Rahasia Selebrasi Fabian Ruiz Terungkap, Gol ke Gawang Belgia Dipersembahkan untuk Sang Anak

SEPUCUKJAMBI.ID – Fabian Ruiz menjadi salah satu aktor utama di balik kemenangan dramatis Timnas Spanyol atas Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026.

Gelandang berusia 30 tahun itu tak hanya membuka keunggulan La Furia Roja, tetapi juga mengungkap makna emosional di balik selebrasi golnya yang mencuri perhatian.

Ruiz dipercaya tampil sejak menit pertama oleh pelatih Luis De La Fuente dalam laga krusial tersebut.

Kepercayaan itu dijawab dengan performa impresif, termasuk gol pembuka yang membawa Spanyol mengendalikan jalannya pertandingan sebelum akhirnya menang 2-1 dan mengamankan tiket semifinal.

Usai pertandingan, Ruiz mengaku dirinya selalu mempersiapkan diri untuk setiap keputusan pelatih.

Karena itu, ketika namanya masuk dalam susunan pemain utama, ia bertekad memberikan kontribusi maksimal bagi tim.

“Pelatih baru mengumumkan susunan pemain beberapa saat sebelum pertandingan dimulai. Saya selalu mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan,” ujar Ruiz kepada DAZN.

Menurut pemain yang memperkuat Paris Saint-Germain itu, dirinya tidak menerima instruksi khusus dari Luis De La Fuente.

Ia hanya menjalankan skema yang selama ini telah dipersiapkan dalam sesi latihan bersama tim nasional.

“Hari ini saya mendapat kesempatan menjadi starter dan saya selalu siap melakukan apa pun yang dibutuhkan tim. Saya senang bisa mendapatkan menit bermain dan membantu tim meraih kemenangan,” katanya.

Selepas mencetak gol, Ruiz melakukan selebrasi dengan memasukkan bola ke dalam jersey sambil mengisap ibu jarinya.

Aksi tersebut langsung menjadi perhatian publik karena dianggap memiliki makna khusus.

Ruiz kemudian mengonfirmasi bahwa selebrasi tersebut dipersembahkan untuk calon buah hatinya yang saat ini masih berada dalam kandungan sang istri.

Ia mengaku telah lama berharap bisa mencetak gol di Piala Dunia untuk menghadiahkan momen spesial bagi keluarganya.

“Saya memang sangat ingin mencetak gol agar bisa mendedikasikannya untuk istri saya dan calon buah hati kami. Istri saya dan seluruh keluarga sangat bahagia sekaligus terharu,” ungkap Ruiz.

Gol tersebut menjadi salah satu momen emosional dalam perjalanan Spanyol di Piala Dunia 2026.

Selain mengantar La Furia Roja membuka keunggulan, gol itu juga memiliki nilai pribadi yang begitu besar bagi sang gelandang.

Kini fokus Ruiz dan rekan-rekannya beralih ke babak semifinal.

Tantangan yang menanti tidak ringan karena Spanyol akan menghadapi Prancis dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dengan performa yang terus meningkat, Ruiz diharapkan kembali menjadi salah satu motor permainan La Furia Roja dalam upaya merebut tiket menuju partai final.(*)




Bela Kiper Muda Belgia, Courtois: Dia Tidak Layak Disalahkan

SEPUCUKJAMBI.ID – Kiper senior Timnas Belgia, Thibaut Courtois, angkat bicara setelah Senne Lammens menjadi sorotan akibat kesalahan yang berujung gol kemenangan Spanyol pada perempat final Piala Dunia 2026.

Courtois meminta publik tidak menjadikan sang junior sebagai kambing hitam atas kegagalan Belgia melaju ke semifinal.

Lammens menjalani debutnya di Piala Dunia dalam situasi yang tidak mudah.

Penjaga gawang muda itu masuk pada babak kedua setelah Courtois mengalami cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan melawan Spanyol.

Di tengah tekanan laga besar, Lammens sebenarnya sempat menggagalkan tembakan keras Pau Cubarsi.

