur utama pada ruas tol ini,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Persiapan Pembangunan JTTS Ruas Jambi–Rengat Fase I di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, ruas tol tersebut akan melintasi Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat.

Hingga saat ini, proses pengadaan lahan telah mencapai sekitar 9 persen, mencakup sembilan desa, yakni enam desa di Kabupaten Muaro Jambi, dua desa di Kabupaten Batanghari, dan satu desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

BPJN Jambi menargetkan proses pengadaan tanah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sembilan bulan setelah seluruh dokumen administrasi dan perizinan terpenuhi.

Selain pembangunan fisik, BPJN juga memastikan proyek ini memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, mulai dari pengendalian debu dan kebisingan, perlindungan habitat, keselamatan kerja, hingga penyediaan akses masyarakat melalui pembangunan underpass maupun overpass pada titik-titik yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, pemerintah bersama mitra pendanaan juga menyiapkan program pemulihan mata pencaharian bagi masyarakat terdampak serta membuka mekanisme penyampaian keluhan dan konsultasi secara berkala bersama pemerintah desa dan warga.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris meminta seluruh proses persiapan dilakukan secara matang agar pembangunan dapat dimulai sesuai target pada 2027.

Menurutnya, pengalaman pembangunan Tol Jambi–Palembang menjadi pelajaran penting, terutama dalam proses pendataan lahan dan koordinasi lintas instansi.

“Kita belajar dari pengalaman pembangunan Jalan Tol Jambi–Palembang. Persiapan harus dilakukan sejak dini, terutama pendataan lahan, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2027 dapat berjalan sesuai rencana,” kata Al Haris.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten yang wilayahnya dilintasi jalan tol segera menyelesaikan pemetaan desa terdampak, jumlah bidang tanah, luas lahan, serta data masyarakat sebagai dasar percepatan pengadaan tanah.

Al Haris menegaskan, masyarakat yang lahannya terdampak akan memperoleh kompensasi sesuai hasil penilaian independen sehingga proses pembangunan dapat berjalan adil dan transparan.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJN, BPN, serta mitra pendanaan internasional, proyek Tol Jambi–Rengat Fase I diharapkan dapat berjalan tepat waktu dan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi serta konektivitas di Provinsi Jambi.(*)




Tol Jambi Padat Saat Arus Balik Tahun Baru 2026, Ini Data Hutama Karya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa lonjakan signifikan volume kendaraan di Jalan Tol Jambi, khususnya pada ruas Tol Betung–Tempino Jambi (Bayung Lencir–Tempino).

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan trafik yang cukup mencolok pada Jumat, 2 Januari 2026.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kawasan perkotaan dan pusat aktivitas ekonomi di Provinsi Jambi.

Berdasarkan data resmi Hutama Karya, ruas tol penghubung Sumatera Selatan–Jambi tersebut dilintasi 7.944 kendaraan, atau melonjak 56,90 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.

Kenaikan ini menempatkan Jalan Tol Jambi sebagai salah satu ruas dengan pertumbuhan trafik tertinggi selama fase arus balik Nataru di Jalan Tol Trans Sumatera.

Lonjakan kendaraan di Tol Jambi mencerminkan peran strategis ruas ini sebagai akses utama logistik dan perjalanan antarkota.

Terutama bagi pengguna dari arah Palembang menuju Jambi dan sekitarnya.

Total Trafik JTTS Naik 45 Persen

Secara keseluruhan, Hutama Karya mencatat total trafik harian mencapai 136.612 kendaraan di seluruh ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah beroperasi.

Angka ini meningkat 45,03 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.

Selain Jalan Tol Jambi, sejumlah ruas lain juga mengalami kenaikan signifikan, antara lain:

  • Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat mencatat 32.941 kendaraan atau naik 84,06 persen

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 naik 105,48 persen dengan 6.604 kendaraan

  • Tol Indrapura–Kisaran meningkat 68,07 persen dengan 14.543 kendaraan

Sementara itu, ruas Tol Padang–Sicincin justru mengalami penurunan trafik akibat terputusnya konektivitas menuju Bukittinggi.

Ruas Tol Fungsional Selama Nataru

Untuk mendukung kelancaran arus Nataru, beberapa ruas tol juga dioperasikan secara fungsional. Pada 2 Januari 2026, Hutama Karya mencatat:

  • Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum–Padang Tiji) dilintasi 2.814 kendaraan

  • Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) mencatat 3.079 kendaraan

Pengoperasian fungsional ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan lalu lintas, terutama pada jalur non-tol yang sebelumnya rawan kemacetan.

Imbauan Pengguna Jalan Tol Jambi

Seiring masih berlangsungnya arus balik, Hutama Karya mengimbau pengguna Jalan Tol Jambi untuk:

  • Merencanakan perjalanan dengan matang

  • Mematuhi rambu dan batas kecepatan

  • Menjaga jarak aman antar kendaraan

  • Memanfaatkan rest area untuk beristirahat

Pengguna juga diingatkan memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima demi keselamatan bersama.

Sebagai operator JTTS, Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran lalu lintas melalui kesiapan petugas, sarana pendukung, serta koordinasi lintas instansi selama periode Nataru.(*)