Drama 120 Menit! Belgia Hancurkan Mimpi Senegal, Tielemans Jadi Pahlawan lewat Penalti VAR

SEPUCUKJAMBI.ID – Belgia memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 lewat salah satu pertandingan paling dramatis sepanjang turnamen.

Tertinggal dua gol hingga memasuki lima menit terakhir waktu normal, Setan Merah bangkit secara luar biasa sebelum menumbangkan Senegal 3-2 melalui babak tambahan waktu di Lumen Field, Seattle, Kamis 2 Juli 2026 dini hari WIB.

Youri Tielemans menjadi sosok yang menentukan kemenangan Belgia.

Setelah mencetak gol penyama kedudukan pada penghujung babak kedua, gelandang tersebut kembali menunjukkan ketenangannya dengan mengeksekusi penalti pada menit 120+5 yang memastikan langkah Belgia ke fase 16 besar.

Hasil ini sekaligus memupus harapan Senegal yang sebenarnya sudah berada di ambang kelolosan.

Lions of Teranga tampil dominan selama sebagian besar pertandingan sebelum kehilangan momentum pada menit-menit terakhir.

Sejak awal laga, Senegal tampil tanpa rasa gentar menghadapi salah satu tim unggulan Eropa.

Permainan cepat yang dipimpin Sadio Mane dan Ismaila Sarr berkali-kali membuat pertahanan Belgia berada dalam tekanan.

Peluang emas pertama tercipta pada menit ke-14 ketika Ismaila Sarr berhasil lolos di depan gawang.

Namun, penyelesaian akhirnya membentur tiang dan gagal mengubah papan skor.

Tekanan Senegal akhirnya membuahkan hasil sepuluh menit kemudian.

Habib Diarra memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti untuk membawa wakil Afrika unggul 1-0.

Gol tersebut membuat Senegal semakin percaya diri. Mereka tampil disiplin dalam bertahan sekaligus efektif memanfaatkan ruang kosong saat melakukan serangan balik.

Belgia yang lebih banyak menguasai bola justru kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak pertama.

Memasuki paruh kedua, pelatih Belgia mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Romelu Lukaku.

Namun perubahan itu belum langsung membuahkan hasil.

Sebaliknya, Senegal justru memperlebar keunggulan pada menit ke-51.

Ismaila Sarr mengontrol bola dengan sempurna sebelum melepaskan tendangan keras yang gagal dihentikan Thibaut Courtois.

Skor berubah menjadi 2-0 dan Senegal semakin dekat dengan tiket menuju babak berikutnya.

Belgia terus melakukan rotasi pemain demi meningkatkan daya gedor.

Akan tetapi, pertahanan Senegal tetap solid hingga pertandingan memasuki lima menit terakhir waktu normal.

Di tengah situasi yang semakin sulit, pengalaman Romelu Lukaku berbicara.

Penyerang berusia 33 tahun itu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86 dan membangkitkan harapan Belgia yang sebelumnya nyaris sirna.

Momentum langsung berubah. Hanya tiga menit berselang, Leandro Trossard mengirim umpan silang yang disambut sundulan akurat Youri Tielemans untuk menyamakan skor menjadi 2-2.

Gol tersebut membuat Senegal kehilangan kendali permainan. Belgia terus menekan hingga akhir babak kedua, tetapi skor tetap imbang sehingga pertandingan dilanjutkan ke extra time.

Ketika duel tampak akan ditentukan lewat adu penalti, drama kembali terjadi.

Wasit meninjau sebuah insiden di kotak penalti Senegal melalui VAR pada menit 120+1 dan akhirnya menunjuk titik putih untuk Belgia.

Youri Tielemans maju sebagai eksekutor. Di bawah tekanan besar, gelandang Belgia itu melepaskan tendangan keras ke sudut atas gawang yang tak mampu dijangkau kiper Senegal pada menit 120+5.

Gol tersebut mengakhiri perjuangan sengit Senegal sekaligus memastikan Belgia menang 3-2.

Comeback luar biasa itu mengantarkan Setan Merah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, di mana mereka akan menghadapi pemenang laga Amerika Serikat kontra Bosnia dan Herzegovina.

Bagi Senegal, kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling menyakitkan di turnamen.

Setelah menguasai pertandingan selama lebih dari 80 menit, mereka harus mengakhiri perjalanan akibat kebangkitan spektakuler Belgia pada saat-saat terakhir.(*)




Inggris Nyaris Dipermalukan RD Kongo, Harry Kane Jadi Pahlawan Bawa Inggris ke 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Inggris memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati ujian berat dari RD Kongo.

