Terjaring Razia di Kota Jambi, 7 Anjal dan Eks Psikotik Dipulangkan Dinsos ke Sumsel

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Sosial memulangkan delapan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) ke Kota Palembang, Sumatera Selatan, setelah terjaring dalam operasi penertiban di wilayah Kota Jambi.

Delapan orang tersebut terdiri dari tujuh anak jalanan yang dikenal sebagai manusia silver dan satu orang eks psikotik.

Mereka sebelumnya diamankan dalam razia gabungan yang dilakukan Satpol PP Kota Jambi bersama Tim Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Pasar Jambi pada Kamis, 7 Mei 2026.

Setelah menjalani pendataan dan asesmen sosial, para penerima atensi sosial (PAS) tersebut dipulangkan ke daerah asal dan diterima langsung oleh Dinas Sosial Kota Palembang pada Jumat, 8 Mei 2026.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Jambi, Edriansyah, mengatakan langkah pemulangan dilakukan sebagai bagian dari rehabilitasi sosial sekaligus upaya reunifikasi keluarga agar para PAS mendapatkan perhatian dan pengawasan yang lebih baik.

Menurutnya, penanganan terhadap anak jalanan dan manusia silver tidak hanya dilakukan melalui razia dan penertiban, tetapi juga melalui pendekatan sosial dan pembinaan berkelanjutan.

“Pemulangan ini menjadi bagian dari rehabilitasi sosial yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi. Mereka dikembalikan ke daerah asal agar bisa kembali bersama keluarga,” ujar Edriansyah.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat penanganan terhadap aktivitas anak jalanan dan manusia silver yang masih ditemukan di sejumlah titik lampu merah dan ruas jalan utama.

Selain penertiban, pemerintah juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan melalui pendampingan, asesmen, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah asal para penyandang masalah sosial tersebut.

Dinas Sosial Kota Jambi memastikan koordinasi lintas daerah akan terus dilakukan guna meminimalisasi keberadaan anak jalanan dan PMKS dari luar daerah yang masuk ke Kota Jambi.(*)




Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai Dibuka Sementara Saat Arus Mudik 2026

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut arus Mudik Lebaran 2026, PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan pengoperasian fungsional ruas Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai guna membantu kelancaran mobilitas masyarakat.

Pembukaan sementara ruas tol ini diharapkan mampu mengurai potensi kemacetan sekaligus memberikan jalur alternatif yang lebih aman dan efisien bagi pemudik.

Ruas Tol Palembang–Betung Seksi Kramasan–Pangkalan Balai dijadwalkan mulai beroperasi secara fungsional pada 13 Maret hingga 29 Maret 2026.

Selama periode tersebut, ruas tol akan dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Penggunaan jalur fungsional ini diperuntukkan khusus bagi kendaraan Golongan I selain bus dan akan melayani arus lalu lintas dua arah.

Demi menjaga keselamatan selama melintasi ruas yang masih bersifat sementara ini, pengguna jalan diminta membatasi kecepatan kendaraan hingga maksimal 50 km per jam.

Pengoperasian tol dilakukan secara terbatas dengan pengawasan ketat dari petugas di lapangan.

Meskipun bersifat fungsional, seluruh infrastruktur yang dibuka telah melalui proses pengecekan dan pengamanan untuk memastikan kesiapan operasional serta keamanan bagi para pengguna jalan.

Jam operasional ruas tol ini juga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan diskresi pihak kepolisian.

Selain itu, berbagai dukungan seperti pengaturan lalu lintas, pemasangan rambu tambahan, serta kesiapsiagaan petugas juga telah disiapkan guna memastikan arus mudik berjalan lancar.

Plh. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi dengan kepolisian serta berbagai instansi terkait untuk menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan selama periode mudik.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan pengguna jalan, Hutama Karya juga menyiagakan petugas layanan jalan tol, meningkatkan patroli rutin, serta menambah rambu keselamatan di sepanjang ruas tol yang dioperasikan secara fungsional tersebut.

Masyarakat yang akan melintas di ruas ini juga diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi fisik tetap prima, serta selalu mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

Apabila pengguna jalan membutuhkan bantuan atau mengalami keadaan darurat saat melintas di Tol Palembang–Betung, dapat menghubungi Call Center Tol Palembang–Betung di nomor 0813-9999-6691.

Informasi terbaru mengenai layanan mudik Lebaran 2026 di jaringan Jalan Tol Trans Sumatera juga dapat diakses melalui media sosial resmi Hutama Karya, situs web perusahaan, maupun aplikasi HK Toll Apps yang menyediakan pembaruan kondisi lalu lintas secara real time.(*)




Sumur PPC-01 PHE Jambi Merang Lampaui Target Produksi, Wamen ESDM Beri Apresiasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PPC-01 di Struktur Padang Pancuran berhasil on stream dan mencatatkan produksi di atas target.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah operasi PHE Jambi Merang, Selasa (30/12).

Sumur eksplorasi PPC-01 yang berlokasi di Struktur Padang Pancuran, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi salah satu temuan strategis PHE Jambi Merang.

Setelah memperoleh persetujuan Put on Production (POP) dan Penentuan Status Eksplorasi (PSE) dari SKK Migas pada Maret 2025, sumur ini ditargetkan berproduksi awal sebesar 400 barel minyak per hari (BOPD).

Namun hingga 26 Desember 2025, realisasi produksi Sumur PPC-01 mencapai 451,42 BOPD, melampaui target yang telah ditetapkan.

Capaian tersebut dinilai sebagai kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan produksi migas nasional.

Wamen ESDM Yuliot mengapresiasi kerja keras seluruh pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Energi, dalam mendorong percepatan produksi migas.

“Apa yang kita lakukan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak,” ujar Yuliot.

Senada, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa keberhasilan Sumur PPC-01 mencerminkan efektivitas kolaborasi antara pemerintah dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

“SKK Migas terus mendorong percepatan produksi migas nasional melalui pengawasan intensif dan pendampingan teknis. Keberhasilan PPC-01 menjadi bukti bahwa sinergi yang solid mampu menghadirkan tambahan produksi yang signifikan,” jelas Djoko.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi menegaskan komitmen PHE untuk terus meningkatkan produksi migas nasional pada 2026 melalui percepatan sejumlah proyek yang ditargetkan on stream di berbagai wilayah kerja.

“Pada 2026, PHE menargetkan on stream beberapa proyek strategis di PHM, ONWJ, PHR WK Rokan, hingga Astrea. Strategi kami mencakup eksplorasi di sekitar fasilitas produksi eksisting serta eksplorasi frontier. Sumur PPC-01 menjadi contoh keberhasilan eksplorasi yang dekat dengan fasilitas produksi,” ungkap Awang.

Dalam kesempatan tersebut, Awang juga menekankan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh aktivitas hulu migas.

“Keselamatan harus selalu diutamakan. Setiap pekerja memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas apabila dinilai tidak aman,” tegasnya.

Ke depan, Struktur Padang Pancuran diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan lifting minyak nasional.

Ini sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan ketahanan dan swasembada energi.

Tentang PHE Jambi Merang

PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Zona 1 yang bergerak di sektor hulu migas dengan produksi utama gas dan kondensat.

Wilayah kerja PHE Jambi Merang mencakup 22 desa di enam kecamatan, yang tersebar di tiga kabupaten dan dua provinsi.

Kegiatan operasional utama berlokasi di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.(*)