Jambi Smart City Festival 2026 Hadirkan 7 Agenda, Ada E-Sport hingga Lomba Aplikasi Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Jambi Smart City Festival 2026 akan menghadirkan beragam kegiatan untuk masyarakat, mulai dari lomba mewarnai, kompetisi e-sport, hingga tantangan pembuatan aplikasi digital.

Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 15–17 November 2026 ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Kota Jambi sebagai tuan rumah Forum Nasional Kota Cerdas.

Pemerintah Kota Jambi menyiapkan festival tersebut sebagai ruang bagi pelajar, generasi muda, komunitas digital, dan masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan konsep kota cerdas melalui kreativitas dan inovasi teknologi.

Festival akan berpusat di kawasan Taman Banjuran Budayo dengan mengusung tema “Smart City for Better Future – Inovasi Digital Menuju Kota Jambi Bahagia”.

Sejumlah agenda yang disiapkan mencakup kompetisi, pengembangan gagasan, hingga kegiatan kreatif yang menghubungkan teknologi dengan kehidupan masyarakat perkotaan.

7 Agenda Jambi Smart City Festival 2026

Berikut rangkaian kegiatan yang tercantum dalam rencana penyelenggaraan Jambi Smart City Festival 2026.

1. Lomba Mewarnai

Lomba mewarnai menyasar anak-anak sebagai sarana mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan konsep kota cerdas sejak dini.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara ingin memperkenalkan lingkungan perkotaan yang nyaman, aman, dan didukung pemanfaatan teknologi.

2. Jambi Smart City Application Challenge

Kompetisi ini membuka ruang bagi peserta untuk mengembangkan ide aplikasi digital.

Tantangannya bukan sekadar menghasilkan produk teknologi, tetapi juga merancang solusi yang dapat membantu menjawab kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

3. Lomba Kampung Digital

Lomba Kampung Digital mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan inovasi di lingkungan permukiman, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung pelayanan dan aktivitas warga.

4. E-Sport Tournament

Festival ini juga memasukkan kompetisi olahraga elektronik atau e-sport melalui permainan Mobile Legends dan PUBG.

Agenda tersebut menyasar komunitas gim dan generasi muda yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan berbasis teknologi dan hiburan digital.

5. Ideathon

Ideathon menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan gagasan inovatif dalam menjawab tantangan perkotaan.

Kegiatan ini dapat mendorong lahirnya solusi kreatif yang berkaitan dengan pelayanan publik, lingkungan, mobilitas, hingga pemanfaatan teknologi di tingkat masyarakat.

6. Photo Competition

Kompetisi fotografi mengajak peserta mengabadikan kreativitas, potensi, dan berbagai sisi Kota Jambi.

Selain menjadi ruang ekspresi, kegiatan ini dapat membantu memperkenalkan identitas kota, budaya lokal, dan potensi daerah melalui karya visual.

7. Agenda Ketujuh Menunggu Konfirmasi Panitia

Informasi awal penyelenggaraan menyebut Jambi Smart City Festival 2026 akan menghadirkan tujuh kegiatan. Namun, daftar agenda yang tersedia baru merinci enam jenis kegiatan di atas.

Karena itu, nama dan bentuk kegiatan ketujuh masih perlu dikonfirmasi kepada panitia agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai seluruh rangkaian festival.

Festival Jadi Ruang Partisipasi Masyarakat

Pemkot Jambi merancang festival dengan konsep kegiatan luar ruang atau outdoor. Pemilihan Taman Banjuran Budayo juga menjadi upaya memadukan identitas budaya lokal dengan semangat inovasi digital.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah kota ingin memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengembangan kota cerdas.

Konsep ini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi oleh pemerintah, tetapi juga mencakup kreativitas warga, inovasi komunitas, dan solusi atas persoalan perkotaan.

Meski demikian, informasi mengenai mekanisme pendaftaran, persyaratan peserta, jadwal setiap lomba, hadiah, serta kontak panitia belum tercantum secara lengkap dalam data yang tersedia.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi perlu menunggu pengumuman resmi penyelenggara sebelum mendaftar.

Festival Mendahului Forum Nasional Kota Cerdas

Jambi Smart City Festival akan berlangsung pada 15–17 November 2026, kemudian dilanjutkan dengan Forum Nasional Kota Cerdas pada 18–19 November 2026 di BW Luxury Hotel Kota Jambi.

Forum nasional tersebut akan mempertemukan pemerintah daerah, praktisi teknologi, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk membahas transformasi digital, inovasi pelayanan publik, pengelolaan data, serta penguatan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.

Wali Kota Jambi, Maulana meminta seluruh organisasi perangkat daerah terkait mempersiapkan kebutuhan kegiatan, mulai dari fasilitas, kebersihan kawasan, penerangan, akses jalan, hingga materi inovasi yang akan diperkenalkan kepada peserta.