Sempat tertinggal lebih dulu, skuad asuhan Thomas Tuchel menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang 2-1 berkat dua gol Harry Kane.

Kemenangan di Atlanta Stadium itu mengantarkan The Three Lions menghadapi Meksiko pada fase 16 besar. Namun hasil tersebut tidak diraih dengan mudah.

RD Kongo justru memberi perlawanan sengit dan nyaris menciptakan salah satu kejutan terbesar di turnamen ini.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim bermain cukup hati-hati. Inggris lebih banyak menguasai bola, sementara RD Kongo memilih menunggu momentum melalui serangan balik cepat.

Strategi itu langsung membuahkan hasil pada menit ketujuh. Chancel Mbemba mengirim umpan matang yang diselesaikan Brian Cipenga dengan tembakan akurat dari sisi kiri.

Bola meluncur ke gawang Jordan Pickford dan membawa wakil Afrika unggul lebih dulu.

Gol cepat tersebut membuat Inggris dipaksa mengubah ritme permainan.

Jude Bellingham, Marcus Rashford, hingga Noni Madueke bergantian mencoba membongkar pertahanan rapat RD Kongo, tetapi lini belakang lawan tampil disiplin.

Peluang terbaik Inggris pada babak pertama datang lewat sundulan Jude Bellingham yang masih berhasil diamankan Dimitry Mpasi.

Di sisi lain, Yoane Wissa hampir menggandakan keunggulan RD Kongo ketika tendangannya membentur tiang gawang.

Inggris sempat meminta hadiah penalti setelah Harry Kane terjatuh di kotak terlarang usai berduel dengan Mpasi.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan VAR, wasit memutuskan tidak terjadi pelanggaran sehingga skor 1-0 untuk RD Kongo bertahan hingga jeda.

Selepas turun minum, Inggris meningkatkan tekanan secara signifikan. Marcus Rashford memperoleh dua peluang emas dalam waktu singkat, tetapi penyelesaian akhirnya belum menemui sasaran.

RD Kongo tetap berani keluar menyerang setiap kali memiliki ruang. Tim besutan Sebastien Desabre tidak hanya bertahan, tetapi juga beberapa kali mengancam lewat serangan balik yang membuat lini belakang Inggris bekerja keras.

Kesabaran Inggris akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-75. Anthony Gordon mengirim umpan silang presisi yang disambut sundulan Harry Kane.

Bola bersarang di gawang Mpasi dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol penyama kedudukan itu menjadi titik balik pertandingan. Kepercayaan diri Inggris meningkat drastis, sedangkan RD Kongo mulai kehilangan kontrol permainan.

Hanya berselang sepuluh menit, Harry Kane kembali menunjukkan kualitasnya.

Berawal dari kombinasi cepat dengan Anthony Gordon, sang kapten membawa bola memasuki kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dibendung Mpasi.

RD Kongo berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa pertandingan dengan bermain lebih terbuka.

Meski demikian, pertahanan Inggris mampu meredam setiap ancaman hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 2-1 memastikan Inggris lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Selanjutnya, The Three Lions akan menghadapi Meksiko dalam duel yang diprediksi berlangsung lebih ketat untuk memperebutkan tiket menuju perempat final.

Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1): Pickford; O’Reilly, Guehi, Konsa, Spence; Rice, Anderson; Rashford, Bellingham, Madueke; Kane.

Pelatih: Thomas Tuchel.

RD Kongo (4-3-3): Mpasi; Masuaku, Mbemba, Tuanzebe, Wan-Bissaka; Sadiki, Mukau, Moutoussamy; Cipenga, Wissa, Mbuku.

Pelatih: Sebastien Desabre.(*)




Erling Haaland Jadi Penentu! Norwegia Singkirkan Pantai Gading dan Tantang Brasil

SEPUCUKJAMBI.ID– Norwegia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Pantai Gading dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Dallas Stadium, Rabu 1 Juli 2026) dini hari WIB.

Kemenangan tim asuhan Stale Solbakken ditentukan oleh gol Erling Haaland pada menit ke-86 setelah memanfaatkan umpan matang dari Patrick Berg.

Hasil tersebut sekaligus membawa Norwegia menantang Brasil pada babak berikutnya.

Pantai Gading sebenarnya tampil lebih agresif sejak awal pertandingan.

