Air Sungai Batanghari Keruh Ekstrem, Tirta Mayang Tak Bisa Paksa Produksi Air Normal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumda Tirta Mayang Kota Jambi menghadapi kondisi tak biasa di Sungai Batanghari.

Tingkat kekeruhan air baku melonjak hingga 4.500 NTU, jauh di atas kisaran yang selama ini masih dapat ditangani dalam proses pengolahan air.

Lonjakan tersebut memaksa Perumda Tirta Mayang mengurangi produksi air sekitar 20 persen.

Dampaknya, distribusi air berpotensi terganggu bagi sekitar 38 ribu pelanggan, terutama mereka yang berada di wilayah ujung dan pinggiran Kota Jambi.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Ariyanto, mengatakan kondisi Sungai Batanghari saat ini tergolong ekstrem.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung Intake Pulau Pandan, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Kamis 1 Oktober 2026.

Kekeruhan Melonjak hingga 4.500 NTU

Menurut Ariyanto, persoalan di Sungai Batanghari dalam beberapa hari terakhir tidak hanya berkaitan dengan kualitas air. Debit sungai juga sempat turun cukup signifikan.

Beberapa hari sebelumnya, ketinggian debit disebut hanya sekitar 60 sentimeter.

Padahal, agar pompa penyedot air dapat bekerja secara optimal, dibutuhkan ketinggian sekitar 100 sentimeter.

Kondisi itu membuat Perumda Tirta Mayang melakukan penyesuaian pada sistem penyedotan.

“Karena turun debit air sungai, kami melakukan peningkatan dan memperpanjang pipa penyedot air,” kata Ariyanto.

Situasi debit kemudian membaik. Dalam sepekan terakhir, ketinggian Sungai Batanghari bahkan disebut kembali mencapai sekitar 250 sentimeter.

Namun, membaiknya debit justru diikuti persoalan baru: air sungai menjadi jauh lebih keruh.

“Ini kabar baik bagi kami dari sisi debit. Namun tidak menutup kemungkinan kualitas air Sungai Batanghari mengalami kekeruhan yang meningkat,” ujarnya.

Ariyanto menyebut tingkat kekeruhan yang masih dapat ditangani berada di kisaran 200 hingga 250 NTU.

Dalam beberapa hari terakhir, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai 4.500 NTU.

Menurut dia, kondisi tersebut belum pernah dialami Perumda Tirta Mayang sejak perusahaan daerah tersebut beroperasi.

“Ini pertama kali sejarah tingkat kekeruhan air Sungai Batanghari naik signifikan. Bisa saya katakan, sejak berdiri PDAM Tirta Mayang, baru kali ini kekeruhan air sungai mencapai 4.500 NTU,” tegasnya.

Produksi Air Dipangkas 20 Persen

Kualitas air baku yang ekstrem membuat Tirta Mayang tidak dapat mempertahankan kapasitas produksi seperti kondisi normal.

Perusahaan akhirnya memangkas produksi sekitar 20 persen sebagai penyesuaian terhadap kemampuan pengolahan air baku.

“Kita mengurangi produksi mencapai 20 persen. Sehingga terdampak pelayanan penyaluran air kepada pelanggan, yaitu sekitar 38 ribu pelanggan,” jelas Ariyanto.

Dampak gangguan distribusi diperkirakan lebih terasa pada pelanggan yang berada di wilayah ujung maupun pinggiran Kota Jambi.

Kondisi tersebut menjadi konsekuensi dari keputusan untuk menyesuaikan produksi dengan kualitas air baku yang masuk ke instalasi pengolahan.

Dosis Bahan Kimia Tak Bisa Terus Dinaikkan

Persoalan tidak serta-merta dapat diselesaikan dengan menambah bahan kimia untuk proses penjernihan.

Ariyanto menjelaskan penggunaan bahan kimia memiliki batas tertentu. Penambahan dosis secara berlebihan bukan solusi yang dapat diterapkan tanpa mempertimbangkan standar proses pengolahan.

“Kami sudah menggunakan bahan kimia penjernihan air. Kalau 200, tidak boleh mencapai 400 dosis karena sudah ambang batas,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, pengurangan produksi menjadi pilihan yang harus dilakukan untuk menyesuaikan proses pengolahan dengan kondisi air baku.

Pelanggan Terdampak Bisa Ambil Air

Perumda Tirta Mayang menyebut kondisi kekeruhan Sungai Batanghari tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah, termasuk mengenai potensi dampaknya terhadap pelayanan air bersih masyarakat.