Pemkot Jambi juga berencana memperkenalkan sejumlah inovasi digital, termasuk CCTV berbasis komunitas yang terintegrasi dan aplikasi pelayanan publik.

Bagi masyarakat, Jambi Smart City Festival 2026 menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat perkembangan inovasi digital sekaligus ikut menyumbangkan gagasan bagi Kota Jambi.

Agar festival benar-benar memberi manfaat luas, informasi mengenai agenda lengkap, pendaftaran, dan ketentuan setiap kompetisi perlu diumumkan secara terbuka oleh panitia.

Dengan begitu, masyarakat dapat mempersiapkan diri dan menentukan kegiatan yang sesuai dengan minat mereka.(*)




60 Persen untuk Banjir, Kajang Lako Disiapkan Jadi Ruang Publik dan Destinasi Baru Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan kawasan Danau Telago Kajang Lako.

Proyek yang berada di kawasan kolam retensi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026, terutama karena musim hujan mulai memasuki wilayah Jambi.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan percepatan Kajang Lako menjadi perhatian Pemkot Jambi setelah pemerintah mendapat evaluasi mengenai kondisi cuaca dan musim hujan dari BMKG.

Memasuki November, intensitas hujan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam target pengoperasian kawasan tersebut.

“Danau Kajang Lako memang direncanakan akhir tahun ini sudah beroperasi. Ini juga mengingat kemarin kita mendapatkan evaluasi dari BMKG, karena November sudah masuk musim hujan,” kata Diza, Selasa 6 Oktober 2026.

Target tersebut membuat fungsi pengendalian banjir menjadi sorotan utama. Pemkot Jambi merancang sekitar 60 persen fungsi kawasan Kajang Lako untuk mendukung pengendalian banjir.

Artinya, keberadaan Danau Telago Kajang Lako tidak semata diarahkan sebagai ruang rekreasi atau ikon baru kota.

Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam sistem penanganan genangan dan pengendalian air di Kota Jambi.

Pemkot Jambi tidak ingin fungsi pengendalian banjir membuat kawasan Kajang Lako kehilangan potensi sebagai ruang publik.

Di luar fungsi utamanya, pemerintah menyiapkan sejumlah ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM.

“Penggunaannya nanti 60 persen memang untuk mengatasi banjir, tetapi juga ada space-space tertentu yang bisa digunakan UMKM,” ujar Diza.

Menurut dia, konsep tersebut menjadi bagian dari strategi menggabungkan fungsi infrastruktur dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, ketika kawasan tidak digunakan untuk fungsi pengendalian air, ruang yang tersedia tetap dapat memberikan manfaat bagi warga melalui kegiatan publik maupun ekonomi.

Konsep itu juga sejalan dengan program Kota Tangguh yang dikembangkan Pemkot Jambi.

Pemerintah ingin membangun kawasan yang tidak hanya mampu menghadapi persoalan banjir, tetapi juga menyediakan ruang bagi aktivitas ekonomi dan masyarakat.

Kajang Lako juga masuk dalam konsep penataan kawasan publik yang lebih luas.

Pemkot Jambi sebelumnya menyiapkan konektivitas kawasan yang menghubungkan perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako.

Konsep tersebut bertujuan membuat berbagai ruang publik dan ikon kota saling terhubung sehingga membentuk kawasan yang lebih terintegrasi.

Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan di kawasan Kajang Lako.

Salah satunya jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer. Jalur tersebut dirancang dengan pepohonan peneduh dan penerangan sehingga dapat menunjang aktivitas olahraga dan rekreasi masyarakat.

Penataan lanskap juga dilakukan melalui penghijauan dengan menanam pohon tanjung dan tabebuya.

Pemkot Jambi melihat Kajang Lako memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Jambi.

Namun, pengembangan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi utama kawasan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir.

Pemerintah ingin ruang yang dibangun tidak berhenti sebagai infrastruktur teknis.

Kawasan tersebut juga diharapkan mampu menjadi ruang interaksi warga, lokasi aktivitas olahraga, tempat rekreasi hingga wadah bagi kegiatan ekonomi UMKM.

Dengan target mulai beroperasi pada akhir 2026, Kajang Lako kini menghadapi dua kepentingan sekaligus, memastikan fungsi pengendalian banjir berjalan dan menghadirkan ruang publik yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pemkot Jambi juga merencanakan prosesi peresmian kawasan tersebut pada 2027 setelah seluruh penataan dan fasilitas pendukung rampung.

