Jelang Final Piala Dunia 2026, Lionel Messi Ungkap Kekhawatiran Hadapi Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, mengakui pertandingan final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol akan menjadi ujian berat bagi skuad La Albiceleste.

Meski menghadapi lawan tangguh, Messi memastikan Argentina akan memberikan kemampuan terbaik demi meraih gelar juara dunia secara beruntun.

Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah melewati laga semifinal dramatis melawan Timnas Inggris.

Sempat tertinggal, Argentina mampu melakukan comeback dan menang dengan skor 2-1 untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Kemenangan tersebut membuat Argentina semakin dekat dengan ambisi mempertahankan gelar juara dunia.

Namun, perjuangan mereka dipastikan tidak mudah karena harus menghadapi salah satu tim terbaik Eropa, Timnas Spanyol.

Spanyol melaju ke final setelah menyingkirkan salah satu kandidat juara lainnya, Timnas Prancis, pada babak semifinal.

Messi Sebut Spanyol Tim Berkualitas

Menjelang pertandingan final, Messi mengungkapkan rasa hormatnya terhadap kekuatan Spanyol.

Menurut pemain berjuluk La Pulga tersebut, La Furia Roja memiliki kualitas luar biasa dan dihuni banyak pemain yang sudah dikenalnya.

Messi juga menyebut kedekatannya dengan sejumlah pemain Spanyol, terutama mereka yang pernah atau masih memperkuat Barcelona, klub yang memiliki tempat istimewa dalam kariernya.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Spanyol adalah tim yang sangat bagus. Saya mengenal banyak pemain mereka, dan banyak di antaranya bermain untuk Barcelona, klub yang saya cintai dan masih saya ikuti sampai sekarang,” ujar Messi.

Atmosfer Argentina Jadi Kekuatan Tambahan

Selain membahas kualitas Spanyol, Messi juga mengenang atmosfer luar biasa yang dirasakan Argentina dalam perjalanan menuju final.

Menurutnya, dukungan masyarakat Argentina sudah terasa sejak momen lagu kebangsaan dikumandangkan sebelum pertandingan.

“Meskipun ini hanya sebuah pertandingan sepak bola, sejak lagu kebangsaan dikumandangkan kami sudah merasakan sesuatu yang istimewa.”

Messi menilai keberhasilan mencapai final bukan hanya tentang pertandingan sepak bola, tetapi juga membawa harapan besar bagi seluruh masyarakat Argentina.

“Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Rakyat Argentina benar-benar sangat menginginkan hasil ini,” pungkas Messi.

Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Pertandingan final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol akan menjadi duel antara juara bertahan Argentina dan kekuatan baru sepak bola Eropa.

Spanyol vs Argentina
Hari/Tanggal: Senin, 20 Juli 2026
Kick Off: 02.00 WIB
Venue: New York New Jersey Stadium
Live TV: TVRI, TVRI Sports
Live Streaming: Maxstream, Folaplay.(*)




Belgia Pesta Gol ke Gawang Amerika Serikat, Lukaku Ikut Sumbang Gol

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Belgia memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 usai menaklukkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor meyakinkan 4-1 pada laga babak 16 besar.

Charles De Ketelaere menjadi bintang kemenangan Belgia setelah memborong dua gol.

Dua gol lainnya dicetak Hans Vanaken dan Romelu Lukaku, sementara satu-satunya gol Amerika Serikat lahir melalui Malik Tillman.

Kemenangan ini membawa Belgia menghadapi tantangan berat di babak delapan besar.

The Red Devils dijadwalkan berhadapan dengan Spanyol yang lebih dulu menyingkirkan Portugal.

Belgia Langsung Menggebrak

Bermain di Seattle Stadium, Amerika Serikat tampil agresif sejak menit awal dengan mengandalkan Christian Pulisic dan Folarin Balogun di lini depan.

Namun justru Belgia yang lebih efektif memanfaatkan peluang.

