Tol Jambi Melejit 42 Persen Saat Long Weekend Imlek 2026, Trafik Tertinggi di JTTS

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi (Bayung Lencir–Tempino) menjadi sorotan selama periode Long Weekend Imlek 13 Februari 2026.

Ruas yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ini mencatat lonjakan trafik tertinggi dibanding ruas lainnya.

Data yang dihimpun Hutama Karya menunjukkan sebanyak 9.131 kendaraan melintas di Tol Jambi dalam satu hari.

Angka tersebut melonjak 42,76 persen dibandingkan trafik normal, menjadikannya ruas dengan pertumbuhan paling signifikan di jaringan JTTS yang telah beroperasi.

Lonjakan ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat antarwilayah di Sumatera, khususnya menuju dan dari Kota Jambi serta kawasan sekitarnya selama libur panjang Imlek.

Secara keseluruhan, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi di JTTS mencapai 120.944 kendaraan atau meningkat 21,34 persen dari kondisi normal.

Beberapa ruas lain juga mencatat kenaikan signifikan, di antaranya:

  • Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung: 15.960 kendaraan (naik 16,39 persen)

  • Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih: 12.579 kendaraan (naik 19,90 persen)

  • Tol Pekanbaru–Dumai: 17.615 kendaraan (naik 9,39 persen)

  • Tol Sigli–Banda Aceh: 7.831 kendaraan (naik 83,18 persen)

Namun demikian, Tol Jambi tetap menjadi ruas dengan lonjakan paling menonjol di wilayah Sumatera bagian tengah.

Hutama Karya memastikan kesiapan layanan operasional guna menjaga kelancaran arus lalu lintas, terutama di ruas Jambi yang mengalami peningkatan signifikan.

Pengguna jalan diimbau untuk:

  • Merencanakan perjalanan lebih awal

  • Mematuhi batas kecepatan dan rambu lalu lintas

  • Menjaga jarak aman antar kendaraan

  • Memastikan kondisi kendaraan prima

  • Beristirahat di rest area bila merasa lelah

Pemantauan trafik dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode libur panjang.

Ruas Betung–Tempino–Jambi menjadi salah satu penghubung penting antarwilayah di Sumatera.

Kenaikan trafik yang signifikan saat libur Imlek memperlihatkan peran vital Tol Jambi dalam mendukung mobilitas ekonomi dan perjalanan masyarakat.

Hutama Karya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan jalan tol di JTTS melalui kesiapan petugas, fasilitas pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait.(*)




Rencana Tol Jambi–Rengat Dimatangkan, Target Selesaikan Konektivitas Sumatera

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan nasional melalui percepatan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II, khususnya di koridor Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,70 km.

Selain itu, perusahaan juga merencanakan pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat untuk memperlancar mobilitas, memperkuat konektivitas antarprovinsi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Jambi, Sumatra Selatan, hingga Riau.

Saat ini, Tol Betung–Tempino–Jambi terdiri dari segmen yang sudah beroperasi dan segmen konstruksi yang masih berjalan.

Segmen Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34,10 km dan Tempino–Ness 18,49 km sudah beroperasi tanpa tarif.

Sementara itu, 118,14 km masih dalam tahap konstruksi, terbagi menjadi Seksi 1 (Betung–Tungkal Jaya) sepanjang 62,38 km dan Seksi 2 (Tungkal Jaya–Bayung Lencir) sepanjang 55,76 km.

“Misi kami adalah memperkuat konektivitas antarwilayah, mempermudah arus logistik, dan memastikan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat serta pelaku usaha,” kata Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Hutama Karya.

Progres pembebasan lahan dan konstruksi tiap seksi menunjukkan capaian signifikan.

Seksi 1A mencatat 48,32% pembebasan lahan dan 57,64% konstruksi, dengan target selesai Kuartal I 2027.

Seksi 1B mencapai 41,14% lahan dan 13,39% konstruksi, target Kuartal I 2027.