Jika target berjalan sesuai rencana, Danau Telago Kajang Lako tidak hanya menjadi kolam retensi, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu ruang publik baru yang menggabungkan fungsi pengendalian banjir, olahraga, rekreasi, UMKM, penghijauan dan pariwisata di Kota Jambi.(*)




Maulana Siapkan Kawasan Terintegrasi dari Perkantoran Wali Kota hingga Danau Telago Kajang Lako

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi menyiapkan konsep kawasan publik terintegrasi yang menghubungkan perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako yang berada di kawasan kolam retensi.

Konsep tersebut disiapkan Wali Kota Jambi Maulana sebagai bagian dari penataan kawasan agar sejumlah ruang publik dan ikon Kota Jambi tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dalam satu kawasan yang saling mendukung.

Rencana itu disampaikan Maulana saat bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra melakukan penanaman pohon tanjung dan tabebuya di kawasan kolam retensi, Selasa 18 Agustus 2026.

Menurut Maulana, pembangunan kolam retensi menjadi kesempatan untuk menata kawasan di sekitarnya secara lebih menyeluruh.

“Ke depan kawasan ini akan kita integrasikan. Dari perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai sampai ke Danau Telago Kajang Lako. Kita ingin kawasan ini menjadi satu kesatuan ruang publik yang menarik,” ujar Maulana.

Bukan Lagi Titik-Titik yang Berdiri Sendiri

Konsep integrasi tersebut diarahkan untuk membentuk satu kawasan publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.

Perkantoran Wali Kota Jambi akan menjadi salah satu titik dalam konektivitas kawasan.

Dari area tersebut, masyarakat nantinya dapat terhubung dengan Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga kawasan Danau Telago Kajang Lako.

Maulana ingin kawasan tersebut memiliki fungsi yang lebih luas, mulai dari ruang terbuka, olahraga, rekreasi hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan konsep tersebut, kolam retensi tidak hanya diposisikan sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi menjadi bagian dari wajah baru ruang publik Kota Jambi.

Kolam Retensi Jadi Titik Penghubung

Danau Telago Kajang Lako yang berada di kawasan kolam retensi menjadi salah satu bagian penting dalam konsep tersebut.

Fungsi utama kolam retensi tetap sebagai tempat menampung dan mengendalikan aliran air. Namun, area di sekitarnya akan ditata agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

Salah satu fasilitas yang tengah dibangun adalah jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer.

Jalur tersebut akan dilengkapi pepohonan peneduh dan penerangan sehingga dapat digunakan masyarakat untuk berolahraga pada pagi, sore hingga malam hari.

Penataan lingkungan juga mulai dilakukan dengan penanaman pohon tanjung dan tabebuya oleh Maulana bersama Diza.

“Dua jenis pohon yang kita tanam, yakni tabebuya dan tanjung, dengan jarak sekitar lima meter. Harapannya nanti pohon-pohon ini tumbuh dan menjadi peneduh bagi masyarakat yang menggunakan jogging track,” katanya.

Tugu Keris Siginjai Masuk dalam Konsep Kawasan

Tugu Keris Siginjai menjadi salah satu ikon yang akan masuk dalam jaringan kawasan publik tersebut.

Maulana ingin keberadaan sejumlah ikon kota tidak hanya menjadi objek yang berdiri sendiri, tetapi memiliki keterhubungan dengan ruang publik lainnya.

Konsep itu sekaligus dapat memperkuat daya tarik kawasan bagi masyarakat maupun wisatawan.

Jika konektivitas tersebut berhasil diwujudkan, masyarakat dapat menikmati kawasan dengan fungsi yang beragam dalam satu rangkaian ruang publik.

UMKM Disiapkan agar Ikut Bergerak

Konsep integrasi kawasan juga menyentuh aspek ekonomi.

Pemkot Jambi berencana menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM di kawasan tersebut.

Namun, aktivitas perdagangan akan diatur agar tidak mengganggu fungsi utama fasilitas publik, khususnya jogging track.

Maulana menegaskan jalur olahraga harus tetap digunakan sesuai peruntukannya dan tidak berubah menjadi area kendaraan atau aktivitas lain.

“Jangan sampai nanti jogging track ini digunakan untuk aktivitas lain. Kita sudah siapkan ruang bagi UMKM di lokasi yang memang diperuntukkan,” tegasnya.

Dengan pengaturan tersebut, kawasan diharapkan dapat menjadi ruang bertemunya aktivitas olahraga, rekreasi dan ekonomi masyarakat.

Bisa Dikembangkan Menjadi Kawasan Wisata

Maulana juga melihat peluang kawasan terintegrasi tersebut untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru Kota Jambi.

Namun, pengembangan wisata akan dilakukan setelah fungsi pengendalian banjir berjalan optimal.

Konsep yang disiapkan antara lain wisata air, air mancur dengan permainan lampu serta berbagai fasilitas publik lainnya.