Tim berjuluk Para Gajah mampu menguasai permainan pada 30 menit pertama dan beberapa kali mengancam pertahanan Norwegia melalui serangan dari kedua sisi lapangan.

Ghislain Konan sempat menciptakan peluang berbahaya lewat tembakan yang hanya mengenai sisi luar gawang.

Nicolas Pepe juga hampir membuka keunggulan, namun umpan silangnya gagal disambut Ange-Yoan Bonny di depan gawang.

Meski terus mendapat tekanan, Norwegia justru sukses memecah kebuntuan pada menit ke-39.

Antonio Nusa menunjukkan aksi individu impresif sebelum melepaskan tendangan melengkung yang bersarang di pojok kanan atas gawang Pantai Gading dan membawa Norwegia unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Pantai Gading meningkatkan intensitas serangan. Pelatih Emerse Fae melakukan perubahan dengan memasukkan Elye Wahi dan Amad Diallo pada menit ke-60 untuk menambah daya gedor di lini depan.

Pergantian tersebut langsung memberikan dampak positif. Pada menit ke-74, Amad Diallo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah melewati dua pemain bertahan Norwegia usai menerima kombinasi umpan dari Nicolas Pepe.

Gol penyeimbang membuat pertandingan berlangsung semakin terbuka. Norwegia kembali mengambil inisiatif serangan dengan Martin Odegaard mengatur tempo permainan dari lini tengah.

Ketika laga diprediksi berlanjut ke babak tambahan, Erling Haaland muncul sebagai pembeda.

Striker Manchester City itu mencetak gol kemenangan pada menit ke-86 setelah menyelesaikan umpan Patrick Berg dan mengubah skor menjadi 2-1.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Pantai Gading gagal menemukan gol balasan.

Norwegia pun memastikan tiket ke babak 16 besar dan akan menghadapi Brasil yang sebelumnya menyingkirkan Jepang dengan skor 2-1.

Susunan Pemain

Pantai Gading (4-1-4-1): Yahia Fofana; Guela Doue, Odilon Kossounou, Emmanuel Agbadou, Ghislain Konan; Ibrahim Sangare; Nicolas Pepe, Franck Kessie, Christ Inao Oulai, Yan Diomande; Ange-Yoan Bonny.

Pelatih: Emerse Fae.

Norwegia (4-3-3): Orjan Nyland; Marcus Pedersen, Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem, David Moller Wolfe; Martin Odegaard, Sander Berge, Patrick Berg; Alexander Sorloth, Erling Haaland, Antonio Nusa.

Pelatih: Stale Solbakken.(*)




Mesir Comeback, Taklukkan Selandia Baru 3-1 di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Mesir sukses membalikkan keadaan dan menaklukkan Selandia Baru dengan skor 3-1 pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Senin 22 Juni 2026 pagi WIB itu diwarnai kebangkitan The Pharaohs setelah sempat tertinggal lebih dulu.

Selandia Baru membuka keunggulan pada babak pertama melalui sundulan Finn Surman pada menit ke-15, memanfaatkan situasi sepak pojok.

Meski tampil menekan di awal laga, Mesir sempat kesulitan menembus pertahanan lawan.

Mesir kemudian mencoba bangkit lewat sejumlah peluang yang diciptakan Omar Marmoush dan Mohamed Salah, namun belum berbuah gol hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, Mesir tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-59.

Mostafa Ziko mencetak gol lewat sundulan setelah menerima umpan silang Mohamed Hany, mengubah skor menjadi 1-1.

Gol tersebut mengubah momentum permainan. Mesir berbalik unggul pada menit ke-68 melalui Mohamed Salah yang memanfaatkan umpan Ziko dengan penyelesaian tenang di dalam kotak penalti.

The Pharaohs memastikan kemenangan pada menit ke-82 lewat gol Trezeguet. Ia menyundul bola hasil sepak pojok Mohamed Salah untuk mengunci skor 3-1 hingga laga usai.

Hasil ini membawa Mesir memimpin klasemen sementara Grup G dengan koleksi empat poin, menjaga peluang mereka untuk melaju ke fase berikutnya.

Sebaliknya, Selandia Baru harus puas berada di posisi juru kunci dengan satu poin dari dua laga dan wajib meraih hasil positif pada pertandingan terakhir.