Saat laga baru berjalan sembilan menit, Nicolas Raskin berhasil menusuk ke dalam kotak penalti sebelum mengirim umpan tarik yang diselesaikan Charles De Ketelaere menjadi gol pembuka. Belgia unggul 1-0.

Amerika Serikat berusaha membalas lewat permainan menyerang.

Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-30 ketika tendangan bebas Malik Tillman gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Thibaut Courtois sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Akan tetapi, keunggulan mental Belgia kembali terlihat.

Hanya berselang tiga menit, De Ketelaere kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan memanfaatkan umpan silang Leandro Trossard. Belgia menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1.

Belgia Kunci Kemenangan di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, Amerika Serikat mencoba meningkatkan tekanan dengan memasukkan Gio Reyna untuk menggantikan Sergino Dest.

Namun Belgia tetap tampil tenang dan disiplin.

Pada menit ke-57, Hans Vanaken memperlebar keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan fatal kiper Amerika Serikat yang gagal mengamankan bola.

Tertinggal dua gol membuat tim asuhan Mauricio Pochettino semakin terbuka dalam menyerang. Situasi itu dimanfaatkan Belgia untuk melancarkan serangan balik.

Di masa injury time, Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti memastikan kemenangan Belgia setelah menyelesaikan umpan Vanaken menjadi gol keempat.

Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil tersebut mengantar Belgia ke babak perempat final Piala Dunia 2026, sementara perjalanan Amerika Serikat sebagai tuan rumah harus berakhir di fase 16 besar.

Susunan Pemain

Amerika Serikat (4-3-3): Matt Freese; Antonee Robinson, Tim Ream, Chris Richards, Sergino Dest; Malik Tillman, Tyler Adams, Weston McKennie; Christian Pulisic, Folarin Balogun, Tyler Freeman.
Pelatih: Mauricio Pochettino.

Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Maxim De Cuyper, Noah Ngoy, Brandon Mechele, Timothy Castagne; Amadou Onana, Nicolas Raskin; Leandro Trossard, Youri Tielemans, Dodi Lukebakio; Charles De Ketelaere.
Pelatih: Rudi Garcia.(*)




Duel Iberia Berakhir Dramatis, Spanyol Kalahkan Portugal dan Lolos ke Perempat Final

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol memastikan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026 usai menumbangkan rival sesama Eropa, Portugal, dengan skor tipis 1-0 pada laga babak 16 besar.

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim tampil menyerang dan saling menciptakan peluang.

Namun rapatnya lini pertahanan serta penampilan gemilang kedua penjaga gawang membuat skor tetap imbang sepanjang sebagian besar pertandingan.

Portugal lebih dulu mengancam melalui Cristiano Ronaldo. Kapten Selecao itu melepaskan tembakan dari sisi kanan pada awal laga, tetapi masih mampu diamankan kiper Spanyol, Unai Simon.

Spanyol langsung merespons. Lamine Yamal hampir membawa La Roja unggul setelah melepaskan tembakan melengkung yang memaksa Diogo Costa melakukan penyelamatan gemilang.

Bola muntah kemudian disambar Alex Baena, namun Costa kembali tampil sigap menjaga gawang Portugal tetap aman.

Memasuki babak kedua, Portugal sempat mengambil alih penguasaan permainan.

Tim asuhan Roberto Martinez beberapa kali menekan pertahanan Spanyol melalui Bruno Fernandes, Pedro Neto, hingga Ronaldo, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.

Di sisi lain, Spanyol tetap sabar membangun serangan. Lamine Yamal dan Alex Baena terus merepotkan lini belakang Portugal, namun Diogo Costa kembali menjadi penyelamat dengan sejumlah penyelamatan penting.

Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-86. Dani Olmo mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti yang langsung disambut Mikel Merino dengan penyelesaian akurat untuk mengubah skor menjadi 1-0.

Tertinggal di menit-menit akhir, Portugal meningkatkan intensitas serangan.