“Kalau nanti danaunya sudah jadi dan fungsi pengendalian airnya berjalan baik, kita bisa kembangkan menjadi kawasan wisata,” ujarnya.

Menurut Maulana, pengembangan tersebut diharapkan membuat kawasan tidak hanya ramai pada jam kerja.

Aktivitas olahraga, ruang publik, UMKM dan wisata diharapkan membuat kawasan tetap hidup hingga malam.

Penataan Dimulai dari Penghijauan

Penanaman pohon tanjung dan tabebuya menjadi salah satu langkah awal penataan kawasan.

Pohon-pohon tersebut akan menjadi bagian dari lanskap ruang publik sekaligus peneduh jogging track.

Di saat yang sama, pembangunan kolam retensi terus diarahkan untuk menyelesaikan fungsi pengendalian banjir.

Maulana mengatakan kawasan tersebut nantinya diharapkan mampu menjalankan beberapa fungsi sekaligus: mengendalikan banjir, menyediakan ruang publik, menjadi kawasan olahraga, membuka ruang ekonomi dan berpotensi menjadi destinasi wisata.

Jika konsep integrasi terealisasi, kawasan perkantoran Wali Kota Jambi hingga Danau Telago Kajang Lako tidak lagi menjadi titik-titik yang terpisah, tetapi dirancang sebagai satu kesatuan kawasan publik yang memiliki konektivitas dan fungsi yang saling melengkapi.(*)




Tanam Tanjung dan Tabebuya, Maulana Siapkan Kolam Retensi Jambi Jadi Ruang Hijau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kolam retensi yang dibangun Pemerintah Kota Jambi mulai diarahkan bukan hanya sebagai infrastruktur pengendali banjir.

Wali Kota Jambi Maulana menyiapkan kawasan tersebut menjadi ruang publik baru yang menggabungkan fungsi pengendalian air, olahraga, penghijauan hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Langkah awal penataan kawasan itu ditandai dengan penanaman pohon tanjung dan tabebuya oleh Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra, Selasa 18 Agustus 2026.

Pohon-pohon tersebut ditanam di sekitar kawasan yang nantinya memiliki jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer.

Konsep itu membuat kolam retensi tidak lagi sekadar dipandang sebagai tempat menampung air saat hujan dan banjir.

Pemkot Jambi ingin kawasan tersebut menjadi ruang yang dapat digunakan masyarakat sepanjang hari.

Ada Jogging Track 1,4 Kilometer

Maulana mengatakan jogging track disiapkan sebagai salah satu fasilitas utama di kawasan kolam retensi.

Jalur tersebut akan dilengkapi pepohonan peneduh serta penerangan.

Dengan konsep tersebut, masyarakat nantinya dapat memanfaatkannya untuk berjalan kaki maupun berolahraga mulai pagi hingga malam.

“Dua jenis pohon yang kita tanam, yakni tabebuya dan tanjung, dengan jarak sekitar lima meter. Harapannya nanti pohon-pohon ini tumbuh dan menjadi peneduh bagi masyarakat yang menggunakan jogging track,” ujar Maulana.

Sebagian jalur jogging track saat ini sudah selesai dicor. Pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh lintasan selesai.

Pemkot Jambi juga menyiapkan lampu di sepanjang jalur.

Menurut Maulana, penerangan menjadi bagian penting dalam desain kawasan karena aktivitas masyarakat tidak hanya berlangsung pada siang hari.

“Lampu juga kita siapkan sepanjang jogging track. Setelah terpasang secara bertahap, kawasan ini akan cukup terang sehingga keamanan dan kenyamanan masyarakat juga terjaga,” katanya.

Fungsi Utamanya Tetap Kendalikan Banjir

Meski dikembangkan menjadi ruang publik, Maulana menegaskan fungsi utama kolam retensi tetap sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir Kota Jambi.

Kawasan tersebut dibangun berdasarkan kajian serta pemantauan kondisi banjir, termasuk melalui pemantauan menggunakan drone.

Kolam retensi dirancang untuk menampung sekaligus mengatur aliran air dari kawasan yang lebih tinggi sehingga tekanan aliran air dapat dikendalikan.

“Bagaimana penanggulangan banjir ini sudah mulai bisa kita kendalikan. Salah satu solusinya berdasarkan kajian dan pemantauan melalui drone ketika terjadi banjir besar, maka kita bangun kawasan ini sebagai tempat penampungan dan pengendalian air,” jelasnya.

Maulana mengatakan dinding danau di kawasan tersebut telah rampung.

Tahap berikutnya adalah menata lingkungan sekitar agar fungsi konservasi air dapat berjalan bersamaan dengan fungsi sosial kawasan.

