Lapas Kelas IIA Jambi Berikan Remisi Waisak 2026 kepada 6 Narapidana, Ini Rinciannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI – Sebanyak enam warga binaan beragama Buddha di Lapas Kelas IIA Jambi menerima Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026.

Pemberian remisi tersebut menjadi bentuk penghargaan negara kepada narapidana yang dinilai telah menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pembinaan.

Penyerahan remisi berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Jambi pada Minggu (31/5/2026).

Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, bersama jajaran petugas pemasyarakatan.

Sebelum menerima remisi, para warga binaan terlebih dahulu mengikuti rangkaian ibadah Hari Raya Waisak yang dilaksanakan di vihara dalam lingkungan lapas.

Setelah kegiatan keagamaan selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa remisi merupakan hak narapidana yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, remisi juga menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan warga binaan dalam mengikuti program pembinaan serta kepatuhan terhadap aturan selama menjalani hukuman.

Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, kemudian menyerahkan surat keputusan remisi secara simbolis kepada perwakilan penerima.

Momen tersebut berlangsung penuh rasa syukur dan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga binaan yang memperoleh pengurangan masa pidana.

Berdasarkan data Lapas Kelas IIA Jambi, terdapat enam narapidana yang menerima Remisi Khusus Hari Raya Waisak tahun ini.

Dari jumlah tersebut, tiga orang merupakan narapidana kasus narkotika, sedangkan tiga lainnya berasal dari perkara pidana umum.

Sementara itu, tidak ada narapidana kasus tindak pidana korupsi yang menerima remisi pada peringatan Hari Raya Waisak 2026.

Syahroni Ali menjelaskan bahwa remisi bukan sekadar pengurangan masa hukuman, tetapi juga bentuk penghargaan atas perubahan sikap dan keberhasilan warga binaan dalam menjalani proses pembinaan.

Menurutnya, pemberian remisi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kesadaran hukum, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Remisi merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap momentum Hari Raya Waisak ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Syahroni Ali.

Ia menambahkan, pelaksanaan pemberian remisi keagamaan juga menjadi bagian dari komitmen pemasyarakatan dalam menjunjung hak-hak warga binaan serta mendukung sistem pembinaan yang humanis dan berorientasi pada rehabilitasi sosial.

Kegiatan penyerahan Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2570 BE di Lapas Kelas IIA Jambi berlangsung aman dan tanpa kendala hingga seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.(*)




Lapas Kelas IIA Jambi Gelar Kurban Iduladha, Perkuat Pembinaan dan Kepedulian Sosial

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana religius dan penuh kekhusyukan terasa di Masjid At-Taubah Lapas Kelas IIA Jambi saat jajaran petugas bersama warga binaan memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Peringatan Iduladha di lingkungan pemasyarakatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga dimaknai sebagai bagian penting dalam proses pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan bagi warga binaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan yang disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Pebri Irwansyah.

Dalam laporannya, ia menjelaskan pelaksanaan ibadah kurban tahun ini meliputi penyembelihan hewan kurban, pendistribusian daging, hingga kegiatan keagamaan yang melibatkan seluruh unsur di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, kemudian membuka secara resmi kegiatan Iduladha tersebut.

Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh warga binaan dan petugas menjadikan Hari Raya Kurban sebagai momentum memperkuat keikhlasan, kesabaran, dan semangat memperbaiki diri.

“Iduladha mengajarkan makna pengorbanan dan keikhlasan. Nilai ini sangat penting dalam proses pembinaan agar setiap warga binaan memiliki semangat menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Syahroni.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Salat Iduladha berjamaah yang berlangsung tertib dan khidmat.

Jamaah kemudian mendengarkan khutbah yang disampaikan Ustadz M. Tahir Rahman mengenai pentingnya ketakwaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, ibadah kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk nyata pengorbanan diri dalam memperbaiki sikap dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Pada Iduladha tahun ini, Lapas Kelas IIA Jambi menyembelih sebanyak tujuh ekor sapi dan enam ekor kambing.

Hewan kurban tersebut berasal dari partisipasi pegawai serta dukungan berbagai pihak yang ikut berkontribusi dalam kegiatan sosial keagamaan tersebut.

Pelaksanaan kurban di lingkungan lapas juga menjadi simbol bahwa semangat berbagi dan nilai kemanusiaan dapat tumbuh di mana saja, termasuk di balik tembok pemasyarakatan.

Warga binaan diajak memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Melalui momentum Iduladha ini, Lapas Kelas IIA Jambi berharap nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan dapat terus tumbuh, sehingga tercipta lingkungan pemasyarakatan yang lebih harmonis, religius, dan humanis.(*)