Namun, bola hasil tepisannya justru mengarah ke Mikel Merino yang tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang pada menit ke-88.

Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 Spanyol sekaligus mengakhiri langkah Belgia di Piala Dunia 2026.

Meski kesalahan itu langsung menjadi bahan perbincangan, Courtois menilai situasi yang dihadapi Lammens tidak sesederhana yang terlihat.

Menurutnya, kondisi lapangan ikut memengaruhi arah pantulan bola sehingga sang kiper berada dalam posisi yang sulit.

“Dia tidak beruntung karena lapangan di pertandingan tadi sangat kering. Saya harap semua orang tidak menghakiminya secara berlebihan,” kata Courtois kepada DAZN usai pertandingan.

Kiper berpengalaman tersebut juga menegaskan bahwa satu momen tidak seharusnya menghapus kualitas yang dimiliki Lammens.

Ia menilai penjaga gawang muda itu telah menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim dan masih memiliki masa depan panjang bersama Timnas Belgia.

“Dia tidak layak mendapatkan semua kritik ini. Bagi saya, dia adalah kiper yang hebat dan menjalani musim yang luar biasa bersama Manchester United. Masa depannya sangat cerah dan pengalaman ini justru akan membuatnya semakin kuat,” ujar Courtois.

Dukungan Courtois menjadi sinyal bahwa ruang ganti Belgia tetap solid meski harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia lebih cepat.

Sang kapten memilih memberikan kepercayaan kepada penerusnya ketimbang menyoroti kesalahan individu yang terjadi di momen krusial.

Setelah turnamen berakhir, Lammens dijadwalkan kembali ke Manchester untuk menjalani masa libur sebelum bergabung dengan skuad Manchester United dalam agenda pramusim pada Agustus mendatang.

Pengalaman debut di Piala Dunia diyakini akan menjadi pelajaran berharga bagi kiper muda tersebut untuk menghadapi tantangan berikutnya.(*)




Drama Menit Akhir! Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1 dan Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Spanyol memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah memenangi duel sengit melawan Belgia dengan skor 2-1.

Kemenangan La Furia Roja ditentukan lewat gol dramatis Mikel Merino pada menit-menit akhir pertandingan yang membuat asa Belgia pupus di depan mata.

Laga perempat final berlangsung dalam tensi tinggi.

Kedua tim sama-sama tampil agresif sejak menit awal, tetapi Spanyol lebih efektif memanfaatkan peluang yang mereka ciptakan.

Hasil ini sekaligus mengantarkan skuad asuhan Luis De La Fuente menghadapi Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026.

Spanyol membuka keunggulan pada menit ke-30 melalui Fabian Ruiz.

Gelandang Paris Saint-Germain itu berada di posisi tepat untuk menyelesaikan bola di depan gawang setelah pertahanan Belgia gagal mengantisipasi situasi berbahaya.

Belgia tidak membutuhkan waktu lama untuk bangkit. Menjelang turun minum, Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan lewat sundulan terarah yang tak mampu dibendung Unai Simon.

Gol tersebut sekaligus mengakhiri catatan impresif Spanyol yang sebelumnya belum pernah kebobolan sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.

Memasuki babak kedua, duel berlangsung semakin terbuka.

Belgia beberapa kali mengancam melalui Kevin De Bruyne dan Jeremy Doku, sementara Spanyol terus mengandalkan penguasaan bola untuk mencari celah di lini belakang lawan.

Saat pertandingan diperkirakan akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Mikel Merino kembali muncul sebagai pembeda.

Gol bermula dari sepakan jarak jauh Pau Cubarsi yang gagal diamankan dengan sempurna oleh Senne Lammens. Bola muntah langsung disambar Merino menjadi gol pada menit ke-88.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Belgia yang kehilangan kiper utama Thibaut Courtois akibat cedera.

Lammens yang masuk sebagai pengganti gagal menghalau bola dengan sempurna sehingga membuka peluang emas bagi Merino untuk memastikan kemenangan Spanyol.

Bagi Merino, ini bukan kali pertama menjadi pahlawan negaranya di turnamen tersebut.