Terhubung dengan Ikon Kota Jambi

Konsep yang disiapkan Pemkot Jambi bahkan lebih luas dari sekadar membangun jogging track.

Maulana ingin kawasan kolam retensi terintegrasi dengan sejumlah ruang dan ikon kota.

Rencananya, kawasan tersebut akan dihubungkan dengan kawasan perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako.

Dengan konektivitas tersebut, pemerintah ingin membentuk satu kawasan publik yang dapat menjadi tempat masyarakat berolahraga, bersantai dan beraktivitas.

“Ke depan kawasan ini akan kita integrasikan. Dari perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai sampai ke Danau Telago Kajang Lako. Kita ingin kawasan ini menjadi satu kesatuan ruang publik yang menarik,” ujarnya.

Jogging Track Tak Boleh Jadi Jalur Kendaraan

Penataan kawasan juga akan dibarengi dengan aturan pemanfaatan ruang.

Maulana menegaskan jogging track harus tetap menjadi jalur khusus bagi pejalan kaki dan pelari. Kendaraan tidak diperbolehkan masuk dan menggunakan jalur tersebut.

Sementara aktivitas perdagangan akan diarahkan ke area khusus yang disiapkan pemerintah.

Pemkot Jambi berencana menyediakan ruang bagi pelaku UMKM agar kegiatan ekonomi tetap tumbuh tanpa mengganggu fungsi jogging track.

“Jangan sampai nanti jogging track ini digunakan untuk aktivitas lain. Kita sudah siapkan ruang bagi UMKM di lokasi yang memang diperuntukkan,” tegas Maulana.

Konsep tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Pemkot Jambi ingin menggabungkan ruang olahraga dengan peluang ekonomi masyarakat.

Disiapkan untuk Olahraga hingga Wisata

Fasilitas lain juga dirancang di sekitar kawasan perkantoran Wali Kota Jambi. Di antaranya arena mini soccer dan sepatu roda yang dapat menjadi fasilitas aktivitas masyarakat.

Namun, pengembangan kawasan tidak berhenti di sana.

Maulana membuka kemungkinan kolam retensi tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata baru Kota Jambi setelah fungsi pengendalian banjir berjalan optimal.

Konsep wisata yang dibayangkan antara lain wisata air, air mancur dengan permainan lampu serta berbagai fasilitas publik yang dapat dinikmati masyarakat pada malam hari.

“Kalau nanti danaunya sudah jadi dan fungsi pengendalian airnya berjalan baik, kita bisa kembangkan menjadi kawasan wisata,” katanya.

Banjir Ditangani, Ekonomi Masyarakat Ikut Bergerak

Pemkot Jambi berharap pembangunan kolam retensi memberikan manfaat lebih luas.

Targetnya bukan hanya mengurangi persoalan genangan, tetapi juga menciptakan ruang yang dapat digunakan masyarakat sekaligus menjadi titik baru aktivitas ekonomi.

Keberadaan UMKM, fasilitas olahraga dan kemungkinan pengembangan wisata diharapkan membuat kawasan tersebut terus hidup.

“Harapannya kawasan ini hidup. Masyarakat bisa berolahraga, menikmati ruang publik, sekaligus ada aktivitas ekonomi yang tumbuh,” ujar Maulana.

Dengan konsep tersebut, kolam retensi Jambi diproyeksikan memiliki tiga wajah sekaligus: infrastruktur pengendali banjir, ruang publik dan calon kawasan wisata.

Penanaman tanjung dan tabebuya yang dilakukan Maulana dan Diza menjadi salah satu langkah awal untuk membentuk wajah baru kawasan tersebut.

Jika seluruh fasilitas terealisasi, kawasan yang awalnya dibangun untuk mengendalikan air itu berpotensi menjadi salah satu ruang publik baru yang menghubungkan olahraga, lingkungan, rekreasi dan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Jambi.(*)




Perdana Digelar di Jambi, Minang Market Festival Hadirkan Puluhan UMKM dan Kekayaan Budaya Minangkabau

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat keberagaman dan pelestarian budaya terasa kental dalam pembukaan Minang Market Festival Jambi 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Jambi.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha di Taman Banjuran Budayo, Kamis malam (4/6/2026).

Festival yang berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 Juni 2026, menjadi wadah promosi budaya, kuliner, serta produk usaha masyarakat Minangkabau yang bermukim di Kota Jambi maupun daerah sekitarnya.

Sebanyak 43 tenant UMKM ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas Minangkabau hingga aneka produk kreatif yang menarik perhatian pengunjung.

Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan suguhan beragam kesenian tradisional Minangkabau.