Sementara itu, Seksi 2A mencapai 28,45% lahan dan 22,03% konstruksi, Seksi 2B 40,48% lahan dan 22,37% konstruksi, target penyelesaian Kuartal IV 2027.

Dalam rangka pengawasan dan sinergi lintas pemangku kepentingan, Kamis (29/01), dilakukan kunjungan kerja ke Gerbang Tol Pijoan.

Hadir dalam kunjungan anggota Komisi V DPR RI, pejabat Kementerian Pekerjaan Umum, perwakilan Pemprov Jambi, serta jajaran Hutama Karya.

Ketua rombongan A. Bakri menyampaikan dukungan penuh agar pembangunan Tol Jambi–Rengat dapat terealisasi.

Selain memperkuat konektivitas, proyek ini diharapkan memberikan dampak sosial positif, antara lain mendukung pengembangan UMKM lokal di rest area, menyediakan fasilitas overpass dan underpass, serta menjaga mobilitas masyarakat sekitar.

Ruas Tol Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km menjadi kelanjutan penting JTTS untuk menghubungkan Jambi dengan Riau dan pusat aktivitas ekonomi seperti kawasan industri Sungai Enok.

Tol ini juga membuka akses strategis ke destinasi wisata dan konservasi, seperti Kompleks Candi Muaro Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Berbak–Bukit Tigapuluh.

“Dengan pengembangan JTTS yang berkelanjutan, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan infrastruktur andal dan terkoneksi, sehingga manfaatnya dirasakan langsung masyarakat dan mendukung daya saing ekonomi regional,” tutup Mardiansyah.(*)




Tol Betung–Tempino Jambi Jadi Sorotan Arus Balik Nataru 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mulai terasa signifikan di Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya di ruas Tol Betung–Tempino Jambi.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan trafik kendaraan yang cukup tinggi pada 1 Januari 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pascaperayaan tahun baru.

Berdasarkan data Hutama Karya, Tol Betung–Tempino Jambi (Bayung Lencir–Tempino) dilintasi sebanyak 8.178 kendaraan, atau mengalami kenaikan 73,08 persen dibandingkan trafik normal.

Lonjakan ini menempatkan ruas tol Jambi sebagai salah satu koridor penting dalam pergerakan arus balik Nataru di Sumatera.

Secara keseluruhan, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi di JTTS mencapai 147.780 kendaraan, meningkat 65 persen dibandingkan kondisi normal

 Tingginya volume kendaraan menunjukkan bahwa fase awal arus balik Nataru 2025/2026 masih berlangsung dan diperkirakan terus bergerak dalam beberapa hari ke depan.

Selain Tol Jambi, peningkatan trafik juga tercatat di sejumlah ruas utama lainnya.

Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung dilalui 16.929 kendaraan, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih sebanyak 17.382 kendaraan, serta Tol Pekanbaru–Dumai mencapai 19.457 kendaraan.

Bahkan beberapa ruas mencatat lonjakan lebih dari 100 persen, seperti Tol Bengkulu–Taba Penanjung dan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6.

Sementara itu, untuk ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Nataru, Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 mencatat 3.027 kendaraan.

Sedangkan Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) dilintasi 3.048 kendaraan pada 1 Januari 2026.

Hutama Karya menyampaikan bahwa pemantauan lalu lintas dilakukan secara intensif dan berkelanjutan guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan tol selama arus balik.

Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi rambu dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat.

Sebagai bagian dari pelayanan, pengguna jalan dapat memantau informasi terkini melalui media sosial resmi Jalan Tol Hutama Karya dan HK Toll Apps, yang menyediakan pembaruan kondisi lalu lintas secara real-time selama periode Nataru.(*)




Lonjakan Kendaraan di Tol Betung–Tempino Jambi Warnai Libur Nataru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Ruas Tol Betung–Tempino Jambi mencatat lonjakan trafik tertinggi di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

PT Hutama Karya (Persero) mencatat sebanyak 8.871 kendaraan melintasi ruas tol tersebut hingga Kamis (25/12/2025), atau meningkat 97,18 persen dibandingkan trafik normal.