Sebelumnya, gelandang berusia 30 tahun itu juga mencetak gol penentu kemenangan ketika Spanyol menyingkirkan Portugal pada babak 16 besar.

Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol kembali menembus semifinal Piala Dunia.

Tantangan berikutnya jauh lebih berat karena mereka akan menghadapi Prancis dalam duel dua raksasa Eropa untuk memperebutkan satu tiket menuju partai final.

Susunan pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Marc Cucurella, Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, Pedro Porro; Fabian Ruiz, Rodri; Alex Baena, Dani Olmo, Lamine Yamal; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis De La Fuente.

Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Maxim De Cuyper, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Timothy Castagne; Hans Vanaken, Nicolas Raskin; Leandro Trossard, Kevin De Bruyne, Jeremy Doku; Charles De Ketelaere.

Pelatih: Rudi Garcia.(*)




Mbappe Salip Messi, Perburuan Sepatu Emas Makin Sengit

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan memperebutkan gelar top skor atau Sepatu Emas Piala Dunia 2026 semakin menarik memasuki babak perempat final.

Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe, kini menjadi pemain paling produktif setelah kembali menambah koleksi golnya bersama Les Bleus.

Sejak fase grup dimulai, daftar pencetak gol terbanyak terus mengalami perubahan.

Tingginya produktivitas para penyerang membuat edisi Piala Dunia 2026 menjadi salah satu turnamen dengan persaingan top skor paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelum pertandingan perempat final digelar, Lionel Messi masih berada di posisi teratas daftar pencetak gol, ditempel ketat oleh Kylian Mbappe dan Erling Haaland.

Namun, hasil laga Prancis kontra Maroko pada Jumat (10/7/2026) mengubah peta persaingan.

Mbappe sukses mencetak satu gol dalam kemenangan 2-0 atas Maroko sekaligus membawa Prancis melangkah ke babak semifinal.

Tambahan satu gol tersebut membuat koleksi gol Mbappe kini mencapai delapan sepanjang Piala Dunia 2026.

Jumlah tersebut mengantarkannya ke puncak daftar top skor sementara dan membuat persaingan Sepatu Emas semakin terbuka.

Sebenarnya, Mbappe berpeluang menambah pundi-pundi gol lebih banyak pada pertandingan tersebut.

Ia sempat mendapatkan hadiah penalti di babak pertama, tetapi eksekusinya berhasil digagalkan kiper Maroko, Yassine Bounou.

Meski demikian, peluang pemain berusia 27 tahun itu untuk memperlebar jarak masih terbuka lebar karena Prancis telah memastikan tempat di semifinal.

Di sisi lain, persaingan belum berakhir. Lionel Messi bersama Argentina dan Erling Haaland yang memimpin lini depan Norwegia masih memiliki kesempatan menambah koleksi gol mereka pada laga perempat final masing-masing.

Argentina dijadwalkan menghadapi Kolombia, sedangkan Norwegia akan berduel melawan Inggris. Hasil kedua pertandingan tersebut diprediksi kembali mengubah klasemen pencetak gol terbanyak.

Menariknya, jika produktivitas para penyerang terus berlanjut hingga partai final, rekor legenda Prancis Just Fontaine sebagai pencetak gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia, yakni 13 gol, berpeluang dipatahkan pada turnamen tahun ini.

Sementara itu, Mbappe kini mengalihkan fokusnya untuk mempersiapkan kondisi fisik jelang semifinal.

Prancis masih menunggu lawan berikutnya yang akan ditentukan melalui pertandingan Spanyol melawan Belgia yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026) dini hari.(*)




Prancis Tampil Dominan, Kalahkan Maroko 2-0 untuk Rebut Tiket Semifinal

SEPUCUKJAMBI.ID – Prancis memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Maroko dengan skor meyakinkan 2-0 pada pertandingan perempat final yang berlangsung di Boston Stadium.

Kemenangan Les Bleus ditentukan melalui gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele pada babak kedua.

Hasil tersebut sekaligus menjadikan Prancis sebagai tim pertama yang mengamankan tiket ke empat besar.