Tari Pasambahan sebagai simbol penghormatan kepada tamu menjadi pembuka acara, disusul penampilan tambua, silek tuo, dan tari piring yang memukau para tamu undangan serta masyarakat yang hadir.

Wali Kota Jambi Maulana mengapresiasi semangat masyarakat Minang yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, keberagaman yang ada di Kota Jambi merupakan aset berharga yang harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas daerah.

“Taman Banjuran Budayo memang dipersiapkan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk berkegiatan, berkesenian, dan melestarikan budaya.

Pemerintah Kota Jambi mendukung seluruh kegiatan positif tanpa membedakan latar belakang suku maupun budaya,” ujar Maulana.

Ia menilai masyarakat Minangkabau memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan Kota Jambi, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya.

Berbagai nilai budaya yang ditampilkan dalam festival tersebut, lanjutnya, menjadi bukti kekayaan tradisi Minangkabau yang masih terjaga hingga saat ini.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Minang Market Festival juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui keterlibatan puluhan pelaku UMKM.

Beragam kuliner khas seperti sate, pical, gulai, hingga makanan tradisional lainnya menjadi daya tarik utama yang ramai dikunjungi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Kehadiran puluhan pelaku UMKM memberikan peluang besar bagi pertumbuhan usaha lokal dan ekonomi kreatif di Kota Jambi,” katanya.

Maulana juga menyebut festival tersebut menjadi momentum penting bagi para perantau Minang yang tinggal di Kota Jambi untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi.

Menurutnya, keberadaan masyarakat Minangkabau sebagai salah satu komunitas terbesar di Kota Jambi menjadi kekuatan tersendiri dalam menjaga harmoni dan kebersamaan antarwarga.

Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menghadirkan berbagai ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seni budaya, ekonomi kreatif, dan pengembangan UMKM.

Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah kawasan ruang publik baru seluas sekitar 9 hektare di wilayah Danau Selincah-Kajang Lako.

Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi jogging track, taman, jembatan ikonik, hingga berbagai fasilitas wisata air yang diharapkan menjadi destinasi baru bagi masyarakat.

Ia berharap Minang Market Festival dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata Kota Jambi.

“Kita harus menjaga persatuan, harmoni, dan kebersamaan di tengah keberagaman yang ada. Festival seperti ini menjadi contoh bagaimana budaya dapat menjadi perekat masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah,” tutup Maulana.

Festival tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Jambi, tokoh masyarakat Minangkabau, pelaku UMKM, organisasi kedaerahan, ninik mamak, bundo kanduang, serta ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara.(*)




Ketua BAZNAS Kota Jambi Motivasi Anak-anak Lewat Lomba Z-Corner

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua BAZNAS Kota Jambi, Muhammad Fadli, memimpin penutupan Gebyar Kampung Ramadan Z-Corner di Taman Banjuran Budayo, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan yang digelar BAZNAS Kota Jambi ini menampilkan lomba mewarnai dan lomba tahfidz Al-Qur’an untuk anak-anak, sekaligus menjadi ajang pembelajaran dan pengembangan potensi generasi muda di Kota Jambi.

Muhammad Fadli menyerahkan piala, piagam, dan hadiah kepada para pemenang lomba, disaksikan oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.

“Gebyar Kampung Ramadan Z-Corner hadir untuk memberikan ruang positif bagi anak-anak belajar, berkreasi, dan menanamkan nilai spiritual. Semoga semua kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi Kota Jambi,” ujar Muhammad Fadli.

Ketua BAZNAS Kota Jambi ini menekankan bahwa kegiatan Z-Corner tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan motivasi anak-anak agar gemar belajar Al-Qur’an serta mengekspresikan kreativitas melalui lomba mewarnai.

Menurut Fadli, lomba tahfidz Al-Qur’an diikuti sekitar 60 peserta, sementara lomba mewarnai anak PAUD diikuti sekitar 100 peserta.

Beberapa anak bahkan mengikuti lomba di lebih dari satu lokasi, karena terdapat 12 titik kegiatan serupa yang diselenggarakan selama Ramadan di Kota Jambi.

Selain memberikan penghargaan kepada pemenang, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kehadiran Z-Corner dan pasar Ramadan yang menyediakan berbagai menu untuk berbuka puasa.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pengalaman positif bagi anak-anak, sekaligus mendekatkan mereka dengan nilai-nilai spiritual di bulan Ramadan. Semua peserta adalah pemenang karena keberanian mereka untuk tampil dan belajar,” tambah Muhammad Fadli.