Cristiano Ronaldo dan rekan-rekannya terus menekan hingga masa injury time, namun pertahanan disiplin Spanyol mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan ini membawa Spanyol melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

La Roja selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan Amerika Serikat kontra Belgia dalam perebutan tiket menuju semifinal.

Susunan Pemain

Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Joao Neves; Joao Felix, Bruno Fernandes, Pedro Neto; Cristiano Ronaldo.
Pelatih: Roberto Martinez.

Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri, Dani Olmo; Alex Baena, Mikel Oyarzabal, Lamine Yamal.
Pelatih: Luis de la Fuente.(*)




Meski Cuma Cetak Penalti, Ronaldo Raih Man of the Match Lawan Kroasia

SEPUCUKJAMBI.ID – Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan pengaruh besarnya bagi Timnas Portugal.

Kapten Selecao itu dinobatkan sebagai Man of the Match versi FIFA setelah membawa Portugal menang dramatis 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat 3 Juli 2026.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Ronaldo tampil sebagai sosok yang mengubah arah pertandingan ketika Portugal berada dalam situasi sulit.

Portugal sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Ivan Perisic di awal babak kedua.

Dalam kondisi terus ditekan Kroasia, Selecao akhirnya mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga memastikan tiket ke babak 16 besar.

Peran Ronaldo menjadi salah satu faktor utama di balik kebangkitan tersebut.

Saat Portugal berusaha mengejar ketertinggalan, Renato Veiga dijatuhkan di dalam kotak penalti. Setelah wasit meninjau tayangan VAR, Portugal mendapat hadiah penalti.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor tampil tenang.

Sepakannya sukses mengecoh Dominik Livakovic dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol itu menjadi momentum penting bagi Portugal.

Setelah berhasil menyamakan kedudukan, kepercayaan diri Selecao meningkat hingga akhirnya Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Sebenarnya, Ronaldo sempat lebih dahulu menggetarkan gawang Kroasia pada pertandingan tersebut.

Namun gol itu dianulir karena VAR memastikan penyerang berusia 41 tahun itu sudah berada dalam posisi offside sebelum menerima umpan.

Meski hanya mencetak satu gol dari titik penalti, kontribusi Ronaldo dinilai jauh lebih besar dari sekadar torehan angka di papan skor.

Pengalaman, kepemimpinan, dan ketenangannya saat mengeksekusi penalti membuat Portugal mampu keluar dari tekanan dan membalikkan jalannya pertandingan.

Atas performa tersebut, FIFA menetapkan Cristiano Ronaldo sebagai Man of the Match.

Penghargaan itu sekaligus menegaskan bahwa sang kapten masih menjadi figur sentral dalam perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026.

Berkat kemenangan atas Kroasia, Portugal melangkah ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol dalam duel sesama raksasa Eropa yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.(*)




Statistik Lamine Yamal Bikin Takjub, Jadi Man of the Match Saat Spanyol Hajar Austria

SEPUCUKJAMBI.ID – Lamine Yamal kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain muda paling berbahaya di dunia.

Meski tidak mencetak gol maupun assist, winger Spanyol itu tetap dinobatkan sebagai Man of the Match saat La Furia Roja menaklukkan Austria 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Yamal tampil impresif sepanjang pertandingan yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat 3 Juli 2026 dini hari WIB.

Spanyol memang memastikan tiket ke babak 16 besar berkat dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro.

Namun, di balik kemenangan meyakinkan itu, pergerakan Lamine Yamal menjadi salah satu faktor yang paling merepotkan pertahanan Austria.

Sejak menit awal, pemain berusia muda itu terus mengancam dari sektor sayap.

Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitasnya membuat lini belakang Austria kesulitan mengantisipasi serangan Spanyol.

Meski namanya tidak masuk daftar pencetak gol, kontribusi Yamal terlihat jelas sepanjang pertandingan.

Hampir setiap peluang berbahaya yang dibangun Spanyol lahir dari aksinya di sisi kanan lapangan.