Susunan Pemain

Selandia Baru (4-2-3-1): Max Crocombe; Liberato Cacace, Michael Boxall, Finn Surman, Tim Payne; Marko Stamenic, Joe Bell; Elijah Just, Sarpreet Singh, Callum McCowatt; Chris Wood.
Pelatih: Darren Bazeley

Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Ahmed Fatouh, Hamdi Fathy, Yasser Ibrahim, Mohamed Hany; Mohanad Lasheen, Marwan Attia; Emam Ashour, Mohamed Salah, Mostafa Ziko; Omar Marmoush.
Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Drama di Boston! Skotlandia Bungkam Haiti Lewat Gol Tunggal McGinn

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Skotlandia memulai langkah di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif setelah menundukkan Haiti 1-0 dalam laga Grup C yang berlangsung ketat di Boston Stadium, Amerika Serikat, Minggu 14 Juni 2026 waktu setempat.

Gol tunggal John McGinn di babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi sejak menit awal.

Sejak kick-off, Skotlandia tampil agresif dengan langsung menekan pertahanan Haiti.

Ben Gannon-Doak dan Lawrence Shankland menjadi ancaman awal melalui sejumlah percobaan tembakan di lima menit pertama pertandingan.

Namun Haiti tidak tinggal diam. Melalui skema serangan balik cepat, Louicius Deedson sempat menciptakan peluang berbahaya yang membuat lini pertahanan Skotlandia harus bekerja keras.

Kedua tim yang sama-sama menggunakan formasi 4-4-2 membuat laga berlangsung terbuka.

Skotlandia Hantam Tiang, Lalu Pecah Kebuntuan

Peluang terbaik Skotlandia hadir pada menit ke-17 ketika Scott McTominay melepaskan tembakan keras kaki kanan dari luar kotak penalti.

Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang dan gagal membuka keunggulan.

Tekanan Skotlandia akhirnya berbuah hasil pada menit ke-28.

Berawal dari kombinasi serangan yang melibatkan Che Adams, bola liar di depan gawang berhasil dimanfaatkan John McGinn untuk membawa timnya unggul 1-0.

Sepakan McGinn sempat mengenai pemain Haiti sebelum akhirnya masuk ke gawang, membuat kiper tak mampu bereaksi cepat.

Haiti Meningkat di Akhir Laga

Haiti mencoba merespons, namun Skotlandia tetap unggul dalam penguasaan momentum hingga turun minum.

Meski demikian, Haiti beberapa kali masih mampu mengancam lewat serangan cepat.

Memasuki babak kedua, Skotlandia tampil lebih terkontrol. Tim asuhan Steve Clarke mampu meredam tekanan Haiti yang kesulitan menciptakan peluang bersih di area pertahanan Angus Gunn.

Sejumlah pergantian pemain dilakukan kedua tim untuk meningkatkan intensitas.

Haiti memasukkan Josue Casimir dan Lenny Joseph untuk menambah daya serang, sementara Skotlandia melakukan rotasi dengan menurunkan Lyndon Dykes, Ryan Christie, Nathan Patterson, Kenny McLean, hingga Findlay Curtis.

Tekanan Akhir Haiti Tak Berbuah Gol

Menjelang akhir pertandingan, Haiti meningkatkan tekanan dan hampir menyamakan kedudukan.

Frantzdy Pierrot mendapat peluang emas melalui sundulan, namun bola melenceng tipis dari gawang Skotlandia.

Di masa injury time, Haiti terus melancarkan umpan-umpan panjang ke area pertahanan Skotlandia.

Namun lini belakang Skotlandia tampil disiplin dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan 1-0 ini membuat Skotlandia mengamankan tiga poin pertama sekaligus memuncaki klasemen sementara Grup C Piala Dunia 2026.(*)




Ditahan Maroko, Brasil Dapat Warning dari Ancelotti

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, memberikan evaluasi terbuka usai timnya ditahan imbang Maroko 1-1 pada laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Minggu 14 Juni 2026 waktu setempat.

Hasil tersebut membuat kedua tim harus berbagi satu poin dan membuka persaingan Grup C yang masih berlangsung ketat sejak awal turnamen.

Maroko lebih dulu unggul melalui gol Ismael Saibari pada menit ke-21.

Brasil kemudian merespons lewat aksi individu Vinicius Junior yang menyamakan kedudukan pada menit ke-32.

Namun, setelah gol tersebut, tidak ada tambahan skor hingga laga berakhir.

Kedua tim gagal memaksimalkan peluang di babak kedua, meski sempat meningkatkan intensitas permainan.