Selanjutnya, skuad asuhan Didier Deschamps akan menghadapi pemenang duel Spanyol kontra Belgia.

Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil inisiatif serangan dan mendominasi jalannya pertandingan.

Baru empat menit laga berjalan, Dayot Upamecano hampir membawa timnya unggul, tetapi peluang emasnya masih mampu digagalkan oleh penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou.

Tekanan Prancis terus berlanjut sepanjang babak pertama. Namun rapatnya lini pertahanan Maroko membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi gol.

Kesempatan emas datang pada menit ke-25 setelah Kylian Mbappe dilanggar Noussair Mazraoui di dalam kotak penalti.

Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Sayangnya, eksekusi Mbappe berhasil dibaca dengan baik oleh Bounou yang melakukan penyelamatan gemilang sehingga skor tetap imbang tanpa gol.

Meski gagal memanfaatkan penalti, Prancis tetap menguasai permainan. Maroko lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan serangan.

Menjelang turun minum, Lucas Digne hampir memecah kebuntuan melalui tembakan keras yang membentur mistar gawang.

Di sisi lain, peluang terbaik Maroko lahir dari tendangan bebas Achraf Hakimi yang masih melenceng dari sasaran. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, Maroko mencoba tampil lebih agresif.

Namun Prancis mampu mengimbangi permainan sehingga pertandingan berlangsung terbuka dengan saling melancarkan serangan.

Pada menit ke-55, Desire Doue menguji refleks Bounou lewat sepakan jarak jauh yang masih berhasil ditepis.

Beberapa menit kemudian, Mbappe kembali memperoleh peluang, tetapi penyelesaiannya melambung di atas mistar.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60.

Mbappe menunjukkan kualitas individunya dengan menggiring bola sebelum melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang di pojok kiri atas gawang Maroko. Gol spektakuler tersebut membawa Prancis unggul 1-0.

Keunggulan itu membuat Les Bleus semakin percaya diri. Enam menit kemudian, Ousmane Dembele menggandakan keunggulan melalui tendangan mendatar dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan Bounou. Skor berubah menjadi 2-0.

Setelah unggul dua gol, Didier Deschamps melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga keseimbangan tim sekaligus mempertahankan intensitas serangan.

Pergantian tersebut membuat Prancis tetap tampil dominan hingga pertandingan berakhir.

Maroko berusaha mengejar ketertinggalan pada sisa waktu yang ada, tetapi kokohnya pertahanan Prancis membuat Singa Atlas gagal menciptakan gol balasan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan dan memastikan Prancis melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Prancis (4-2-3-1): Maignan; Digne, Saliba, Upamecano, Kounde; Rabiot, Kone; Doue, Olise, Dembele; Mbappe.
Pelatih: Didier Deschamps.

Maroko (4-2-3-1): Bounou; Salah-Eddine, Mazraoui, Diop, Hakimi; El Aynaoui, Bouaddi; El Khannouss, Ounahi, Diaz; Talbi.
Pelatih: Mohammed Ouahbi.(*)




Meski Cuma Cetak Penalti, Ronaldo Raih Man of the Match Lawan Kroasia

SEPUCUKJAMBI.ID – Cristiano Ronaldo kembali menunjukkan pengaruh besarnya bagi Timnas Portugal.

Kapten Selecao itu dinobatkan sebagai Man of the Match versi FIFA setelah membawa Portugal menang dramatis 2-1 atas Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Jumat 3 Juli 2026.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Ronaldo tampil sebagai sosok yang mengubah arah pertandingan ketika Portugal berada dalam situasi sulit.

Portugal sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Ivan Perisic di awal babak kedua.

Dalam kondisi terus ditekan Kroasia, Selecao akhirnya mampu bangkit dan membalikkan keadaan hingga memastikan tiket ke babak 16 besar.

Peran Ronaldo menjadi salah satu faktor utama di balik kebangkitan tersebut.

Saat Portugal berusaha mengejar ketertinggalan, Renato Veiga dijatuhkan di dalam kotak penalti. Setelah wasit meninjau tayangan VAR, Portugal mendapat hadiah penalti.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor tampil tenang.