Berdasarkan data FotMob, Yamal mencatatkan 14 sentuhan di dalam kotak penalti lawan, menjadi yang terbanyak dibanding seluruh pemain di pertandingan tersebut.

Ia juga melepaskan enam tembakan, jumlah terbanyak bersama rekan setimnya, sekaligus menunjukkan perannya sebagai salah satu sumber ancaman utama bagi Austria.

Kemampuan duel satu lawan satu kembali menjadi senjata utama Yamal. Ia sukses membukukan lima dribel berhasil, tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil pada laga tersebut.

Penampilan konsisten itu berakhir pada menit ke-85 ketika pelatih Luis de la Fuente menariknya keluar dan memasukkan Gavi untuk menjaga keseimbangan permainan hingga peluit akhir.

Atas performa tersebut, FIFA menetapkan Lamine Yamal sebagai Man of the Match.

Penghargaan itu menjadi bukti bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu diukur dari jumlah gol atau assist, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap jalannya pertandingan.

Dengan performa meyakinkan melawan Austria, Yamal diperkirakan kembali menjadi salah satu andalan Spanyol ketika menghadapi Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, Konrad Laimer; Xaver Schlager, Nicolas Seiwald; Romano Schmid, Paul Wanner, Marcel Sabitzer; Michael Gregoritsch.

Pelatih: Ralf Rangnick.(*)




VAR Gagalkan Harapan Kroasia, Portugal Menang Dramatis dan Hadapi Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Toronto Stadium, Jumat 3 Juli 2026.

Selecao sempat berada dalam posisi tertinggal setelah Ivan Perisic membawa Kroasia unggul di awal babak kedua.

Namun Portugal mampu membalikkan keadaan lewat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo sebelum Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan lewat gol kemenangan pada masa injury time.

Kemenangan ini mengantar Portugal melaju ke fase berikutnya dan akan menghadapi rival sesama Semenanjung Iberia, Spanyol, dalam laga babak 16 besar.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Pertandingan berlangsung dalam tempo cukup tinggi pada awal laga.

Kroasia lebih dulu mengancam melalui Ante Budimir, tetapi penyelesaiannya masih melebar dari sasaran.

Portugal merespons beberapa menit kemudian. Bruno Fernandes melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Dominik Livakovic melakukan penyelamatan penting.

Setelah awal pertandingan yang terbuka, ritme permainan berubah lebih hati-hati.

Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga duel lebih banyak berlangsung di sektor tengah lapangan.

Hingga turun minum tidak banyak peluang bersih yang tercipta. Babak pertama pun ditutup tanpa gol dengan skor tetap 0-0.

Kroasia Unggul Lebih Dulu

Memasuki babak kedua, pelatih Zlatko Dalic melakukan perubahan dengan memasukkan Igor Matanovic menggantikan Ante Budimir.

Pergantian tersebut membuat Kroasia tampil lebih agresif. Mateo Kovacic lebih dulu menguji ketangguhan Diogo Costa sebelum Nikola Vlasic gagal memanfaatkan bola muntah.

Tekanan Kroasia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53.

Ivan Perisic menerima umpan dari Josip Stanisic, mengontrol bola di dalam kotak penalti, lalu melepaskan tembakan yang gagal dibendung Diogo Costa. Kroasia unggul 1-0.

Beberapa saat kemudian, Nikola Vlasic sebenarnya kembali membobol gawang Portugal.

Namun gol tersebut dianulir setelah VAR memastikan dirinya telah berada dalam posisi offside.

Ronaldo Samakan Kedudukan

Portugal berusaha meningkatkan intensitas serangan. Rafael Leao nyaris mencetak gol melalui sepakan keras yang hanya membentur mistar.

Cristiano Ronaldo sempat mencetak gol, tetapi kembali dianulir VAR karena sang kapten lebih dulu berada dalam posisi offside.

Momentum Portugal akhirnya datang ketika Renato Veiga dijatuhkan di area terlarang. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit menunjuk titik putih.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Goncalo Ramos Jadi Penentu

Setelah gol penyama kedudukan, Kroasia kembali mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali menekan pertahanan Portugal.