Brasil Kesulitan di Babak Pertama

Brasil tampil di bawah tekanan sejak menit awal. Tim Samba terlihat kesulitan mengendalikan ritme permainan dan kerap kalah dalam duel serta penguasaan bola di lini tengah.

Maroko tampil disiplin dan agresif, membuat Brasil kesulitan keluar dari tekanan selama babak pertama berlangsung.

Meski sempat tertinggal, Brasil menunjukkan perbaikan di babak kedua. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk mengamankan kemenangan di laga pembuka ini.

Ancelotti Akui Start Tidak Sesuai Harapan

Carlo Ancelotti secara jujur mengakui timnya tidak memulai pertandingan dengan baik dan sempat mengalami kesulitan besar menghadapi tekanan lawan.

“Saya pikir kami tidak memulai dengan sangat baik, saya sedikit khawatir. Kami kalah banyak duel dan penguasaan bola, tetapi kami membaik di babak kedua dalam pertandingan yang sulit karena Maroko adalah tim yang bagus,” ujar Ancelotti.

Ia menambahkan bahwa masalah utama Brasil terletak pada kontrol permainan, terutama saat menghadapi pressing tinggi dari Maroko di babak pertama.

“Di babak pertama, kami kesulitan keluar dari tekanan dan seharusnya bisa lebih mengontrol permainan,” lanjutnya.

Jadi Evaluasi Penting Brasil

Ancelotti menegaskan bahwa hasil imbang ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi timnya sebelum menghadapi laga berikutnya di fase grup.

Ia mengakui ekspektasi terhadap Brasil cukup tinggi, namun belum semua berjalan sesuai rencana.

“Apakah saya puas? Tidak juga, saya mengharapkan awal yang lebih baik,” kata Ancelotti.

Meski demikian, ia menilai situasi seperti ini masih bisa terjadi dalam turnamen besar dan meminta timnya segera berbenah.

“Tetapi hal seperti ini bisa terjadi dan sekarang saya akan fokus ke pertandingan berikutnya,” pungkasnya.

Dengan hasil ini, Brasil harus segera memperbaiki konsistensi permainan jika ingin menjaga peluang melangkah jauh di Piala Dunia 2026.(*)




Brasil vs Maroko 1-1, Gustavo Poyet Kritik Tajam: Selecao di Luar Standar

SEPUCUKJAMBI.ID – Laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 antara Brasil dan Maroko berakhir tanpa pemenang.

Kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di MetLife Stadium, East Rutherford, Minggu 14 Juni 2026 pagi WIB.

Hasil ini menjadi sorotan karena Brasil datang dengan status favorit juara, namun gagal menunjukkan dominasi penuh sepanjang pertandingan.

Maroko lebih dulu membuka keunggulan melalui gol Ismael Saibari pada menit ke-21.

Gol tersebut lahir dari skema serangan cepat yang dipimpin Brahim Diaz, yang memberikan umpan matang ke lini depan.

Brasil tidak butuh waktu lama untuk merespons. Vinicius Junior menyamakan kedudukan pada menit ke-32 lewat aksi individu yang memecah pertahanan Maroko.

Namun setelah gol tersebut, tidak ada tambahan skor hingga laga berakhir.

Memasuki babak kedua, tempo permainan kedua tim cenderung menurun.

Baik Brasil maupun Maroko terlihat lebih berhati-hati dalam membangun serangan, sehingga pertandingan berjalan kurang agresif.

Mantan pemain Chelsea dan pelatih Gustavo Poyet ikut memberikan pandangan kritis terhadap performa Brasil dalam laga tersebut.

Ia menilai Selecao tidak tampil sesuai ekspektasi, terutama dari sisi kolektivitas tim.

“Kami kecewa dengan Brasil. Kami berharap lebih, terutama dalam permainan tim,” ujar Poyet kepada BBC One.

Ia menilai kemampuan individu pemain Brasil memang tetap berbahaya, tetapi tidak cukup untuk memenangkan pertandingan.

“Secara individu kita tahu mereka bisa muncul kapan saja. Vinicius melakukannya hari ini, tapi itu tidak cukup,” lanjutnya.

Poyet juga menyoroti banyaknya kesalahan teknis yang dilakukan Brasil, terutama dalam distribusi bola sederhana yang biasanya menjadi kekuatan mereka.

“Saya terkejut melihat betapa buruknya mereka secara teknis hari ini. Saya tidak tahu apakah itu karena lapangan, tetapi mereka kehilangan banyak umpan sederhana,” katanya.