Sepakannya sukses mengecoh Dominik Livakovic dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol itu menjadi momentum penting bagi Portugal.

Setelah berhasil menyamakan kedudukan, kepercayaan diri Selecao meningkat hingga akhirnya Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan pada masa injury time.

Sebenarnya, Ronaldo sempat lebih dahulu menggetarkan gawang Kroasia pada pertandingan tersebut.

Namun gol itu dianulir karena VAR memastikan penyerang berusia 41 tahun itu sudah berada dalam posisi offside sebelum menerima umpan.

Meski hanya mencetak satu gol dari titik penalti, kontribusi Ronaldo dinilai jauh lebih besar dari sekadar torehan angka di papan skor.

Pengalaman, kepemimpinan, dan ketenangannya saat mengeksekusi penalti membuat Portugal mampu keluar dari tekanan dan membalikkan jalannya pertandingan.

Atas performa tersebut, FIFA menetapkan Cristiano Ronaldo sebagai Man of the Match.

Penghargaan itu sekaligus menegaskan bahwa sang kapten masih menjadi figur sentral dalam perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026.

Berkat kemenangan atas Kroasia, Portugal melangkah ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol dalam duel sesama raksasa Eropa yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.(*)




Statistik Lamine Yamal Bikin Takjub, Jadi Man of the Match Saat Spanyol Hajar Austria

SEPUCUKJAMBI.ID – Lamine Yamal kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain muda paling berbahaya di dunia.

Meski tidak mencetak gol maupun assist, winger Spanyol itu tetap dinobatkan sebagai Man of the Match saat La Furia Roja menaklukkan Austria 3-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Yamal tampil impresif sepanjang pertandingan yang berlangsung di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat 3 Juli 2026 dini hari WIB.

Spanyol memang memastikan tiket ke babak 16 besar berkat dua gol Mikel Oyarzabal dan satu gol Pedro Porro.

Namun, di balik kemenangan meyakinkan itu, pergerakan Lamine Yamal menjadi salah satu faktor yang paling merepotkan pertahanan Austria.

Sejak menit awal, pemain berusia muda itu terus mengancam dari sektor sayap.

Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitasnya membuat lini belakang Austria kesulitan mengantisipasi serangan Spanyol.

Meski namanya tidak masuk daftar pencetak gol, kontribusi Yamal terlihat jelas sepanjang pertandingan.

Hampir setiap peluang berbahaya yang dibangun Spanyol lahir dari aksinya di sisi kanan lapangan.

Berdasarkan data FotMob, Yamal mencatatkan 14 sentuhan di dalam kotak penalti lawan, menjadi yang terbanyak dibanding seluruh pemain di pertandingan tersebut.

Ia juga melepaskan enam tembakan, jumlah terbanyak bersama rekan setimnya, sekaligus menunjukkan perannya sebagai salah satu sumber ancaman utama bagi Austria.

Kemampuan duel satu lawan satu kembali menjadi senjata utama Yamal. Ia sukses membukukan lima dribel berhasil, tertinggi di antara seluruh pemain yang tampil pada laga tersebut.

Penampilan konsisten itu berakhir pada menit ke-85 ketika pelatih Luis de la Fuente menariknya keluar dan memasukkan Gavi untuk menjaga keseimbangan permainan hingga peluit akhir.

Atas performa tersebut, FIFA menetapkan Lamine Yamal sebagai Man of the Match.

Penghargaan itu menjadi bukti bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu diukur dari jumlah gol atau assist, tetapi juga dari pengaruhnya terhadap jalannya pertandingan.

Dengan performa meyakinkan melawan Austria, Yamal diperkirakan kembali menjadi salah satu andalan Spanyol ketika menghadapi Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, Konrad Laimer; Xaver Schlager, Nicolas Seiwald; Romano Schmid, Paul Wanner, Marcel Sabitzer; Michael Gregoritsch.