Turut hadir dalam acara, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiyono, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jambi Kamal Firdous, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Pahlewi, Camat Jelutung Alamsyah Powa, Lurah Handil Jaya KH. Muhtah Habibulloh, guru pendamping, serta para orang tua peserta lomba.(*)




Wali Kota Jambi Tutup Gebyar Kampung Ramadan Z-Corner, Dorong Anak-anak Berkarya dan Belajar Al-Qur’an

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, secara resmi menutup Gebyar Kampung Ramadan Z-Corner yang digelar BAZNAS Kota Jambi, Minggu (8/3/2026) sore, di Taman Banjuran Budayo.

Penutupan kegiatan sekaligus dirangkai dengan pembagian hadiah lomba mewarnai dan lomba tahfidz Al-Qur’an bagi anak-anak.

Wali Kota Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menyerahkan piala dan bingkisan kepada para pemenang lomba.

Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan suasana Ramadan penuh semangat dan positif bagi anak-anak.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi Kota Jambi. Semua anak yang hadir hari ini adalah pemenang. Keberanian untuk tampil, belajar, dan berusaha adalah kemenangan sesungguhnya,” ujar Maulana.

Wali Kota menekankan keberadaan Z-Corner dan Taman Banjuran Budayo sebagai ruang publik yang aktif, tempat anak-anak belajar, berkreasi, serta memperkuat nilai budaya dan spiritualitas di tengah kehidupan kota.

Maulana juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar terus belajar dan mengembangkan potensi diri, serta menekankan pentingnya ruang kegiatan positif di era digital yang menantang.

Pemerintah Kota Jambi berupaya memperkuat kedekatan keluarga melalui pengaturan jam kerja ASN agar orang tua memiliki lebih banyak waktu bersama anak-anak.

Kegiatan Gebyar Ramadan Z-Corner diikuti ratusan anak dari berbagai usia. Lomba tahfidz Al-Qur’an diikuti sekitar 60 peserta, sedangkan lomba mewarnai untuk anak PAUD diikuti sekitar 100 anak.

Kegiatan serupa berlangsung di beberapa lokasi lain, termasuk Pasar Beduk Ramadan Bahagia di Terminal Rawasari, dengan total peserta lebih dari 500 orang.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, Muhammad Fadli, menyampaikan lomba dilakukan melalui tahapan penyisihan hingga final dengan antusiasme tinggi.

Para pemenang menerima piala, piagam penghargaan, dan bingkisan dari sponsor yang mendukung kegiatan.

Hadir dalam acara Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiyono, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jambi Kamal Firdous, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Pahlewi, Camat Jelutung Alamsyah Powa, Lurah Handil Jaya KH. Muhtah Habibulloh, para guru pendamping, dan orang tua peserta.(*)




Ketua Baznas RI Launching Z Corner di Kota Jambi, Dorong Pemberdayaan UMKM dan Bedah Rumah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., resmi meluncurkan program Z Corner Baznas RI di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, Senin (02/03/2026).

Kehadiran Z Corner ini menjadi langkah strategis Baznas dalam pemberdayaan masyarakat, UMKM, dan penyaluran zakat tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Ketua Baznas RI menekankan bahwa Z Corner bukan sekadar pusat kuliner, tetapi wadah untuk meningkatkan potensi ekonomi masyarakat sekaligus menjadi tempat transaksi zakat yang transparan.

“Dimana ada kerumunan, di situ pasti ada potensi. Z Corner mendekatkan potensi pemberdayaan masyarakat yang sangat dibutuhkan,” sebutnya.

“Harga yang ditawarkan bersaing, dan pendapatan per tenant rata-rata hampir Rp8 juta per bulan. Jika program ini berjalan baik, Baznas RI akan membantu pengembangan Z Corner di lokasi lain di Kota Jambi,” ujar Noor Achmad.

Program ini juga mendukung kegiatan sosial, termasuk bedah rumah. Sebanyak 11 dari 50 rumah yang direncanakan telah selesai dibangun, memberikan manfaat langsung kepada warga kurang mampu.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, mengapresiasi langkah Baznas RI yang menjadikan Kota Jambi sebagai lokasi peluncuran nasional Z Corner.

Menurutnya, keberadaan Z Corner telah mendorong perputaran ekonomi UMKM selama Ramadan.

“Omset UMKM di Z Corner selama 11 hari pertama Ramadan telah mencapai Rp3,5 miliar dengan lebih dari 100 tenant. Ini memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal, sekaligus menjadi tempat wisata kuliner dan dakwah,” kata Wali Kota Maulana.

Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, juga memberikan dukungan atas program ini sebagai salah satu strategi penguatan ekonomi lokal dan penyaluran zakat yang tepat sasaran.

Peluncuran Z Corner di Kota Jambi menegaskan kolaborasi efektif antara Baznas RI dan Pemerintah Kota Jambi, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat dan UMKM yang dapat direplikasi di wilayah lain.(*)




Z Corner Baznas RI di Kota Jambi Resmi Dibuka, Wali Kota Maulana Soroti Pemberdayaan UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran program Z Corner Baznas RI di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, Senin (02/03/2026).