Untuk mengantisipasi gangguan distribusi, pelanggan yang terdampak dapat mengambil air secara langsung ke kantor maupun titik pelayanan Perumda Tirta Mayang.

Namun, skema tersebut juga menghadapi keterbatasan karena jumlah armada tangki air yang tersedia belum mencukupi apabila gangguan terjadi dalam cakupan yang luas.

“Solusinya, pelanggan yang terdampak bisa datang ke kantor PDAM untuk mengambil air. Kalau hanya mengandalkan PDAM, unit tangki kita juga kurang,” pungkas Ariyanto.

Untuk sementara, pengurangan produksi sekitar 20 persen tetap diberlakukan sebagai langkah menghadapi kondisi air baku Sungai Batanghari yang mengalami kekeruhan ekstrem.(*)




Tak Perlu ke Kantor, Si Mayang Permudah Pengaduan dan Bayar Tagihan Pelanggan Tirta Mayang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Urusan layanan pelanggan Perumda Tirta Mayang kini semakin diarahkan ke kanal digital.

Melalui aplikasi Si Mayang, pelanggan dapat mengakses sejumlah layanan tanpa harus datang langsung ke kantor, mulai dari menyampaikan pengaduan hingga mengecek dan membayar tagihan rekening.

Pengembangan aplikasi tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda Tirta Mayang memperluas akses pelayanan sekaligus menyesuaikan layanan perusahaan daerah air minum itu dengan kebutuhan pelanggan yang semakin mengandalkan perangkat digital.

Tak hanya untuk pengaduan, Si Mayang juga menyediakan layanan pendaftaran sambungan baru serta informasi terkait rekening pelanggan.

Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirta Mayang, Andri Susanto, S.Kom., mengatakan pengembangan aplikasi tidak semata-mata mengejar penambahan fitur.

Menurut dia, aspek yang menjadi perhatian adalah seberapa besar layanan digital tersebut memberikan manfaat dan kemudahan bagi pelanggan.

“Aplikasi Si Mayang harus terus tumbuh bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga manfaat yang dirasakan pelanggan. Setiap masukan dan kebutuhan pelanggan menjadi bagian evaluasi dari proses pengembangan aplikasi,” ujar Andri, Jumat 25 September 2026.

Salah satu fungsi penting Si Mayang adalah kanal pengaduan pelanggan.

Laporan yang disampaikan melalui aplikasi akan diterima oleh unit keluhan pelanggan.

Selanjutnya, laporan tersebut dikoordinasikan dengan petugas di lapangan untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Dengan pola tersebut, aplikasi tidak hanya menjadi tempat pelanggan mengirim laporan, tetapi terhubung dengan proses penanganan pengaduan di internal Perumda Tirta Mayang.

Digitalisasi layanan ini juga memungkinkan pelanggan menyampaikan keluhan tanpa perlu datang langsung ke kantor pelayanan.

Perumda Tirta Mayang menyebut pengembangan Si Mayang akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan masukan pelanggan serta perkembangan teknologi.

Penyempurnaan diarahkan pada fitur maupun kemudahan penggunaan agar akses layanan dapat semakin sederhana dan responsif.

Bagi pelanggan yang ingin menggunakan layanan tersebut, aplikasi Si Mayang dapat dicari melalui Play Store maupun App Store dengan memasukkan kata kunci “Si Mayang”.

Perumda Tirta Mayang menilai pengembangan kanal digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan akses pelayanan.

Ke depan, fitur dan fungsi aplikasi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Dengan demikian, layanan seperti pengaduan, pendaftaran sambungan baru, informasi rekening, hingga pembayaran tagihan dapat semakin mudah diakses melalui perangkat digital.(*)




Ada Genangan Minyak di Intake Sejinjang, Tirta Mayang Setop Aliran Air ke Pelanggan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumda Tirta Mayang Kota Jambi menghentikan sementara pengaliran air kepada pelanggan setelah tim menemukan genangan minyak di sekitar area Intake Sejinjang, Rabu 2 September 2026.

Temuan tersebut langsung memicu langkah pengamanan. Perumda Tirta Mayang menghentikan operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Sari mulai pukul 12.00 WIB karena terdapat kekhawatiran genangan minyak dapat masuk ke jalur transmisi air baku menuju instalasi pengolahan.

