Transformasi Digital Makin Cepat, Nokia dan Indosat Kembangkan 5G Berbasis AI

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Transformasi digital Indonesia memasuki babak baru. Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi memperkuat kemitraan strategis untuk memodernisasi jaringan seluler nasional melalui pengembangan jaringan 5G berbasis kecerdasan buatan (AI).

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas jaringan, tetapi juga menjadi langkah besar dalam membangun infrastruktur digital masa depan yang mengintegrasikan konektivitas dan kecerdasan buatan dalam satu ekosistem.

Dalam proyek tersebut, Nokia akan menjadi mitra teknologi utama yang mendukung implementasi 5G Radio Access Network (RAN) generasi terbaru di Indonesia, termasuk pemanfaatan spektrum frekuensi rendah dan frekuensi menengah untuk memperluas cakupan layanan.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jaringan, memperkuat kualitas layanan digital, serta memberikan pengalaman internet yang lebih cepat, stabil, dan responsif bagi jutaan pelanggan Indosat di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, jaringan baru tersebut juga dirancang untuk mendukung berbagai layanan masa depan, mulai dari hiburan digital, gaming, layanan publik berbasis teknologi, hingga kebutuhan sektor industri dan korporasi yang semakin bergantung pada konektivitas berkecepatan tinggi.

AI dan 5G Disatukan dalam Satu Ekosistem

Salah satu aspek paling menarik dari kerja sama ini adalah pengembangan teknologi AI-RAN, sebuah konsep yang menggabungkan kecerdasan buatan langsung ke dalam infrastruktur jaringan telekomunikasi.

Dalam proyek ini, Nokia menggandeng NVIDIA untuk mengembangkan platform AI-RAN yang memungkinkan jaringan tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga menjadi infrastruktur komputasi AI yang mampu menjalankan berbagai layanan cerdas secara real-time.

Ketiga perusahaan telah mencatat tonggak awal melalui keberhasilan panggilan AI-RAN pertama yang diperkenalkan pada Mobile World Congress 2026.

Tahap berikutnya adalah pelaksanaan uji coba lapangan di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2026.

Melalui pengembangan tersebut, Nokia juga menyiapkan algoritma AI terbaru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi dan optimalisasi performa jaringan.

Fondasi AI Grid untuk Indonesia

Indosat menyebut pengembangan jaringan 5G dan AI-RAN ini menjadi bagian penting dalam pembangunan AI Grid nasional, yakni infrastruktur yang menghubungkan pusat data AI dengan jaringan telekomunikasi untuk memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan di berbagai sektor.

Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital pada bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, layanan publik, hingga sektor ekonomi digital.

Pengembangan tersebut juga didukung keberadaan AI-RAN Innovation Center di Surabaya dan ekosistem NVIDIA AI Technology Center yang menjadi pusat kolaborasi pengembangan teknologi AI di Indonesia.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi jaringan yang sedang dibangun bertujuan menghadirkan pengalaman digital yang lebih relevan dan berkualitas bagi pelanggan.

Menurutnya, integrasi AI ke dalam jaringan telekomunikasi akan membuka peluang lahirnya inovasi digital baru sekaligus memperkuat upaya pemerataan akses teknologi di Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang mampu meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi masyarakat,” kata Vikram.

Sementara itu, Presiden dan CEO Nokia, Justin Hotard, menilai masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas, kecerdasan buatan, dan efisiensi operasional dalam satu platform.

Menurutnya, investasi pada jaringan berbasis AI akan membuka peluang model bisnis baru sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

Di sisi lain, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, menyebut Indonesia berpotensi menjadi salah satu contoh implementasi AI-RAN terbesar di kawasan.

Ia mengatakan pengembangan tersebut akan menghadirkan jaringan yang tidak hanya menyediakan layanan komunikasi, tetapi juga mampu menjalankan aplikasi berbasis AI secara langsung di dalam infrastruktur telekomunikasi.