Program yang juga dihadiri Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, M.H, dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha ini menjadi momentum penting bagi pemberdayaan UMKM lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa keberadaan Z Corner memberi dampak nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta menjadi wahana dakwah dan wisata kuliner.

“Kami sangat bersyukur Baznas RI memilih Kota Jambi sebagai lokasi launching secara nasional. Dari laporan, Z Corner di Taman Banjuran Budayo memberikan omset tertinggi se-Indonesia,” sebutnya.

“Selama 11 hari awal Ramadan, omset UMKM telah mencapai Rp3,5 miliar dengan lebih dari 100 tenant yang terlibat,” ujar Maulana.

Wali Kota Jambi menambahkan, Z Corner juga menghadirkan program bedah rumah, dengan 11 rumah telah dibangun dari total 50 yang direncanakan.

Ia berharap keberhasilan ini mendorong pengembangan Z Corner di lokasi lain, seperti Eks Terminal Rawasari / Rumah Milenial, untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat pasca Ramadan.

“Kota Jambi adalah wajah Provinsi Jambi, kami terus menata kota agar ekonomi masyarakat bergerak. Pengembangan Kampung Batik di Ulu Gedong dan pembenahan pedagang di kawasan Ancol juga akan dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa Z Corner hadir untuk pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta menjadi tempat transaksi zakat yang tepat sasaran.

“Z Corner memberikan harga bersaing dan pendapatan yang layak bagi pelaku usaha. Rata-rata pendapatan per tenant hampir Rp8 juta per bulan,” kata dia.

“Jika program ini berjalan baik, kami akan mengembangkan Z Corner di lokasi lain di Kota Jambi,” jelasnya.

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris juga mengapresiasi program ini sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat dan penyaluran zakat yang tepat sasaran.

Peluncuran Z Corner menjadi bukti kolaborasi efektif antara Pemerintah Kota Jambi dan Baznas RI, sekaligus mendukung peningkatan ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, dan kesejahteraan masyarakat.(*)




Guyub Rukun Sak Lawase, Pesan Harmoni dari Seni Kuda Kepang di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam menjaga dan melestarikan budaya terus diwujudkan melalui berbagai kolaborasi.

Salah satunya dengan menggandeng Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) untuk menggelar pertunjukan Seni Budaya Kuda Kepang Turonggo Yekti di Taman Banjuran Budayo, Sabtu malam (7/2/2026).

Pertunjukan seni tradisional khas Jawa ini rutin digelar sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Kota Jambi Bahagia melalui program prioritas Bahagia Berbudaya yang mendorong pelestarian nilai-nilai budaya Nusantara.

Pagelaran Kuda Kepang tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan berhasil menarik perhatian berbagai kalangan.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., hadir langsung menyaksikan pertunjukan bersama Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat, SE., Ketua Umum DPP Pujakesuma Provinsi Jambi H. Suparyono, SE., jajaran Pemerintah Kota Jambi, serta pengurus Pujakesuma dan sejumlah paguyuban di Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi kepada Pujakesuma yang dinilai konsisten menjaga, merawat, dan menghidupkan nilai-nilai budaya Nusantara, khususnya budaya Jawa, di tengah masyarakat Jambi yang majemuk.

“Kegiatan ini mendukung Program Bahagia Berbudaya. Melalui seni kuda kepang, kita tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga ruang perjumpaan nilai, identitas, dan jati diri,” ujar Maulana.

Ia menambahkan, tema Guyub Rukun Sak Lawase yang diusung dalam kegiatan tersebut memiliki makna mendalam dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat Kota Jambi.

“Guyub dan rukun bukan sekadar kebersamaan sesaat, tetapi kesadaran untuk saling menghormati, menjaga, dan menguatkan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Maulana juga menegaskan bahwa Pemkot Jambi telah menyediakan ruang-ruang budaya sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang seni dan tradisi.

Taman Banjuran Budayo menjadi salah satu contoh ruang publik yang kini difungsikan sebagai pusat aktivitas budaya.

“Saya ingin tempat ini menjadi ruang bersatunya seluruh budaya dan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, baik muda maupun tua. Dulu tempat ini kurang terawat dan cenderung dimanfaatkan untuk hal-hal negatif,” ungkapnya.

Ia berharap Taman Banjuran Budayo dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi budaya dan sosial, tetapi juga berdampak pada penguatan nilai keagamaan serta pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Ini milik kita bersama, harus dijaga dan dirawat. Ke depan, kami berharap akan tumbuh titik-titik ekonomi baru dari aktivitas budaya seperti ini,” tutup Wali Kota Maulana.(*)