Penghentian distribusi diperkirakan berlangsung sekitar enam jam. Namun, pengaliran kembali tidak serta-merta dilakukan sebelum kondisi air baku dipastikan aman untuk diproses.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., mengatakan keputusan menghentikan sementara produksi dan distribusi merupakan langkah kehati-hatian.

Perusahaan tidak ingin mengambil risiko terhadap kualitas air yang nantinya dikonsumsi masyarakat.

“Penghentian sementara ini merupakan langkah kehati-hatian untuk memastikan air yang nantinya diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat tetap aman serta memenuhi persyaratan kualitas,” ujar Arianto.

Saat ini, Tim Laboratorium bersama bagian Produksi dan Distribusi (Prodist) Perumda Tirta Mayang masih melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap kondisi air baku di sekitar Intake Sejinjang.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat dampak terhadap sumber air baku serta menentukan langkah penanganan sebelum operasional IPA Tanjung Sari kembali dijalankan.

Penanganan temuan genangan minyak tersebut tidak dilakukan Perumda Tirta Mayang seorang diri. Sejumlah instansi dan pihak terkait ikut dilibatkan dalam pemeriksaan di lapangan.

Tim Perumda Tirta Mayang melakukan pengecekan bersama Pertamina, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi, Damkartan Kota Jambi, Satpol PP Kota Jambi serta Camat Jambi Timur.

Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi air baku dan menelusuri penanganan yang diperlukan terhadap temuan genangan minyak di sekitar area intake.

Perumda Tirta Mayang belum memastikan sumber genangan minyak tersebut.

Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada material pencemar yang masuk ke jalur air baku dan menjaga agar kualitas air yang diproduksi tetap memenuhi ketentuan.

Penghentian sementara operasional IPA Tanjung Sari berdampak terhadap pelayanan air bersih di sejumlah wilayah Kota Jambi.

Di Kecamatan Jambi Selatan, wilayah yang terdampak meliputi sebagian Kelurahan Pasir Putih, Thehok, Pakuan Baru, Wijaya Pura dan Tambak Sari.

Kemudian di Kecamatan Paal Merah, gangguan pelayanan terjadi di sebagian Kelurahan Talang Bakung, Bakung Jaya, Eka Jaya dan Payo Selincah.

Sementara di Kecamatan Jambi Timur, wilayah terdampak mencakup sebagian Kelurahan Budiman, Kasang, Kasang Jaya, Rajawali, Sulanjana, Talang Banjar, Tanjung Pinang dan Tanjung Sari.

Perumda Tirta Mayang meminta pelanggan di wilayah terdampak memahami penghentian sementara tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan air yang akan didistribusikan.

Arianto juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan pelayanan yang terjadi.

“Pengaliran air akan dilakukan secara bertahap setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi air baku telah memenuhi persyaratan untuk kembali diolah dan didistribusikan kepada pelanggan,” jelasnya.

Artinya, meski penghentian sementara diperkirakan sekitar enam jam, waktu normalisasi pelayanan tetap bergantung pada hasil pemeriksaan kualitas air baku di Intake Sejinjang.

Perumda Tirta Mayang memastikan pemantauan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman dan proses pengolahan air dapat kembali dijalankan.(*)




Tirta Mayang Jambi Bersiap Hadapi Kekeringan, Bantuan Air Bisa Dikoordinasikan Lewat RT

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Musim kemarau mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota Jambi.

Di tengah potensi berkurangnya ketersediaan air, Perumda Tirta Mayang tidak hanya fokus mempertahankan layanan kepada pelanggan, tetapi juga menyiapkan skema bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.

Langkah tersebut disiapkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi kering di Kota Jambi.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., mengatakan perusahaan telah menyiapkan dukungan distribusi air bersih apabila masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Pernyataan itu disampaikan setelah dirinya mengikuti Apel Kesiapsiagaan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Kering Kota Jambi Tahun 2026 di Lapangan Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Kamis, 27 Agustus 2026.

Apel tersebut dipimpin Wali Kota Jambi Maulana dan melibatkan sejumlah unsur terkait sebagai bagian dari persiapan menghadapi dampak musim kemarau.

Arianto menegaskan, masyarakat yang terdampak kekurangan air dapat mengoordinasikan kebutuhan bantuan melalui perangkat pemerintahan di wilayah masing-masing.

