Ketua BAZNAS Kota Jambi Motivasi Anak-anak Lewat Lomba Z-Corner

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua BAZNAS Kota Jambi, Muhammad Fadli, memimpin penutupan Gebyar Kampung Ramadan Z-Corner di Taman Banjuran Budayo, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan yang digelar BAZNAS Kota Jambi ini menampilkan lomba mewarnai dan lomba tahfidz Al-Qur’an untuk anak-anak, sekaligus menjadi ajang pembelajaran dan pengembangan potensi generasi muda di Kota Jambi.

Muhammad Fadli menyerahkan piala, piagam, dan hadiah kepada para pemenang lomba, disaksikan oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.

“Gebyar Kampung Ramadan Z-Corner hadir untuk memberikan ruang positif bagi anak-anak belajar, berkreasi, dan menanamkan nilai spiritual. Semoga semua kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi Kota Jambi,” ujar Muhammad Fadli.

Ketua BAZNAS Kota Jambi ini menekankan bahwa kegiatan Z-Corner tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan motivasi anak-anak agar gemar belajar Al-Qur’an serta mengekspresikan kreativitas melalui lomba mewarnai.

Menurut Fadli, lomba tahfidz Al-Qur’an diikuti sekitar 60 peserta, sementara lomba mewarnai anak PAUD diikuti sekitar 100 peserta.

Beberapa anak bahkan mengikuti lomba di lebih dari satu lokasi, karena terdapat 12 titik kegiatan serupa yang diselenggarakan selama Ramadan di Kota Jambi.

Selain memberikan penghargaan kepada pemenang, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kehadiran Z-Corner dan pasar Ramadan yang menyediakan berbagai menu untuk berbuka puasa.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pengalaman positif bagi anak-anak, sekaligus mendekatkan mereka dengan nilai-nilai spiritual di bulan Ramadan. Semua peserta adalah pemenang karena keberanian mereka untuk tampil dan belajar,” tambah Muhammad Fadli.

Turut hadir dalam acara, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiyono, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jambi Kamal Firdous, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Pahlewi, Camat Jelutung Alamsyah Powa, Lurah Handil Jaya KH. Muhtah Habibulloh, guru pendamping, serta para orang tua peserta lomba.(*)




Wali Kota Jambi Tutup Gebyar Kampung Ramadan Z-Corner, Dorong Anak-anak Berkarya dan Belajar Al-Qur’an

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, secara resmi menutup Gebyar Kampung Ramadan Z-Corner yang digelar BAZNAS Kota Jambi, Minggu (8/3/2026) sore, di Taman Banjuran Budayo.

Penutupan kegiatan sekaligus dirangkai dengan pembagian hadiah lomba mewarnai dan lomba tahfidz Al-Qur’an bagi anak-anak.

Wali Kota Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menyerahkan piala dan bingkisan kepada para pemenang lomba.

Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan suasana Ramadan penuh semangat dan positif bagi anak-anak.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi Kota Jambi. Semua anak yang hadir hari ini adalah pemenang. Keberanian untuk tampil, belajar, dan berusaha adalah kemenangan sesungguhnya,” ujar Maulana.

Wali Kota menekankan keberadaan Z-Corner dan Taman Banjuran Budayo sebagai ruang publik yang aktif, tempat anak-anak belajar, berkreasi, serta memperkuat nilai budaya dan spiritualitas di tengah kehidupan kota.

Maulana juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar terus belajar dan mengembangkan potensi diri, serta menekankan pentingnya ruang kegiatan positif di era digital yang menantang.

Pemerintah Kota Jambi berupaya memperkuat kedekatan keluarga melalui pengaturan jam kerja ASN agar orang tua memiliki lebih banyak waktu bersama anak-anak.

Kegiatan Gebyar Ramadan Z-Corner diikuti ratusan anak dari berbagai usia. Lomba tahfidz Al-Qur’an diikuti sekitar 60 peserta, sedangkan lomba mewarnai untuk anak PAUD diikuti sekitar 100 anak.

Kegiatan serupa berlangsung di beberapa lokasi lain, termasuk Pasar Beduk Ramadan Bahagia di Terminal Rawasari, dengan total peserta lebih dari 500 orang.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, Muhammad Fadli, menyampaikan lomba dilakukan melalui tahapan penyisihan hingga final dengan antusiasme tinggi.

