Lonjakan Kendaraan Saat Arus Balik, Ini Imbauan Penting dari Polda Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menghadapi lonjakan arus balik Lebaran 2026, Polda Jambi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan kembali ke tempat aktivitas.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Erlan Munaji.

Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi faktor utama dalam menekan risiko kecelakaan di tengah meningkatnya volume kendaraan.

Menurutnya, kondisi fisik pengemudi harus benar-benar diperhatikan sebelum melakukan perjalanan jauh. Pengendara juga diminta tidak memaksakan diri jika mengalami kelelahan atau mengantuk.

“Keselamatan adalah hal utama. Jika lelah, sebaiknya beristirahat di posko atau rest area yang telah disediakan,” ujarnya.

Selain faktor pengemudi, kesiapan kendaraan juga menjadi perhatian penting. Masyarakat diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima guna menghindari kendala teknis di jalan.

Polda Jambi memprediksi arus balik tahun ini akan mengalami peningkatan signifikan. Oleh karena itu, pengendara diimbau untuk tetap sabar, menjaga jarak aman, serta menghindari perilaku berkendara yang berisiko.

Tak hanya itu, masyarakat juga diingatkan untuk merencanakan perjalanan secara matang, termasuk mengikuti rekayasa lalu lintas yang diterapkan di sejumlah titik rawan kemacetan.

Pemanfaatan kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.

Selain pemudik, imbauan serupa juga ditujukan kepada masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata. Kewaspadaan tetap diperlukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Dalam rangka mendukung kelancaran arus balik, aparat gabungan dari kepolisian, dinas perhubungan, dan instansi terkait telah disiagakan di berbagai titik strategis.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau menghadapi kondisi darurat, dapat menghubungi layanan kepolisian melalui call center 110 yang aktif selama 24 jam.

Melalui langkah ini, kepolisian berkomitmen memastikan arus balik Lebaran 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat.(*)




Rumah Ditinggal Mudik? Ini Daftar Alat Elektronik yang Harus Dicabut

SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang mudik Lebaran, banyak orang sibuk menyiapkan tiket perjalanan, kendaraan, hingga barang bawaan.

Namun, ada satu hal penting yang kerap terlewat, yaitu memastikan kondisi rumah tetap aman saat ditinggal dalam waktu lama.

Salah satu langkah sederhana namun krusial adalah mencabut peralatan listrik dari stopkontak sebelum berangkat.

Cara ini efektif untuk mengurangi risiko korsleting, kebakaran, hingga pemborosan energi selama rumah kosong.

Perlu diketahui, beberapa perangkat elektronik masih tetap mengonsumsi listrik meski dalam kondisi mati.

Fenomena ini dikenal sebagai Phantom Power atau konsumsi daya tersembunyi.

Berikut sejumlah perangkat yang sebaiknya dicabut sebelum Anda mudik:

1. Televisi

Televisi sering dibiarkan dalam kondisi standby. Padahal, perangkat ini tetap menyedot listrik dan berisiko rusak jika terjadi lonjakan arus saat rumah kosong.

2. Mesin cuci

Selain faktor listrik, mesin cuci juga terhubung dengan saluran air. Mencabutnya bisa mencegah potensi kerusakan atau kebocoran selama ditinggal.

3. Microwave

Meski hanya menampilkan jam digital, microwave tetap menggunakan listrik. Mencabutnya bisa membantu menghemat energi.

4. Rice cooker

Perangkat ini memiliki elemen pemanas yang berpotensi menimbulkan risiko jika terjadi gangguan listrik. Karena itu, sebaiknya tidak dibiarkan terhubung saat rumah kosong.

5. Dispenser

Dispenser termasuk perangkat dengan konsumsi listrik cukup besar karena berfungsi memanaskan atau mendinginkan air. Melepasnya dari listrik dapat mengurangi risiko sekaligus menghemat energi.

Meski demikian, tidak semua perangkat perlu dicabut. Beberapa alat seperti kulkas justru harus tetap menyala agar makanan tidak rusak.

Para ahli juga menyarankan agar perangkat dapur kecil, televisi, hingga komputer dimatikan atau dicabut guna meminimalkan risiko kebakaran dan lonjakan listrik.

Dengan melakukan pengecekan sederhana sebelum mudik, Anda bisa meninggalkan rumah dengan lebih tenang. Selain menjaga keamanan, langkah ini juga membantu menghemat listrik selama rumah kosong.(*)




Cek Persyaratan Mudik Gratis Lebaran 2026 di Jambi, Tujuan Pulau Jawa dan Sumbar!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi menghadirkan kabar gembira untuk masyarakat yang ingin mudik Lebaran tanpa biaya: program Mudik Gratis Lebaran 2026.

Program ini digagas oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jambi sebagai bentuk pelayanan publik agar masyarakat dapat mudik dengan aman, nyaman, dan tertib.

Tahap awal, Pemprov Jambi menyiapkan dua unit bus besar untuk tujuan Pulau Jawa, yang dipastikan laik jalan dan aman digunakan.

Kepala Bidang Perhubungan Darat dan Perkeretaapian, Faizal Reza, menyebut bahwa dukungan dari BUMN dan pihak swasta kemungkinan akan menambah jumlah armada.

  • Setiap bus besar dapat menampung sekitar 40 penumpang, total 80 orang untuk dua bus.

  • Untuk rute dalam Provinsi Jambi disiapkan tiga bus kecil, sedangkan rute ke Sumatera Barat tersedia dua bus kecil.

Program mudik gratis dijadwalkan diluncurkan pada pekan kedua sebelum Idul Fitri 2026, masyarakat diimbau memantau informasi resmi agar tidak ketinggalan pendaftaran.

Rute Mudik Gratis

Tujuan Pulau Jawa

Rute bus akan melewati:

  • Tangerang, Jakarta

  • Jalur Pantura

  • Solo Raya (Jawa Tengah)

  • Berakhir di wilayah Jawa Timur

Dishub Provinsi Jambi masih memfinalisasi titik kota transit dan tujuan akhir agar pemudik memperoleh kepastian rute perjalanan.

Tujuan Sumatera Barat

Disediakan dua armada bus kecil untuk melayani masyarakat yang ingin mudik ke provinsi tetangga.

Cara Daftar Mudik Gratis

Pendaftaran dilakukan online melalui situs resmi Dishub Provinsi Jambi dengan syarat:

  • Memiliki KTP Jambi

  • Mengisi dan melampirkan data tujuan mudik

  • Karena kuota terbatas, disarankan mendaftar lebih awal sebelum kursi terisi

Langkah Antisipatif Kelancaran Mudik

Pemerintah juga menyiapkan kebijakan untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik:

  • Pembatasan operasional angkutan barang mulai 7 hari sebelum hingga 7 hari setelah Idul Fitri

  • Tujuan: mengurangi kepadatan kendaraan dan meminimalkan risiko kecelakaan

Program mudik gratis ini tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga menjadi strategi untuk menekan angka kecelakaan, mengurangi kemacetan, dan memastikan perjalanan aman serta nyaman.(*)