Pelatih: Ralf Rangnick.(*)




VAR Gagalkan Harapan Kroasia, Portugal Menang Dramatis dan Hadapi Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Portugal memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menundukkan Kroasia dengan skor tipis 2-1 pada pertandingan babak 32 besar yang berlangsung di Toronto Stadium, Jumat 3 Juli 2026.

Selecao sempat berada dalam posisi tertinggal setelah Ivan Perisic membawa Kroasia unggul di awal babak kedua.

Namun Portugal mampu membalikkan keadaan lewat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo sebelum Goncalo Ramos muncul sebagai pahlawan lewat gol kemenangan pada masa injury time.

Kemenangan ini mengantar Portugal melaju ke fase berikutnya dan akan menghadapi rival sesama Semenanjung Iberia, Spanyol, dalam laga babak 16 besar.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Pertandingan berlangsung dalam tempo cukup tinggi pada awal laga.

Kroasia lebih dulu mengancam melalui Ante Budimir, tetapi penyelesaiannya masih melebar dari sasaran.

Portugal merespons beberapa menit kemudian. Bruno Fernandes melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Dominik Livakovic melakukan penyelamatan penting.

Setelah awal pertandingan yang terbuka, ritme permainan berubah lebih hati-hati.

Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga duel lebih banyak berlangsung di sektor tengah lapangan.

Hingga turun minum tidak banyak peluang bersih yang tercipta. Babak pertama pun ditutup tanpa gol dengan skor tetap 0-0.

Kroasia Unggul Lebih Dulu

Memasuki babak kedua, pelatih Zlatko Dalic melakukan perubahan dengan memasukkan Igor Matanovic menggantikan Ante Budimir.

Pergantian tersebut membuat Kroasia tampil lebih agresif. Mateo Kovacic lebih dulu menguji ketangguhan Diogo Costa sebelum Nikola Vlasic gagal memanfaatkan bola muntah.

Tekanan Kroasia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53.

Ivan Perisic menerima umpan dari Josip Stanisic, mengontrol bola di dalam kotak penalti, lalu melepaskan tembakan yang gagal dibendung Diogo Costa. Kroasia unggul 1-0.

Beberapa saat kemudian, Nikola Vlasic sebenarnya kembali membobol gawang Portugal.

Namun gol tersebut dianulir setelah VAR memastikan dirinya telah berada dalam posisi offside.

Ronaldo Samakan Kedudukan

Portugal berusaha meningkatkan intensitas serangan. Rafael Leao nyaris mencetak gol melalui sepakan keras yang hanya membentur mistar.

Cristiano Ronaldo sempat mencetak gol, tetapi kembali dianulir VAR karena sang kapten lebih dulu berada dalam posisi offside.

Momentum Portugal akhirnya datang ketika Renato Veiga dijatuhkan di area terlarang. Setelah meninjau tayangan VAR, wasit menunjuk titik putih.

Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Goncalo Ramos Jadi Penentu

Setelah gol penyama kedudukan, Kroasia kembali mengambil inisiatif serangan dan beberapa kali menekan pertahanan Portugal.

Namun ketika laga memasuki masa injury time, Portugal justru berhasil mencuri gol kemenangan.

Rafael Leao mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Goncalo Ramos hingga menggetarkan gawang Livakovic.

Kroasia sempat merayakan gol penyama kedudukan beberapa detik menjelang pertandingan berakhir melalui Josko Gvardiol yang memanfaatkan bola muntah di depan gawang.

Akan tetapi, VAR kembali menjadi penentu. Wasit membatalkan gol tersebut setelah Mario Pasalic lebih dahulu terjebak offside dalam proses terjadinya gol.

Skor 2-1 bertahan hingga laga usai. Portugal pun memastikan tiket ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol dalam salah satu duel paling dinanti di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Portugal (4-2-3-1): Diogo Costa; Joao Cancelo, Ruben Dias, Renato Veiga, Nuno Mendes; Vitinha, Joao Neves; Pedro Neto, Bruno Fernandes, Rafael Leao; Cristiano Ronaldo.

Pelatih: Roberto Martinez.

