Ngeri! Istri Temukan Suami Tak Bernyawa di Kamar Mandi, Warga Sumur Anyir Geger

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Suasana di Desa Sumur Anyir, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, mendadak geger pada Minggu sore 13 September 2026.

Seorang pria berinisial A (24) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar mandi rumahnya sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sendiri. Temuan tersebut kemudian membuat keluarga panik dan warga sekitar berdatangan ke lokasi.

Warga bersama pihak keluarga selanjutnya melakukan evakuasi terhadap korban dari dalam kamar mandi.

Untuk memastikan kondisi korban sekaligus mendapatkan pemeriksaan medis, A kemudian dibawa ke RSU Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh.

Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima aparat kepolisian.

Personel Polres Kerinci langsung melakukan pengecekan, baik ke rumah sakit maupun ke lokasi kejadian.

Kedatangan polisi dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan mendata kondisi di lokasi serta menggali kronologi sebelum korban ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Ritonga, membenarkan adanya penemuan seorang pria yang telah meninggal dunia di Desa Sumur Anyir.

Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Hingga saat ini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya A.

Polisi masih mengumpulkan keterangan dan informasi terkait peristiwa tersebut.

Penyelidikan dilakukan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kejadian sebelum korban ditemukan tak bernyawa di kamar mandi rumahnya.(*)




Hujan Deras Picu Sungai Bungkal Meluap, Satu Mobil di Kota Sungai Penuh Terbawa Arus

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menyebabkan kenaikan debit Sungai Bungkal.

Selain itu, peristiwa ini juga mengakibatkan satu mobil terbawa arus setelah bibir sungai longsor. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu malam.

Heri, warga Sungai Jernih mengatakan bahwa, satu mobil hanyut terbawa arus sungai akibat longsor di bibir Sungai Bungkal. Mobil tersebut hanyut sejauh 500 meter.

“Ya, memang ada satu mobil yang terbawa arus Sungai Bungkal setelah terjadi longsor. Hujan deras dari sore hingga dini hari membuat kondisi sungai sangat berbahaya,” ujar Heri.

Baca juga: Waspada Hujan Lebat hingga Sore Ini di Jambi, Simak Informasi Lengkapnya!

Baca juga: Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh Tak Jadi Dibangun, RAB Tak Siap Jadi Kendala Utama

Rudi, Kepala Desa Sungai Jernih, juga membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, ada satu mobil yang hanyut setelah longsor dekat jembatan Sungai Jernih. Selain itu, ada satu lagi mobil yang ikut terbawa longsor sejauh 500 meter,” jelasnya.

Rudi juga menambahkan bahwa selain longsor di sekitar jembatan Sungai Jernih, terdapat sejumlah titik longsor di wilayah desa Sungai Jernih, dengan 6 titik longsor yang tercatat.

Kejadian ini mengganggu akses jalan di desa dan membatasi pergerakan kendaraan.

Dia menjelaskan, curah hujan yang tinggi di Kota Sungai Penuh telah menyebabkan debit air Sungai Bungkal meningkat tajam.

“Saat ini, kondisi air di Sungai Bungkal masih deras, dan untuk mobil yang terbawa arus, sudah berhasil diangkat menggunakan alat berat,” tambah Rudi.(*)