Para pemenang menerima piala, piagam penghargaan, dan bingkisan dari sponsor yang mendukung kegiatan.

Hadir dalam acara Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiyono, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jambi Kamal Firdous, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Pahlewi, Camat Jelutung Alamsyah Powa, Lurah Handil Jaya KH. Muhtah Habibulloh, para guru pendamping, dan orang tua peserta.(*)




Ketua Baznas RI Launching Z Corner di Kota Jambi, Dorong Pemberdayaan UMKM dan Bedah Rumah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., resmi meluncurkan program Z Corner Baznas RI di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, Senin (02/03/2026).

Kehadiran Z Corner ini menjadi langkah strategis Baznas dalam pemberdayaan masyarakat, UMKM, dan penyaluran zakat tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Ketua Baznas RI menekankan bahwa Z Corner bukan sekadar pusat kuliner, tetapi wadah untuk meningkatkan potensi ekonomi masyarakat sekaligus menjadi tempat transaksi zakat yang transparan.

“Dimana ada kerumunan, di situ pasti ada potensi. Z Corner mendekatkan potensi pemberdayaan masyarakat yang sangat dibutuhkan,” sebutnya.

“Harga yang ditawarkan bersaing, dan pendapatan per tenant rata-rata hampir Rp8 juta per bulan. Jika program ini berjalan baik, Baznas RI akan membantu pengembangan Z Corner di lokasi lain di Kota Jambi,” ujar Noor Achmad.

Program ini juga mendukung kegiatan sosial, termasuk bedah rumah. Sebanyak 11 dari 50 rumah yang direncanakan telah selesai dibangun, memberikan manfaat langsung kepada warga kurang mampu.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, mengapresiasi langkah Baznas RI yang menjadikan Kota Jambi sebagai lokasi peluncuran nasional Z Corner.

Menurutnya, keberadaan Z Corner telah mendorong perputaran ekonomi UMKM selama Ramadan.

“Omset UMKM di Z Corner selama 11 hari pertama Ramadan telah mencapai Rp3,5 miliar dengan lebih dari 100 tenant. Ini memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal, sekaligus menjadi tempat wisata kuliner dan dakwah,” kata Wali Kota Maulana.

Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, juga memberikan dukungan atas program ini sebagai salah satu strategi penguatan ekonomi lokal dan penyaluran zakat yang tepat sasaran.

Peluncuran Z Corner di Kota Jambi menegaskan kolaborasi efektif antara Baznas RI dan Pemerintah Kota Jambi, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat dan UMKM yang dapat direplikasi di wilayah lain.(*)




Z Corner Baznas RI di Kota Jambi Resmi Dibuka, Wali Kota Maulana Soroti Pemberdayaan UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran program Z Corner Baznas RI di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, Senin (02/03/2026).

Program yang juga dihadiri Ketua Baznas RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, M.H, dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha ini menjadi momentum penting bagi pemberdayaan UMKM lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa keberadaan Z Corner memberi dampak nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta menjadi wahana dakwah dan wisata kuliner.

“Kami sangat bersyukur Baznas RI memilih Kota Jambi sebagai lokasi launching secara nasional. Dari laporan, Z Corner di Taman Banjuran Budayo memberikan omset tertinggi se-Indonesia,” sebutnya.

“Selama 11 hari awal Ramadan, omset UMKM telah mencapai Rp3,5 miliar dengan lebih dari 100 tenant yang terlibat,” ujar Maulana.

Wali Kota Jambi menambahkan, Z Corner juga menghadirkan program bedah rumah, dengan 11 rumah telah dibangun dari total 50 yang direncanakan.

Ia berharap keberhasilan ini mendorong pengembangan Z Corner di lokasi lain, seperti Eks Terminal Rawasari / Rumah Milenial, untuk meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat pasca Ramadan.

“Kota Jambi adalah wajah Provinsi Jambi, kami terus menata kota agar ekonomi masyarakat bergerak. Pengembangan Kampung Batik di Ulu Gedong dan pembenahan pedagang di kawasan Ancol juga akan dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menegaskan bahwa Z Corner hadir untuk pemberdayaan masyarakat dan UMKM, serta menjadi tempat transaksi zakat yang tepat sasaran.