Namun ketika laga memasuki masa injury time, Portugal justru berhasil mencuri gol kemenangan.

Rafael Leao mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Goncalo Ramos hingga menggetarkan gawang Livakovic.

Kroasia sempat merayakan gol penyama kedudukan beberapa detik menjelang pertandingan berakhir melalui Josko Gvardiol yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang.

Akan tetapi, VAR kembali menjadi penentu. Wasit membatalkan gol tersebut setelah Mario Pasalic lebih dahulu terjebak offside dalam proses terjadinya gol.

Skor 2-1 bertahan hingga laga usai. Portugal pun memastikan tiket ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol dalam salah satu duel paling dinanti di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Joao Neves; Pedro Neto, Bruno Fernandes, Rafael Leao; Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Roberto Martinez.

Kroasia (4-2-3-1): Dominik Livakovic; Josip Stanisic, Josip Sutalo, Marin Pongracic, Ivan Perisic; Luka Modric, Mateo Kovacic; Martin Baturina, Petar Sucic, Nikola Vlasic; Ante Budimir.

Pelatih: Zlatko Dalic.(*)




Spanyol Pesta Gol ke Gawang Austria, Oyarzabal Borong Dua Gol

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga fase 32 besar di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat 3 Juli 2026 dini hari WIB.

La Furia Roja tampil dominan sejak menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan.

Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan berkat dua gol yang dicetaknya, sementara satu gol lainnya lahir melalui sundulan Pedro Porro.

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri langkah Austria di Piala Dunia 2026.

Sementara Spanyol kini tinggal menunggu lawan berikutnya di babak 16 besar, yakni pemenang duel Portugal kontra Kroasia.

Sejak kickoff, Spanyol langsung menguasai jalannya pertandingan.

Lamine Yamal nyaris membuka keunggulan ketika laga baru berjalan dua menit, namun sepakan jarak jauhnya masih mampu diamankan Alexander Schlager.

Tekanan terus dilancarkan tim asuhan Luis de la Fuente.

Austria dipaksa lebih banyak bertahan dan mengandalkan penyelamatan demi penyelamatan dari Schlager untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Pada menit ke-30, Marc Cucurella sempat menggetarkan gawang Austria.

Namun gol tersebut dianulir wasit karena lebih dulu terjadi pelanggaran dalam proses serangan.

Dominasi Spanyol akhirnya membuahkan hasil enam menit kemudian.

Berawal dari kerja sama apik di sisi kiri, umpan Marc Cucurella berhasil disambut Mikel Oyarzabal dengan penyelesaian satu sentuhan yang tak mampu dihentikan Schlager.

Skor berubah menjadi 1-0.

Menjelang turun minum, Spanyol hampir menggandakan keunggulan.

Tendangan bebas Alex Baena membentur mistar gawang, sedangkan peluang emas Lamine Yamal pada masa injury time kembali dimentahkan aksi gemilang kiper Austria.

Selepas jeda, ritme permainan tidak berubah. Spanyol tetap memegang kendali penguasaan bola dan terus memburu gol tambahan.

Austria sempat memberikan ancaman melalui sundulan Sasa Kalajdzic pada menit ke-61. Namun bola hanya melintas tipis di atas mistar gawang Unai Simon.

Lima menit berselang, Spanyol berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0.

Alex Baena mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Pedro Porro untuk membawa La Furia Roja semakin nyaman.

Lamine Yamal hampir ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit-menit akhir pertandingan.

Sayangnya, tembakannya berhasil disapu pemain bertahan Austria tepat di garis gawang.

Menjelang laga usai, Mikel Oyarzabal kembali menunjukkan ketajamannya.

Memanfaatkan umpan matang Marc Cucurella pada menit ke-89, penyerang Spanyol itu mencetak gol keduanya sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0.

Dengan hasil ini, Spanyol melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah menampilkan permainan yang solid di semua lini.

