Ciri-Ciri Bruntusan di Wajah Mulai Membaik dan Cara Menjaganya

SEPUCUKJAMBI.ID – Bruntusan kerap menjadi keluhan banyak orang karena membuat wajah terasa kasar, tidak rata, dan mengganggu penampilan.

Bintik-bintik kecil yang muncul di permukaan kulit ini bisa disertai kemerahan, rasa gatal, hingga iritasi ringan.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari pori-pori tersumbat, produksi minyak berlebih, reaksi terhadap skincare tertentu, hingga kebersihan kulit yang kurang terjaga.

Kabar baiknya, bruntusan bukan masalah permanen. Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, kondisi kulit umumnya akan menunjukkan tanda-tanda perbaikan secara bertahap.

Mengenali ciri-ciri bruntusan mulai hilang penting agar kamu tahu apakah perawatan yang dilakukan sudah sesuai atau perlu disesuaikan.

Salah satu tanda paling awal yang mudah dirasakan adalah perubahan tekstur kulit. Wajah yang sebelumnya terasa kasar dan tidak rata perlahan menjadi lebih halus saat disentuh.

Ini menandakan sumbatan di pori-pori mulai berkurang dan proses regenerasi kulit berjalan dengan baik.

Selain tekstur, perubahan warna kulit juga menjadi indikator penting. Bruntusan sering memicu peradangan ringan yang membuat area tertentu tampak kemerahan.

Ketika kondisi mulai membaik, kemerahan tersebut perlahan memudar dan warna kulit terlihat lebih merata.

Ukuran dan jumlah bruntusan juga biasanya berkurang. Bintik-bintik kecil tidak lagi menonjol, terasa lebih rata, dan tidak sebanyak sebelumnya.

Pada tahap ini, rasa gatal, perih, atau tidak nyaman yang sempat muncul umumnya ikut menghilang.

Tanda lain yang sering luput diperhatikan adalah keseimbangan minyak wajah. Saat kulit mulai pulih, produksi minyak menjadi lebih stabil tidak terlalu berminyak, tetapi juga tidak terasa kering.

Kondisi ini membantu menjaga kelembapan alami kulit sekaligus mencegah pori-pori kembali tersumbat.

Dari segi tampilan, wajah biasanya terlihat lebih segar dan cerah. Kulit tidak lagi tampak kusam karena sel kulit mati yang menumpuk mulai tergantikan oleh sel kulit baru yang lebih sehat.

Make up pun cenderung lebih menempel dengan baik.

Meski sudah terlihat tanda-tanda membaik, perawatan tetap perlu dijaga. Hindari terlalu sering mengganti produk skincare karena bisa memicu iritasi baru.

Membersihkan wajah dengan lembut, menggunakan pelembap sesuai jenis kulit, serta rutin memakai tabir surya di siang hari sangat membantu menjaga kondisi kulit tetap stabil.

Faktor kebiasaan sehari-hari juga berperan besar.

Menjaga kebersihan sarung bantal dan handuk, tidak terlalu sering menyentuh wajah, serta mencukupi kebutuhan cairan dapat mendukung pemulihan kulit dari dalam.

Pada akhirnya, proses menghilangkan bruntusan memang membutuhkan waktu dan kesabaran.

Selama kulit menunjukkan tanda-tanda positif tanpa keluhan baru, itu berarti perawatan sudah berada di jalur yang tepat.

Namun, jika bruntusan tak kunjung membaik atau justru semakin parah, berkonsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah yang bijak.(*)




Bukan Karena Skincare Mahal, Ini Penyebab Kulit Sering Bermasalah

SEPUCUKJAMBI.ID – Kulit yang tiba-tiba terasa kasar, muncul bintik kecil, atau tampak kusam sering kali memicu kepanikan.

Banyak orang langsung mengira ada masalah besar pada kulit.

Padahal, kondisi kulit yang mendadak “rewel” tidak selalu disebabkan oleh satu faktor utama.

Justru, kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele kerap menjadi pemicunya.

Salah satu kebiasaan paling umum adalah terlalu sering menyentuh wajah.

Tangan yang digunakan untuk memegang ponsel, keyboard, atau benda lain menyimpan banyak kotoran dan bakteri.

Saat wajah disentuh berulang kali, kotoran tersebut dapat berpindah ke kulit dan menyumbat pori-pori, sehingga memicu bruntusan dan jerawat.

Penggunaan produk skincare yang berlebihan juga sering menjadi penyebab masalah kulit. Banyak orang tergoda mencoba berbagai produk sekaligus demi hasil instan.

Padahal, kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Terlalu banyak bahan aktif dalam satu waktu justru bisa memicu iritasi, kemerahan, hingga tekstur kulit yang tidak merata.

Cara membersihkan wajah yang kurang tepat pun sering luput dari perhatian.

Mencuci wajah terlalu sering atau menggosok kulit terlalu keras dapat merusak lapisan pelindung alami kulit.

Akibatnya, kulit menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami masalah. Membersihkan wajah dengan lembut dan sesuai kebutuhan justru lebih efektif untuk menjaga kesehatan kulit.

Selain itu, kebersihan benda yang sering bersentuhan dengan wajah juga berperan besar.

Sarung bantal, handuk, kuas makeup, hingga layar ponsel dapat menjadi tempat menumpuknya minyak dan bakteri.

Jika jarang dibersihkan, kotoran tersebut dapat berpindah ke kulit dan memperburuk kondisi wajah.

Pola hidup turut memengaruhi kesehatan kulit. Kurang tidur, stres berkepanjangan, serta kurangnya asupan cairan dapat mengganggu proses regenerasi kulit.

Saat tubuh kelelahan, kulit akan terlihat lebih kusam dan mudah mengalami masalah.

Untuk menjaga kulit tetap sehat dan stabil, kunci utamanya adalah konsistensi dan kesederhanaan.

Gunakan produk sesuai kebutuhan, beri waktu kulit untuk beradaptasi, serta perhatikan kebiasaan kecil yang sering diabaikan.

Membersihkan wajah dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan sekitar, dan cukup beristirahat dapat memberikan dampak besar bagi kondisi kulit.

Pada akhirnya, kulit yang sehat tidak selalu berasal dari perawatan mahal atau rutinitas rumit.

Dengan memahami kebiasaan sehari-hari dan memperlakukannya secara lebih bijak, kulit dapat kembali terasa nyaman dan tampak segar secara alami.(*)