Kroasia (4-2-3-1): Dominik Livakovic; Josip Stanisic, Josip Sutalo, Marin Pongracic, Ivan Perisic; Luka Modric, Mateo Kovacic; Martin Baturina, Petar Sucic, Nikola Vlasic; Ante Budimir.

Pelatih: Zlatko Dalic.(*)




Spanyol Pesta Gol ke Gawang Austria, Oyarzabal Borong Dua Gol

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Spanyol memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Austria dengan skor meyakinkan 3-0 pada laga fase 32 besar di SoFi Stadium, Inglewood, Jumat 3 Juli 2026 dini hari WIB.

La Furia Roja tampil dominan sejak menit pertama hingga peluit panjang dibunyikan.

Mikel Oyarzabal menjadi bintang kemenangan berkat dua gol yang dicetaknya, sementara satu gol lainnya lahir melalui sundulan Pedro Porro.

Hasil tersebut sekaligus mengakhiri langkah Austria di Piala Dunia 2026.

Sementara Spanyol kini tinggal menunggu lawan berikutnya di babak 16 besar, yakni pemenang duel Portugal kontra Kroasia.

Sejak kickoff, Spanyol langsung menguasai jalannya pertandingan.

Lamine Yamal nyaris membuka keunggulan ketika laga baru berjalan dua menit, namun sepakan jarak jauhnya masih mampu diamankan Alexander Schlager.

Tekanan terus dilancarkan tim asuhan Luis de la Fuente.

Austria dipaksa lebih banyak bertahan dan mengandalkan penyelamatan demi penyelamatan dari Schlager untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Pada menit ke-30, Marc Cucurella sempat menggetarkan gawang Austria.

Namun gol tersebut dianulir wasit karena lebih dulu terjadi pelanggaran dalam proses serangan.

Dominasi Spanyol akhirnya membuahkan hasil enam menit kemudian.

Berawal dari kerja sama apik di sisi kiri, umpan Marc Cucurella berhasil disambut Mikel Oyarzabal dengan penyelesaian satu sentuhan yang tak mampu dihentikan Schlager.

Skor berubah menjadi 1-0.

Menjelang turun minum, Spanyol hampir menggandakan keunggulan.

Tendangan bebas Alex Baena membentur mistar gawang, sedangkan peluang emas Lamine Yamal pada masa injury time kembali dimentahkan aksi gemilang kiper Austria.

Selepas jeda, ritme permainan tidak berubah. Spanyol tetap memegang kendali penguasaan bola dan terus memburu gol tambahan.

Austria sempat memberikan ancaman melalui sundulan Sasa Kalajdzic pada menit ke-61. Namun bola hanya melintas tipis di atas mistar gawang Unai Simon.

Lima menit berselang, Spanyol berhasil memperbesar keunggulan menjadi 2-0.

Alex Baena mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Pedro Porro untuk membawa La Furia Roja semakin nyaman.

Lamine Yamal hampir ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit-menit akhir pertandingan.

Sayangnya, tembakannya berhasil disapu pemain bertahan Austria tepat di garis gawang.

Menjelang laga usai, Mikel Oyarzabal kembali menunjukkan ketajamannya.

Memanfaatkan umpan matang Marc Cucurella pada menit ke-89, penyerang Spanyol itu mencetak gol keduanya sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0.

Dengan hasil ini, Spanyol melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah menampilkan permainan yang solid di semua lini.

Selanjutnya, La Furia Roja akan menghadapi pemenang pertandingan Portugal melawan Kroasia untuk memperebutkan satu tempat di perempat final.

Susunan Pemain

Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri; Lamine Yamal, Dani Olmo, Alex Baena; Mikel Oyarzabal.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Austria (4-2-3-1): Alexander Schlager; Stefan Posch, Kevin Danso, David Alaba, Konrad Laimer; Xaver Schlager, Nicolas Seiwald; Romano Schmid, Paul Wanner, Marcel Sabitzer; Michael Gregoritsch.

Pelatih: Ralf Rangnick.(*)




Meski Bermain 10 Orang, Amerika Serikat Singkirkan Bosnia dan Tantang Belgia di 16 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Amerika Serikat memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor meyakinkan 2-0.