Selanjutnya, La Furia Roja akan menghadapi pemenang pertandingan Portugal melawan Kroasia untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, Konrad Laimer; Xaver Schlager, Nicolas Seiwald; Romano Schmid, Paul Wanner, Marcel Sabitzer; Michael Gregoritsch.

Pelatih: Ralf Rangnick.(*)




RD Kongo hingga Tanjung Verde Ukir Sejarah, Ini Daftar Tim Lolos 32 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 semakin mendekati akhir dan peta persaingan menuju fase gugur mulai terbentuk.

Hingga Minggu 28 Juni 2026, sebanyak 32 negara dipastikan lolos ke babak 32 besar, termasuk beberapa kejutan besar dari wakil Afrika seperti RD Kongo, Tanjung Verde, Senegal, Mesir, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.

Format baru turnamen yang meloloskan 32 tim terdiri dari juara grup, runner-up, dan delapan peringkat ketiga terbaik membuat persaingan tetap terbuka hingga laga terakhir.

RD Kongo dan Tanjung Verde Ukir Sejarah

Salah satu sorotan terbesar datang dari Afrika.

RD Kongo berhasil lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya setelah menang 3-1 atas Uzbekistan dan finis sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Sementara itu, Tanjung Verde juga mencatat sejarah debut luar biasa dengan lolos dari Grup H tanpa kekalahan.

Raksasa Dunia Lolos Mulus

Sejumlah tim unggulan juga memastikan tiket lebih cepat, di antaranya:

  • Brasil
  • Argentina
  • Prancis
  • Inggris
  • Jerman
  • Spanyol
  • Belanda
  • Belgia

Sebagian besar dari mereka bahkan lolos sebagai juara grup dengan performa dominan.

Rekap Singkat Hasil Grup

Grup A

  • Meksiko juara grup (sempurna)
  • Afrika Selatan runner-up
  • Korea Selatan tersingkir

Grup B

  • Swiss juara grup
  • Kanada runner-up
  • Bosnia & Herzegovina lolos via peringkat tiga terbaik

Grup C

  • Brasil & Maroko lolos
  • Skotlandia peringkat ketiga

Grup D

  • Amerika Serikat juara grup
  • Australia runner-up

Grup E

  • Jerman juara grup
  • Pantai Gading & Ekuador lolos

Grup F

  • Belanda juara grup
  • Jepang & Swedia lolos

Grup G

  • Belgia juara grup
  • Mesir runner-up

Grup H

  • Spanyol juara grup
  • Tanjung Verde runner-up (sejarah debut)

Grup I

  • Prancis juara grup
  • Norwegia & Senegal lolos

Grup J

  • Argentina sempurna (9 poin)
  • Austria & Aljazair lolos

Grup K

  • Kolombia juara grup
  • Portugal runner-up
  • RD Kongo lolos via peringkat tiga terbaik

Grup L

  • Inggris juara grup
  • Kroasia runner-up
  • Ghana lolos via peringkat tiga terbaik

Daftar Lengkap 32 Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

  • Meksiko
  • Afrika Selatan
  • Swiss
  • Kanada
  • Brasil
  • Maroko
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Jerman
  • Pantai Gading
  • Belanda
  • Jepang
  • Swedia
  • Belgia
  • Mesir
  • Spanyol
  • Tanjung Verde
  • Prancis
  • Norwegia
  • Senegal
  • Argentina
  • Austria
  • Aljazair
  • Kolombia
  • Portugal
  • Inggris
  • Kroasia
  • RD Kongo
  • Bosnia & Herzegovina
  • Ekuador
  • Ghana
  • Paraguay.(*)



Uruguay Gagal Lolos! Spanyol Menang Tipis 1-0 Berkat Gol Alex Baena

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup H setelah menundukkan Uruguay 1-0 di Estadio Guadalajara, Sabtu 27 Juni 2026 WIB.

Gol semata wayang Alex Baena pada penghujung babak pertama menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat.