“Z Corner memberikan harga bersaing dan pendapatan yang layak bagi pelaku usaha. Rata-rata pendapatan per tenant hampir Rp8 juta per bulan,” kata dia.

“Jika program ini berjalan baik, kami akan mengembangkan Z Corner di lokasi lain di Kota Jambi,” jelasnya.

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris juga mengapresiasi program ini sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat dan penyaluran zakat yang tepat sasaran.

Peluncuran Z Corner menjadi bukti kolaborasi efektif antara Pemerintah Kota Jambi dan Baznas RI, sekaligus mendukung peningkatan ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, dan kesejahteraan masyarakat.(*)




Guyub Rukun Sak Lawase, Pesan Harmoni dari Seni Kuda Kepang di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dalam menjaga dan melestarikan budaya terus diwujudkan melalui berbagai kolaborasi.

Salah satunya dengan menggandeng Paguyuban Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) untuk menggelar pertunjukan Seni Budaya Kuda Kepang Turonggo Yekti di Taman Banjuran Budayo, Sabtu malam (7/2/2026).

Pertunjukan seni tradisional khas Jawa ini rutin digelar sebagai bagian dari tradisi menyambut bulan suci Ramadan.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Kota Jambi Bahagia melalui program prioritas Bahagia Berbudaya yang mendorong pelestarian nilai-nilai budaya Nusantara.

Pagelaran Kuda Kepang tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan berhasil menarik perhatian berbagai kalangan.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., hadir langsung menyaksikan pertunjukan bersama Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat, SE., Ketua Umum DPP Pujakesuma Provinsi Jambi H. Suparyono, SE., jajaran Pemerintah Kota Jambi, serta pengurus Pujakesuma dan sejumlah paguyuban di Kota Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi kepada Pujakesuma yang dinilai konsisten menjaga, merawat, dan menghidupkan nilai-nilai budaya Nusantara, khususnya budaya Jawa, di tengah masyarakat Jambi yang majemuk.

“Kegiatan ini mendukung Program Bahagia Berbudaya. Melalui seni kuda kepang, kita tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga ruang perjumpaan nilai, identitas, dan jati diri,” ujar Maulana.

Ia menambahkan, tema Guyub Rukun Sak Lawase yang diusung dalam kegiatan tersebut memiliki makna mendalam dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat Kota Jambi.

“Guyub dan rukun bukan sekadar kebersamaan sesaat, tetapi kesadaran untuk saling menghormati, menjaga, dan menguatkan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Maulana juga menegaskan bahwa Pemkot Jambi telah menyediakan ruang-ruang budaya sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang seni dan tradisi.

Taman Banjuran Budayo menjadi salah satu contoh ruang publik yang kini difungsikan sebagai pusat aktivitas budaya.

“Saya ingin tempat ini menjadi ruang bersatunya seluruh budaya dan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, baik muda maupun tua. Dulu tempat ini kurang terawat dan cenderung dimanfaatkan untuk hal-hal negatif,” ungkapnya.

Ia berharap Taman Banjuran Budayo dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat, tidak hanya dari sisi budaya dan sosial, tetapi juga berdampak pada penguatan nilai keagamaan serta pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Ini milik kita bersama, harus dijaga dan dirawat. Ke depan, kami berharap akan tumbuh titik-titik ekonomi baru dari aktivitas budaya seperti ini,” tutup Wali Kota Maulana.(*)




Ramai Isu Pengusiran PKL, Camat Jelutung: Tidak Ada Larangan Permanen

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Camat Jelutung, Alamsyah Powa, menegaskan bahwa pedagang kaki lima (PKL) tetap diperbolehkan berjualan di sekitar Taman Banjuran Budayo, asalkan mematuhi aturan penataan yang sedang disusun oleh pihak kecamatan.

Ia menyampaikan bahwa, tidak ada larangan permanen bagi PKL untuk berjualan di kawasan tersebut.

“PKL tetap boleh berjualan, namun harus mengikuti aturan. Saat ini tim sedang mengatur lokasi dan ketentuan yang akan diberlakukan,” ujar Alamsyah, Kamis 11 Desember 2025.

Ia menjelaskan, penyusunan aturan dilakukan untuk memastikan kawasan Taman Banjuran Budayo tertata dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Aturan tersebut nantinya akan disampaikan secara resmi kepada para pedagang.

