Jelang Ramadan 1447 H, Disperindag Kota Jambi Gelar Operasi Pasar Murah untuk Tekan Harga Sembako

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menggelar operasi pasar murah sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting pada Tahun Anggaran 2026.

Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, Nella Ervina, mengungkapkan bahwa total sebanyak 4.000 paket sembako disiapkan dan akan disalurkan secara bertahap ke seluruh kecamatan di Kota Jambi.

Khusus Kecamatan Jambi Timur, sebanyak 703 paket telah dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat.

Menurut Nella, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data ekonomi nasional yang kemudian diverifikasi ulang di tingkat kecamatan.

Proses verifikasi dilakukan dua tahap untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Data penerima manfaat sudah melalui verifikasi dua kali agar program ini sesuai dengan tujuan dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Setiap paket sembako mendapatkan subsidi dari Pemerintah Kota Jambi sebesar Rp50.000.

Dengan nilai paket mencapai Rp162.000, masyarakat hanya perlu membayar Rp112.000.

Paket tersebut terdiri dari beras premium 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, dan satu kaleng susu kental manis.

Nella menambahkan, operasi pasar murah ini dibiayai melalui APBD Kota Jambi dalam Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.

Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai hari ini hingga 24 Februari 2026 dan menjangkau 11 kecamatan se-Kota Jambi.

“Dengan adanya subsidi ini, harga yang diterima masyarakat jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Harapannya, kebutuhan pokok tetap terjangkau dan harga di pasaran tetap stabil menjelang Ramadan,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa operasi pasar murah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan.

Menurut Maulana, lonjakan kebutuhan menjelang Ramadan kerap berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diimbangi dengan intervensi pemerintah.

“Permintaan biasanya meningkat menjelang Ramadan. Jika tidak diantisipasi, hal ini bisa berdampak pada inflasi. Karena itu, pemerintah hadir untuk memastikan harga tetap terkendali,” katanya.

Ia menyebutkan, melalui program ini, Pemkot Jambi menargetkan sedikitnya 4.000 keluarga dapat terbantu melalui penyediaan sembako bersubsidi, sekaligus menjaga harga di tingkat pasar.

“Bukan harganya yang naik, justru kita tekan agar harga sembako tetap stabil. Mudah-mudahan distribusi hari ini berjalan lancar, dimulai dari Jambi Timur dan berlanjut ke kecamatan lainnya,” pungkasnya.

Maulana berharap, operasi pasar murah ini dapat membantu masyarakat menyambut Ramadan dengan lebih tenang serta memperkuat semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.(*)




Jelang Ramadan, Disperindag Kota Jambi Perketat Distribusi Minyakita di Pasar Tradisional

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minyak goreng subsidi Minyakita di sejumlah pasar tradisional menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan serta menekan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan dan Stabilisasi Bahan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) Disperindag Kota Jambi, Dadan Sulaiman, menyebutkan bahwa pengawasan diprioritaskan di Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar yang menjadi pusat aktivitas perdagangan masyarakat.

Menurutnya, Disperindag juga telah menjalin koordinasi intensif dengan Perum Bulog Jambi untuk memastikan distribusi Minyakita berjalan lancar dan terjadwal.

“Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri, distribusi Minyakita ditambah menjadi dua kali dalam sepekan ke seluruh pasar tradisional di Kota Jambi,” kata Dadan, Selasa.

Ia menegaskan, harga Minyakita di tingkat pengecer tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Selain itu, penjualan dilakukan dalam kemasan sesuai ketentuan guna mencegah penyimpangan distribusi.

Hingga saat ini, Disperindag belum menemukan pelanggaran oleh pedagang terkait harga maupun takaran. Stabilitas harga minyak goreng juga masih terpantau aman tanpa lonjakan signifikan.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya keterbatasan stok di sejumlah kios.

Salah seorang pedagang di Pasar Angso Duo, Anisa, mengaku pasokan Minyakita di lapaknya telah habis sejak beberapa waktu terakhir akibat meningkatnya permintaan.

Menanggapi hal tersebut, Disperindag Kota Jambi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Pemerintah memastikan pasokan Minyakita akan terus disalurkan secara bertahap ke seluruh pasar tradisional guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.(*)