Target 80 Persen Jaringan Terjangkau 5G Menengah

Sebagai bagian dari modernisasi jaringan, Nokia akan menerapkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta sistem otomasi jaringan berbasis AI.

Dalam rencana pengembangannya, layanan 5G frekuensi rendah akan diterapkan secara luas di seluruh jaringan Indosat.

Sementara cakupan 5G frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam tiga setengah tahun mendatang.

Selain meningkatkan kualitas layanan, teknologi tersebut juga dirancang untuk menghemat konsumsi energi dan meningkatkan efisiensi operasional sehingga mendukung transformasi digital yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi Nokia, Indosat, dan NVIDIA menjadi salah satu proyek teknologi terbesar yang saat ini dikembangkan di Indonesia.

Proyek ini diyakini akan menjadi fondasi penting dalam mempercepat adopsi AI dan memperluas akses konektivitas digital bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.(*)




Stabilitas Jaringan Jadi Prioritas Utama, IOH Hadir Menjawab Tantangan Digital di Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perubahan perilaku konsumen dalam indsutri telekomunikasi, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi provider-provider selaku penyedia jasa telekomunikasi itu sendiri.

Menyikapi hal itu pula, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) tetap konsisten menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga kualitas layanan yang diberikan kepada para konsumen.

Seperti di antaranya adalah, memastikan jaringan Indosat tetap dalam kondisi stabil, cepat dan tentunya dapat diandalkan demi kenyamanan konsumen maupun pelanggan di seluruh wilayah, termasuk Provinsi Jambi.

Seperti yang dikatakan Syamsul Bahri, selaku Sr Officer-RAN, MW & Fiber Ops & Performance Central Sumatera. IOH selalu memonitoring jaringan selama 24 jam penuh, melalui Command Center yang mereka miliki.

Tentunya, Comand Center ini dilengkapi dengan teknologi mutakhir dan tim teknis yang selalu siaga pula, selama 24 jam penuh tiap harinya.

“Pemantauan ini memungkinkan tim untuk merespon secara cepat jika terjadi gangguan, hingga memastikan layanan tetap optimal kapan pun dibutuhkan,” kata dia, Kamis 11 September 2025.

Lanjut Syamsul Bahri, pihaknya, IOH terus secara berkala mengevaluasi kebutuhan jaringan di tiap-tiap wilayah, termasuk di Provinsi Jambi itu sendiri.

“Setiap rencana perluasan jaringan didasarkan pada analisis lalu lintas data dan kebutuhan spesifik di daerah tersebut,” sebutnya.

Tentu, dengan pendekatan ini, Indosat memastikan bahwa pembangunan infrastruktur, termasuk Base Transceiver Station (BTS), benar-benar tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan secara efektif.

Lebih lanjut, ia mengatakan, IOH dalam hal ini tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis dan kontur wilayah. Namun IOH juga menghadapi tantangan sosial di lapangan.

Sebab, beberapa wilayah menyambut baik kehadiran Indosat, namun ada pula kendala seperti tindakan oknum yang merusak fasilitas jaringan, yang menghambat pembangunan.

“Meski begitu, IOH tetap berkomitmen untuk menjangkau daerah-daerah tersebut dengan solusi yang adaptif dan kolaboratif,” bebernya.

“Jaringan yang sehat dan stabil menjadi prioritas kami. Seperti tubuh manusia, jika tidak sehat maka tidak bisa berfungsi optimal. Begitu juga dengan jaringan—tidak cukup hanya hidup, tapi juga harus benar-benar bisa digunakan dengan baik oleh pelanggan,” jelas Syamsul Bahri.

Sambungnya, melalui evaluasi berkala, pendekatan berbasis kebutuhan lokal, serta sistem monitoring 24/7, IOH menunjukkan keseriusannya dalam menjaga performa jaringan.

“Langkah ini tidak hanya menjadi bagian dari strategi bisnis, tetapi juga wujud tanggung jawab Indosat untuk menghadirkan pengalaman digital yang aman, nyaman, dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya.(*)