“Tirta Mayang menyiapkan bantuan air bersih bagi masyarakat pelanggan Kota Jambi yang membutuhkan karena terdampak kekeringan. Bantuan dapat dikoordinasikan melalui camat, lurah dan RT setempat, maupun melalui Call Center 112 Pemkot Jambi atau nomor 0821-2121-9894,” ujar Arianto.

Pola tersebut membuat koordinasi bantuan dapat dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.

RT, kelurahan maupun kecamatan dapat menyampaikan kondisi warga yang membutuhkan sehingga distribusi air dapat diarahkan berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Bagi Tirta Mayang, mekanisme tersebut menjadi penting karena dampak kekeringan tidak selalu sama di setiap wilayah.

Persoalan kemarau tidak hanya menyangkut warga yang membutuhkan air tambahan.

Bagi perusahaan penyedia air minum, kondisi sumber air baku juga menjadi faktor krusial yang harus dipantau.

Tirta Mayang memastikan pemantauan terhadap sumber air baku terus dilakukan. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator dalam menjaga proses produksi dan distribusi air kepada pelanggan.

“Kami terus melakukan langkah antisipasi untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat pelanggan. Kondisi sumber air baku terus kami pantau, termasuk kestabilan sistem pengolahan dan distribusi air kepada pelanggan,” kata Arianto.

Pemantauan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi sumber air apabila periode kering berlangsung lebih panjang.

Di saat yang sama, sistem pengolahan dan jaringan distribusi tetap dijaga agar pelayanan reguler kepada pelanggan dapat berlangsung.

Tirta Mayang juga membuka jalur bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Warga dapat menyampaikan kebutuhan melalui RT, lurah atau camat.

Selain jalur pemerintahan di tingkat wilayah, laporan juga dapat disampaikan melalui Call Center 112 Pemkot Jambi atau nomor layanan Tirta Mayang 0821-2121-9894.

Arianto menekankan kecepatan informasi menjadi salah satu kunci dalam penanganan kondisi kekurangan air.

“Yang paling penting adalah laporan dari masyarakat bisa segera diterima dan dikoordinasikan. Dengan begitu, bantuan dapat diarahkan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Artinya, distribusi bantuan tidak semata menunggu kondisi memburuk, tetapi dapat dipetakan berdasarkan laporan dan kebutuhan warga.

Di luar penyiapan bantuan, masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga ketersediaan air ketika kondisi lingkungan semakin kering.

Sementara itu, Tirta Mayang akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jambi dan unsur terkait untuk memantau perkembangan kondisi selama masa siaga.

“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi agar pelayanan air bersih tetap terjaga. Kalau ada masyarakat yang terdampak dan membutuhkan bantuan air bersih, silakan segera berkoordinasi melalui jalur yang sudah disiapkan,” ujar Arianto.

Kesiapan Tirta Mayang menunjukkan bahwa menghadapi kemarau bukan hanya soal memastikan air tetap mengalir melalui jaringan perpipaan.

Ketika ada wilayah yang mengalami kekurangan, kecepatan mendeteksi kebutuhan dan mengirimkan bantuan menjadi bagian penting dalam menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar tersebut.

Karena itu, koordinasi dari tingkat RT hingga pemerintah kota menjadi salah satu jalur yang diandalkan untuk memastikan warga yang terdampak kekeringan tidak luput dari penanganan.(*)




Saat Udara Jambi Memburuk, Tirta Mayang Bagikan Masker dan Ingatkan Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Memburuknya kualitas udara di Kota Jambi mendorong Perumda Tirta Mayang mengambil langkah langsung di tengah masyarakat. Senin 24 Agustus 2026, jajaran direksi perusahaan daerah itu turun ke jalan membagikan masker kepada warga dan pengguna jalan.

Aksi tersebut berlangsung di depan Kantor Pusat Pelayanan Benteng.

Masker diberikan kepada masyarakat yang melintas maupun warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Langkah Perumda Tirta Mayang ini menjadi respons terhadap kondisi udara Jambi yang tengah mendapat perhatian.

Informasi mengenai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kualitas udara di sejumlah wilayah berada pada level yang perlu diwaspadai masyarakat.

Di tengah kondisi tersebut, masker menjadi salah satu perlindungan sederhana yang bisa digunakan warga, terutama mereka yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

Tidak sekadar memberikan bantuan, jajaran direksi Perumda Tirta Mayang turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan ketika kualitas udara menurun.