Peningkatan signifikan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di Provinsi Jambi dan sekitarnya menjelang perayaan Natal.

Tol Betung–Tempino Jambi menjadi salah satu jalur strategis yang menunjang konektivitas antarwilayah di Sumatera bagian tengah.

Secara kumulatif, Hutama Karya mencatat total trafik harian di seluruh ruas JTTS yang telah beroperasi mencapai 138.213 kendaraan, atau naik 49,63 persen dibandingkan kondisi normal.

Pemantauan intensif dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas tetap aman, lancar, dan nyaman selama periode libur panjang.

Selain Tol Jambi, sejumlah ruas lain juga mengalami peningkatan trafik, antara lain Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar yang naik 100,37 persen, serta Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 yang meningkat 99,52 persen. Meski demikian, lonjakan di Tol Betung–Tempino–Jambi menjadi salah satu yang paling menonjol selama Nataru 2025/2026.

Hutama Karya menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran operasional jalan tol dengan menyiagakan petugas, memastikan kesiapan sarana pendukung, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait.

Upaya ini dilakukan untuk memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jalan.

Pengguna jalan tol diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, memastikan saldo uang elektronik mencukupi, serta beristirahat di rest area terdekat apabila merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan berkendara tetap menjadi prioritas utama selama perjalanan libur akhir tahun.

Informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas dan layanan jalan tol dapat diakses melalui akun resmi media sosial @hutamakaryatollroad atau aplikasi HK Toll Apps yang menyediakan pembaruan trafik secara real-time.(*)




Tol Betung–Jambi Dikebut, Seksi Tempino–Ness Hampir Rampung, Dorong Ekonomi Jambi & Sumsel

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II.

Khususnya ruas Tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170 km.

Proyek strategis ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarprovinsi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jambi dan Sumatera Selatan.

Hingga April 2025, progres konstruksi setiap seksi menunjukkan capaian yang bervariasi. Seksi 4 Tempino–Ness (18,5 km) menjadi yang paling signifikan, dengan realisasi konstruksi mencapai 80,04% dan pembebasan lahan 98,72%.

Sementara itu, Seksi 1 Betung–Tungkal Jaya (62,38 km) telah mencapai 15,29% konstruksi dan 25,47% pembebasan lahan. Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir (54,32 km) baru menyelesaikan 4,79% konstruksi dan 20,25% lahan.

“Proyek ini dibagi dalam empat seksi, dengan target penyelesaian bertahap mulai Juni 2025 hingga kuartal IV 2026. Seksi 3, yaitu Bayung Lencir–Tempino, sudah beroperasi lebih dulu,” ujar Adjib Al Hakim, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Guna mempercepat pembangunan, Hutama Karya mengadopsi teknologi canggih seperti Building Information Modelling (BIM), pemetaan topografi dengan UAV LiDAR, dan dashboard pemantauan progres berbasis ArcGIS.

“Total ada 4.620 lapangan kerja tercipta dari proyek ini. Kehadiran tol juga akan menghidupkan UMKM lokal di rest area dan mempermudah mobilitas masyarakat lewat fasilitas crossing seperti overpass dan underpass,” tambah Adjib.

Pada Senin, 14 April 2025, Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek di Jambi, untuk meninjau progres pembangunan infrastruktur dan transportasi.

Gubernur Jambi, Al Haris, menyebut tol ini sebagai urat nadi Sumatera.

“Jambi berada di tengah-tengah Sumatera. Jalan tol akan mempercepat arus logistik dan memperkuat posisi Jambi sebagai hub strategis,” kata Al Haris.

Jika proyek ini selesai, Hutama Karya berharap pembangunan dapat dilanjutkan ke ruas Tol Jambi–Rengat, yang kini masih dalam tahap perencanaan. Ruas ini akan melanjutkan misi membuka akses Jalan Tol Trans Sumatera dari ujung ke ujung.

Hingga kini, Hutama Karya telah membangun ±1.235 km JTTS, dengan berbagai ruas telah beroperasi penuh di wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Sumut, hingga Aceh.(*)