Kemenangan tersebut mengantarkan La Furia Roja mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.

Sementara Uruguay harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari turnamen usai hanya mengumpulkan dua poin dan finis di peringkat ketiga klasemen.

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil kendali permainan lewat dominasi penguasaan bola.

Tim besutan Luis de la Fuente dengan sabar membangun serangan dari lini belakang, tetapi rapatnya pertahanan Uruguay membuat peluang bersih sulit tercipta.

Uruguay yang lebih banyak bertahan juga kesulitan mengembangkan permainan.

Peluang pertama La Celeste baru hadir pada menit ke-36 melalui sepakan jarak jauh Rodrigo Bentancur, namun bola masih melambung di atas mistar gawang yang dikawal Unai Simon.

Petaka menghampiri Uruguay beberapa menit kemudian. Gelandang andalan Manuel Ugarte mengalami cedera dan harus ditarik keluar lapangan.

Marcelo Bielsa memasukkan Nicolas De La Cruz untuk menutup lubang di lini tengah.

Momentum itu dimanfaatkan Spanyol untuk memecah kebuntuan. Pada menit ke-42, Marcos Llorente mengirim umpan tarik ke dalam kotak penalti yang disambut Alex Baena.

Gelandang Villarreal itu lebih dulu mengontrol bola sebelum melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi sempurna Fernando Muslera.

Gol tersebut membawa Spanyol menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Uruguay mencoba meningkatkan intensitas serangan.

Marcelo Bielsa bahkan melakukan pergantian di posisi penjaga gawang dengan memasukkan Sergio Rochet menggantikan Muslera.

Namun, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. Spanyol tetap mendominasi penguasaan bola dan memaksa Uruguay bertahan lebih dalam.

Peluang emas sempat diperoleh Dani Olmo pada menit ke-63, tetapi tembakannya hanya melintas tipis di sisi gawang.

Uruguay membalas lewat Federico Viñas, namun penyelesaian akhirnya juga belum menemui sasaran.

Melihat timnya kesulitan menambah gol, Luis de la Fuente memasukkan Ferran Torres, Yeremy Pino, dan Nico Williams untuk menambah daya gedor.

Di sisi lain, Uruguay nyaris menyamakan kedudukan lima menit menjelang laga usai.

Nicolas De La Cruz melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Unai Simon tampil sigap dengan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan Spanyol.

Situasi Uruguay semakin sulit pada masa injury time setelah Agustin Canobbio diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras.

Bermain dengan 10 orang membuat peluang La Celeste untuk mengejar ketertinggalan praktis tertutup.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Spanyol.

Hasil ini menegaskan konsistensi La Furia Roja sepanjang fase grup.

Selain tampil solid dalam penguasaan bola, lini belakang Spanyol juga menunjukkan organisasi permainan yang disiplin dengan hanya kebobolan minim sepanjang penyisihan.

Sebaliknya, Uruguay harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.

Cedera pemain kunci, minimnya kreativitas di lini depan, serta kegagalan memaksimalkan peluang menjadi faktor yang membuat tim asuhan Marcelo Bielsa gagal menembus babak gugur Piala Dunia 2026.

Susunan pemain:

Timnas Uruguay (4-1-4-1): Muslera; Sanabria, Olivera, Caceres, Varela; Ugarte; Araujo, Valverde, Bentancur, Canobbio; Nunez

Pelatih: Marcelo Bielsa

Timnas Spanyol (4-2-3-1): Simon; Cucurella, Laporte, Cubarsi, Llorente; Rodri, Pedri; Baena, Merino, Yamal; Oyarzabal

Pelatih: Luis De La Fuente.(*)




Hanya Bermain Imbang! Spanyol Frustrasi Hadapi Tembok Kokoh Cape Verde

SEPUCUKJAMBI.ID – Kejutan pertama langsung tersaji di Piala Dunia setelah Spanyol gagal mengamankan kemenangan pada laga pembuka Grup H.