Warga yang menerima masker diingatkan untuk menggunakannya ketika berada di luar rumah, terutama saat paparan asap dan partikulat udara meningkat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian perusahaan daerah terhadap kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Kota Jambi.

Kualitas udara yang buruk tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan saat beraktivitas.

Paparan polutan juga menjadi alasan masyarakat perlu lebih berhati-hati, khususnya kelompok yang rentan terhadap gangguan akibat pencemaran udara.

Perumda Tirta Mayang juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kondisi yang terlihat secara kasatmata.

Perkembangan kualitas udara perlu dipantau melalui informasi resmi pemerintah sehingga warga dapat menentukan langkah yang tepat sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Ketika kualitas udara berada dalam kondisi tidak sehat, masyarakat dapat mempertimbangkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan perlindungan yang diperlukan.

Imbauan tersebut menjadi semakin relevan bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang sensitif terhadap perubahan kualitas udara.

Pembagian masker di tengah kondisi udara yang memburuk memiliki pesan yang lebih luas: masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara dan tidak menunggu munculnya gangguan kesehatan baru mengambil tindakan.

Perumda Tirta Mayang berharap masyarakat terus mengikuti pembaruan mengenai ISPU dan kondisi lingkungan dari sumber resmi.

Dengan informasi yang lebih cepat, warga dapat menyesuaikan aktivitas, memilih waktu yang lebih aman untuk berada di luar ruangan, serta mengambil langkah perlindungan ketika kualitas udara memburuk.

Di tengah persoalan kabut asap yang kembali menjadi perhatian di Jambi, langkah sederhana seperti menggunakan masker dan membatasi paparan udara tercemar menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga kesehatan.(*)




Tirta Mayang Siapkan Air Bersih Gratis, Ini Syarat dan Wilayah yang Diprioritaskan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Musim kemarau mulai memberi tekanan terhadap pelayanan air bersih di Kota Jambi.

Debit air baku Sungai Batanghari menurun, sementara tingkat kekeruhan air meningkat.

Kondisi tersebut membuat Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi harus menyesuaikan operasional di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Dampaknya, pelanggan di beberapa wilayah berpotensi mengalami tekanan air rendah, air keruh hingga penghentian sementara aliran.

Namun, pelanggan yang terdampak tidak perlu sepenuhnya khawatir.

Tirta Mayang menyiapkan layanan air bersih gratis menggunakan mobil tangki bagi pelanggan yang mengalami penghentian pengaliran selama lebih dari 1 x 24 jam.

Layanan tersebut diprioritaskan bagi pelanggan di wilayah yang terdampak gangguan distribusi, khususnya yang mendapat pasokan dari IPA Tanjung Sari dan IPA Broni 2.

Ini Wilayah yang Diprioritaskan

Sejumlah kawasan yang masuk perhatian Tirta Mayang berada di wilayah ujung pelayanan. Di antaranya:

  • Kecamatan Palmerah: Talang Bakung, Bakung Jaya dan Payo Selincah.
  • Kecamatan Jambi Selatan: Wijaya Pura, Thehok dan Pasir Putih.
  • Kecamatan Jambi Timur: Budiman, Kasang Jaya, Talang Banjar, Tanjung Pinang, Tanjung Sari, Rajawali dan Sulanjana.
  • Kecamatan Jelutung: Kebun Handil, Handil Jaya, Jelutung dan Cempaka Putih.
  • Kecamatan Kotabaru: Simpang III Sipin, Sukakarya dan Kenali Asam Bawah.

Pelanggan yang membutuhkan pasokan air bersih dapat menghubungi layanan mobil tangki di 0821-2121-9894.

Sementara untuk menyampaikan pengaduan mengenai air keruh atau air tidak mengalir, pelanggan dapat menghubungi WhatsApp Tirta Mayang di 0821-2121-9692.

Air Baku Batanghari Jadi Tantangan

Penurunan debit Sungai Batanghari menjadi salah satu persoalan utama yang harus dihadapi selama musim kemarau.

Kondisi tersebut semakin kompleks karena air baku mengalami peningkatan kekeruhan.

Perubahan kondisi air baku berpengaruh terhadap proses pengolahan di instalasi.

Karena itu, Tirta Mayang melakukan penyesuaian operasional untuk memastikan air yang diproduksi tetap memenuhi standar kualitas pelayanan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan pihaknya memahami gangguan pelayanan dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.

“Kami memahami kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan. Oleh karena itu, kami mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar pelayanan berjalan optimal,” ujar Arianto.

Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau dan menyediakan persediaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Imbauan tersebut menjadi penting mengingat kondisi air baku masih sangat bergantung pada perkembangan cuaca dalam beberapa waktu ke depan.

Tirta Mayang Bentuk Tim Khusus

Untuk menghadapi ancaman gangguan pelayanan selama musim kemarau, Tirta Mayang telah membentuk Tim Kesiapsiagaan dan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi Kering.

Tim tersebut memiliki sejumlah tugas, mulai dari memantau kondisi air baku Sungai Batanghari hingga memastikan distribusi air kepada pelanggan tetap berjalan.

Ada lima fokus utama yang menjadi tanggung jawab tim, yakni:

  1. Memantau kondisi air baku Sungai Batanghari secara berkala.
  2. Menjaga pendistribusian air bersih melalui jaringan perpipaan.
  3. Merespons laporan pengaduan pelanggan sekaligus memberikan informasi terkait kondisi pelayanan.
  4. Memastikan operasional instalasi pengolahan air dan intake tetap berjalan.
  5. Menyalurkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki kepada pelanggan di wilayah terdampak.

Langkah tersebut menunjukkan gangguan distribusi tidak hanya ditangani setelah terjadi, tetapi juga melalui pemantauan kondisi air baku dan kesiapsiagaan operasional.

Pelanggan Diminta Tidak Menunggu Kondisi Memburuk

Tirta Mayang mengingatkan pelanggan untuk mulai mengantisipasi kebutuhan air selama musim kemarau.

Masyarakat diminta menggunakan air secara efisien dan menyiapkan cadangan apabila berada di wilayah yang rawan mengalami penurunan tekanan atau gangguan distribusi.

Bagi pelanggan yang mengalami air tidak mengalir lebih dari 24 jam, layanan mobil tangki gratis dapat dimanfaatkan dengan menyampaikan laporan kepada Tirta Mayang.

Dengan langkah tersebut, perusahaan berharap kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat dipenuhi meski kondisi air baku Sungai Batanghari mengalami tekanan akibat musim kemarau.(*)




Daftar Lengkap Wilayah Terdampak Gangguan Air Tirta Mayang Jambi hingga September

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ribuan pelanggan Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi harus menghadapi pengurangan jam pelayanan air bersih selama musim kemarau.

Sebanyak 5.300 sambungan rumah (SR) di sejumlah wilayah terdampak akibat menurunnya kualitas air baku Sungai Batanghari yang mengalami peningkatan kekeruhan.

Gangguan pelayanan ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026, mengikuti kondisi musim kemarau dan perubahan kualitas sumber air baku.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan penyesuaian pelayanan dilakukan karena pihaknya harus menjaga kualitas air yang diproduksi agar tetap memenuhi standar air minum.

“Kami mengurangi debit produksi agar proses pengolahan tetap menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas. Kalau dipaksakan normal saat kondisi air baku keruh, kualitas air yang dihasilkan bisa terganggu,” ujar Arianto.

Saat ini, pengurangan produksi air bersih dilakukan sekitar 20 persen.

Sebelumnya, ketika tingkat kekeruhan belum terlalu tinggi, pengurangan produksi hanya berada di angka 10 persen.

Akibat penyesuaian tersebut, sejumlah wilayah yang mendapatkan suplai dari IPA Broni dan IPA Tanjung Sari mengalami pengurangan jam distribusi air.

Berikut daftar wilayah yang terdampak:

  • Kelurahan Bakung Jaya
  • Takang Bakung
  • Wijayapura
  • Thehok
  • Pasir Putih
  • Simpang III Sipin
  • Sukakarya
  • Kebun Handil
  • Handil Jaya
  • Jelutung
  • Cempaka Putih
  • Beliung
  • Danau Sipin
  • Solok Sipin
  • Sungai Putri
  • Selamat
  • Legok
  • Telanaipura

Arianto menjelaskan, kondisi Sungai Batanghari saat ini masih berada pada status normal hingga waspada.

Namun, perubahan karakter air sungai selama musim kemarau membuat tingkat kekeruhan dapat meningkat sewaktu-waktu.

“Karakter Sungai Batanghari sangat dinamis. Saat musim kemarau panjang, perubahan debit dan tingkat kekeruhan bisa terjadi dengan cepat,” katanya.

Untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan suplai, Perumdam Tirta Mayang telah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis ke sejumlah lokasi terdampak.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pompa bergerak atau mobile pump serta melakukan pemasangan pipa intake untuk menjaga ketersediaan air baku selama musim kemarau.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan. Langkah ini dilakukan agar air yang sampai ke masyarakat tetap terjaga kualitasnya,” ujar Arianto.

Perumdam Tirta Mayang mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar menggunakan air secara bijak selama kondisi musim kemarau berlangsung.

Pemantauan terhadap kondisi Sungai Batanghari juga terus dilakukan agar pelayanan dapat kembali normal ketika kualitas air baku membaik.(*)




Air Sungai Batanghari Keruh, Tirta Mayang Kurangi Produksi Air Bersih hingga September

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi mengurangi produksi air bersih hingga 20 persen akibat meningkatnya tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari selama musim kemarau.

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kualitas air agar tetap memenuhi standar air minum yang diterima pelanggan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan pengurangan produksi menjadi langkah antisipasi karena kondisi air baku saat ini mengalami tingkat kekeruhan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

Menurutnya, jika produksi tetap dipaksakan pada kapasitas maksimal, proses pengolahan air berisiko menghasilkan kualitas yang tidak sesuai standar.

“Analogi sederhananya seperti membuat kopi. Kalau airnya terlalu sedikit atau terlalu keruh, hasilnya tidak sesuai. Karena itu kami mengurangi debit produksi agar proses pengolahan tetap menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas,” ujar Arianto.

Ia menjelaskan, sebelumnya Perumdam Tirta Mayang hanya melakukan pengurangan produksi sekitar 10 persen ketika tingkat kekeruhan mulai meningkat.

Namun, kondisi terbaru membuat penyesuaian harus ditingkatkan menjadi sekitar 20 persen.

Dampak dari pengurangan produksi tersebut mulai dirasakan pelanggan, terutama masyarakat yang mendapat suplai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni dan IPA Tanjung Sari.

Tercatat sekitar 5.300 sambungan rumah (SR) terdampak akibat berkurangnya jam pelayanan.

Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026, mengikuti perkembangan musim kemarau dan kondisi sumber air baku.

Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Bakung Jaya, Takang Bakung, Wijayapura, Thehok, Pasir Putih, Simpang III Sipin, Sukakarya, Kebun Handil, Handil Jaya, Jelutung, Cempaka Putih, Beliung, Danau Sipin, Solok Sipin, Sungai Putri, Selamat, Legok, dan Telanaipura.

Arianto menyebut kondisi Sungai Batanghari saat ini masih berada pada level normal hingga waspada.

Namun, karakter sungai yang dinamis membuat tingkat kekeruhan dapat berubah cepat, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.

Untuk mengurangi dampak terhadap pelanggan, Perumdam Tirta Mayang menyiapkan sejumlah langkah darurat.

Salah satunya dengan menyediakan layanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis bagi wilayah yang mengalami gangguan pelayanan.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pompa bergerak atau mobile pump yang dapat menyesuaikan perubahan tinggi muka air sungai.

Perumdam juga melakukan pemasangan pipa intake sebagai upaya menjaga keberlangsungan pasokan air baku.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Langkah ini kami lakukan agar kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga,” kata Arianto.

Ia memastikan biaya pengolahan air untuk mengatasi peningkatan kekeruhan masih berada dalam kondisi normal.

Proses pengolahan mulai dari penyaringan air baku hingga distribusi tetap dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku.

Perumdam Tirta Mayang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, sekaligus memastikan perusahaan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Batanghari agar pelayanan dapat kembali normal ketika kondisi air baku membaik.(*)




Musim Kemarau Mengancam Debit Air, Tirta Mayang Jambi Siapkan Pompa Cadangan dan Mobil Tangki Gratis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mayang Kota Jambi mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi memengaruhi distribusi air bersih kepada pelanggan.

Selain mempercepat penanganan kebocoran jaringan, perusahaan daerah penyedia layanan air minum tersebut menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pasokan tetap berjalan, mulai dari pengerukan sedimentasi sumber air baku hingga penyediaan pompa fleksibel dan mobil tangki.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dengan mempercepat respons terhadap setiap laporan pelanggan.

“Kami berkomitmen merespons setiap keluhan pelanggan secara cepat, dari air yang tidak mengalir, kebocoran pipa hingga kondisi air yang keruh,” ujar Arianto.

Setiap laporan yang masuk, kata dia, langsung ditindaklanjuti dengan mengirim petugas ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan perbaikan.

