Zidane Kembali! Legenda Prancis Segera Tangani Les Bleus usai Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Penantian panjang para pendukung Timnas Prancis tampaknya segera berakhir.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dijadwalkan mengumumkan pelatih baru Les Bleus pada Selasa, 28 Juli 2026, dan seluruh perhatian mengarah kepada Zinedine Zidane sebagai sosok yang akan memimpin tim nasional tersebut.

Sejumlah media Prancis, termasuk RMC Sport, melaporkan bahwa Zidane telah menyepakati kontrak untuk menangani Timnas Prancis.

Meski demikian, beberapa detail terkait susunan staf pelatih masih dalam tahap penyelesaian sebelum pengumuman resmi dilakukan.

FFF sendiri telah memastikan Presiden Philippe Diallo akan menggelar konferensi pers setelah rapat Komite Eksekutif pada Selasa waktu setempat untuk memperkenalkan pelatih baru Timnas Prancis.

Meski nama Zidane belum disebut secara resmi, berbagai laporan menyebut mantan pelatih Real Madrid itu menjadi kandidat yang akan diperkenalkan kepada publik.

Penunjukan Zidane akan mengakhiri spekulasi yang berlangsung sejak ia meninggalkan Real Madrid pada 2021.

Selama beberapa tahun terakhir, legenda sepak bola Prancis itu memang terus dikaitkan dengan kursi pelatih tim nasional.

Mengakhiri Era 14 Tahun Didier Deschamps

Zidane diproyeksikan menggantikan Didier Deschamps, yang mengakhiri masa kepemimpinannya setelah Prancis menuntaskan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Selama 14 tahun menangani Les Bleus, Deschamps sukses membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League 2020-2021.

Ia juga mengantar timnya menjadi finalis Euro 2016 dan Piala Dunia 2022, menjadikannya salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Prancis.

Debut Zidane Diperkirakan di UEFA Nations League

Jika resmi diumumkan sesuai jadwal, Zidane tidak akan memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Timnas Prancis sudah ditunggu agenda padat UEFA Nations League mulai akhir September.

Laga perdana Zidane diperkirakan berlangsung pada 25 September menghadapi Turki.

Setelah itu, Prancis akan bertandang ke markas Belgia, sebelum menjamu Italia pada 2 Oktober dan kembali menghadapi Belgia pada 5 Oktober.

Bagi Zidane, penunjukan ini menjadi babak baru dalam karier kepelatihannya setelah lima tahun tidak menangani tim sejak mengakhiri periode keduanya bersama Real Madrid.

Kini, legenda yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 sebagai pemain itu bersiap menghadapi tantangan baru dengan target mengembalikan Les Bleus ke puncak sepak bola dunia.(*)




Rahasia Selebrasi Fabian Ruiz Terungkap, Gol ke Gawang Belgia Dipersembahkan untuk Sang Anak

SEPUCUKJAMBI.ID – Fabian Ruiz menjadi salah satu aktor utama di balik kemenangan dramatis Timnas Spanyol atas Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026.

Gelandang berusia 30 tahun itu tak hanya membuka keunggulan La Furia Roja, tetapi juga mengungkap makna emosional di balik selebrasi golnya yang mencuri perhatian.

Ruiz dipercaya tampil sejak menit pertama oleh pelatih Luis De La Fuente dalam laga krusial tersebut.

Kepercayaan itu dijawab dengan performa impresif, termasuk gol pembuka yang membawa Spanyol mengendalikan jalannya pertandingan sebelum akhirnya menang 2-1 dan mengamankan tiket semifinal.

Usai pertandingan, Ruiz mengaku dirinya selalu mempersiapkan diri untuk setiap keputusan pelatih.

Karena itu, ketika namanya masuk dalam susunan pemain utama, ia bertekad memberikan kontribusi maksimal bagi tim.

“Pelatih baru mengumumkan susunan pemain beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Saya selalu mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan,” ujar Ruiz kepada DAZN.

Menurut pemain yang memperkuat Paris Saint-Germain itu, dirinya tidak menerima instruksi khusus dari Luis De La Fuente.

Ia hanya menjalankan skema yang selama ini telah dipersiapkan dalam sesi latihan bersama tim nasional.

“Hari ini saya mendapat kesempatan menjadi starter dan saya selalu siap melakukan apa pun yang dibutuhkan tim. Saya senang bisa mendapatkan menit bermain dan membantu tim meraih kemenangan,” katanya.

Selepas mencetak gol, Ruiz melakukan selebrasi dengan memasukkan bola ke dalam jersey sambil mengisap ibu jarinya.

Aksi tersebut langsung menjadi perhatian publik karena dianggap memiliki makna khusus.

Ruiz kemudian mengonfirmasi bahwa selebrasi tersebut dipersembahkan untuk calon buah hatinya yang saat ini masih berada dalam kandungan sang istri.