Menurutnya, kondisi lapangan memang bisa menjadi faktor, namun tidak sepenuhnya menjelaskan penurunan kualitas permainan Brasil.

Di sisi lain, ia menilai kedua tim sama-sama tidak tampil dengan intensitas tinggi untuk mencari kemenangan di babak kedua.

“Pada akhirnya kedua tim tidak bermain untuk menang, mereka bermain untuk tidak kalah,” tutup Poyet.

Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup C Piala Dunia 2026 semakin terbuka, sementara Brasil harus segera berbenah untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.(*)




Brasil Kelimpungan Hadapi Pressing Maroko, Vinicius Selamatkan Selecao dari Kekalahan

SEPUCUKJAMBI.ID – Brasil harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan saat menghadapi Maroko dalam laga persahabatan internasional yang berlangsung Minggu 14 Juni 2026 pukul 05.00 WIB.

Sempat berada di bawah tekanan sepanjang babak pertama, Tim Samba akhirnya memaksa hasil imbang 1-1 berkat aksi individu Vinicius Junior.

Hasil tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Maroko bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata.

Wakil Afrika itu tampil lebih agresif, lebih berani mengambil risiko, dan beberapa kali membuat Brasil kehilangan identitas permainannya.

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Maroko langsung menerapkan tekanan tinggi yang membuat lini belakang Brasil kesulitan membangun serangan dari bawah.

Umpan-umpan pendek yang biasanya menjadi senjata utama Selecao justru berkali-kali terputus akibat rapatnya pressing yang diperagakan pasukan Atlas Lions.

Situasi itu membuat Brasil lebih banyak bertahan daripada menyerang pada fase awal pertandingan.

Bahkan, sejumlah kesalahan operan di area sendiri hampir berujung petaka bagi tim asal Amerika Selatan tersebut.

Dominasi Maroko akhirnya terbayar pada menit ke-21.

Ibrahim Diaz yang bergerak bebas di sektor serang berhasil mengirimkan umpan matang ke area pertahanan Brasil yang sedang terbuka.

Ismael Saibari yang lolos dari pengawalan hanya menghadapi situasi menguntungkan dengan minim tekanan.

Gelandang PSV Eindhoven tersebut kemudian melepaskan sontekan cerdas yang melambung melewati Alisson Becker sebelum bersarang di dalam gawang.

Gol itu membuat Maroko semakin percaya diri. Mereka terus mengendalikan tempo permainan dan memaksa Brasil bermain di luar karakter biasanya.

Namun ketika permainan kolektif tidak berjalan maksimal, Brasil memiliki pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan melalui kualitas individu.

Pada menit ke-32, Vinicius Junior menunjukkan alasan mengapa dirinya menjadi salah satu pemain paling berbahaya di dunia saat ini.

Menerima bola di sisi kiri serangan, bintang Real Madrid itu melakukan penetrasi cepat ke jantung pertahanan Maroko.

Beberapa pemain belakang lawan berhasil dilewatinya sebelum Vinicius melepaskan tembakan keras kaki kanan yang mengarah ke sudut gawang.

Kiper Yassine Bounou atau Bono tidak mampu menjangkau bola yang meluncur deras.

Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung lebih seimbang.

Brasil mulai menemukan ritme permainan dan menguasai bola lebih lama, sementara Maroko tetap berbahaya melalui serangan balik cepat yang beberapa kali merepotkan lini pertahanan lawan.

Statistik pertandingan menunjukkan Brasil unggul dalam penguasaan bola dengan 54 persen berbanding 46 persen milik Maroko.

Namun dari sisi agresivitas serangan, Maroko justru lebih aktif dengan melepaskan 13 tembakan, sementara Brasil hanya mencatatkan delapan percobaan.

Meski kedua tim terus berusaha mencari gol kemenangan, solidnya lini pertahanan serta penampilan disiplin masing-masing penjaga gawang membuat skor tidak berubah hingga pertandingan berakhir.

Bagi Brasil, hasil ini menjadi peringatan bahwa masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, terutama saat menghadapi lawan yang bermain dengan tekanan tinggi.

Sementara bagi Maroko, hasil imbang melawan salah satu raksasa sepak bola dunia menjadi bukti bahwa mereka tetap layak diperhitungkan di level tertinggi sepak bola internasional.