Debit Air Baku Jadi Perhatian Utama

Menghadapi potensi penurunan debit air akibat musim kemarau, Tirta Mayang telah melakukan sejumlah langkah teknis untuk menjaga kapasitas produksi air bersih.

Salah satunya dengan melakukan pengerukan sedimentasi di sekitar intake atau lokasi penyadapan air baku.

Langkah tersebut dilakukan agar aliran air menuju instalasi pengolahan tetap optimal.

“Kami sedang menyiapkan pompa fleksibel untuk mendukung distribusi air apabila debit air baku mengalami penurunan,” kata Arianto.

Selain itu, Tirta Mayang juga menyiagakan armada mobil tangki yang nantinya dapat digunakan untuk mendistribusikan air bersih secara gratis kepada pelanggan apabila terjadi gangguan pelayanan akibat kondisi kemarau.

Sejumlah Wilayah Diprediksi Alami Penurunan Tekanan

Arianto menjelaskan, beberapa wilayah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan air berada di kawasan Jambi Timur, Paal Merah, ujung Pelayangan, serta wilayah Mayang bagian barat.

Namun, kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan penghentian distribusi air secara menyeluruh.

Menurutnya, jika diperlukan, pihaknya hanya akan melakukan penyesuaian waktu pengaliran agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan pasokan air.

“Kami hanya melakukan penyesuaian jam pengaliran dari delapan jam menjadi enam jam per hari dengan pembagian jadwal siang dan malam agar pasokan air tetap menjangkau seluruh pelanggan,” jelasnya.

Pemkot Minta Pelayanan Terus Diperkuat

Sekretaris Daerah Kota Jambi, A Ridwan, meminta Perumda Tirta Mayang terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan distribusi air bersih.

Ia mendorong perusahaan daerah tersebut mempercepat penanganan kebocoran pipa, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan kecepatan respons terhadap pengaduan masyarakat.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Tirta Mayang berharap pelayanan air bersih di Kota Jambi tetap berjalan optimal meskipun menghadapi kondisi musim kemarau.

Bagi pelanggan yang mengalami gangguan seperti air tidak mengalir, air keruh, atau kebocoran pipa, laporan dapat disampaikan melalui layanan WhatsApp pengaduan di nomor 0821-2121-9692 untuk segera ditindaklanjuti petugas.(*)




Apel Pelayanan Tirta Mayang, Dirut Minta Pegawai Kedepankan Empati dan Profesionalisme

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan dengan memperkuat budaya kerja di lingkungan perusahaan.

Melalui Apel Pelayanan yang digelar di Kantor Pusat Broni, Selasa 14 Juli 2026, seluruh pegawai diingatkan agar mengedepankan sikap humanis, responsif, dan profesional saat melayani masyarakat.

Apel dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang, Arianto.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pelayanan publik yang baik tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga ditentukan oleh cara pegawai berkomunikasi, membangun kepercayaan, dan memberikan solusi kepada pelanggan.

Menurut Arianto, setiap pegawai merupakan wajah perusahaan di hadapan masyarakat. Karena itu, sikap ramah, empati, dan kesabaran harus menjadi karakter yang selalu ditunjukkan dalam setiap pelayanan.

“Sebagai individu kita memiliki banyak karakter, tetapi ketika bertemu pelanggan sebagai pelayan publik, karakter kita hanya satu, yaitu sabar dan melayani,” ujar Arianto.

Ia menekankan bahwa kepuasan pelanggan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh pegawai memiliki komitmen yang sama untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Budaya Kerja Profesional Terus Diperkuat

Menurut Arianto, Apel Pelayanan tidak sekadar menjadi agenda rutin perusahaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas.

Melalui kegiatan tersebut, manajemen ingin memastikan setiap insan Perumdam Tirta Mayang memiliki standar pelayanan yang sama dalam memberikan layanan kepada pelanggan di Kota Jambi.

Selain aspek pelayanan, Arianto juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjaga integritas pribadi dengan menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Ia menilai sumber daya manusia yang sehat, disiplin, dan berintegritas menjadi modal utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

“Jangan pernah terlibat penyalahgunaan narkoba. Integritas dan gaya hidup sehat adalah modal utama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Manajemen Perumdam Tirta Mayang berharap komitmen tersebut dapat terus diwujudkan dalam pelayanan sehari-hari sehingga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan daerah penyedia air minum itu semakin meningkat.(*)