Ia mengaku telah lama berharap bisa mencetak gol di Piala Dunia untuk menghadiahkan momen spesial bagi keluarganya.

“Saya memang sangat ingin mencetak gol agar bisa mendedikasikannya untuk istri saya dan calon buah hati kami. Istri saya dan seluruh keluarga sangat bahagia sekaligus terharu,” ungkap Ruiz.

Gol tersebut menjadi salah satu momen emosional dalam perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026.

Selain mengantar La Furia Roja membuka keunggulan, gol itu juga memiliki nilai pribadi yang begitu besar bagi sang gelandang.

Kini fokus Ruiz dan rekan-rekannya beralih ke babak semifinal.

Tantangan yang menanti tidak ringan karena Spanyol akan menghadapi Prancis dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dengan performa yang terus meningkat, Ruiz diharapkan kembali menjadi salah satu motor permainan La Furia Roja dalam upaya merebut tiket menuju partai final.(*)




Mbappe Salip Messi, Perburuan Sepatu Emas Makin Sengit

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan memperebutkan gelar top skor atau Sepatu Emas Piala Dunia 2026 semakin menarik memasuki babak perempat final.

Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, kini menjadi pemain paling produktif setelah kembali menambah koleksi golnya bersama Les Bleus.

Sejak fase grup dimulai, daftar pencetak gol terbanyak terus mengalami perubahan.

Tingginya produktivitas para penyerang membuat edisi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu turnamen dengan persaingan top skor paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum pertandingan perempat final digelar, Lionel Messi masih berada di posisi teratas daftar pencetak gol, ditempel ketat oleh Kylian Mbappe dan Erling Haaland.

Namun, hasil laga Prancis kontra Maroko pada Jumat (10/7/2026) mengubah peta persaingan.

Mbappe sukses mencetak satu gol dalam kemenangan 2-0 atas Maroko sekaligus membawa Prancis melangkah ke babak semifinal.

Tambahan satu gol tersebut membuat koleksi gol Mbappe kini mencapai delapan sepanjang Piala Dunia 2026.

Jumlah tersebut mengantarkannya ke puncak daftar top skor sementara dan membuat persaingan Sepatu Emas semakin terbuka.

Sebenarnya, Mbappe berpeluang menambah pundi-pundi gol lebih banyak pada pertandingan tersebut.

Ia sempat mendapatkan hadiah penalti di babak pertama, tetapi eksekusinya berhasil digagalkan kiper Maroko, Yassine Bounou.

Meski demikian, peluang pemain berusia 27 tahun itu untuk memperlebar jarak masih terbuka lebar karena Prancis telah memastikan tempat di semifinal.

Di sisi lain, persaingan belum berakhir. Lionel Messi bersama Argentina dan Erling Haaland yang memimpin lini depan Norwegia masih memiliki kesempatan menambah koleksi gol mereka pada laga perempat final masing-masing.

Argentina dijadwalkan menghadapi Kolombia, sedangkan Norwegia akan berduel melawan Inggris. Hasil kedua pertandingan tersebut diprediksi kembali mengubah klasemen pencetak gol terbanyak.

Menariknya, jika produktivitas para penyerang terus berlanjut hingga partai final, rekor legenda Prancis Just Fontaine sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia, yakni 13 gol, berpeluang dipatahkan pada turnamen tahun ini.

Sementara itu, Mbappe kini mengalihkan fokusnya untuk mempersiapkan kondisi fisik jelang semifinal.

Prancis masih menunggu lawan berikutnya yang akan ditentukan melalui pertandingan Spanyol melawan Belgia yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) dini hari.(*)




Prancis Tampil Dominan, Kalahkan Maroko 2-0 untuk Rebut Tiket Semifinal

SEPUCUKJAMBI.ID – Prancis memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Maroko dengan skor meyakinkan 2-0 pada pertandingan perempat final yang berlangsung di Boston Stadium.

Kemenangan Les Bleus ditentukan melalui gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele pada babak kedua.

Hasil tersebut sekaligus menjadikan Prancis sebagai tim pertama yang mengamankan tiket ke empat besar.

Selanjutnya, skuad asuhan Didier Deschamps akan menghadapi pemenang duel Spanyol kontra Belgia.

Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya pertandingan.

Baru empat menit laga berjalan, Dayot Upamecano hampir membawa timnya unggul, tetapi peluang emasnya masih mampu digagalkan oleh penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou.

Tekanan Prancis terus berlanjut sepanjang babak pertama. Namun rapatnya lini pertahanan Maroko membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Kesempatan emas datang pada menit ke-25 setelah Kylian Mbappe dilanggar Noussair Mazraoui di dalam kotak penalti.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Sayangnya, eksekusi Mbappe berhasil dibaca dengan baik oleh Bounou yang melakukan penyelamatan gemilang sehingga skor tetap imbang tanpa gol.