Statistik Pertandingan

Brasil:

  • Tembakan: 8
  • Tembakan Tepat Sasaran: 5
  • Penguasaan Bola: 54%
  • Operan: 499
  • Akurasi Operan: 87%
  • Pelanggaran: 16
  • Kartu Kuning: 2
  • Tendangan Sudut: 6

Maroko:

  • Tembakan: 13
  • Tembakan Tepat Sasaran: 4
  • Penguasaan Bola: 46%
  • Operan: 474
  • Akurasi Operan: 88%
  • Pelanggaran: 14
  • Kartu Kuning: 0
  • Tendangan Sudut: 2

Pencetak Gol:

  • Ismael Saibari (21′) – Maroko
  • Vinicius Junior (32′) – Brasil.(*)



Hasil Qatar vs Swiss 1-1: Boualem Khoukhi Jadi Pahlawan, Swiss Gagal Menang

SEPUCUKJAMBI.ID – Qatar berhasil mencuri satu poin dramatis saat menghadapi Swiss pada laga pembuka Grup B Piala Dunia 2026.

Tertinggal hampir sepanjang pertandingan, wakil Timur Tengah itu memaksa Swiss puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 di Levi’s Stadium, Santa Clara, Minggu 14 Juni 2026 dini hari WIB.

Hasil ini membuat persaingan Grup B langsung memanas.

Seluruh kontestan grup mengawali turnamen dengan koleksi satu poin setelah tak ada tim yang mampu meraih kemenangan pada pertandingan pertama.

Swiss sebenarnya tampil lebih dominan sejak awal laga.

Tim asuhan Murat Yakin mengontrol permainan, menciptakan lebih banyak peluang, dan beberapa kali memaksa kiper Qatar, Mahmoud Abunada, bekerja keras menjaga gawangnya tetap aman.

Meski demikian, ancaman pertama justru datang dari Qatar.

Saat pertandingan baru berjalan dua menit, Edmilson Junior berhasil menembus pertahanan Swiss.

Namun peluang emas tersebut mampu dimentahkan Gregor Kobel melalui penyelamatan krusial.

Swiss merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Dan Ndoye menjadi motor ancaman tim Eropa itu lewat sejumlah penetrasi berbahaya.

Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil setelah wasit menunjuk titik penalti menyusul pelanggaran di area terlarang yang dikonfirmasi melalui tinjauan VAR.

Breel Embolo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-17. Striker andalan Swiss itu sukses mengecoh Abunada dan membawa timnya unggul 1-0.

Setelah gol tersebut, Swiss terus menekan dan memiliki beberapa peluang untuk memperlebar keunggulan.

Namun penampilan gemilang Abunada membuat Qatar tetap bertahan dalam pertandingan.

Kiper tersebut menggagalkan sejumlah peluang berbahaya dari Ndoye maupun Ruben Vargas hingga skor 1-0 bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, Swiss tetap mendominasi jalannya laga. Granit Xhaka hampir mencatatkan namanya di papan skor lewat tendangan jarak jauh yang hanya melayang tipis di atas mistar.

Sementara itu, Qatar kesulitan mengembangkan permainan. Anak asuh Julen Lopetegui lebih banyak mengandalkan serangan balik dan bola-bola panjang untuk membongkar pertahanan disiplin Swiss.

Peluang emas kembali diperoleh Swiss pada menit ke-75 ketika Ruben Vargas berhadapan langsung dengan kiper.

Namun lagi-lagi Abunada tampil sebagai penyelamat dengan refleks cepat yang menjaga harapan Qatar tetap hidup.

Ketidakmampuan Swiss mengonversi sejumlah peluang menjadi gol tambahan akhirnya harus dibayar mahal.

Saat kemenangan sudah berada di depan mata, Qatar menemukan momentum pada masa injury time.

Tepat pada menit ke-90+4, Boualem Khoukhi menyambut umpan silang Homam Al Amin dengan sundulan akurat yang tak mampu dijangkau Kobel.

Gol tersebut membungkam dominasi Swiss sekaligus memastikan Qatar mengamankan satu poin berharga.

Hasil imbang ini membuat persaingan Grup B masih sepenuhnya terbuka.

Swiss boleh menyesali kegagalan mempertahankan keunggulan, tetapi Qatar pantas mendapat apresiasi berkat semangat juang yang membuat mereka terhindar dari kekalahan di laga perdana.

Susunan Pemain

Qatar (4-3-3): Mahmoud Abunada; Homam El Amin, Boualem Khoukhi, Pedro Miguel, Ayoub Al Oui; Issa Laye, Assim Madibo, Jassem Gaber; Akram Afif, Yusuf Abdurisag, Edmilson Junior.
Pelatih: Julen Lopetegui.