“Kita tunggu sampai regulasi selesai. Setelah itu akan kami informasikan kepada seluruh PKL. Yang jelas, semua harus mengikuti ketentuan yang berlaku,” sambungnya.

Alamsyah juga menanggapi terkait pedagang yang telah difasilitasi di bagian dalam taman.

Ia menyebutkan bahwa sejak awal, PKL diminta melengkapi administrasi usaha seperti Tanda Daftar Usaha (TDU). Namun tidak semua pedagang memenuhi syarat yang ditetapkan.

“Di dalam taman baru ada sekitar 15 pedagang yang lengkap administrasinya. Ke depan jumlahnya kita harapkan bisa bertambah, asalkan memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Alamsyah saat menerima kedatangan sejumlah PKL yang sebelumnya mempertanyakan adanya larangan berjualan di sekitar Taman Banjuran Budayo.

Para pedagang mendatangi kantor Kecamatan Jelutung untuk menyampaikan protes karena mengaku dilarang berjualan hingga Lebaran 2026.

Situasi sempat memanas karena para PKL mengaku sering diusir, meski sebagian dari mereka hanya berjualan di hari libur atau tanggal merah.

Mereka juga menyoalkan munculnya pedagang baru di dalam taman yang dinilai mendapat perlakuan lebih baik.

“Kami hanya minta keadilan. Dari dulu kami sudah di situ,” ungkap salah satu pedagang.

Terkait keluhan ini, Camat Jelutung memastikan pihaknya tetap membuka ruang komunikasi.

“Masukan dari PKL tetap kami terima dan akan disampaikan kepada OPD terkait,” tutup Alamsyah.(*)




PKL Datangi Kecamatan Jelutung, Pertanyakan Pelarangan Berjualan di Eks Taman Remaja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di Jalan H Agus Salim, tepatnya dekat kawasan Taman Banjuran Budayo atau eks Taman Remaja Kota Jambi, mendatangi kantor Kecamatan Jelutung pada Kamis, 11 Desember 2025.

Kedatangan para pedagang ini untuk mempertanyakan larangan berjualan di sekitar kawasan tersebut.

Menurut para PKL, mereka mendapat informasi bahwa aktivitas berdagang dilarang hingga momen Lebaran 2026.

Para pedagang disambut langsung oleh Camat Jelutung, Alamsyah Powa.

Suasana sempat memanas karena para PKL merasa kebijakan tersebut tidak adil.

“Kami dari dulu sudah berjualan di situ. Kami hanya minta keadilan,” ujar salah satu pedagang.

PKL yang biasanya hanya berjualan pada hari libur dan tanggal merah itu juga mengaku sering diusir.

Mereka mempertanyakan alasan munculnya pedagang baru yang justru mendapat fasilitas di dalam kawasan Taman Banjuran Budayo setelah peresmian taman tersebut.

“Mana janji untuk kami? Apa karena kami tidak punya orang dalam?” celetuk pedagang lainnya.

Mereka berharap tetap diberi izin berjualan dan meminta agar tidak ada lagi pengusiran.

Menanggapi hal itu, Camat Jelutung, Alamsyah Powa meminta para PKL tetap tenang dan menegaskan bahwa tidak ada larangan permanen.

“Boleh berjualan, namun harus mengikuti aturan,” kata Alamsyah.

Ia menjelaskan bahwa saat ini tim kecamatan sedang menyusun aturan penataan PKL, termasuk lokasi dan ketentuan berjualan.

“Kalau aturan sudah selesai, akan segera kami sampaikan. Yang penting kita tetap mengikuti aturan,” ujarnya.

Alamsyah juga menerangkan bahwa pedagang yang difasilitasi di dalam Taman Banjuran Budayo sebelumnya sudah diminta untuk melengkapi administrasi seperti Tanda Daftar Usaha (TDU).

Saat ini baru sekitar 15 pedagang yang memenuhi syarat.

“Kedepan jumlahnya bisa bertambah, tetapi tetap harus memenuhi persyaratan,” jelasnya.

Ia memastikan Kecamatan Jelutung tetap menerima saran dari para PKL dan masyarakat.

“Tetap kami terima dan akan kami sampaikan ke OPD terkait,” tutupnya.(*)