Meski gagal memanfaatkan penalti, Prancis tetap menguasai permainan. Maroko lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan serangan.

Menjelang turun minum, Lucas Digne hampir memecah kebuntuan melalui tembakan keras yang membentur mistar gawang.

Di sisi lain, peluang terbaik Maroko lahir dari tendangan bebas Achraf Hakimi yang masih melenceng dari sasaran. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Maroko mencoba tampil lebih agresif.

Namun Prancis mampu mengimbangi permainan sehingga pertandingan berlangsung terbuka dengan saling melancarkan serangan.

Pada menit ke-55, Desire Doue menguji refleks Bounou lewat sepakan jarak jauh yang masih berhasil ditepis.

Beberapa menit kemudian, Mbappe kembali memperoleh peluang, tetapi penyelesaiannya melambung di atas mistar.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60.

Mbappe menunjukkan kualitas individunya dengan menggiring bola sebelum melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kiri atas gawang Maroko. Gol spektakuler tersebut membawa Prancis unggul 1-0.

Keunggulan itu membuat Les Bleus semakin percaya diri. Enam menit kemudian, Ousmane Dembele menggandakan keunggulan melalui tendangan mendatar dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan Bounou. Skor berubah menjadi 2-0.

Setelah unggul dua gol, Didier Deschamps melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga keseimbangan tim sekaligus mempertahankan intensitas serangan.

Pergantian tersebut membuat Prancis tetap tampil dominan hingga pertandingan berakhir.

Maroko berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa waktu yang ada, tetapi kokohnya pertahanan Prancis membuat Singa Atlas gagal menciptakan gol balasan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan dan memastikan Prancis melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Prancis (4-2-3-1): Maignan; Digne, Saliba, Upamecano, Kounde; Rabiot, Kone; Doue, Olise, Dembele; Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamps.

Maroko (4-2-3-1): Bounou; Salah-Eddine, Mazraoui, Diop, Hakimi; El Aynaoui, Bouaddi; El Khannouss, Ounahi, Diaz; Talbi.
Pelatih: Mohammed Ouahbi.(*)




Mbappe Borong Dua Gol, Les Bleus Melaju ke 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Prancis memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Swedia pada pertandingan babak 32 besar di MetLife Stadium, Rabu 1 Juli 2026 dini hari WIB.

Kylian Mbappe menjadi sosok utama kemenangan Les Bleus dengan mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-45 dan ke-74.

Satu gol lainnya disumbangkan Bradley Barcola pada awal babak kedua.

Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil alih jalannya pertandingan.

Anak asuh Didier Deschamps terus menekan pertahanan Swedia dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.

Mbappe sebenarnya sempat membobol gawang Swedia pada menit ke-20. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena sang penyerang lebih dahulu berada dalam posisi offside.

Dominasi Prancis terus berlanjut. Mbappe hampir mencetak gol pada menit ke-32, tetapi sepakannya hanya membentur tiang gawang.

Beberapa menit kemudian, tendangan akrobatik Michael Olise juga gagal berbuah gol setelah menghantam mistar.

Gol pembuka akhirnya lahir tepat menjelang turun minum. Berawal dari skema sepak pojok pendek yang melibatkan Michael Olise dan Ousmane Dembele, Mbappe sukses menyelesaikan peluang dengan tendangan akurat yang membawa Prancis unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Les Bleus tidak mengendurkan tekanan. Pada menit ke-53, kesalahan umpan pemain Swedia berhasil dimanfaatkan Aurelien Tchouameni sebelum Michael Olise mengirimkan assist kepada Bradley Barcola yang dengan tenang menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Unggul dua gol membuat Prancis semakin nyaman mengendalikan permainan.

Swedia mencoba keluar dari tekanan, namun rapatnya pertahanan Prancis membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih.

Mbappe kemudian memastikan kemenangan Prancis lewat gol keduanya pada menit ke-74.

Berawal dari umpan terobosan presisi Michael Olise, sang kapten tim berlari menyambut bola sebelum melepaskan tendangan melengkung yang gagal dijangkau penjaga gawang Swedia.

Brace tersebut membuat koleksi gol Mbappe di Piala Dunia 2026 bertambah menjadi enam gol, menyamai perolehan Lionel Messi dalam persaingan perebutan Sepatu Emas turnamen.

Sementara itu, Michael Olise semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin daftar assist dengan torehan lima assist.

Swedia sempat memperoleh peluang emas pada menit ke-89 melalui Viktor Gyokeres. Namun, kiper Mike Maignan tampil sigap dengan menggagalkan tembakan keras penyerang tersebut.

Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 tetap bertahan. Kemenangan ini membawa Prancis melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Paraguay yang sebelumnya secara mengejutkan menyingkirkan Jerman melalui adu penalti.(*)