Tim berjuluk La Roja harus puas berbagi angka usai ditahan imbang 0-0 oleh debutan Cape Verde dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Hasil tersebut menjadi sorotan karena Spanyol datang ke turnamen dengan status salah satu kandidat kuat juara.

Selain berbekal materi pemain yang lebih mentereng, tim asuhan Luis de la Fuente juga memiliki pengalaman dan peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi dibanding lawannya.

Namun, dominasi penguasaan bola yang menjadi ciri khas Spanyol tidak mampu diterjemahkan menjadi gol.

Sepanjang pertandingan, mereka kesulitan menembus pertahanan Cape Verde yang tampil disiplin, terorganisir, dan penuh kepercayaan diri.

Cape Verde memilih pendekatan pragmatis dengan menumpuk pemain di area pertahanan.

Formasi lima bek yang diterapkan bahkan kerap berubah menjadi enam pemain bertahan saat Spanyol meningkatkan intensitas serangan.

Meski terus ditekan, wakil Afrika itu menunjukkan ketenangan luar biasa. Organisasi permainan yang rapi membuat para pemain Spanyol frustrasi mencari ruang di sepertiga akhir lapangan.

Peluang berbahaya pertama baru tercipta setelah pertandingan berjalan sekitar 20 menit ketika Pedri melepaskan tembakan tepat sasaran.

Spanyol kemudian mulai menemukan ritme permainan melalui pergerakan Marc Cucurella dari sisi kiri.

Kesempatan terbaik La Roja hadir menjelang turun minum. Ferran Torres berhasil melepaskan tembakan keras yang nyaris memecah kebuntuan, tetapi bola hanya menghantam mistar gawang.

Di bawah mistar, Cape Verde memiliki sosok penting dalam diri Vozinha. Kiper veteran tersebut tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga gawang timnya tetap perawan hingga peluit panjang dibunyikan.

Bagi Cape Verde, satu poin dari pertandingan ini terasa seperti kemenangan. Negara kepulauan yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia itu sukses mengukir sejarah dengan meraih poin perdana di panggung sepak bola terbesar dunia.

Pencapaian tersebut melanjutkan tren positif yang mereka tunjukkan sejak fase kualifikasi.

Sebelum lolos ke putaran final, Cape Verde mampu mengungguli sejumlah tim kuat Afrika seperti Kamerun, Angola, dan Libya, serta mencatat rekor impresif tanpa kekalahan dalam laga kandang.

Di sisi lain, Spanyol juga tidak tampil dengan komposisi terbaik. Dua pemain sayap andalan mereka, Lamine Yamal dan Nico Williams, belum berada dalam kondisi fisik ideal setelah sempat mengalami cedera otot.

Yamal akhirnya dimainkan pada menit ke-71 dan langsung memberi warna berbeda dalam serangan Spanyol.

Beberapa akselerasinya mampu membuka ruang bagi rekan setim, termasuk peluang yang didapat Mikel Merino.

Sementara Nico Williams baru masuk menjelang akhir pertandingan ketika waktu tersisa semakin sedikit.

Kegagalan meraih kemenangan menjadi alarm bagi Spanyol. Dominasi penguasaan bola kembali tidak cukup untuk menghasilkan tiga poin, sebuah masalah yang pernah menghantui mereka dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

Meski demikian, peluang Spanyol untuk lolos dari fase grup masih terbuka lebar. Mereka masih akan menghadapi Arab Saudi dan Uruguay pada dua laga berikutnya.

Namun, jika ingin kembali ke jalur kemenangan, La Roja perlu segera menemukan ketajaman di lini depan sekaligus berharap Yamal dan Williams bisa segera mencapai kondisi terbaiknya.

Sementara bagi Cape Verde, hasil imbang melawan salah satu unggulan turnamen menjadi bukti bahwa mereka tidak datang ke Piala Dunia hanya sebagai pelengkap.

Satu poin bersejarah ini sekaligus mengirim pesan bahwa kejutan-kejutan lain masih mungkin terjadi di Grup H.(*)