Bermain di hadapan pendukung sendiri di San Francisco Bay Area Stadium, Kamis 2 Juli 2026 pagi WIB, tim besutan Mauricio Pochettino menunjukkan karakter kuat meski harus menyelesaikan laga dengan 10 pemain.

Folarin Balogun membuka keunggulan menjelang turun minum sebelum Malik Tillman mengunci kemenangan melalui tendangan bebas pada babak kedua.

Hasil tersebut mengantarkan Amerika Serikat menghadapi Belgia di fase gugur setelah wakil Eropa itu lebih dulu menyingkirkan Senegal.

Bosnia dan Herzegovina sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup menjanjikan.

Ermedin Demirovic mengancam pada menit ke-10 lewat tendangan jarak jauh, tetapi Matt Freese masih sigap mengamankan bola.

Amerika Serikat perlahan mengambil alih jalannya pertandingan. Antonee Robinson memperoleh peluang emas melalui sundulan di depan gawang, namun bola masih melambung sehingga kesempatan itu terbuang sia-sia.

Tuan rumah sempat bersorak pada menit ke-31 ketika Folarin Balogun mencetak gol.

Namun kegembiraan tersebut hanya berlangsung sesaat karena hakim garis mengangkat bendera offside dan gol dianulir.

Tekanan yang terus dibangun akhirnya membuahkan hasil menjelang babak pertama berakhir.

Berawal dari kemelut di depan gawang Bosnia, Balogun dengan cepat menyambar bola liar sebelum melepaskan tendangan mendatar yang gagal dihentikan Nikola Vasilj.

Gol tersebut menjadi pembeda pada babak pertama. Bahkan, Balogun hampir menggandakan keunggulan beberapa saat kemudian andai sepakannya dari jarak dekat tidak membentur mistar gawang.

Memasuki babak kedua, Amerika Serikat kembali tampil agresif.

Chris Richards mendapat peluang melalui sundulan hasil sepak pojok, tetapi bola masih terlalu mudah diamankan kiper Bosnia.

Situasi berubah drastis pada menit ke-63. Wasit mendapat rekomendasi dari VAR untuk meninjau pelanggaran yang dilakukan Balogun.

Setelah melihat tayangan ulang di monitor, keputusan awal diubah menjadi kartu merah langsung sehingga Amerika Serikat harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Bosnia untuk meningkatkan intensitas serangan.

Ermedin Demirovic memperoleh peluang emas tiga menit kemudian, tetapi Matt Freese tampil gemilang dengan penyelamatan penting yang menjaga keunggulan tuan rumah.

Amerika Serikat sempat kembali mencetak gol melalui Christian Pulisic pada menit ke-79.

Namun, untuk kedua kalinya dalam laga ini, gol harus dianulir karena offside dalam proses serangan.

Meski kalah jumlah pemain, Amerika Serikat justru mampu mematikan perlawanan Bosnia.

Pada menit ke-82, Malik Tillman melepaskan tendangan bebas akurat yang meluncur ke sisi kiri gawang tanpa mampu dijangkau Nikola Vasilj.

Gol indah tersebut memastikan kemenangan 2-0 sekaligus mengakhiri perlawanan Bosnia dan Herzegovina.

Tuan rumah pun melangkah ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi Belgia, yang sebelumnya mencatat comeback dramatis atas Senegal.

Susunan Pemain

Amerika Serikat (4-2-3-1): Matt Freese; Antonee Robinson, Tim Ream, Chris Richards, Alex Freeman; Tyler Adams, Malik Tillman; Christian Pulisic, Weston McKennie, Sergino Dest; Folarin Balogun.

Pelatih: Mauricio Pochettino.

Bosnia dan Herzegovina (3-4-2-1): Nikola Vasilj; Tarik Muharemovic, Stjepan Radeljic, Nikola Katic; Sead Kolasinac, Ivan Sunjic, Armin Gigovic, Amar Dedic; Kerim Alajbegovic, Ermedin Demirovic; Edin Dzeko.

Pelatih: Sergej Barbarez.(*)