Prabowo Perkuat Hubungan dengan Yordania, Indonesia Bidik Teknologi Strategis

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sejumlah agenda penting mewarnai dinamika nasional dalam 24 jam terakhir, mulai dari kunjungan Presiden ke Timur Tengah hingga penguatan kemitraan teknologi strategis.
Presiden Prabowo Subianto melakukan lawatan resmi ke Yordania sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral dan membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
Kunjungan ini dipandang strategis, mengingat posisi Yordania sebagai salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut, kedua negara membahas penguatan hubungan diplomatik, kerja sama pertahanan, peningkatan hubungan ekonomi, hingga potensi kolaborasi teknologi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi diplomasi aktif Indonesia untuk memperluas jejaring kemitraan global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik dan ekonomi kawasan.
Selain agenda luar negeri, pemerintah juga menyoroti percepatan transformasi industri nasional melalui penguasaan teknologi strategis.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa kemitraan teknologi tidak hanya sebatas transfer pengetahuan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia.
Menurutnya, kerja sama ini ditujukan untuk mempercepat penguasaan teknologi kunci yang menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.
Ia menambahkan, Indonesia menargetkan peningkatan peran dalam rantai pasok global, dengan mendorong transformasi dari sekadar konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tambah tinggi.
Pemerintah menilai penguasaan teknologi strategis menjadi faktor krusial dalam meningkatkan daya saing nasional.
Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, kolaborasi internasional yang terarah diyakini mampu mempercepat inovasi dan memperluas kontribusi industri domestik di pasar global.
Rangkaian agenda ini mencerminkan fokus pemerintah pada dua jalur utama: diplomasi luar negeri yang aktif serta percepatan transformasi ekonomi berbasis teknologi.(*)