Telur Rebus Tahan Berapa Hari di Lemari Es? Simak Panduannya

SEPUCUKJAMBI.ID – Telur rebus populer karena praktis, bergizi, dan mudah disiapkan. Banyak orang merebus beberapa butir sekaligus untuk stok sarapan atau camilan sehat.

Namun, pertanyaan penting muncul: berapa lama telur rebus aman disimpan di kulkas?

Secara umum, telur rebus yang disimpan di lemari pendingin tetap aman hingga sekitar satu minggu.

Kunci utamanya adalah penyimpanan yang tepat sejak awal. Setelah direbus, biarkan telur dingin terlebih dahulu, kemudian segera masukkan ke kulkas.

Jangan biarkan telur berada terlalu lama di suhu ruang karena dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.

Telur Rebus Masih Berkulit vs Telur Kupas

  • Telur berkulit: Lebih tahan lama karena kulit berfungsi sebagai pelindung alami dari udara dan bakteri. Bisa bertahan hingga 7 hari.

  • Telur yang sudah dikupas: Masa simpannya lebih singkat, hanya sekitar 2–3 hari karena permukaan terbuka lebih mudah terkontaminasi.

Tanda Telur Rebus Sudah Tidak Layak Dikonsumsi

Telur rebus yang rusak biasanya menunjukkan ciri-ciri berikut:

  • Bau tidak sedap atau busuk

  • Tekstur berlendir

  • Perubahan warna pada bagian putih atau kuning telur

Jika menemukan tanda-tanda ini, segera buang telur untuk mencegah keracunan makanan.

Tips Penyimpanan Telur Rebus yang Aman

  1. Gunakan wadah tertutup untuk menghindari telur menyerap aroma makanan lain di kulkas.

  2. Simpan di rak dalam kulkas, bukan di pintu, karena suhu di pintu lebih tidak stabil akibat sering dibuka-tutup.

  3. Labeli tanggal penyimpanan untuk memudahkan mengetahui kapan telur direbus.

  4. Jika memungkinkan, tinggalkan kulit telur sampai siap dikonsumsi untuk daya tahan lebih lama.

Menyimpan telur rebus dengan benar menjaga rasa, tekstur, dan keamanan makanan. Dengan tips sederhana ini, kamu bisa menyiapkan stok sarapan atau camilan sehat tanpa khawatir kualitasnya menurun.(*)




Jangan Panik, Begini Cara Meredakan Tangan Perih Akibat Cabai

SEPUCUKJAMBI.ID – Mengolah cabai memang membuat masakan semakin nikmat, tetapi sensasi panas di tangan setelahnya sering kali mengganggu.

Rasa perih seperti terbakar ini disebabkan oleh capsaicin, senyawa aktif pada cabai yang menempel kuat di kulit dan merangsang saraf, sehingga menimbulkan sensasi panas berkepanjangan.

Meski umumnya akan hilang dengan sendirinya, ada sejumlah cara sederhana dan efektif yang bisa dilakukan agar rasa panas di tangan cepat mereda dan aktivitas kembali nyaman.

Pertama, segera bilas tangan dengan air mengalir.

Membilas tangan di bawah air mengalir membantu mengurangi sisa capsaicin yang masih menempel di kulit.

Pastikan membersihkan sela-sela jari dan area bawah kuku agar zat pedas tidak berpindah ke bagian tubuh lain, seperti mata atau wajah.

Kedua, gunakan sabun pencuci piring atau minyak.

Capsaicin bersifat berminyak, sehingga sabun pencuci piring yang diformulasikan untuk mengangkat minyak lebih efektif dibanding sabun biasa.

Jika rasa panas masih terasa, oleskan minyak goreng atau minyak zaitun terlebih dahulu sebelum mencuci tangan.

Minyak membantu melarutkan capsaicin dengan lebih optimal.

Ketiga, manfaatkan kompres dingin.

Kompres es atau air dingin dapat menenangkan saraf kulit yang teriritasi.

Tempelkan kompres pada tangan selama 10–15 menit untuk mengurangi sensasi panas dan mencegah iritasi berlanjut, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

Keempat, oleskan gel lidah buaya.

Lidah buaya memiliki efek menenangkan alami yang efektif meredakan iritasi kulit.

Mengoleskan gel lidah buaya segar atau produk berbahan aloe vera dapat memberikan sensasi sejuk sekaligus membantu pemulihan kulit.

Kelima, gunakan krim pelembap atau krim medis bila perlu.

Jika tangan terasa kering atau kemerahan setelah terpapar cabai, gunakan krim pelembap tanpa pewangi.

Untuk iritasi yang lebih parah, konsultasi dengan dokter mungkin diperlukan agar mendapatkan krim kortikosteroid guna meredakan peradangan.

Dengan langkah-langkah sederhana ini, sensasi panas akibat cabai bisa diatasi lebih cepat tanpa harus menunggu lama.(*)