Swiss (3-4-2-1): Gregor Kobel; Nico Elvedi, Manuel Akanji, Denis Zakaria; Ricardo Rodriguez, Granit Xhaka, Remo Freuler, Michel Aebischer; Ruben Vargas, Dan Ndoye; Breel Embolo.
Pelatih: Murat Yakin.(*)




Tuan Rumah Menggila! Amerika Serikat Sapu Paraguay dan Puncaki Grup D

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Amerika Serikat mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Grup D Piala Dunia 2026.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Mauricio Pochettino tampil dominan dan menghancurkan Paraguay dengan skor telak 4-1 pada laga pembuka grup, Sabtu 13 Juni 2026.

Kemenangan ini langsung menempatkan Amerika Serikat di puncak klasemen sementara Grup D dengan koleksi tiga poin.

Sebaliknya, Paraguay harus memulai turnamen dengan hasil mengecewakan setelah kesulitan mengimbangi agresivitas tuan rumah sepanjang pertandingan.

Sejak menit awal, Amerika Serikat menunjukkan ambisi besar untuk mengamankan kemenangan.

Tekanan tinggi yang diterapkan membuat Paraguay lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan.

Keunggulan tuan rumah datang sangat cepat. Saat pertandingan baru berjalan tujuh menit, upaya Paraguay menghalau serangan justru berujung petaka.

Damian Bobadilla tanpa sengaja mengarahkan bola ke gawang sendiri saat berusaha mengantisipasi situasi berbahaya di area penalti.

Gol bunuh diri itu membuat Amerika Serikat unggul 1-0.

Setelah membuka keunggulan, The Yanks semakin percaya diri.

Kombinasi Christian Pulisic, Weston McKennie, dan Folarin Balogun terus mengacak-acak organisasi pertahanan Paraguay.

Balogun sebenarnya sempat mencetak gol pada menit ke-27.

Namun kegembiraan publik Los Angeles harus tertunda setelah wasit menganulir gol tersebut karena offside.

Striker AS itu akhirnya benar-benar mencatatkan namanya di papan skor empat menit kemudian.

Berawal dari umpan tarik akurat Christian Pulisic dari sisi kiri, Balogun yang berdiri bebas di kotak penalti melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi kiper Paraguay.

Keunggulan dua gol membuat Paraguay semakin tertekan.

Situasi bertambah sulit ketika Balogun kembali menunjukkan ketajamannya menjelang turun minum.

Memanfaatkan umpan terobosan Malik Tillman, penyerang berusia 24 tahun itu lolos dari jebakan offside sebelum melepaskan tembakan keras yang menghujam pojok gawang Paraguay.

Gol tersebut menutup babak pertama dengan skor 3-0 dan membuat Amerika Serikat berada dalam posisi sangat nyaman.

Memasuki babak kedua, Paraguay mencoba keluar dari tekanan.

Tim asuhan Gustavo Alfaro mulai bermain lebih berani dan berusaha memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah.

Perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-73.

Julio Enciso mengirimkan umpan pendek yang berhasil dimanfaatkan Mauricio untuk memperkecil ketertinggalan.

Tembakan mendatar yang dilepaskannya membuat skor berubah menjadi 3-1.

Gol itu sempat memberi harapan bagi Paraguay untuk bangkit. Namun Amerika Serikat merespons dengan cepat.

Intensitas serangan kembali ditingkatkan dan sejumlah peluang berbahaya berhasil diciptakan melalui Timothy Weah dan Ricardo Pepi.

Paraguay beruntung masih memiliki kiper Gill yang beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk mencegah skor menjadi lebih besar.

Meski demikian, tekanan tanpa henti dari Amerika akhirnya kembali membuahkan hasil pada masa injury time.

Gio Reyna yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Paraguay.

Gol tersebut memastikan kemenangan meyakinkan 4-1 bagi Amerika Serikat sekaligus menjadi salah satu penampilan paling impresif pada pekan pembuka Piala Dunia 2026.

Hasil ini memperlihatkan efektivitas lini serang Amerika Serikat yang tampil tajam dan terorganisasi.

Di sisi lain, Paraguay masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam memperbaiki koordinasi lini belakang yang beberapa kali terlihat rapuh menghadapi tekanan cepat tuan rumah.

Dengan performa seperti ini, Amerika Serikat mengirim sinyal bahwa mereka bukan sekadar tuan rumah, tetapi juga kandidat serius untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026.(*)